MENGUDARA With You

MENGUDARA With You
87. Fitting Baju Terakhir


__ADS_3

Aleena sudah duduk di samping tempat tidur Rangga. Dia tersenyum melihat calon suaminya yang masih terlelap.


"Mas, bangun."


Aleena mengusap lembut pipi Rangga. Hari ini ada fitting baju terkahir sekaligus mengecek persiapan resepsi di hotel mewah. Tak ada jawaban dari Rangga. Dia hanya bergerak sedikit.


"Mas, yang lain udah nunggu kita." Aleena terus mencoba untuk membangunkan sang calon suami.


Perlahan Rangga mulai membuka mata, dia melihat wajah cantik sang calon istri. Bukannya bangun, Rangga malah memeluk perut Aleena.


"Bangun, yuk. Semuanya udah ada di butik. Terus kita langsung ke hotel. Ngecek semuanya."


"Secepat itukah?" Aleena malah tergelak mendengarnya.


"Lusa pernikahan kita, Mas." Rangga masih enggan beranjak dari sana. Namun, Aleena menarik paksa Rangga hingga Rangga berdecak kesal.


"Belum sah jadi istri aja udah galak begini," keluh Rangga. Aleena malah tertawa dan mendorong tubuh Rangga ke dalam kamar mandi.


Aleena mulai membuka lemari Rangga dan memilih baju yang senada dengan apa yang dia pakai. Dia tersenyum ketika melihat kaos berwarna navy yang senada dengan dress yang dia gunakan. Celana pun sudah dia siapkan.

__ADS_1


Ketika Rangga keluar dari kamar mandi, sudah tidak ada Aleena di sana. Namun, baju dan celana sudah ada di atas tempat tidur. Senyum pun sudah terukir di wajah Rangga.


"Sungguh calon istri idaman," gumamnya dengan hati bahagia.


Selesai memakai baju dan celana terdengar ketukan pintu. Rangga segera menjawabnya dan ketika dia menoleh Aleena sudah membawa nampan. Dahi Rangga mengkerut.


"Tadi, Aunty bilang kalau Mas belum makan. Aku buatin roti bakar aja yang simpel dan susu hangat." Rangga tersenyum dan mengambil nampan yang ada di tangan Aleena. Kemudian, meletakkannya di atas nakas.


Dia menarik tangan Aleena hingga masuk ke dalam pelukannya. Aleena menatap wajah Rangga dengan begitu lamat.


"Aku gak butuh sarapan itu, Sayang."


"Jangan pada main bibir mulu," sentak Axel yang sudah berada di ambang pintu kamar Rangga.


"Kanjeng Mommy udah ngereog. Ditambah Bocil kematian udah ngerusak satu manekin di mana Kak Aksa harus gantiin manekin yang dirusak si Bocil."


Rangga dan Aleena tertawa ketika mendengar cerita dari Aksa perihal Abang Er yang merusak manekin yang ada di sana hanya karena manekin itu botak. Aksa bercerita sambil menghela napas kasar.


Semuanya sudah mencoba baju yang akan mereka gunakan di acara akad maupun resepsi. Mereka tinggal menunggu groomsmen dan bridesmaid yang terakhir. Mereka semua dikejutkan ketika Khairan dan Aleeya keluar secara bersamaan. Keduanya pun saling pandang cukup lama hingga deheman jahil Reksa baru membuat mereka tersadar.

__ADS_1


"Pengganggu!"


Reksa mengaduh ketika kakinya diinjak oleh Ghea. Sungguh adiknya Agha sangat menyebalkan.


Echa mulai melengkungkan senyum ketika melihat Aleeya bersama Khairan. Itu membuat Aleeya merasa bahagia dengan menahan laju air mata yang ingin menetes.


"Pengantinnya dua ajalah. Biar gak pesta Mulu si Bandit," celetuk Aska.


Kompak Aleeya dan Khairan menoleh. Mereka berdua menukikkan kedua alis dengan sangat tajam.


"Fix lah ini mah jodoh. Noleh aja kompak."


"ENGGAK!"


Semua orang yang ada di sana tertawa mendengar jawaban Khairan dan Aleeya yang sangat kompak. Aleeya segera berlari ke arah sang ibu dan memeluk tubuh ibunya. Echa mengusap lembut pundak sang putri bungsu.


"Adek gak mau menikah, Bu. Adek gak mau mengecewakan lelaki yang ingin menikahi Adek. Adek gak pantes menerima cinta dari lelaki manapun. Biarkan Adek menikmati karma Adek."


...***To Be Continue***...

__ADS_1


Komen dong ...


__ADS_2