MENGUDARA With You

MENGUDARA With You
100. Tanda Yang Berserakan


__ADS_3

Pemanasan yang panas yang memakan waktu hampir satu jam akhirnya selesai juga. Sang suami dapat meloloskannya karena sudah lemas dan susah bernapas. Aleena menggelengkan kepala. Ternyata semua lelaki sama, memilik nafsu yang sangat besar. Apalagi dia memiliki suami yang punggungnya lebar. Kata orang nafsu lelaki seperti itu lebih besar dari lelaki lainnya.


Aleena menatap dirinya di kaca kamar mandi. Sungguh suaminya sangat ganas meninggalkan tanda mawar merah di lehernya. Dari yang kecil hingga yang ukuran cukup besar. Dia menatap ke arah tempat sampah yang ada di dalam kamar mandi. Di mana ada pembalut yang berisi darah kotor bekas dirinya.


"Maafkan aku, Mas." Ada sebuah sesal yang ada di hatinya.


Aleena melanjutkan membersihkan tubuh. Satu jam berlalu, Aleena baru keluar dari kamar mandi. Sang suami sudah duduk di atas tempat tidur sambil memainkan ponselnya. Ketika Rangga menoleh ke arah Aleena, dia hanya dapat menelan ludah melihat istrinya yang menggunakan baju tidur berbahan satin tanpa lengan dengan celana yang cukup pendek.


"Aku pakai Hoodie aja, ya." Aleena merasa risih dengan tatapan Rangga. Baju tidur itu adalah baju yang sering dia gunakan jika tidur di malam hari. Dia lupa jika sekarang dia sudah menjadi seorang istri.


Rangga turun dari tempat tidur. Dia menarik Aleena ke atas tempat tidur. Masih menatap sang istri dengan sangat lekat.


"Mas, sangat suka, Sayang."

__ADS_1


"Tapi, Mas ... Aku--"


"Mas, masih tahu itu, Sayang. Tapi, Mas ingin--"


Rangga sudah menatap ke arah bagian depan dada Aleena. Siang tadi acara Mimi susu gagal karena ulah Abang Er.


"Mas ingin membuktikan ucapan orang-orang, apa benar sumber asi yang dimiliki wanita akan menjadi penambah imun yang luar biasa?"


Aleena mengangguk dan mempasrahkan semuanya. Tidak ada salahnya jika dia memberikan cicilan kenikmatan kepada suaminya.


"Mas--"


Rangga mulai mengarahkan bibirnya pada si kecil cokelat muda nan menggoda. Aleena pun melenguh dengan cukup keras. Rangga sangat menikmati setiap gerakan eroties sang istri karena ulah bibir dan lidahnya. Dia sendiri pun tak ingin menyudahi kegiatannya itu dan mulai menarik tangan Aleena pada bagian bawah perutnya yang mulai mengeras. Aleena melebarkan mata. Tangan Aleena yang tak bergerak membuat Rangga menghentikan kegiatan bibirnya yang sedari tadi bergantian pindah tempat ke arah kiri dan kanan.

__ADS_1


"Jangan takut, Sayang."


Rangga bangkit dari posisi awal. Dia membuka Ipad-nya. Menunjukkan sesuatu kepada istrinya. Sontak mata Aleena melebar. Dia terlihat menelan ludah.


"Mas gak akan menyuruh kamu untuk menghisapnya, cukup kenalan dengannya dan sentuh dengan kelembutan tangan kamu, Sayang."


Aleena menoleh ke arah Rangga yang sudah menunjukkan sorot mata penuh harap. Aleena mengangguk pelan.


Suara setan pun terdengar dari keduanya. Di mana dada Aleena sudah basah karena ulah bibir sang suami. Tak ketinggalan tanda-tanda merah berserakan di sana.


Juga tangan Aleena yang tak melepaskan pusaka jamur berharga milik suaminya membuat urat yang ada di samping paku bumi versi mini dapat Aleena rasakan dengan jelas.


"Mas, uratnya udah kayak orang kena varises."

__ADS_1


...***To Be Continue***...


Komen dong ....


__ADS_2