
Aleena terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Rangga. Dia melihat ke arah kiri dan kanan, ternyata dia tengah berada di dalam mobil yang sudah berhenti di depan bandara. Rangga hanya tersenyum.
"Mas, kok--"
"Ganti baju dulu, ya. Nanti Mas jelaskan."
#Flashback on.
Melihat Aleena yang mulai posesif karena tidak ingin ditinggalkan olehnya membuat Rangga sangat bahagia. Sebenarnya dia akan membatalkan kepergiannya ke Swiss. Namun, dia berubah pikiran dan ingin mengerjai kekasihnya. Alhasil Aleena tidak ingin ditinggalkan sampai ada acara tangis-menangis.
Rangga hanya mengulum senyum di dalam hati. Dia sangat yakin jika Aleena memang benar-benar mencintainya.
Dua tiket penerbangan pulang-pergi ke Swiss sudah ada di tangan. Rangga tersenyum bahagia. Ya, dia ingin membuat kejutan untuk sang kekasih. Dia juga tidak akan membiarkan Aleena di Canberra seorang diri. Terlebih ada Zayn masih berharap kepada Aleena.
Keberangkatan ke Swiss pun bukan jam sembilan pagi melainkan jam dua malam. Jam satu malam Rangga datang ke rumah Aleena dan dengan hati-hati dia membawa tubuh Aleena ke dalam mobil. Dia meletakkan Aleena dalam posisi senyaman mungkin agar dia tidak terbangun. Rencana Rangga pun berhasil dan dia akan liburan berdua di Swiss bersama kekasih hatinya.
#off.
Aleena mulai memasang wajah kesal ketika mendengar penjelasan Rangga. Dia nampak marah, tapi Rangga malah tertawa dan menarik tangan Aleena ke dalam pelukannya.
__ADS_1
"Maafkan Mas, Sayang." Kecupan manis Rangga berikan di kening Aleena. Tangan Aleena pun semakin erat melingkar di perut Rangga.
Mengudara bersama Aleena lagi sungguh menjadi kebahagiaan untuk Rangga. Tinggal satu lagi mimpinya yang harus dia gapai, yakni memiliki Aleena.
Selama mengudara, Aleena bersikap manja kepada Rangga. Dia tak mau jauh dari kekasihnya itu. Ditambah masih ada rasa takut di hatinya karena kejadian terdahulu di pesawat.
Cukup lama mengudara, akhirnya mereka tiba di Swiss. Tangan Aleena maupun Rangga tak pernah terlepas. Tiba sudah mereka di sebuah hotel mewah.
"Mas," panggil Aleena.
Betapa mewahnya kamar hotel yang Rangga pesan. Dia menatap ke arah Rangga.
"GR (Gladi resik) jadi pengantin dulu." Jawaban asal Rangga membuat Aleena menabok punggung tangan Rangga yang melingkar di perutnya. Tawa Rangga pun menggema.
.
Rangga tersenyum ketika melihat Aleena yang baru saja membuka mata ketika pagi datang. Ya, mereka tiba di Swiss tengah malam.
Aleena langsung memeriksa bawah selimutnya. Dia takut sudah terjadi sesuatu kepadanya ketika dia tertidur. Rangga berdecih dan mulai melingkarkan tangannya di perut Aleena.
__ADS_1
"Iman Mas masih kuat, Sayang."
Hari ini mereka gunakan hanya untuk beristirahat. Baik Aleena maupun Rangga hanya menghabiskan waktu di dalam kamar hotel. Tetap saja Rangga bekerja dalam waktu liburannya.
Ketika senja tiba, Rangga mengajak Aleena untuk makan malam di luar. Rangga pun sudah menyiapkan baju untuk mereka gunakan.
"Senada?"
Rangga mengangguk. Aleena menggelengkan kepala dengan senyum yang mengembang di bibirnya.
Rangga terpesona dengan penampilan Aleena hingga dia memeluk Aleena dari belakang. Dia mencium pundak Aleena yang dibiarkan terbuka.
Restoran mewah itulah yang mereka kunjungi. Tangan Rangga masih menggenggam erat tangan Aleena. Mereka berdua terlihat seperti pasangan suami-istri. Sebelumnya Rangga sudah mereservasi satu meja yang akan mereka tempati. Meja yang berada di private room.
Rangga terus membawa langkah Aleena menuju ruangan tersebut. Ketika pintu ruangan terbuka, mata Aleena melebar. Ternyata di dalam sana tidak kosong.
"Ba-ba ... Bu-bu--"
...***To Be Continue ***...
__ADS_1
Komen dong ..