MENGUDARA With You

MENGUDARA With You
96. Lebih Beruntung Apapun


__ADS_3

Gelak tawa pun tercipta. Manusia dingin dan selalu berwajah tegas ternyata memiliki selera humor juga. Begitulah pikir ketiga sahabat Rangga yang sangat menakuti Restu. Mereka kira Restu adalah robot yang didesain seperti manusia.


"Kalau gua jadi mertuanya, gua pecat tuh si brandal."


Askara sudah bersungut. Sedangkan Aksa sudah tertawa diikuti oleh Rindra. Nesha yang menggendong cucu ketiganya yang berjenis kelamin lelaki ikut tertawa. Aleesa tidak diperbolehkan untuk mengasuh dua cucunya. Apalagi menggendong dua cucunya. Jadi, salah satu dari si kembar dijaga oleh Nesha.


Aleesa memukul pundak Restu setelah dia berhasil membawa sang mertua turun dari panggung.


"Orang mah ngomong yang bikin haru, malah begitu." Restu menanggapinya dengan sangat santai.


"Ini hari bahagia, Mami Sayang. Jadi, gak usah ada haru-haruan kayak begitu." Aleesa malah berdesis bagai ular.


"Menantu laknat!" omel Askara di depan Restu. Namun, Restu tak menggubrisnya. Dia sudah keba dengan perkataan sang paman.


Axel, Khairan, Agha, Reksa dan juga Rio tertawa melihat tingkah Restu. Mereka tak menyangka jika Restu akan melakukan hal itu.


"Ahjussi bisa ngelawak juga ternyata," gumam Agha.


"Dia masih manusia, Gha." Dua sahabat itupun malah tertawa.


Rangga yang masih memegang microphone di tangan, dia mulai menarik tangan sang istri agar berdiri. Menatapnya dengan begitu dalam.

__ADS_1


"Aleena Addhitama, istriku."


Suara Rangga membuat semua orang yang berada di sana mulai menatap ke arah Pengantin baru yang berada di pelaminan. Rangga sudah menggenggam tangan Aleena dengan tatapan penuh cinta. Aleena pun terkejut dengan apa yang dilakukan oleh suaminya. Ketiga biduan pria yang ada di atas panggung pun mulai menunjukkan pandangannya pada sosok Rangga, sahabatnya.


"Akan ngelawak atau serius nih anak," gumam Mirza.


"Kita liat aja." Yanuar menjawab.


Khairan sudah menatap serius ke arah Aleena yang tengah digenggam oleh Rangga. Sedangkan Aleeya menatap ke arah belakang di mana tatapan sendu dapat Aleeya lihat di mata Khairan.


"Untuk mendapatkan kamu itu susah banget. Selain banyak yang mau sama kamu, aku juga harus menyimpan rasa cinta aku hampir satu dekade seorang diri. Bersabar hingga pembalasan cinta itu hadir."


Aleena terdiam mendengarnya. Rangga seperti tengah mengingatkannya pada masa di mana dirinya masih menjadi wanita bodoh. Masih belum sadar akan cinta yang tulus yang Rangga miliki untuknya.


Senyum pun terukir di wajah Rangga. Beda halnya dengan Aleena yang masih mendengarkan kalimat lanjutan dari Rangga. Baru sampai pada kalimat ini saja terdengar sangat manis melebihi biang gula.


"Aku tidak bisa mendeskripsikan seberuntung apa bisa mendapatkan kamu. Aku janji sama kamu, aku gak akan sia-siakan wanita sesempurna kamu."


"Aaa ... sweetnya."


Teriakan itu terdengar dari para tamu undangan. Sedangkan Keluarga ALeena tersenyum bahagia mendengar ungkapan tulus dari Rangga. Ketulusan yang Rangga miliki dapat mereka lihat dengan jelas.

__ADS_1


Ku bahagia ...


Kau telah terlahir di dunia


Dan kau ada di antara milyaran manusia


Dan kau bisa dengan radarku menemukanku


Ketiga biduan lelaki kompak menyanyikan lagu perahu kertas milik Maudy Ayunda yang sangat cocok dengan backsound dari ungkapan Rangga tersebut.


"Aku janji itu, Sayang."


Aleena berhambur memeluk tubuh Rangga. Bagi ALeena dialah yang sangat beruntung mendapatkan lelaki seperti Rangga. Lelaki yang begitu tulus mencintainya dan rela menunggu wanita bodoh seperti dirinya.


"Jangan buat aku jelek di hati pernikahan kita, Mas." Aleena berkata di dalam pelukan Rangga dan itu mampu membuat Rangga tertawa.


Khairan menghela napas kasar dan mengalihkan pandangannya ketika Rangga dengan beraninya mengecup bibir Aleena di depan semuanya.


"Aargg!!" Tiga biduan itu berteiak di atas panggung.


"Mata perjaka kita ternoda!"

__ADS_1


...***To Be Continue***...


Komen dong ....


__ADS_2