
Miya sedang membaca kartu undangan yang tiba hari ini. Ia senang sekaligus gugup, karena ia akan segera bertemu pamannya di sana. Mary Jane masuk membawakan satu teko teh dan sepiring biskuit. Aroma manis dari biskuit yang dibawakan olehnya sangat harum dan menggoda selera. Miya langsung melompat dari tempat tidur dan mengambil biskuit itu.
"Besok lusa aku akan pergi ke Hampshire untuk menghadiri acara keluarga. Tentu saja kamu akan ikut denganku, karena kamu adalah pelayan pribadiku. Apa sebelumnya kamu sudah pernah pergi ke kastil Baskerville?''tanya Miya sambil memperlihatkan kartu undangannya kepada Mary Jane. Pelayan itu mengambilnya dan membacanya dengan serius.
"Pernah. Aku pergi ke sana dengan nyonya Clarissa. Tempat itu sangat indah dikelilingi oleh bukit hijau dan udaranya sejuk. Pasti nona Miya akan sangat menyukai tempat itu. Tempat itu tempat tuan Fabian di lahirkan dan dibesarkan. Masa kecil tuan Fabian dihabiskan di sana. Saya masih mengingat setiap pemandangan yang ada di sana . Ada sungai yang airnya sangat jernih dan banyak ikannya. Kami pernah memancing di sana. Saya harap ikannya masih ada." Mary Jane tersenyum .''Aku yakin nona Miya akan langsung jatuh cinta pada tempat itu.''
"Aku sudah bisa membayangkannya. Pasti tempat itu sangat indah.''
"Baik nona Miya. Terima kasih sudah mau mengajakku kesana.''Mary Jane begitu sangat gembira.
Miya mengenggam kedua tangan pelayannya.''Aku senang kalau kamu mau ikut, karena sepertinya kamu sangat menyukai tempat itu dan kamu bisa menjadi pemanduku di sana.Bagiamana?''
"Baiklah. Saya akan ikut dengan Anda.''
"Itu bagus.''Miya kembali memakan biskuitnya lagi.
🎵🎵🎵🎵
Tepat pada saat makan malam pada hari berikutnya, Fabian menyambut satu persatu keluarga jauhnya yang mulai berdatangan. Ia baru bertemu kembali dengan sepupunya Cedric dan Blinda, anak laki-laki dan anak perempuan dari bibinya, Amelia. Mereka datang lebih awal dari jadwal pertemuan. Ia hampir saja tidak mengenali Cedric. Cedric dulu adalah seorang anak yang pemalu dan menutup diri, tapi setelah lima tahun tidak bertemu, ia tumbuh menjadi pemuda tampan dan juga percaya diri yang ia tahu Cedric tinggal bersama neneknya di Italia selama lima tahun, sedangkan Blinda adalah gadis yang cantik dan juga pintar serta memiliki selera humor yang cerdas dan Fabian sudah menganggapnya sebagai adiknya sendiri. Umurnya lebih muda dua tahun dari Cedric. Bisa dikatakan kalau mereka adalah keluarga terdekatnya dan Fabian merasa senang bisa melihat mereka lagi.
Fabian tidak bicara banyak dengan mereka pada saat itu, karena Adelina menyeretnya ke kamar.
"Buku catatan,"katanya tanpa basa basi lagi.
Fabian membuka lemari pakaiannya dan mengambil buku catatan, lalu menyerahkannya kepada Adelina.
"Yang benar saja,"seru Adelina tak percaya saat membacanya. Dibuku itu tertulis 20 nama wanita dan hanya 10 wanita yang yang menurut Fabian sangat berkesan di hati.
__ADS_1
"Apa kakak yakin hanya sebanyak ini?"
"Aku tak yakin tapi merekalah yang aku ingat."
"Baiklah. Kita fokus kesepuluh wanita dulu. No.1 Helena."
"Aku baru saja memtuskannya beberapa minggu yang lalu setelah menjadi kekasihku selama 6 bulan. Dia baik dan sangat menyenangkan, meskipun dia sempat marah ketika aku memutuskan hubungannya dengannya. Aku rasa bukan di pelakunya."
"No.2 Caroline."
"Dia sempat datang ke Castalia mansion dan memintaku menjadi kekasihnya lagi,tapi tentu saja aku menolaknya, karena dia akan segera menikah. Dia sudah menjadi kekasihku selama 6 bulan dan aku rasa dia tidak mungkin pelakunya. Caroline tidak akan sanggup menyakiti orang lain."
"No. 3 Jeanette."
"Dia menjadi kekasihku saat aku masih kuliah. Dia wanita yang cantik dan lembut. Diantara ke-10 wanita yang menjadi kekasihku, dialah wanita terlama yang menjadi kekasihku. Kami berpacaran selama 4 tahun, karena tiba-tiba Jeanette berhenti kuliah dan pindah ke kota lain. Hubungan kami memburuk dan akhirnya kami putus. Dia juga tidak mungkin pelakunya.
"Clarissa cinta pertamaku. Kami pacaran selama satu tahun dan kami akhirnya menikah. Dia juga tidak mungkin pelakunya, karena sudah meninggal."
"Aku tahu itu. No. 5 Natalie."
"Dia wanita yang sangat lucu dan lincah. Aku hanya pacaran dengannya selama 2 bulan. Aku dengar sekarang ia sudah menikah dan hidup bahagia dengan suaminya, jadi tidak mungkin dia pelakunya.
" No.6 Naomi."
"Naomi dia wanita yang sangat perhatian dan juga posesif dan pencemburu. Hubungan kami hanya bertahan selama 1 tahun, karena aku tidak tahan dengan sifat posesifnya. Aku curiga kepadanya."
"No.7 Claudia."
__ADS_1
"Di sama dengan Naomi. Posesif dan pencemburu. Hubungan kami hanya bertahan 3 bulan saja."
"No.8 Marian."
"Sejak kami putus, aku kehilangan kontak dengannya. Aku tidak tahu dimana dia seperti Jeanette. Hilang begiu saja seperti ditelan bumi. Aku ingat dia begitu marah saat aku memutuskan hubungan dengannya."
Adelina menghela napas panjang." No. 9 Christine."
"Dia wanita pertama yang memutuskanku."
"Serius?"tanya Adelina tak percaya.
"Iya. Menurutnya aku pria yang terlalu tampan untuk dijadikan pacarnya, jadi dia memutuskanku. Kami putus secara baik-baik."
Adelina tersenyum geli dan mendapat tatapan tajam dari Fabian.
"Selanjutnya yang terakhir. No 10. Soledad."
"Dia adalah wanita sociopath dan sikapnya kadang membuatku takut. Jadi aku memutuskan hubunganku dengannya."
Adelina kemudian mencoret nama-nama yang menurutnya tidak mencurigakan. Akhirnya dia mendapatkan 5 nama, yaitu Jeanette, Naomi Claudia, Marian, dan Soledad yang dicurigai sebagai bunga Lily, lalu ia menyerahkan catatannya kepada Fabian.
"Menurutmu diantara kelima wanita ini adalah bunga Lily?"
"Iya. Aku yakin. Sebaiknya kamu selidiki mereka."
Fabian menatap sejenak catatan ditangannya, lalu ia menghubungi Gilbert untuk menyelidiki mereka. [ ]
__ADS_1