
Bodyguard itu sudah menghubungi rekannya yang lain. Menyuruhnya untuk. mengawasi perempuan yang kini sudah mulai menaiki pelaminan. Putra dari Restu berlari menuju ke arah pelaminan. itu membuat lima bodyguard-nya semakin kewalahan.
Anak itu menerobos kaki tamu undangan dan terus berlari. Tubuh wanita yang memakai dress pink pun dia tabrak hingga perempuan itu hampir tersungkur.
"Abang!" Sang kakek sudah menegur sang cucu dan ingin meraihnya. Namun, Abang Er menggeleng memilih menuju sang paman yang baru saja duduk..
"Loh?" Rangga terkejut.
"Endon."
Rangga dan Aleena hanya tertawa. Bodyguard yang mengawal Abang Er pun meminta maaf kepada pengantin baru tersebut.
"Gak apa-apa," jawab Rangga.
Aleena menukikkan kedua alisnya ketika dia melihat seorang tamu perempuan menaiki pelaminan. Tinggi badannya seperti Aleena kenal. Matanya masih tertuju pada perempuan itu. Langkahnya semakin mendekat dan mendekat. Perempuan itu sudah ada di depan Rangga sekarang. Tak menyalami hanya memandangi wajah Rangga. Perasaan Aleena pun tak enak.
"Dol! Dol!"
Abang Er mengeluarkan senjata mainan milik ga yang diisi air dan menembakkannya tepat ke mata si perempuan.
"Aarggh!" Perempuan itu berteriak.
__ADS_1
"Abang, ja--"
Abang Er mencondongkan tubuhnya ke arah si perempuan dan berhasil membuka masker yang digunakan si wanita. Baik Rangga dan Aleena pun terkejut.
Ya, dia Jihan. Ternyata dia mendapatkan penangguhan penahanan untuk datang ke acara pernikahan Rangga, lelaki yang masih dia cintai.
Rangga langsung merengkuh pinggang istrinya karena wajah Aleena sudah berubah drastis. Begitu dingin. Rangga menatap ke arah trio biduan dan mereka mengangguk.
Mas Agung memberikan kode dengan tangannya. Axel naik ke pelaminan. Matanya memberikan kode jika Rangga dan Aleena harus meninggalkan pelaminan sejenak. Rangga pun menurut. Dia membawa Aleena dan Abang Er turun dari pelaminan.
"RANGGA! AKU MASIH MENCINTAI KAMU!'
"Stress!!"
"Ingat anak, Mi."
Aleesa pun menghela napas kasar. Sedari dulu dia tidak akan pernah bisa diam ketika melihat saudaranya diperlakukan tidak baik oleh orang lain. Jiwa premannya akan muncul.
"Axel akan menangani wanita gila itu." Restu memberikan penjelasan dan pengertian kepada Aleesa.
Sedangkan Rangga masih memeluk tubuh Aleena. dia tidak ingin istrinya salah paham.
__ADS_1
"Sayang," panggil Rangga.
Aleena menghembuskan napas berat dan tersenyum ke arah suaminya. Mencoba berpikir waras karena dia tahu wanita itu kurang waras. Aleena mulai mendekatkan wajahnya ke telinga Rangga.
"Mas adalah milikku. Aku tidak akan mengijinkan wanita manapun untuk mencintai Mas."
Rangga tersenyum dan langsung menarik tangan Aleena ke dalam pelukannya. Sungguh dia sangat bahagia. Aleena yang lemah sudah tidak ada sekarang.
"O-pap. enap."
Rangga dan Aleena pun tertawa mendengar keluhan Abang Er. Keponakan yang menjadi pelindung untuk mereka berdua.
Setalah Axel berhasil menurunkan Jihan, kini Jihan berhadapan dengan dua remaja perempuan yang sudah memasang wajah sangat tak bersahabat. Jihan mereka kurung di dalam toilet.
"Ma-mau apa kalian?".
Ghea sudah tersenyum penuh misteri. Balqis hanya melipat kedua tangannya di depan dada. Lirikan mata Ghea membuat Balqis mengangguk dan dia menyiramkan air menggunakan jet shower kloset tanpa ampun hingga Jihan gelagapan.
"Jangan pernah ganggu kebahagiaan Kakak gua, atau lu akan berhadapan dengan mini lion yang gak kalah ganas dari king of golden Lion."
...***To Be Continue***...
__ADS_1
Komen dong ....