MENGUDARA With You

MENGUDARA With You
8. Memantaskan Diri


__ADS_3

Niat Rangga sudah bulat. Dia akan mengesampingkan perasaannya dan memilih fokus pada pekerjaannya.


"Hubungi Mommy, Daddy dan kedua adik kamu setiap kali kamu mau terbang dan sudah di Kota atau negara tujuan."


Seorang ibu tidak mengharapkan apapun. Dia hanya menginginkan anaknya selamat dan kembali berkumpul bersama mereka di rumah.


"Tentu, My."


Rangga memeluk tubuh ibu angkatnya yang teramat menyayanginya. Apalagi Riana sangat aktif di media sosial. Sudah pasti dia tahu akan postingan Rangga yang teramat menyedihkan itu.


"Hati-hati, Kak. Jaga kesehatan dan selalu hubungi Mommy."


Walaupun bukan darah dagingnya, Riana mendapat pelajaran yang begitu berharga dari seorang anak yatim piatu yang sedari usia dua tahun sudah dititipkan di panti asuhan oleh keluarganya hanya karena ingin mewarisi harta kedua orang tuanya.


Riana kira, ketika Rangga mengetahui kenyataan tentang dirinya dia akan mengambil haknya lagi. Namun, ternyata tidak. Rangga mengikhlaskan itu dan memilih untuk bekerja keras untuk meraih segala mimpinya.


"Aku tak akan mengungkit apapun. Jika, mereka ingin menguasai silahkan. Aku lebih bahagia bisa mengumpulkan harta dari hasil keringatku sendiri."


Perkataan itu terlontar dari anak berusia sepuluh tahun. Siapa yang tidak bangga dengan anak itu? Riana benar-benar speechless mendengarnya. Itulah alasan kenapa dia mendukung sang suami untuk mengangkat Rangga menjadi putra mereka.


.


Satu bulan pertama rasanya sulit untuk menaruh sejenak bayang wajah Aleena. Namun, di bulan kedua dan berikutnya Rangga mulai terbiasa. Dia semakin enjoy menjalani pekerjaannya da juga kerjaan sampingannya yang hanya keluar negeri untuk mengecek kantor sang ayah. Dia juga sudah menanam saham di perusahaan sang ayah walaupun tidak banyak.


Di setiap negara yang dia pijaki Rangga selalu mengambil gambar untuk dia bagikan di media sosial. Bukan sombong, tapi dia hanya ingin menyimpan kenangan itu di sana karena menyimpannya di ponsel bisa hilang. Sekaligus menunjukkan pada dunia siapa dia sekarang walaupun masih dalam.proses pengembangan.


Dia berfoto di depan bunga matahari yang sangat indah. Dia tersenyum, tak lama kemudian dia malah terdiam. Aleena, nama itu tiba-tiba muncul di kepala.


"Kenapa wajah kamu tak pernah hilang dari ingatanku?" batin Rangga dengan wajah yang berubah sendu. Tiga bulan ini dia sudah mulai bisa melupakan sosok perempuan cantik itu. Akan tetapi, sekarang malah perempuan itu muncul begitu saja tanpa dia mau.

__ADS_1


Dia memang sengaja tidak ingin tahu tentang Aleena. Bukan karena sudah tidak cinta, tapi Dia ingin hadir di kehidupan Aleena ketika dia sudah dikenal dunia. Aleena bukan wanita sembarangan. Jadi, dia harus memantaskan diri terlebih dahulu agar bisa bersanding dengan Aleena.


Sedangkan Aleena sedikit demi sedikit sudah mulai bisa kembali menjadi Aleena seperti dulu. Ada dua orang yang berperan penting di sana, Axel dan Khairan. Aleena tertawa begitu lebar ketika mendengar cerita lucu Khairan yang dikejar manusia jadi-jadian. Axel yang duduk di samping Aleena terus memperhatikan Aleena. Itu tak luput dari pandangan Khairan. Ada cemburu di hati Khairan. Axel memang tidak banyak bicara, tapi gerak-geriknya terus membuat dia harus selalu waspada. Ditambah Axel selalu tahu apa yang dibutuhkan Aleena.


Ketika makanan sudah sampai, Axel akan membersihkan sendok dan garpu sebelum digunakan oleh Aleena. Itu membuat Khairan mulai gusar.


"Makasih, Bang." Axel hanya mengangguk. Betap lembut sekali ucapan Aleena tersebut membuat Khairan mulai ketakutan dan merasa ada saingan.


Aleena pun memberikan beef yang ada di atas piringnya kepada Axel. Sontak Axel menoleh dan Aleena hanya tersenyum.


"Abang butuh asupan protein banyak."


Axel ikut melengkungkan bibirnya. Akhirnya, Aleena yang dia kenal sedari kecil kembali ke settingan semula. Apalagi Kalfa sudah tidak ada lagi di sana. Tindakannya yang ingin mencelakai Rangga Axel laporkan ke pihak yang berwajib. Alhasil, dia diamankan dan tidak pernah terlihat batang hidungnya lagi.


Ada yang panas melihat keakraban Aleena dan juga Axel. Apalagi wajah datar Axel mulai terlihat ceria ketika Aleena melengkungkan senyum indahnya. Nafsu makan Khairan mulai menghilang. Tak tahan melihat Aleena yang terus tertawa berasa Axel membuat Khairan berdehem kasar. Kedua manusia itupun menatap ke arah Khairan.


"Banyak tulangnya."


Khairan masih terdiam ketika mereka kembali ke rumah. Sedangkan Aleena sibuk dengan ponselnya. Dia sedang melihat postingan media sosial terbaru dari seorang Rangga.



"Ada apa di antara kita berdua?"


Aleena tersenyum tipis dan hatinya terasa teriris ketika melihat foto yang antara Rangga dengan perempuan lain. Dia mulai menghembuskan napas lemah dan menyandarkan kepalanya di jok mobil belakang.


Lebih dari tiga bulan dia tidak bertemu dengan Rangga. Anak pertama dari Raditya dan Echa hanya bisa memandang wajah Rangga di media sosial dengan akun lain yang dia miliki.


Wajah murung Aleena terlihat begitu jelas. Khairan maupun Axel sadar akan hal itu. Namun, mereka berdua kompak untuk tidak membuka suara.

__ADS_1


"Aku ke kamar duluan, ya."


Di dalam kamar, Aleena mendudukkan tubuhnya di tepian tempat tidur. Senyum yang begitu lebar yang Rangga tunjukkan di foto itu membuat hatinya sangat sakit. Tanpa dia sadari matanya berembun.


Sedari tadi grup chat keluarga sangat berisik. Aleena pun membukanya. Semuanya mengucapkan selamat kepada Aksara perihal kabar putranya yang sedang berkencan dengan anak seorang pemilik salah salah satu penerbangan besar nasional.


Pedih sekali rasanya. Baru saja dia mulai bisa memikirkan lelaki lain selain Kalfa, tapi dia dihadapkan dengan kabar perihal Rangga yang sudah memiliki kekasih yang sangat cantik dan bukan dari keluarga sembarangan.


Aleena tidak ingin membaca jawaban dari pamannya. Dia memilih untuk menutup pesan grup tersebut. Sekarang, yang dia lakukan hanya merebahkan tubuhnya dengan bagian kaki menggantung ke lantai.


Bayang wajah Rangga kini memutari kepalanya. Dia merindukan sosok lembut dengan senyum begitu tulus. Sosok yang sekarang terus mengitari kepala dan hatinya.


"Kenapa sesakit ini?" gumam Aleena. Dia memejamkan matanya dan tak terasa ujung matanya mengeluarkan bulir bening.


"Apa aku harus melupakan kamu?"


.


Rangga dan perempuan yang bernama Jihan Ayeshla berjabat tangan dengan begitu akrab. Mereka pun saling peluk dengan begitu akrab.


"Makasih ya, Ga."


"Sama-sama." Senyum tulus Rangga berikan. Jihan pun melengkungkan senyum tulus juga kepada Rangga.


Baru saja keluar dari rumah Jihan, ponsel Rangga berdering dan dahinya menukik tajam ketika sang adik perempuan menghubunginya.


"Iya, Dek."


"Siapa perempuan itu? Pokoknya Kakak gak boleh dekat sama perempuan manapun tanpa seizin Adek!"

__ADS_1


...***To Be Continue***...


Komen dong ...


__ADS_2