MENGUDARA With You

MENGUDARA With You
42. Khairan Kharisma


__ADS_3

Khairan Kharisma, dia tertunduk di depan sang ayah Khrisna Kharisma. Sang ayah belum membuka suara, tapi dia sudah tahu apa yang akan ayahnya katakan.


"Mundurlah, Khai."


Khairan memejamkan matanya. Dia tidak ingin mundur, tapi dia juga tahu kenapa ayahnya mengatakan hal itu.


"Khai," panggil sang ayah.


Khairan mencoba untuk menegakkan kepalanya. Dia mulai memberanikan diri menatap manik mata sang ayah.


"Kamu tahu apa kesalahan kamu 'kan?" Khairan mengangguk.


"Seorang laki-laki itu harusnya bisa menjaga, bukan merusak."


Kalimat sederhana, tapi mengandung makna yang luar biasa. Itu membuat Khairan semakin tak bisa menyanggah apalagi meminta.


"Ayah sudah melamar Aleena untuk kamu, tapi kamu malah membuat masalah baru. Jadi, harus kamu terima jika ayahnya menolak kamu."


Khairan hanya bisa mengangguk pelan. Sudah tidak ada harapan untuknya mendapatkan Aleena. Apalagi restu dari ayah Aleena sudah tidak mungkin lagi dia raih.


"Lupakan dia. Ayah yakin, dia sudah mendapatkan lelaki yang lebih baik dari kamu, dan mungkin juga kamu tidak ditakdirkan untuk bersamanya."


Ayah Khairan berkata dengan sangat lembut. Dia sama seperti Radit yang selalu berpikir secara logis dan tidak pernah mengutamakan emosi.


"Apa nasibku harus terus setragis ini?"


Khrisna tersenyum dan menepuk pundak sang putra dengan begitu lembut. Dia menatap dalam wajah Khairan dengan penuh kehangatan.


"Rencana manusia itu terkadang tidak sesuai dengan rencana Tuhan. Juga, rencana Tuhan lebih baik dari rencana manusia."


Reksa yang sedikit mencuri dengar pembicaraan antara Khairan dan ayahnya hanya dapat menghela napas kasar. Peretasannya perihal Khairan membuat hatinya ngilu.


Khairan, anak dari keluarga broken home. Kekacauan keluarganya terjadi ketika Khairan menyukai gadis yang sama dengan yang disukai kakaknya. Perbedaan kasih sayang yang diberikan oleh ibunya, membuat Khairan dipaksa mundur untuk mendapatkan perempuan yang dia cinta. Jika, itu tidak dilakukan dia akan disiksa oleh ibunya bahkan ibunya berani memukulinya bak preman.


Mengalah, itulah yang harus selalu Khairan lakukan. Puncak terlelahnya ketika dia kelas 2 SMA, dia lelah dengan keadaan yang harus terus dipaksa mengalah. Apa yang dia inginkan pasti akan diinginkan oleh kakaknya dan ibunya akan ikut campur dan bersikap kasar kepadanya.


"Kamu ambil jurusan yang lain. Kakak kamu akan ambil jurusan kedokteran."


Suara lantang sang ibu membuat dada Khairan turun-naik. Kesabarannya sudah habis. Jadi seorang dokter adalah impiannya. Dia tidak akan kalah hanya karena halangan sang ibu.

__ADS_1


"Enggak. Aku akan tetap mengambil jurusan kedokteran. Itu mimpi aku, Bu."


Plak!


Tamparan keras ibu dari Khairan berikan. Dia sangat emosi karena sekarang Khairan sudah berani membantah ucapannya.


"Mau Ibu apa sih?" Khairan bertanya lagi. Bukannya menjawab, ibu dari Khairan itu malah memukuli Khairan dengan membabi-buta. Malah dia mengambil benda tumpul yang ada di dapur.


"Ibu, ampun!"


Reksa yang hanya mendengar cerita itu saja terasa teriris hatinya. Bagaimana dengan Khairan? Lelaki humoris yang ternyata memiliki masa lalu yang sangat memilukan. Jika, ayahnya tidak datang pada saat itu sudah dipastikan Khairan akan meninggal di tangan ibu kandungnya. Itu juga yang menjadi alasan kenapa ayah Khairan dah ibunya bercerai.


"Sekarang kamu mengalah untuk kebahagiaan perempuan yang kamu cinta. Cinta itu tak selamanya harus memiliki, Khai."


"Tetap saja rasanya sakit, Ayah."


"Tentu, Khai. Percayalah sama Ayah, jika sakitnya hanya sebentar dan nanti akan berubah menjadi sebuah kebahagiaan tiada Tara." Sang ayah tersenyum tulus ke arah Khairan.


Dia mulai mengajak putranya untuk berdiri dan mengemas pakaiannya untuk kembali ke Singapura. Langkah gontai Khairan membuat hati kecil Khrisna tidak tega, tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa. Anaknya sudah salah. Jadi, dia harus menerima konsekuensinya.


Khrisna menghampiri Reksa dan dia memeluk tubuh Reksa dengan begitu hangat.


Reksa mengangguk seraya tersenyum kecil tulus. Tutur kata Khrisna sama seperti Radit. Sangat lembut. Reksa mulai menatap ke arah Khairan yang sudah tak bergairah.


"Gua yakin di depan sana ada perempuan baik yang tengah menunggu lu."


Khairan hanya terdiam, tapi dia bisa mendengar juga merasakan jikalau ucapan Reksa sangatlah tulus untuknya.


"Semoga kita jadi saudara sungguhan." Reksa memeluk tubuh Khairan dengan begitu erat. Menepuk punggungnya pelan.


"Bang Axel juga pasti bangga sama lu. Dia juga pasti berterima kasih sama lu karena udah jaga Kak Nana selama di Singapura."


Selama di pesawat, wajah murung Khairan terus dia tunjukkan. Khrisna berulang kali menenangkan Khairan.


"Mengalah bukan berarti kalah. Kamu mengalah di saat yang tepat," terang sang ayah.


"Jika, kamu memaksa pun pasti nantinya akan melukai salah satu di antara kamu. Jadi, jangan pernah memaksakan perasaan."


Khairan tidak menjawab, dia malah asyik membuka media sosial di mana ada story' terbaru dari akun Aleena.

__ADS_1



Jangan dilepas! 😂


Caption di sana dengan emoticon tertawa, tapi Khairan menangkapnya jika Aleena tidak main-main dengan kalimatnya tersebut. Dia sangat yakin itu tangan Aleena dan juga Rangga. Hembusan napas kasar keluar dari mulutnya lagi.


Dia penasaran dengan bagaimana story dari Rangga. Benar saja Rangga dan Aleena seakan kompak membuat story' di akun media sosial mereka masing-masing.



Ternyata pernah berdua begini, DULU. Lalu, sekarang bagaimana?


Untuk kesekian kalinya Khairan menghela napas kasar. Story yang sangat menyakinkan. Dia pun menyandarkan tubuhnya di kursi pesawat. Tenggelam dengan rasa sedihnya. Namun, dia juga sadar jika dia telah melakukan kesalahan yang fatal.


"Aleena sudah dijodohkan."


Khairan nampak terkejut dengan ucapan sang ayah. Dia yang tadi acuh kini menatap ayahnya dengan penuh keingintahuan.


"Siapa laki-lakinya?"


Khrisna hanya bisa menggeleng. Dia kini menoleh ke arah sang putra yang memasang wajah serius.


"Ayahnya Aleena tidak mengatakan siapa orangnya. Bahkan, dia sendiri belum tahu karena perjodohan itu bukan keinginan ayahnya melainkan kakeknya."


Khairan hanya terdiam. Apa dia harus senang sekarang? Kemungkinan besar Rangga juga akan kalah.


"Jangan berpikir jika saingan kamu juga akan kalah. Jangan jadi orang yang iri hati." Nasihat Khrisna.


"Aleena lebih dulu mengenal pilot itu dibandingkan kamu. Bisa jadi lelaki yang sudah kakeknya siapkan itu adalah kekasih Aleena sekarang."


Baru saja ingin senang malah langsung dipatahkan oleh sang ayah. Sakit rasanya, tapi apa yang dikatakan oleh ayahnya memang benar adanya.


"Ikhlaskan, Khai. Dia sudah bahagia dan kamu juga berhak bahagia, tapi tidak dengan Aleena." Raut tidak terima sangat jelas kentara yang wajah Khairan tunjukkan.


"Ketika kamu berbuat baik, jangan pernah berharap kebaikan kamu dibalas oleh manusia. Mintalah balasan dari yang di atas. Sesungguhnya balasan Tuhan lebih indah dari balasan manusia."


...***To Be Continue***...


Komen dong ...

__ADS_1


__ADS_2