
" Selamat ya anak kalian perempuan!"kata dokter kepada Miya dan Fabian yang nampak bahagia setelah kelahiran anak mereka yang ke-3
Dokter menyerahkan bayi itu kepada Miya yang masih berada di ruang bersalin. Bayi mungil yang cantik itu sekarang berada dalam dekapan Miya. Fabian sempat meneteskan air mata, karena terharu dan bahagia.
" Terima kasih sayang," bisiknya di telinga Miya.
" Jadi apa nama untuk anak kita?"
" Caliope Alexandra Baskerville."
" Nama yang bagus."
Fabian mengecup kening istrinya dengan penuh cinta. Kebahagiannya lengkap sudah dengan kehadiran anak mereka yang ke-3 yang sudah dilahirkan oleh istrinya. Ia tidak ingin kebahagiaan ini cepat berlalu.
Miya kemudian dipindahkan ke ruang perawatan dan dikejutkan oleh kedatangan orangtuanya.
" Selamat ya, sayang. Ibu sekarang nemiliki cucu lagi."
" Ayah juga ucapkan selamat untukmu."
" Terima kasih Ayah, Ibu. Aku senang kalian ada di sini. Oh ya di mana Hiroshi?"
" Dia tidak bisa datang. Istrinya sedang dirawat di rumah sakit,"jawab Kouki, ayah Miya.
" Benarkah? Aku tidak tahu itu. Kyoko, sakit apa?"
" Tipes. Baru masuk rumah sakit dua hari yang lalu. Hiroshi titip salam untukmu dan dia juga memberikan hadiah ini untuk bayimu."
" Aku akan meneleponnya nanti."
" Kami akan ruang bayi untuk melihat anakmu,"kata ibu Miya.
Mereka meninggalkan kamar dan Miya tersenyum kepada suaminya, lalu ia teringat dengan kedua anaknya yang lain. Jonathan dan Clarie.
" Jonathan dan Clarie?"
" Mereka ada di rumah tidak perlu cemas."
" Aku ingin segera pulang dan bisa berkumpul kembali dengan anak-anak kita."
"Bersabarlah."
🧸🧸🧸
Sementara itu disuatu tempat di New York, dua orang pria mendatangi sebuah rumah kontrakan di kawasan pemukiman kumuh sedang berdebat dengan seorang pria. Pria itu terlihat sangat lusuh dan wajahnya sangat kusut.
" Berikan aku waktu lagi untuk membayar semua hutang-hutangku kepada kalian."
" Aku sudah memberikan banyak waktu kepadamu, tapi kamu selalu tidak bisa membayar."
" Sekarang ini aku benar-benar tidak mempunyai uang. Aku mohon berikan aku waktu lagi,"kata pria itu dengan tatapan memelas.
" Baiklah. Aku berikan satu Minggu lagi kepadamu untuk membayar semua hutangmu. Kalau tidak aku akan memasukanmu ke penjara."
Dua orang pria itu pergi. Pria yang bernama Julius Rogers itu bernapas lega sekaligus memasang wajah cemas dan juga sangat kebingungan. Ia tidak tahu lagi harus mendapatkan uang sebanyak 5000 Dollar dari mana. Julius terpaksa meminjam uang sebanyak itu untuk menutupi hutang judinya, sedangkan gaji dari pekerjaannya sebagai petugas kebersihan rumah sakit tidak mencukupi untuk melunasi hutangnya.
Julius memutuskan untuk mencari udara segar di luar untuk meringankan beban pikiriannya yang selalu menghimpitnya beberapa bulan terakhir ini. Ingin rasanya ia mengakhiri hidupnya saat ini.
" Dari mana aku harus mendapatkan uang itu ," gumamnya.
Ia kembali berjalan menyusuri jalan di sekitar perumahan, lalu ia melihat seorang wanita yang sedang menangis yang sedang duduk di bangku taman. Julius pun mendekatinya. Ia bisa saja tidak peduli kepadanya, tapi rasa ingin tahunya lebih besar.
" Apa Anda baik-baik saja?"
Wanita itu mendongakan wajahnya dan ia terkejut melihat Julius.
"Maaf sudah menganggu Anda."
" Tidak apa-apa."
" Boleh aku duduk di sini?"
" Tentu saja."
" Apa Anda baik-baik saja?"tanya Julius sekali lagi.
" Aku tidak baik-baik saja. Aku baru saja kehilangan bayi yang baru aku lahirkan."
" Aku turut berduka cita."
" Terima kasih."
" Aku takut suamiku akan menceraikanku kalau dia tahu bahwa anak kami sudah meninggal."
" Suami Anda ada di mana?"
" Sekarang dia ada di Korea untuk urusan bisnisnya. Kami sudah memgharapkan kehadiran seorang anak setelah 8 tahun kami menikah dan kami hampir bercerai. Sejak aku tahu aku hamil, suamiku sangat senang dan dia juga tidak membicarakan lagi soal perceraian kami. Sekarang aku sudah kehilangan bayiku."
" Aku mengerti. Pasti ini sangat berat untukmu. Apa suamimu belum tahu tentang hal ini?"
" Suamiku belum tahu."
" Andai saja aku bisa membantumu."
" Tidak apa-apa. Terima kasih sudah mau mendengarkan keluh kesahku meskipun kita tidak saling kenal."
" Oh ya namaku Julius Rogers."
" Aku Emily Hunt."
__ADS_1
" Sebaiknya beritahu suami Anda yang sebenarnya."
"Aku tidak bisa. Aku sudah berpikir sangat panjang untuk mencari bayi lain untuk aku jadikan anakku sendiri."
Angin sore hari yang sejuk berhembus menerpa tubuh mereka. Aroma musim musim dingin tercium di udara.
"Anda akan mengadopsi seorang anak?"
" Iya, tapi usahaku untuk mengadopisi gagal, karena harus ada beberapa persyaratan yang harus aku penuhi."
" Jadi apa yang akan Anda lakukan sekarang?"
" Aku memiliki ide gila dan mungkin saja akan melanggar hukum."
Julius menautkan kedua alisnya dan keningnya berkerut. Rasa penasarannya terlihat jelas di wajahnya.
" Apa itu?"
" Aku sedang mencari seseorang untuk menjual bayi kepadaku."
"Apaa?"seru Julius terkejut.
" Aku tahu ini melanggar hukum, tapi aku tidak punya pilihan lain lagi. Aku bersedia membayar 10. 000 Dollar untuk mendapatkan bayi perempuan yang aku inginkan."
Jumlah uang yang ditawarkan oleh wanita di sampingnya membuat ia sangat tergiur, karena dengan uang itu, ia bisa menyelesaikan semua masalahnya dan ia tidak akan masuk penjara. Tiba-tiba saja ide jahat melintas dipikirannya.
" Aku bisa mendapatkan bayi yang Anda inginkan."
" Apa kamu serius?"tanya wanita itu tidak percaya.
" Serahkan saja padaku. Kapan Anda ingin memiliki bayi itu?"
" Secepatnya kalau bisa."
" Baiklah. Setelah aku mendapatkan bayi itu, kita bertemu di sini. Bagaimana?"
"Setuju."
Julius dan wanita itu kemudian bertukar nomor telepon. Pria itu merasa sangat senang akan mendapatkan uang yang banyak. Satu-satunya masalah adalah ia haeus bisa mendapatkan bayi perempuan yang diinginkan wanita itu. Ia pun kembali ke rumah kontrakannya.
🧸🧸🧸
Keesokan paginya Raina dan Leonard datang menjenguk. Raina sangat senang melihat adik barunya yang berada dalam pelukan Miya. Raina mencoba untuk mengendong adiknya yang baru lahir.
" Cantik sekali,"kata Raina yang masih terpesona dengan kecantikan adiknya.
" Sebentar lagi kamu juga akan segera melahirkan."
" Iya Bu. Aku merasa gugup kalau mengingat itu. Ini pertama kalinya aku akan melahirkan seorang anak."
" Itu biasa."
" Aku sudah mencoba menenangkan Raina supaya tidak gugup," kata Leonard.
" Aku memiliki hadiah untuk adikku,"kata Raina.
Raina membuka tasnya dan mengeluarkan sesuatu dari dalamnya.
" Ini,"kata Raina.
Sebuah kalung emas dengan liontin hati dan terukir nama Caliope Alexandra.
" Ini indah sekali. Terima kasih. Oh ya dari mana kamu tahu namanya Caliope?"
" Ayah yang memberitahuku satu minggu yang lalu."
" Ah Ibu mengerti sekarang."
Leonard kemudian memberukan bayi itu ke pangkuan Miya dan Miya langsung memasangkan kalung itu kepada bayinya yang terlihat kebesaran. Selama sesaat Miya memandangi dengan takjub bayinya, lalu mengecup pipinya yang gemuk dengan gemas.
Satu persatu anggota keluarga Fabian yang lain datang menjenguk Miya selama Miya berada 3 hari di rumah sakit termasuk orangtua Fabian. Mereka sangat senang dengan kehadiran anggota baru keluarga mereka.
🧸🧸🧸
Julius yang sedang bekerja mengepel lantai di ruang bayi, berencana untuk melaksanakan aksinya untuk menculik bayi perempuan yang baru dilahirkan 3 hari yang lalu, karena bayi itu satu-satunya bayi perempuan yang ada di kamar bayi. Suasa ruang bayi sedang sepi, karena perawat yang biasanya selalu berjaga sedang makan siang dan mereka menpercayakan Julius untuk menjaga bayi-bayi itu.
Julius mendekati box bayi di mana bayi perempuan itu sedang tertidur. Di box tertulis nama Caliope Alexandra Baskerville dan nama orangtuanya. Ia merasa sedih dan bersalah sudah memisahkan bayi itu dari orangtua kandungnya.
" Maafkan aku! Aku terpaksa melakukan ini. Kamulah jalan keluar dari masalahku."
Julius cepat-cepat mengambil bayi itu dan keluar dari ruang bayi. Ia memilih keluar rumah sakit dari arah belakang untuk menghindari penjaga keamanan. Julius langsung menghubungi wanita itu untuk janji temu yang telah disepakati.
Bayi itu mulai menangis dengan sangat keras, ketika Julius hampir sampai di tempat pertemuannya dengan wanita itu.
" Jangan menangis! Sebentar lagi kamu akan bertemu dengan ibu barumu."
Julius sudah sampai, tapi wanita itu belum kelihatan batang hidungnya. Bayi itu terus menangis dan Julius sudah mulai kebingungan untuk menenangkan bayi itu. Wanita itu kemudian datang dengan tergesa-gesa. Ia sangat senang melihat Julius membawa bayi perempuan yang diinginkannya.
" Aku tidak percaya ini. Kamu mendapatkan bayi ini dalam waktu singkat. Dari mana kamu mendapatkannya?"
" Anda tidak perlu tahu dari mana aku mendapatkannya, karena yang terpenting Anda sudah mendapatkan bayi ini."
Julius menyerahkan bayi itu kepada wanita itu.
" Mana bayaranku?"
Wanita itu mengambil selembar cek kepada Julius.
" Terima kasih. Perjumpaan kita berakhir di sini."
__ADS_1
Wanita itu mengangguk. Setelah kepergian Julius, wanita itu memandang bayi itu dengan senang. Ia sangat yakin, suaminya akan senang melihat bayi ini.
🧸🧸🧸
Miya berteriak histeris ketika diberitahu bayinya telah diculik dan jatuh pingsan. Fabian merasa sangat cemas melihat istrinya tidak sadarkan diri. Akhirnya Miya sadar kembali sambil menyebut bayinya.
" Fabian, anak kita telah hilang."
"Aku tahu sayang."
Fabian memeluk istrinya dan Miya menangis dalam pelukan suaminya. Ia pun ikut menangis bersama Miya. Baru saja ia berbahagia sekarang ia harus kehilangan bayinya. Miya tertidur dalam pelukan Fabian bertepatan dengan kedatangan orangtua Miya.
" Kami sudah mendengar apa yang terjadi," kata Sabrina, ibu Miya dengan wajah sedih.
" Aku tidak menyangka kalau anak kami akan diculik. Aku ingin titip Miya pada kalian. Aku akan bertemu dengan kepala rumah sakit dan polisi."
" Tentu. Kami akan menjaganya," kata ayahnya Miya.
" Terima kasih."
Fabian keluar kamar sambil menghapus air matanya yang sempat kembali menetes. Di ruang kepala rumah sakit, Fabian langsung marah-marah, karena telah lalai.
"Maafkan kami atas kejadian ini. Kami telah lalai. Ini semua kesalahan kami."
" Jadi apa kalian sudah menemukan siapa pelakunya?"
" Pelakunya pegawai kami sendiri."
" Apa?"seru Fabian terkejut.
Kepala rumah sakit menunjukkan rekaman CCTV kepada Fabian di dalam rekaman itu memperlihatkan seorang petugas kebersihan mengambil anaknya."
" Namanya Julius Hunt. Dia sudah bekerja selama 10 tahun di sini. Selama dia bekerja di sini, Julius tidak pernah berbuat masalah. Dia orang yang baik."
"Tapi sekarang dia sudah menculik anakku."
" Itu sebabnya kami tidak mempercayai Julius menculik bayi, " kata kepala perawat.
" Kita sebaiknya mencari Julius ke rumahnya,"kata Fabian.
" Petugas kami sudah ditugaskan untuk mencarinya di rumah," kata salah satu polisi.
Suara telepon polisi berdering dan polisi itu menjawab, lalu memutuskan sambungan telepon.
" Kami mendapat kabar Julius tidak berada di rumahnya."
Tubuh Fabian terasa lemas dan jatuh terduduk di kursi." Apa pun yang terjadi Julius harus ditemukan."
" Sampai sekarang kami sedang mengawasi rumahnya," kata polisi.
" Kalau begitu aku akan kembali menemui istriku."
Fabian meninggalkan ruang kepala rumah sakit menuju kamar perawatan istrinya dengan berjalan gontai dan wajahnya nampak lelah dan kusut. Sesampainya di kamar, Fabian melihat Raina dan Leonard sedang menghibur istrinya
" Ayah,"seru Raina dan langsung memeluk ayahnya.
Fabian mengurai pelukannya. " Aku turut bersedih atas apa yang terjadi."
Raina menangis.
" Jangan menangis! Caliope pasti bisa kita temukan secepatnya."
Fabian mendekati Miya yang sedang berbaring. Wajahnya basah oleh air mata, lalu ia menggenggam tangannya. " Semuanya akan baik-baik saja," hibur Fabian.
" Bagaimana kalau tidak ditemukan?"
"Pasti ditemukan."
Fabian kemudian menceritakan pertemuannya dengan kepala rumah sakit dan siapa orang yang sudah menculik Caliope.
" Jadi petugas kebersihan yang sudah menculik cucuku,"kata Sabrina.
" Benar."
" Ini benar-benar keterlaluan. Apa pria yang bernama Julius itu sudah ditemukan?"tanya Sabrina.
" Belum."
" Semoga saja pria itu cepat ditemukan."
🧸🧸🧸
Satu Minggu kemudian, Miya sering banyak melamun dan sering menangis mengingat bayinya yang telah hilang. Ia juga tidak punya napsu makan dan itu membuat Fabian cemas. Untuk sementara waktu, orangtua Miya memutuskan tinggal di Castalia mansion untuk sementara waktu menemani Miya.
Fabian tidak menemukan Miya di tenpat tidur. Ia melihat jam yang baru menunjukkan pukul 1 pagi. Ia mencari Miya yang ternyata berada di kamar bayi sedang memandangi tempat tidur bayi yang kosong. Seharusnya bayinya tidur di sana. Miya menangis. Fabian memeluknya dengan erat.
" Aku ingin bayiku kembali."
" Bayi kita akan kembali. Aku janji."
Sepanjang sisa malam itu, Miya menangis dipelukan suaminya untuk melepaskan semua kesedihannya.
Besok paginya Miya bangun dengan wajah sembab. Ia bangun kesiangan dan tidak menemukan Fabian di tempat tidurnya. Ibunya membawakan sarapan pagi untuknya.
" Kamu harus makan. Ibu tidak ingin kamu sakit. Jonathan dan Clarie masih membutuhkanmu. Mereka sedih selama seminggu ini kamu mengabaikan mereka. "
Miya menjadi merasa bersalah. Seminggu ini ia belum bertemu dengan mereka, karena Miya selalu mengurung dirinya di kamar. " Di mana mereka sekarang?"
"Mereka sudah ada di sekolah. Sekarang makanlah!"
__ADS_1
Miya memakan sarapan paginya meskipun makanan yang dimakannya terasa tidak enak, karena nafsu makannya belum kembali. Beberapa kali Miya akan memuntahkan kembali makanannya dan ia pun menyerah untuk tidak makan lagi.
Sabrina memberikan obat dan vitamin kepada Miya, setelah itu Miya kembali berbaring di tempat tidurnya. Perasaannya kini terasa hampa setelah kehilangan bayinya. Ia mencoba kembali memejamkan matanya, tapi dibenaknya ia mendengar suara tangisan bayi. Air matanya kembali menetes. [ ]