MENGUDARA With You

MENGUDARA With You
107. Siang Pertama


__ADS_3

Gesekan kepala sang pusaka di belahan roti kukus segitiga milik Aleena membuat istri dari Rangga itu keenakan. Itu membuat darah semakin mendidih di tubuh Rangga. Dia ingin segera memasukkan benda pusakanya.


"Sayang, Mas masukin, ya." Aleena hanya mengangguk.


Rangga mulai membuka kedua kaki istrinya. Pelumas sudah terlihat begitu jelas yang sudah menetes keluar. Dia sudah mengarahkan pusakanya dengan perlahan.


"Eunghh!"


Baru membentur dinding penghalang pun istrinya sudah berteriak kecil. Dia mendorong pelan kepala pusakanya.


"Ahh!"


Sungguh Rangga tak bisa menunggu. Namun, sebelumnya dia berkata, "tahan ya, Sayang."


Dia mulai mendorong tubuhnya dengan diiringi hentakan. Aleena pun menjerit. Rasa perih, sakit, ngilu jadi satu.


"Sa-kit, Mas."


Rangga pun terdiam. Tangannya mengusap lembut ujung mata sang istri.


"Sakitnya hanya sebentar, Sayang. Setelahnya Mas akan buat kamu bahagia."


Aleena merasakan va ginanya sangat penuh. Ada denyutan cukup kencang yang dia rasakan. Ketika sang suami memaju mundurkan sang pusaka membuat ALeena merasakan kenikmatan yang tak terkira. Mulutnya tak berhenti merancau apalagi bibir dan tangan sang suami tak mau diam membuat dia menjerit. Ada sesuatu yang ingin meledak.


"Aduh, Mas."


"Keluarin aja, Sayang."

__ADS_1


Suara peraduan keringat di kulit sangat jelas terdengar. Ditambah sang istri yang terus mengaduh karena sebuah kenikmatan yang baru dia nikmati.


"Mas, aku mau pipis lagi."


Rangga semakin mempercepat ritmenya dan jeritan penuh kenikmatan keluar dari mulut sang istri. Cairan hangat membuat sang pusaka tertawa bahagia. Sungguh cairan itu membuatnya semakin menggila.


Namun, Rangga tak ingin hanya memakai satu gaya. Dia meminta ijin kepada istrinya untuk melakukannya dari samping. Sungguh itu membuat Aleena gila. Ditambah jari sang suami yang memainkan biji kacang almond miliknya.


"Aduh, Mas."


Semakin milik istrinya kembang kempis semakin si pusaka bengis. Sungguh Rangga tak mau berhenti walaupun sang istri sudah menjerit lagi. Rangga membiarkan istrinya beristirahat sejenak. Wajahnya sudah terlihat sangat kelelahan. Dia pun kasihan. Akan tetapi, sang pusakanya masih berdiri sangat tegak.


"Kita coba gaya an Jing, ya."


Sang pusaka menancap sepenuhnya ke dalam va gina milik Aleena. Rasanya dindingnya tak bisa bernapas. Gerakan sang pusaka membuat dirinya menjerit terus-terusan. Sungguh suaminya membuatnya bagai wanita gila.


"Mas percepat ya, Sayang."


"Oh, My!"


Aleena benar-benar menerima sodokan yang luar biasa. Ditambah dua bakpau yang menempel di dadanya diremas lembut oleh sang suami. Choco chips berwarna cokelat susu itupun dipilin oleh jari putih Rangga hingga membuat Aleena menengadahkan kepalanya. Bibir Rangga pun menciumi punggung putih berkeringat Aleena. Sungguh Aleena benar-benar gila karena sang suami bisa membuat seluruh tubuhnya tak berdaya.


"Mas, aku--"


Rangga mempercepat so dokannya dan itu membuat Aleena semakin mengerang.


"Ahh! Ahh!"

__ADS_1


"Enak banget, Sayang."


"Aduh, Mas--"


"Kita keluarin sama-sama sayang."


Dua menit berselang mereka berdua berteriak bersama dengan mata yang tertutup. Wajah mereka nampak sangat menikmati dan puas. Baik Rangga dan Aleena pun kini terkapar lemas di atas tempat tidur yang sudah sangat berantakan. Rangga mencium kening Aleena dengan begitu mesra.


"Makasih banyak, Sayang. Sudah menjadikan aku lelaki pertama yang menikmati seluruh tubuh kamu."


Aleena hanya tersenyum. Dia menelusupkan wajahnya di dada bidang sang suami yang tak memakai sehelai kain pun. Rangga sangat bahagia karena akhirnya dia bisa merasakan siang pertama setelah lima hari pernikahan mereka.


Lima belas menit berselang, Rangga membuka mata. Dia menatap istrinya yang masih betah membenamkan wajah di dadanya.


"Sayang, Mas mau lagi."


Seketika mata Aleena melebar. Dia menatap ke arah sang suami dengan wajah tak percaya.


"Sekarang kita pakai gaya kangguru dan cicak nemplok di dinding."


"TIDAK!"


...TAMAT...


Sayonara 👋


Jangan lupa komen ...

__ADS_1


__ADS_2