
Satu Minggu kemudian
Pada hari Sabtu yang cerah, Miya sibuk mempersiapkan kedatangan Isabella, suami, dan anak-anaknya. Rencananya mereka akan menginap di Castalia Mansion selama satu hari. Miya sudah tidak sabar menunggu kedatangan mereka.
Sopir keluarga sedang menjemput mereka. Miya kembali mengecek semua persiapannya. Ia merasa lega semuanya telah siap. Fabian baru saja turun dari tangga dan tersenyum melihat Miya. Ia langsung memeluk dan mencium istrinya.
"Semuanya sudah siap?"tanya Fabian.
" Semuanya sudah siap."
Miya dan Fabian duduk di sofa ruang tamu. Meja telah diisi oleh macam-macam kue dan minuman.
"Kenapa lama sekali?"
" Sabar, sayang. Mereka sedang dalam perjalan kemari."
" Di mana Jonathan dan Clarie?"
" Mungkin mereka ada di kamarnya."
" Aku akan menyuruh pelayan untuk memanggil mereka turun."
Baru saja Miya akan memanggil pelayan , Clarie dan Jonathan sedang menuruni tangga.
" Itu mereka,"kata Fabian.
Clarie dan Jonathan mencium dan memeluk orangtuanya.
" Sepertinya tamu kali ini sangat spesial," kata Jonathan.
" Benar. Sahabat ibu dan suaminya akan datang,"kata Miya.
"Aku tidak kalau ibu punya sahabat,"kata Clarie.
" Isabella adalah teman kukiah Ibu dulu dan dulu Isabella jatuh cinta kepada Ayah kalian."
"Hah,"seru Clarie dan Jonathan bersamaa. Mereka sangat terkejut.
" Ayah itu benar?"tanya Clarie tidak percaya.
"Itu benar,"jawab Fabian.
" Ini hebat. Kalian jadi teman sekarang,"kata Jonathan.
" Kalau aku boleh tahu, kenapa Ayah dulu tidak jadi menikah dengan Isabella?"tanya Jonathan.
" Karena Ayah mencintai Ibumu."
Fabian tersenyum dikulum, lalu Miya menceritakan pertemuan pertamanya dengan Isabella dan bagaimana sampai Isabella sampai jatuh cinta kepada Ayahmu dan Miya juga menceritakan sempat terjadi permusuhan, karena memperebutkan cinta Fabian.
"Kisah cinta kalian dulu rumit ya,"kata Clarie.
"Kalau Ayah tidak menikah dengan ibumu, kalian tidak akan lahir ke dunia ini,"kata Fabian.
" Mungkin kami akan lahir dari wanita lain,"kata Jonathan.
" Mungkin kamu benar,"kata Miya.
"Ada yang ingin kami bicarakan juga dengan kalian,"kata Fabian.
"Apa?"kata Jonathan.
" Kami akan mengadopsi seorang anak perempuan."
Clarie dan Jonathan kembali terkejut.
"Adopsi anak?"tanya Jonathan tak percaya.
" Kami sudah merencanakannya beberapa hari yang lalu."
" Apa kalian sudah mendapatkan anak yang akan kalian adopsi?"tanya Clarie.
" Kami sudah mendapatkannya dan kami sydah berbicara dengan kepala panti asuhan. Sekarang proses adopsi sedang dilakukan."
" Bagaimana dengan adik kita yang hilang?"tanya Clarie lagi.
" Kami masih mencari Caliope."
" Ini hebat. Kita akan punya dua adik perempuan sekaligus, jika Caliope segera ditemukan," kata Jonathan.
" Keluarga kita akan menjadi semakin ramai," timpal Clarie.
"Kalian benar,"kata Fabian.
Miya melihat jam tangannya.
"Seharusnya mereka sudah sampai,"kata Miya.
"Mungkin mereka terkena macet. Kita tunggu sebentar lagi."
🧸🧸🧸
5 hari yang lalu
Arya dan Ellie disibukkan menyambut kedatangan kepala panti asuhan dan salah satu pengurus panti bernama Eleska. Mobil yang membawa mereka ke panti telah tiba.
Marie, kepala panti dan Eleska turun dari mobil. Keduanya memberikan senyuman untuk Arya dan Ellie.
" Selamat datang kembali!"kata Arya.
" Apa semuanya baik-baik saja?"tanya Marie.
Arya dan Ellie terdiam.
"Apa sesuatu telah terjadi?"tanya Emma.
"Sebaiknya kita bicara di dalam saja," kata Arya.
Mereka kemudian masuk dan menuju ruang kepala panti.
"Sekarang katakan padaku apa telah terjadi sesuatu selama aku pergi?"tanya Marie sekali lagi.
" Ini mengenai Nancy."
"Nancy?"
"Iya."
"Ada apa dengan Nancy?"
"Nancy hilang."
"Hilang bagaimana?"
"Aku juga tidak tahu. Nancy tiba-tiba hilang begitu saja. Aku dan Ellie tidak sudah mencarinya kemana-mana. Kami pada hari hilangnya Nancy, dia sedang pergi keluar, tapi ketika malam tiba, Nancy masih belum kembali dan sampai sekarang Nancy belum kembali."
" Arya, kenapa kamu tidak memberitahuku?"
"Maaf. Aku tidak ingin membuat Anda cemas."
"Apa kalian sudah menghubungi keluarganya? Mungkin saja Nancy menemui mereka,"kata Emma.
" Aku sudah menghubunginya, tapi Nancy tidak pulang ke kekeluarganya."
" Semua pakaiannya masih ada di dalam lemari,"kata Ellie.
" Nancy hilang begitu saja seperti ditelan bumi,"kata Arya.
" Apa kalian sudah menghubungi polisi?"tanya Marie.
"Po-polisi?"
"Iya."
__ADS_1
" Aku belum melaporkan hilangnya Nancy ke polisi, karena aku menganggap itu tidak perlu. Aku pikir Nancy akan segera kembali."
"Arya seharusnya kamu lapor polisi,"kata Marie.
"Maaf."
" Eleska, tolong hubungi polisi untuk mencari Nancy."
" Baik."
Eleska keluar ruangan.
" Saya perlu orang lagi untuk membantu saya di dapur, karena sejak Nancy tidak ada, aku sangat sendirian yang mengurus dapur," kaya Ellie.
"Aku akan segera memperkerjakan orang lain untuk membantumu di dapur."
"Terima kasih, Nyonya Harper. Sebaiknya kembali ke dapur. Pekerjaan saya di dapur masih banyak. Permisi."
Ellie keluar ruangan tinggal Arya dan kepala panti asuhan. Marie kembali memandang Arya.
" Apa ada masalah lagi selain Nancy?"
" Tidak ada. Hanya saja ada orang yang ingin mengadopsi Valentina "
" Siapa?"
"Pasangan suami istri Baskerville."
" Itu bagus."
" Aku belum bisa mengizinkan mereka mengadopsinya, karena aku menunggu kedatangan Anda. Mereka akan datang lagi ke sini untuk menemui Anda."
" Baiklah. Ada lagi?"
" Tidak ada."
"Sekarang kamu boleh pergi."
Arya meninggalkan ruang kepala panti dan jembali ke ruangan para pengurus panti, tapi sebelum ia menuju ke sana, ponselnya berbunyi. Arya terlihat kesal melihat nama kekasihnya yang menelepon.
" Ada apa lagi?"tanya Arya ketus.
" Aku butuh uang secepatnya."
"Uang untuk apa?"
"Untuk bayar hutang. Aku mohon pinjamkan aku uang."
Arya mencengkeram ponselnya dengan kuat. Jari-jarinya memutih.
" Aku tidak punya uang sekarang. Pakai saja uang hasil dari menjual bahan makanan."
" Uang hasil penjualan itu sudah habis."
" Kamu pakai apa uang itu?"
" Aku menggunakannya untuk berjudi dan aku kalah besar."
" Aku tidak mau membayar hutang-hutangmu."
" Jika tidak mau, aku akan melaporkan perbuatanmu kepada polisi."
" Apa kamu sedang mengancamku?"
" Iya."
Arya menghembuskan napas panjang. Ia tidak ingin kekasihnya membocorkan rahasianya dan tidak ingin hidupnya berakhir di penjara. Angin yang berhembus kencang, membanting daun jendela dengan sangat keras membuat Arya sangat terkejut.
" Baiklah. Aku akan menemuimu di apartemen malam ini."
" Terima kasih, sayang."
Arya menautkan kedua alisnya, lalu tersenyum. Ia sudah memiliki rencana untuk memyingkirkan kekasihnya untuk selamanya.
🧸🧸🧸
Fabian dan Miya duduk di sofa sambil menunggu kedatangan kepala panti asuhan yang sedang berkeliling panti untuk memastikan semuanya baik-baik saja. Pintu ruangan terbuka.
" Selamat pagi!"sapa Marie.
" Pagi!"sapa Fabian.
Marie duduk di hadapan mereka dengan tersenyum.
" Ada yang bisa saya bantu?"
" Kami datang untuk membicarakan tentang mengadopsi Valentina."
" Ah tentu saja. Arya sudah mengatakannya kepadaku. Pasti kalian Tuan dan Nyonya Baskerville, bukan?"
"Benar,"jawab Fabian.
"Saya senang, jika ada keluarga yang ingin mengadopsi anak-anak di sini. Valentina pasti senang, jika ada yang mau mengadopsinya."
"Kami benar-benar ingin mengadopsi Valentina."
"Kalau kalian ingin mengadopsinya, aku harap kalian mau merawatnya dengan baik tidak seperti keluarga angkat Valentina sebelumnya yang sudah menelantarkannya di sini."
" Tentu saja kami akan merawatnya dengan baik dan tidak akan seperti keluarga angkat sebelumnya,"kata Fabian.
" Kami menyayangi Valentina seperti anak kami sendiri,"kata Miya
"Baiklah. Saya percaya kalian akan merawatnya dengan baik."
"Kapan kami bisa membawa Valentina dari sini?"
"Kalian boleh membawanya setelah semua surat-suratnya selesai."
" Baiklah. Kami mengerti,"jawab Fabian.
" Apakah kalian ingin bertemu dengan Valentina?"
"Tentu saja."
" Ikuti saya!"
Marie mengantarkan Fabian dan Miya ke taman bermain yang berada di halaman belakang panti asuhan. Marie menunjuk ke arah Valentina yang sedang duduk di ayunan bersama dengan anak-anak yang lain.
Fabian dan Miya berjalan mendekatinya. Valentina terkejut dengan kedatangan mereka. Gadis kecil itu langsung turun dari ayunannya dan memeluk Fabian.
"Paman Fabian dan Bibi Miya , aku senang kalian datang."
Fabian menggendong Valentina dan membawanya ke teras panti pasuhan.
"Kami juga senang bisa ketemu denganmu lagi."
"Kapan kalian datang?"
"Baru saja,"jawab Miya.
"Apa kalian datang ke sini untuk menemuiku?"
"Tentu saja. Siapa lagi,"jawab Fabian.
Valentina sangat bahagia, lalu memeluk Fabian. Andai saja Caliope masih hidup, Fabian akan merasa lebih bahagia lagi. Ia mencium pipi Valentina. Selama setengah jam mereka bicara dan bercanda. Arya memperhatikannya dari kejauhan dan ia tidak suka melihat kebahagiaan mereka. Arya mengepalkan tangannya, lalu pergi.
Valentina merasa sedih harus berpisah lagi dengan mereka. Ia berharap, mereka mau menjadi orangtuanya, meskipun sampai sekarang ini, ia masih merindukan ibu angkatnya yang sudah merawatnya sejak masih bayi.
" Kita akan segera bertemu lagi dan kita tidak akan berpisah lagi,"kata Fabian.
Valentina memandang Fabian dengan bingung.
" Nanti kamu akan tahu pada tiba waktunya nanti. Kami pergi dulu. Jaga dirimu baik-baik!"
__ADS_1
"Sampai jumpa!"
Valentina menatap kepergian Fabian dan Miya, lalu mendesah. Ia kembali kepada teman-temannya untuk bermain.
🧸🧸🧸
Pada malam harinya Arya tiba di apartemen kekasihnya.
" Akhirnya kamu datang juga. Ayo masuk!"
Arya melihat ke sekeliling apartemen kekasihnya yang nampak sangat berantakan. Piring dan gelas kotor dibiarkan menumpuk di meja. Baju-baju berserakan di kursi dan lantai. Arya duduk di sofa setelah menyingkirkan koran.
" Apa kamu membawa uangnya?"
" Tidak."
" Lalu untuk apa kamu datang ke sini?"
" Aku datang ke sini untuk menemui dan bicara denganmu."
"Jadi apa yang kamu inginkan?"
" Aku ingin kita putus."
"Apa putus? Jangan bercanda."
"Aku tidak bercanda. Aku serius."
" Kita sudah lama menjalain hubungan dan selama ini hubungan kita baik-baik saja."
" Tapi bagiku hubungan kita sekarang sidah tidak baik-baik saja."
"Aku tidak ingin putus darimu."
"Keputusanku sudah bulat. Kita tidak bisa bersama-sama lagi."
"Apa kamu sudah memiliki kekasih baru?"
" Belum, tapi aku akan segera mendapatkannya tidak lama dan aku tidak ingin kamu mengganggu hidupku lagi."
Kekasih Arya tertawa.
"Ini tidak lucu."
" Aku tidak bisa melepasmu begitu saja, karena kamu adalah sumber keuanganku."
Arya menatap kekasihnya dengan marah.
"Meskipun kamu tidak setuju, aku akan tetap berpisah denganmu."
"Jika kamu ingin berpisah denganku, kamu harus membayar semua hutang-hutangku dan memberikanku uang."
"Aku setuju. Aku akan mentransfer uang secepatnya."
"Bagus."
Arya pergi ke dapur mengambil minuman dan ia juga membuatkan minuman untuk kekasihnya, lalu memberikan kepadanya.
"Ayo bersulang!"kata Arya.
Mereka meminumnya sampai habis. Tidak lama berselang, kekasihnya Arya merasa sesak napas.
"Kamu menaruh apa ke dalaman minumanku?"
Arya tersenyum.
"Cukup membuatmu menutup mulutmu selamanya."
Kekasih Arya kemudian tidak sadarkan diri dan Arya memeriksanya. Kekasihnya telah meninggal. Ia harus cari cara untuk menyingkirkan tubuh kekasihnya ini.
🧸🧸🧸
Tamu yang dinantikan Miya dan Fabian akhirnya datang. Isabella, Sebastian, dan anak-anaknya turun dari mobil. Begitu bertemu dengan Isabella, Miya langsung menghampiri dan memeluknya.
"Isabella, akhirnya kita bisa bertemu kembali."
" Selamat datang di Castalia mansion!"kata Fabian.
" Aku senang bisa bertemu dengan kalian lagi,"kata Miya dengan wajah bahagia.
"Ayo silahkan masuk!"kata Fabian.
Mereka kemudian duduk di sofa, lalu Miya memperkenalkan Jonathan dan Clarie. Isabella juga memperkenalkan Anna dan Hana, anak kembarnya kepada Fabian dan Miya. Anna dan Hanna berusia 10 tahun .
" Bagaimana kabar kalian?"tanya Miya.
" Kami baik-baik saja. Bagaimana dengan kalian?"
"Kami juga baik-baik saja. Ini seperti mimpi bisa bertemu dengan kalian lagi."
"Aku juga, Miya."
Selama beberapa saat mereka melepaskan kerinduan satu sama lain, lalu Isabella dan Sebastian menceritakan kehidupan mereka selama tinggal di Maroko.
Miya dan Fabian juga bercerita tentang keluarga mereka yang terjadi beberapa tahun terakhir ini dan juga hilangnya anak mereka.
"Semoga putri kalian cepat ditemukan,"kata Isabella dengan wajah sedih.
Miya mengangguk.
"Di mana cucu kalian?"tanya Sebastian.
" Cucu kami tidak datang."
" Sayang sekali. Aku tidak percaya kalian sudah menjadi kakek dan nenek muda,"kata Isabella.
" Kami menjadi nenek dan kakek terlalu cepat,"kata Fabian.
Lalu Edgar datang dan memberitahu mereka, kalau makan siang telah siap. Mereka lun pergi menuju ruang makan. Isabella dan Sebastian merasa takjub dengan hidangan yang disediakan.
" Aku sudah tidak sabar untuk memcicipi semua makanani ini," kata Sebastian.
" Kalian boleh makan sepuas kalian."
Setelah makan siang, mereka kembali ke ruang tamu.
" Berapa lama kalian akan tinggal di New York?"
" Selama seminggu. Besok kami akan oergi ke rumah orangtuaku, lalu orangtua Sebastian."
"Jadwal kalian di sini padat juga,"kata Miya.
"Benar."
Sementara itu Clarie, Jonathan, Hana, dan Anna sedang bermain dan mengobrol bersama. Ponsel Fabian berdering dan melihat nama Arya dipanggilan teleponnya.
" Ada apa, Arya?"
" Apa kamu bisa pergi ke panti asuhan?"
" Saat ini aku tidak bisa, karena sedang ada tamu."
" Jadi begitu. Aku hanya ingin memberitahumu, Valentina tiba-tiba sakit dan dia ingin bertemu denganmu."
" Valentina sakit?"
" Iya. Bisakah kamu datang sebentar ke sini?"
" Baiklah."
Fabian menutup teleponnya, lalu ia memberitahu Miya soal Valentina dan Miya menjadi cemas.
" Aku akan segera kembali."
__ADS_1
" Baiklah."
Setelah Fabian pergi, Miya kemudian bercerita kepada Isabella dan Sebastian tentang Valentina, anak yang akan mereka adopsi. [ ]