My Beloved Uncle ( Baskerville #1)

My Beloved Uncle ( Baskerville #1)
(S3): Upacara pernikahan


__ADS_3

"Menjemputmu pulang. Ayah sangat cemas , sebaiknya kita pulang!’’


Dahi Arya disentuh oleh Ayahnya.


"Ternyata kamu masih demam dan wajahnyamu terlihat pucat."


"Aku tidak akan pulang sekarang, aku sedang menunggu seseorang."


"Kalau ingin bertemu dengan dokter Carson di rumah saja. Ayah akan memanggilnya untuk datang ke rumah."


"Aku sedang menunggu calon istri dokter Carson."


"Dokter Carson akan menikah?"


"Iya. Dia akan menikah. Aku ingin bertemu dengannya."


" Aku mohon biar aku di sini dulu setelah bertemu dengan wanita itu aku akan segera pulang."


Tangan Arya langsung dicengkeram oleh k


Ayahnya.’’Lepaskan tanganku, Ayah!’’


"Tidak. Kamu harus ikut Ayah pulang."


"Tapi....’’


Ayahnya Arya terus saja menyeret Arya pulang.’’Sudah aku katakan , aku ingin bertemu dengannya."


"Kamu bisa menemuinya di hari pernikahan mereka."


Arya memasang wajah cemberut. Ia terlalu lemah untuk melawan Ayahnya yang masih memiliki tenaga kuat meskipun usianya sudah semakin tua. Terpaksa Arya masuk ke dalam mobil dan langsung pergi dari kediaman keluarga Carson.


Selama dalam perjalanan Arya menatap ayahnya dengan perasaan kesal padahal ia ingin sekali menemui calon istri dokter Carson


🧸🧸🧸


Dokter Carson sedang berada di ruangannya dan ia terkejut ketika pintunya diketuk oleh seseorang.’’Masuk!’’


"Selamat siang!’’sapa seorang wanita cantik.


"Serena, Sudah lama tidak bertemu. Bagaimana kabarmu?’’


"Aku baik-baik saja. Aku datang ke sini untuk memberikan oleh-oleh kepada Anda."


"Terima kasih. Kapan kamu pulang dari Korea?’’


"Kemarin malam."


"Sepertinya sekarang sudah lebih sehat."


"Ini semua karena perwatan Anda selama saya sakit."


Sereba terkejut ketika ia melihat sebuah cincin melingkar di jari dokter Carson. ’’Apa itu cincin tunangan Anda?’’


Dokter Carson tersenyum sambil mengelus-elus cincinnya.’’Benar. Besok saya akan menikah. Kamu harus datang."


Wajah Serena mengeras dan dia mencengkram kuat tasnya.’’Be..benarkah?’’


Dokter Carson membalasnya dengan anggukan kepala.’’Selamat untuk Anda."


"Terima kasih."


"Sebaiknya aku pulang saja."


"Kamu baru saja datang. Kenapa buru-buru pulang?’’


"Aku hanya ingin pulang saja. Sampai jumpa!’’


"Jangan lupa untuk datang di pernikahanku besok."


"Aku pasti datang."


Pintu ruangan tertutup dan sekali lagi dokter Carson melihat ke arah cincinya lagi.


🧸🧸🧸


Arya telah kembali berada di kamarnya berbaring di tempat tidur. Pikirannya berkecamuk dan hatinya resah memikirkan masa lalunya. Ia masih belum mendapat maaf dari Fabian. Saat ini dirinya terlalu lelah dan perlahan-lahan ia mulai menutup matanya. Arya akhirnya tertidur setelah ia meminum obatnya .

__ADS_1


Ginger  telah kembali ke rumah saat matahari sudah mulai tenggelam dan ia terkejut ketika salah seorang pelayan mengatakan kalau Arya Cooke telah menunggunya. Dahi Ginger mengkerut. Ia tidak kenal dengan wanita yang bernama Arya itu.


"Siapa dia?"


"Pasien dokter Carson."


Ginger mengangguk mengerti. Pelayan itu kembali ke dapur. Pada saat makan malam seluruh keluarga dokter Carson berkumpul dan Ginget senang mendapat perlakuan yang sangat baik dari keluarga calon suaminya. Ia berharap akan hidup bahagia bersama dojter Carson.


"Apa kamu tadi bertemu dengan Nona Cooke?’’


"Tidak. Waktu aku pulang , dia sudah tidak ada di sini."


"Apa Nona Cooke adalah salah satu pasienmu?"


"Iya. Tadi dia datang ke sini untuk mengambil mantelnya yang tertinggal. Tadinya aku pikir kalian bisa saling mengenal."


"Sayangnnya kami tidak bertemu."


Ginger kembali meneruskan makan malamnya. Setelah makan malam Ginger sempat berbincang-bincang dengan anggota keluarga calon suaminya di ruang keluarga dan ketika jam sudah menunjukkan jam 10 malam, Ginger pamit untuk tidur. Ia tidak ingin bangun terlambat di hari pernikahannya nanti. Setelah mengucapkan selamat malam, Ginger pergi ke kamarnya.


Keesokan paginya, Ginger telah bangun dan tengah bersiap-siap menghadiri upacara pernikahannya. Ia merasa gugup, karena sebentar lagi dia akan menjadi istri dokter Carson. Tidak terasa jam sudah menunjukan pukul 11 siang. Ginger bersiap-siap untuk pergi ke altar. Para tamu undangan telah berdatangan ke kediaman dokter Carson. Upacara dan pesta pernikahan dilangsungkan di rumah keluarga calon suaminya.


Mereka mengadakan pesta kebun yang meriah. Cuaca di hari pernikahan sangat mendukung dan seperti memberkati pernikahan mereka berdua, padahal kemarin cuaca tidak begitu baik langit terlihat kelabu, tapi sekarang langit kembali menjadi biru cerah.


Arya telah tiba bersama orang tua dan Rafael. Mereka duduk dibarisan depan. Kelopang bunga berguguran dan membawa aroma harum yang terbawa oleh angin. Dokter Carson terlihat lebih tampan mengenakan tuxedo warna putihnya dan selalu tersenyum. Di wajahnya terlihat jelas kalau dia sedang berbahagia sekarang. Arya duduk dengan gelisah dan jantungnya berdebar kencang menyaksikan pernikahan dokter Carson.


"Pasti calon istrinya sangat cantik,"komentar ayah Arya.


"Pastinya."


Pembicaraan mereka terhenti ketika suara musik pernikahan mengalun indah dan merdu. Ginget yang memakai gaun pengantin terlihat sangat cantik. Arya memperhatikan lekat-lekat wajah pengantin wanita itu. Pengantin wanita itu semakin mendekati di mana Arya dan keluarganya duduk. Ia begitu terkejut  ketika melihat wajah yang ia kenal yang tertutup cadar pengantin adalah Miya.


‘’Itu tidak salah lagi dia adalah Miya Baskerville’’bisik hatinya.


Arya dan Rafael terkejut saat melihat Miya yang menjadi pengantin dokter Carson. Suara musik berhenti dan suasana menjadi hening. Sebelum memulai upacara pernikahan pendeta mengatakan.


‘’Bila diantara kalian ada yang berkeberatan dengan pernikahan ini katakan sekarang."


Suasana tetap hening Arya semakin gelisah di tempat duduk.


’’Apa yang harus aku lakukan?’’tanyanya dalam hati. Keringat dingin mulai terlihat didahinya.


Tangannya meremas kuat sapu tangannya.’’Pernikahan ini tidak boleh terjadi. Tidak boleh terjadi. Pernikahan ini tidak benar."


Beberapa detik Arya bergelut dengan pikirannya antara mengatakannya atau tidak.Ia memejamkan matanya, lalu ia berdiri.”Tidak,’’teriaknya. Semua orang memandangnya.


"Arya, pa yang sudah kamu lakukan? Kamu telah mengacaukan pernikahan ini."


Arya hanya diam. Wajah kedua pengantin terlihat terkejut mendengar penolakan Arya untuk mereka menikah. Perlahan-lahan Arya berjalan mendekati mereka berdua dan Rafael mengikutinya dari belakang. Mereka saling pandang dan tidak ada satu pun yang bicara. Suasana pernikahan menjadi tegang.


" Kalian tidak boleh menikah."


"Kenapa?"tanya dokter Carson.


"Karena aku mengenal siapa sebenarnya calon istrimu ini."


"Apa kita saling mengenal?"tanya Ginger.


"Benar dan aku sudah banyak berbuat salah kepadamu."


"Katakan siapa aku yang sebenarnya?"


"Kamu adalah Miya Baskerville, istri Fabian Baskerville."


Dokter Carson dan Ginger membelalakan matanya, karena terkejut.


"Aku sudah menikah sebelumnya?"


"Benar. Kamu juga sudah memiliki 4 orang anak dan mereka sangat sedih telah kehilamganmu. Mereka pikir kamu sudah meninggal."


Mata Ginger berkaca-kaca dan perlahan-lahan air matanya menetes.


"Aku sudah punya suami dan anak,"gumamnya. "Di mana mereka sekarang?"


"Aku akan mengantarkanmu menemui mereka. Itu sebabnya kalian berdua tidak boleh menikah, karena Miya masih memiliki suami."


Dokter Carson yang sejak dari tadi mendengar penjelasan Arya tidak mampu berdiri lagi kedua kakinya terasa lemas dan akhirnya dia jatuh terduduk. Ia tidak menyangka semua ini akan terjadi. Tadinya ia tidak ingin semua orang tahu, bahwa Miya ada kemungkinan sudah menikah. Dokter Carson juga tidak menyangka kalau Arya mengenal Miya.

__ADS_1


Semua orang yang melihatnya merasa kebingungan dan penasaran apa yang sudah terjadi di depan altar. Akhirnya upacara pernikahan dibatalkan dan orang tua dokter Carson meminta maaf pada para tamunya, karena pernikahan tidak bisa dilanjutkan lagi.


Mereka kemudian masuk ke ruang keluarga yang terbuka luas. Arya dan keluarganya telah duduk, Miya masih menangis dan dokter Carson duduk dengan perasaaan sedih dan sangat kecewa.


Semua orang menatap Arya untuk mendengarkan penjelasan secara langsung Wajah Arya telah basah oleh air matanya yang sejak dari tadi yang tidak bisa ia tahan lagi. Arya sudah bertekad mengatakan yang sebenarnya yang terjadi di masa lalu. Ia hanya ingin memperbaiki keadaan dan bertanggung jawab atas kesalah pahaman yang terjadi.


Arya tahu setelah mengatakan semua ini pada Miya, ia akan dibenci oleh semua orang dan ia sudah siap untuk itu. Arya kemudian mengatakan semuanya pada Miya kejadian enam bula lalu . Termasuk kebohongan kehamilannya.


’’Miya, Fabian tidak pernah selingkuh dengan wanita mana pun. Dia hanya mencintaimu. Aku lakukan itu, karena waktu itu aku tidak ingin kehilangan Fabian. Aku masih tidak rela kalau Fabian selalu mencintaimu, oleh karena itu aku melakukan berbagai cara agar kalian berpisah dan sekarang aku benar-benar sangat menyesal. Maafkan aku Miya."


Arya dan Miya wanita itu menangis. Orang-orang yang berada di sana hampir tidak mempercayai Arya terutama dokter Carson yang terkejut mendengar ceritanya. Arya mendekati dokter Carsob dan memegang kedua tangannya.


’’Biarkan Miya kembali pada suaminya. Aku tahu. Memang berat harus merelakan orang yang kita cintai pergi, karena aku juga pernah merasakannya. Dokter jangan pernah mengalami seperti apa yang aku alami dulu. Aku selalu menyalahkan diriku dan aku hidup dalam penyesalan dan sekarang aku diberi kesempatan untuk memperbaiki segalanya. Jadi aku mohon biarkan Miya pergi ke sisi suaminya dan juga anak-anaknya."


Dokter Carson menitikkan air matanya, lalu memejamkan matanya. Setelah perasaannya tenang dan berusaha untuk tegar, ia mendekati Miya, lalu memeluknya dengan erat, kemudian melepasnya. ‘’Pergilah! Aku tidak akan menahanmu di sini."


"Maafkan aku."


"Jangan minta maaf, karena kamu tidak salah Kau jangan cemaskan aku. Aku akan baik-baik saja mungkin kau bukan wanita yang ditakdirkan untukku meskipun aku tadi hampir mempercayai kalau wanita yang dipilihkan oleh Tuhan untukku."


Dokter Carson pergi ke kamarnya dan tidak lama kemudian muncul dan menyerahkan cincin kepada Miya.


"Sepertinya ini cincin pernikahanmu. Aku yang telah melepasnya dari jarimu. Maafkan aku. Aku ingin menyangkal semuanya, jika ada kemungkinan kamu sudah nenikah. Maaf selama ini aku sudah merahasiakan keberadaan cincin ini."


Mereka pun terkejut dengan pengakuan dokter Carson. Miya masih menangis terisak-isak.’’ Miya, kalau kamu masih mencintai suamimu pergilah, meski aku akan kehilangan menantu sebaik dirimu, tapi aku sangat berterima kasih sudah mau berusaha untuk mencintai anakku’’kata ibunya dokter Carson.


"Ibuuu....’’


"Sudahlah Miya kamu tidak perlu menangis."


Sementara itu di luar kediaman dokter Carson seorang wanita mengemudikan mobil menasuki halaman rumah dokter Carson." Apa upacara pernikahannya telah selesai,"gumamnya, lalu ia mendengar suara orang dari samping halaman dan di sana ia melihat para tamu sedang berbicara.’Tidak lama kemudian Miya dan dokter Carson keluar dari rumah masih menggunakan pakaian pengantin.’’Itu mereka...’’


Wanita itu mengemudikan mobilnya dengan kecepayan agak tinggi menabrakan mobilnya ke arah Miya dan tidak lama kemudian suara benturan yang sangat keras dan terdengar teriakan yang sangat memekikkan telinga.


Sesosok tubuh terpelanting jauh dan jatuh bersimbah darah dan terdengar teriakan dari para tamu .


Dokter Carsob dan Mkya sangat terkejut dan hampir saja ia tertabrak membuat jantungnya berdetak lebih cepat. Maya masih terkejut dengan apa yang terjadi. Ia menangis shock  melihat darah yang mengalir dari orang yang sudah menyelamatkan hidupnya. Kakinya gemetaran dan merasa lemas. Ia hampir limbung dan terjatuh kalau saja tidak segera ditahan oleh ibunya dokter Carson.


"Aryaaaa,’’teriak ayahnya. Wajah Rafael menjadi sangat pucat dan tubuhnya tidak bisa digerakan, karena sangat shock.


"Panggilan ambulan,’’teriak dokter Carson.


Wanita yang telah menabrak Arya masih duduk di dalam mobil sambil menangis, kemudian orang-orang mengamankan wanita itu. Dokter Carson memandang tidak percaya kepada wanita itu.


"Kenapa kamu lakukan ini?’’


"Aku tidak ingin Anda menikahi wanita lain, karena aku sangat mencintai Anda sejak dari dulu,’’kata wanita itu dengan terisak-isak.


"Aku tidak percaya Anda akan berbuat seperti ini, Serena. Bawa dia pergi dari sini!’’perintahnya kepada para pelayannya.


Tidak lama kemudian ambulan datang dan membawa Arya pergi ke rumah sakit ditemani Ayahnya dan Rafael. Miya yang masih shock dibawa masuk ke dalam rumah. Ia sama sekali tidak menyangka kalau Arya akan menyelamatkan hidupnya .


Satu jam kemudian Miya tiba di rumah sakit. Ia sangag cemas dan masuk ke ruang perawatan Arya.’’Bagaimana keadaanya?’’


"Kurang bagus,’’jawab dokter Carson.


"Ini semua salahku, kalau saja dia tidak....’’


"Sudahlah Miya ini bukan salahmu, jadi jangan terus salahkan dirimu. Sebaiknya kamu pulang saja dan istirahat, kejadian ini benar-benar di luar perkiraan kita."


"Tapi ...’’


"Aku tahu kamu mencemaskannya, tapi tidak ada gunanya jika kamu terus berada di sini. Aku janji akan segera memberitahumu , jika ada perkembangan."


"Baiklah. Mungkin kamu benar. Aku pergi."


Baru saja Miya akan membukakan pintu, terdengar  erangan lembut dari Arya. Miya, ayah Arya, dan Rafael langsung mendekati Arya begitu pun juga dokter Carson.


"Nona Cooke," panggil dokter Carson. Perlahan-lahan Arya membuka matanya.


"Aku ingin mengakui satu hal lagi. Tolong panggilkan polisi dan Nyonya Harper kemari."


"Arya, aku mohon. Sebaiknya kamu bicaranya nanti saja,"kata Rafael cemas.


"Aku harus bicara yang sebenarnya sekarang di hadapan polisi. Aku sudah tidak ada waktu lagi."


"Apa maksudmu Arya? Masalah apa yang sudah kamu perbuat sampai harus melibatkan polisi."

__ADS_1


"Maafkan aku, Ayah. Selama ini aku sudah menjadi wanita jahat."


Miya menangis ketika akhirnya Arya menatapnya. ’’Jangan menangis untukku, Miya, aku tidak pantas mendapatkannya darimu." [ ]


__ADS_2