
Malam ini Rangga memilih untuk libur sejenak untuk mencicil malam pertama. Dia kasihan kepada sang istri yang masih merasakan perih di bagian si cokelat yang nikmat. Rangga hanya bisa menelan ludah ketika melihat istrinya yang tak memakai br*
Namun, pikirannya teralihkan oleh banyak kado yang baru diantarkan oleh pihak hotel. Aleena sudah duduk di samping sang suami.
"Kebanyakan barang mewah," ucap Aleena ketika melihat ada beberapa dasi dan ikat pinggang dengan merk ternama.
"Itu pasti dari rekan Daddy." Aleena merangkul lengan sang suami tercinta. Mereka masih berada di hotel. Besok pagi mereka baru akan pulang ke rumah Raditya.
"Mas, coba buka yang itu," tunjuknya pada hadiah yang paling tipis berbentuk kotak.
Rangga mengambilnya dan mulai membuka kado tersebut. Aleena pun penasaran. Ketika kertas kado tersebut dirobek, mata mereka berdua melebar melihat sebuah gambar yang sangat tidak pantas dilihat. Ada secarik kertas yang ada di sana.
"Tontonan yang akan menuntun pengantin baru menuju kenikmatan surgawi. Tonton dengan seksama dan lakukan dengan penuh penghayatan agar tak membuang cairan ken tal dengan sia-sia." -Mirza-
"Anyiing!"
Sungguh sahabatnya itu sudah tidak beres dan tidak waras. Aleena malu sendiri dan itu membuat Rangga meletakkan cd berisi film biru pemberian Mirza di bawah tumpukan kado yang lain.
__ADS_1
"Maaf ya, Sayang." ALeena hanya mengangguk.
Mata Rangga tertuju pada kotak berukuran sedang di antara kado yang lain. dia mulai membuka kotak tersebut. Untuk kedua kalinya dia dan Aleena terkejut. Banyak box berisi kon dom dari berbagai merk. Ada yang memiliki rasa Juga ada yang bergerigi. Rangga menggelengkan kepalanya tak percaya. Ada kertas berwarna kuning di dalamnya.
"Selamat menempuh hidup baru dan melepas keperjakaan yang sesungguhnya. Sudahi kebiasaan ngocok dan lebih baik pakai karet licin penuh kenikmatan ini supaya aman di dalam. Jangan khawatir, gua udah nyiapin semuanya. Dari yang biasa sampai yang banyak rasa. Yang bergerigi juga ada bro. Biar lebih ah, ah, ah." -Yanuar-
"Bang sat!"
Aleena menganga tak percaya membaca tulisan tangan Yanuar. Dia kira suaminya berteman dengan manusia lurus, ternyata dia salah. Dua temannya memiliki pikiran yang sangat kotor.
"Ngapain pake beginian? Udah sah mah gak perlu pelindung."
"Dibungkus, terus dimasukin, apa gak akan copot?"
ALeena jadi ketularan berpikiran kotor hanya karena sebuah karet pengaman. Hingga panggilan sang suami membuatnya tersadar.
"Iya, Mas," sahut Aleena.
__ADS_1
"Mikirin apa?" Aleena menggeleng dengan cepat. Dia malu jika harus jujur kepada suaminya tentang apa yang dia pikirkan.
Rangga melanjutkan membuka hadiah. Tdiak ada hadiah aneh yang dia terima. Semuanya normal. Hingga tersisa beberapa kotak lagi di depannya. Rangga meraih kotak yang tak terlalu besar. Ketika dia lihat sungguh barang tak berguna lagi yang dia dapatkan.
Aleena meraih kotak yang asing untuk dirinya. "Obat pembesar mister Pi." Aleena menatap ke arah sang suami.
Kemudian, dia meraih kotak yang lainnya. "Obat kuat bisa tahan delapan jam." Kotak yang ada di tangan Aleena pun terjatuh begitu saja.
"Delapan jam?"
Kepala Aleena menggeleng dengan pelan.
"Barang gak berguna ini nanti Mas buang, Sayang. Kamu jangan khawatir." Rangga tahu apa yang tengah ditakutkan oleh istrinya.
Hingga sebuah kertas kecil dia temukan di antara kardus berisi obat aneh itu.
"Buat jaga-jaga. Siapa tahu ukurannya kecil kayak pisang mini, terus loyo kayak terong kepanasan dan gak kuat lama. Baru dicelup udah keluar." -Mas Agung-
__ADS_1
...***To Be Continue***...
Komen dong ...