
Beberapa hari setelah tertangkapnya Owen, Leonard pun harus mengakui kepada semua orang bahwa ia bukan Leonard yang asli, karena Owen menjalani sidang pengadilan .
Ia hanya seorang anak yang diambil dari panti asuhan dan namanya adalah Jodan. Ia tidak bermaksud untuk mencuri identitas Leonard yang sebenarnya. Banyak saksi mata, yaitu pelayan dan para pekerja perkebunan yang sudah bekerja sangat lama membenarkan kejadian masa lalu dan menceritakan bahwa Williamlah yang mempunyai ide gila.
Owen mengakui semua perbuatannya dan ia pun di penjara dalam kurun waktu yang cukup lama. Berita pengakuan Leonard pun kemudian tersebar luas. Miya terkejut membaca berita di koran tentang Leonard. Ia pun mencari suaminya yang sedang berada di ruang kerja di rumahnya.
" Apa kamu sudah melihat berita di koran hari ini?"
"Memangnya ada berita apa?"tanya Fabian tanpa sedikit pun mengalihkan perhatiannya kepada layar komputer.
Miya menyerahkan koran kepada Fabian tentang berita pengakuan Leonard. Fabian segera mengambilnya dari tangan istrinya, lalu membacanya. Ia sangat terkejut membaca berita itu.
"Apa-apaan ini?"serunya tidak percaya.
Fabian langsung menelepon Raina dan menyuruhnya datang menemuinya.
"Maaf Ayah. Aku tidak bisa datang. Di luar banyak sekali wartawan yang ingin mewancarai kami. Kalian saja yang datang ke sini."
"Baiklah kami yang akan datang ke sana."
Fabian menutup teleponnya. "Kita akan menemui Raina. Bersiap-siaplah!"
Miya segera menuju kamarnya dengan terburu-buru. Sementara Fabian membereskan meja kerjanya terlebih dahulu. Dalam beberapa menit, mereka telah siap pergi. Mobil yang akan membawa mereka pun telah siap.
Di dalam perjalanan tidak ada satu pun yang bicara. Sibuk dengan pikirannya masing-masing. Waktu mereka tiba di kediaman keluarga Clemonte banya wartawan yang sedang menunggu. Pada saat mobil yang membawa Fabian dan istrinya masuk ke dalam mansion, wartawan mencoba mengikutinya, tapi petugas keamanan melarangnya.
Miya dan Fabian segera turun langsung mencari Raina dan Leonard.
"Ibu, Ayah,"panggil Raina dan Leonard.
" Katakan sebenarnya apa yang terjadi?"tanya Fabian.
Leonard menceritakan semuanya kepada Fabian dan Miya apa yang sudah terjadi dalam kehidupan masa lalunya, setelah Leonard menceritakan semua yang terjadi, Fabian dan Miya sangat terkejut.
" Kenapa kalian tidak memberitahu kami sebelumnya tentang hal ini?"tanya Fabian.
"Maaf Ayah. Aku baru saja tahu belum lama ini "kata Raina.
" Jadi namamu sebelumnya adalah Jodan?"tanya Miya kembali memastikan.
"Iya,"jawab Leonard.
Miya kemudian menyadari sesuatu." Ada kemungkinan kamu adalah anaknya Charlotte."
Perkataan Miya membuat Fabian segera memandang istrinya.
" Anak Charlotte?"seru Fabian.
" Iya itu mungkin saja kan. Bukannya nama anak Charlotte adalah Jodan dan Leonard juga berasal dari panti asuhan."
" Nama Jodan kan banyak."
"Aku tahu. Sayangnya Charlotte tidak mengatakan nama panti asuhannya. Dia belum kembali dari rumah kakeknya. Setelah kembali ia kembali nanti, aku akan langsung menanyakannya."
"Aku juga berpikir seperti itu ketika Bibi Charlotte memberitahukan nama anaknya. Bukankah begitu, Leo?"kata Raina.
"Benar," jawab Leonard.
" Untuk mebih pastinya kita harus menunggu Charlotte pulang."
" Maaf sudah membuat kalian cemas,"kata Leonard. " Aku tidak ada niat untuk mengakui siapa aku kepada semua orang, tapi dengan adanya pembunuhan terhadap Leonard, mau tidak mau aku harus memberitahu kepada semua orang."
" Jadi sekarang kami harus memanggilmu apa?"tanya Miya.
" Leonard saja. Sekarang itu namaku."
"Baiklah."
" Para wartawan masih menunggu di luar. Apa kalian tidak mau menemui mereka?"tanya Fabian.
" Hari ini kami sudah banyak diwawancarai. Nanti juga mereka akan pergi sendiri."
Mereka saling pandang dan memutuskan untuk berdiam diri di rumah sampai para wartawan itu pergi.
💔💔💔
Keesokan siangnya para wartawan masih berada di depan mansion ketika Leonard keluar mansion meskipun tidak sebanyak kemarin. Saat mobilnya keluar wartawan sempat mengejarnya. Di dalam perjalanan sebuah mobil menghadang mereka secara mendadak dan hampir bertabrakan. Tubuh Leonard terlempar ke depan.
" Ada apa ini?"tanyanya kepada sopirnya.
" Ada mobil yang tiba-tiba menghalangi jalan kita."
" Apa?"
" Apa sebaiknya saya tanyakan kepada pemilik mobil itu kenapa menghalangi jalan?"
" Baiklah. Tanyakan saja."
Sopir membuka sabuk pengaman, lalu keluar dari mobil. Leonard memperhatikannya dari dalam mobil. Pemilik mobil keluar, lalu meninju wajah sopirnya sampai terjatuh. Leonard keluar dari mobil.
" Apa-apaan ini? Kenapa kalian memukul sopirku?"tanyanya marah.
Seorang lagi keluar dari mobil dan memaksa masuk Leonard ke mobil. Ia sempat berontak, lalu seorang lagi membiusnya dan Leonard tak sadarkan diri dan mereka pun pergi. Sopir Leonard yang panik segera melajukan mobilnya kembali pulang.
Sesampainya di mansion sopir itu memberitahu Raina soal penculikan Leonard dan itu membuatnya terkejut.
" Siapa yang sudah menculik suamiku?"tanyanya histeris.
" Saya tidak tahu Nyonya."
Air mata sudah membasahi wajahnya dan ia juga terlihat panik dan bingung.
" Antarkan aku ke rumah orangtuaku."
" Baik."
💔💔💔
Taxi berhenti di depan mansion. Charlotte keluar dari taxi dan ia tersenyum bisa kembali lagi ke Castalia mansion. Ia menemukan Miya dan Fabian sedang makan siang di halaman belakang mansion.
"Selamat siang!"
Fabian dan Miya langsung menoleh ke arah suara yang menyapa mereka.
"Charlotte," kata Fabian. "Kapan kamu kembali?"
"Baru saja."
"Ayo gabung bersama kami untuk makan siang."
Charlotte duduk di samping Miya.
__ADS_1
" Senang bisa bertemu dengan kalian lagi."
"Bagaimana kabar kakekkmu?"tanya Miya.
"Kakeku baik-baik saja."
"Senang mendengarnya," kata Fabian.
" Bagaimana kabar kalian?"
"Kami baik-baik saja," jawab Fabian.
Setelah makan siang, mereka masuk ke dalam mansion dan melihat Raina sedang terburu-buru berjalan ke arah mereka dengan wajah cemas.
" Ayah, Ibu, Bibi Charlotte."
"Raina ada apa?"tanya Miya.
"Ibu."
Raina memeluk Miya dan menangis.
"Sebenarnya ada apa Raina?"tanya Fabian.
Raina melepaskan pelukannya dan menghapus air matanya.
"Leonard diculik."
"Apaa?"seru mereka bersamaan.
" Tapi bagaimana bisa?"tanya Fabian tidak mengerti.
" Leonard pergi keluar untuk bertemu salah seorang rekan bisnisnya. Diperjalanan ada orang yang menghalangi jalannya dan mereka menculiknya."
" Tapi kenapa mereka munculiknya?"
"Aku tidak tahu, Ayah."
"Sebaiknya kita duduk dulu dan tenangkan pikirian kita," kata Charlotte.
Mereka akhirnya duduk dan selama beberapa saat tidak ada yang bicara. Sampai akhirnya mereka dikejutkan oleh deringan ponsel Raina.
" Jika suamimu ingin selamat suruh Charlotte datang."
" Kalian apakan suamiku?"tanya Raina marah.
" Saat ini suamimu baik-baik saja. Sekarang penuhi keinginan kami suruh Charlotte datang kalau tidak anak satu-satunta akan meninggal."
" Apa kalian bilang?"
" Sudahlah jangan banyak bertanya. Kami akan mengirikan alamatnya dan jangan panggil polisi."
Penelepon itu langsung menutup teleponnya.
" Apa itu dari penculik Leonard? Apa yang mereka inginkan?"tanya Fabian.
Raina memandang orangtua dan Bibi Charlotte dengan pandangan cemas dan mereka juga sedang memandang cemas kepadanya.
" Iya itu dari penculiknya dan mereka menginginkan Charlotte untuk datang untuk menyelamatkannya."
Sekali lagi mereka saling pandang tidak mengerti.
Raina mengangguk.
" Tapi kenapa aku?"
" Penculiknya bilang kalau Leonard adalah anakmu."
" Apaa?"seru mereka bersamaan.
" Kenapa penculiknya bilang kalau Leonard adalah anak Charlotte?"tanya Miya.
" Aku juga tidak tahu mungkin nama Leonard dulu sama dengan nama anak Bibi Charlotte."
" Apa maksudmu, Raina?"tanya Charlotte.
Raina pun menjelaskan secara singkat tentang masa lalu Leonard kepada Charlotte.
" Itu tidak mungkin,"katanya terkejut.
" Apa benar Leonard adalah anakmu, Charlotte?"tanya Fabian.
" Ada kemungkinan besar Leonard adalah anakku, karena nama panti asuhan di mana aku meninggalkan anakku sama dengan nama panti asuhan di mana Leonard tinggal dulu, yaitu panti asuhan malaikat kecil."
" Kalau pun itu benar bagaimana mereka tahau kalau Leonard adalah anak Charlotte?"tanya Miya.
" Berita tentang pengakuan identitas Leonard. Mungkin mereka mendapatkan informasi dari sana,"jawab Raina.
" Kamu benar juga," kata Fabian. " Charlotte, sebaiknya kamu menemui penculik itu. Aku akan membantumu secara diam-diam."
" Tapi Ayah mereka bilang jangan panggil polisi."
" Ayah tidak akan memanggil polisi. Percayalah kepada Ayah!"
" Baiklah."
" Bagaimana apa kamu mau menemui penculiknya?"tanya Fabian kepada Charlotte.
" Aku akan menemuinya, karena aku harus tahu apa Leonard benar-benar anakkku atau bukan."
Raina kemudian memberikan alamatnya kepada Charlotte.
" Aku akan ke sana."
💔💔💔
Detektif Lee yang disewa oleh Fabian akhirnya membuahkan hasil. Ia sudah menemukan di mana kepala panti asuhan malaikat kecil yang bernama Bella Castoff tinggal. Ia berdiri di depan gedung apartemen tua di dekat pusat kota New York. Ia menekan bel pintu apartemen.
" Saya detektif Lee. Kita pernah bicara di telepon untuk janji bertemu."
" Ah detektif Lee. Silahkan masuk!"
Pintu kaca terbuka dan detektif Lee masuk ke dalam lift menuju lantai 12. Kepala panti asuhan membuka pintu apartemennya dan menyuruhnya masuk.
" Maaf kedatangan saya menganggu Anda."
" Tidak apa-apa. Silahkan duduk!"
" Kedatangan saya kemari untuk menanyakan sesuatu kepada Anda tentang salah satu anak panti asuhan malaikat kecil."
" Apa yang ingin Anda tanyakan tentang anak itu?"
__ADS_1
" 35 tahun yang lalu ada seorang bayi yang ditinggalkan di depan pintu asuhan dengan keranjang bayi dan nama bayi itu adalah Jodan.
" Ah aku ingat memang ada bayi yang ditinggalkan waktu itu. Pada saat itu aku belum menjadi kepala panti asuhan. Ada sebuah kalung bertuliskan nama bayi itu. Namanya adalah Jodan."
" Lalu sekarang kemana anak itu."
" Ada sebuah keluarga yang memgadopsinya."
" Jadi anak itu diadopsi?"
" Benar."
" Apa saya boleh tahu siapa keluarga yang mengadopsinya?"
" Kenapa Anda ingin tahu?"
" Keluarga Jodan yang sebenarnya sedang mencarinya, jadi kami perlu tahu keberadaannya."
" Aku mengerti. Jodan diadopsi oleh William Clemonte?"
"Clemonte?"
" Apa Anda kenal keluarga Clemonte?"
"Tidak juga hanya tahu saja. Terima kasih. Informasi ini benar-benar sangat membantu. Saya permisi dulu."
Detektif Lee masuk ke dalam mobil dengan wajah senang menuju kediaman Baskerville. Sesampainya di Castalia mansion. Ia langsung bertemu dengan Fabian.
" Selamat sore!"
" Detektif Lee."
Fabian kemudian mengenalkannya kepada Miya , dan Raina.
" Detektif Lee yang aku sewa untuk mencari tahu keberadaan Jodan," kata Fabian kepasa Miya dan Charlotte.
" Sepertinya kalian sedang cemas."
" Benar. Sedang ada masalah. Sekarang ada informasi apa tentang keberadaan Jodan."
" Saya sudah tahu di mana Jodan berada?"
" Benarkah?"
" Iya."
" Di mana?"tanya Fabian tidak sabaran.
" Aku baru bertemu dengan Bella Castoff, kepala panti asuhan malaikat kecil dan dia mengatakan Jodan telag diadopsi oleh William Clemonte."
"Apaa?"seru mereka bersamaan.
" Jadi Leonard benar-benar anak Charlotte,"kata Miya tidak percaya.
" Aku juga," kata Fabian.
" Ayah, Ibu bagaimana ini ? Apa kita perlu memberitahu Bibi Charlotte kalau Leonard benar-benar anaknya?"tanya Raina.
" Saat ini kita tidak bisa menghubunginya. Dia sedang dalam perjalanan menemui para penculik."
"Sebenarnya apa yang terjadi?"tanya detektif Lee.
Fabian bercerita secara singkat tentang Leonard.
" Seharusnya Anda segera menghubungi polisi," kata detektif Lee.
" Aku sudah menghubungi polisi dan meminta mereka mengikuti Charlotte secara diam-diam. Kita sekarang sedang menunggu kabar."
Mereka pun tidak ada yang satu pun bicara lagi. Raina duduk dengan gelisah sesekali ia melihat ponselnya, jika penculiknya kembali menelepon.
💔💔💔
Charlotte telah tiba ditempat tujuan. Ia keluar dari taxi di taman, lalu seseorang mendekatinya.
"Apa kamu datang sendirian?"
"Aku datang sendirian."
Pria itu menutup matanya dan membawa Chatlotte masuk ke dalam mobil.
"Siapa sebenarnya kalian? Dan apa yang kalian inginkan?"tanya Charlotte di dalam mobil.
Tidak ada satu pun yang menjawabnya. Mobil terus saja melaju menjauh dari pusat kota. Charlotte mengira-ngira perjalanan mereka sudah setengah jam. Mobil yang membawanya akhirnya berhenti.
Charlotte dibawa masuk ke dalam sebuah rumah dengan mata yang masih tertutup. Para pria itu membawa Charlotte ke sebuah kamar, lalu penutup matanya dibuka.
" Di mana ini?"
Pria itu tidak menjawabnya, lalu menutup pintu dan menguncinya. 2 jam telah berlalu Charlotte berada di kamar terkunci tanpa ada kepastian. Pintu kamar terbuka. Pria yang sudah membawanya ke sini membawa nampan berisi makanan, lalu menyimpannya di meja. Pintu kamar ditutup kembali.
Charlotte yang sudah merasa lapar langsung memakannya. 1 jam telah berlalu tidak ada tanda-tanda orang yang akan membawanya ke penculik Leonard. Ia pun merasa bosan nenunggu. Charlotte memutuskan untuk berbaring sebentar dan menatap kamar luas dan sepi.
💔💔💔
Di suatu tempat seorang pria setengah baya sedang duduk di sofa sambil membaca buku novel, kemudian seorang pria tua datang dari ruangan lain dan menghampirinya, lalu duduk di sampingnya.
"Mau sampai kapan kamu mau terus bersembunyi?"
" Aku tidak tahu."
"Istrimu sekarang sedang membutuhkanmu."
"Aku tidak ingin membahayakan istriku lebih jauh lagi."
"Waktu cepat sekali berlalu sejak aku menemukanmu di perkebunanku dalam keadaan terluka parah."
" Sampai sekarang pun aku sangat berhutang budi kepadamu."
" Sudah aku katakan berulang kali jangan merasa berhutang budi kepadaku. Aku ikhlas menolongmu, karena itu sudah kewajibanku untuk menolongmu."
" Aku beruntung bisa bertemu denganmu. Selama ini sudah sangat baik kepadamu dan menerimaku di sini."
" Kamu sudah aku anggap sebagai anakku."
"Terima kasih."
"Sekarang sudah saatnya kamu muncul ke publik dan kembali merebut apa yang sudah menjadi hakmu, Joseph."
" Aku tahu, jika tiba saatnya aku akan kembali dan akan menemui istriku."
" Aku yakin semua akan berjalan sebagaimana mestinya. [ ]
__ADS_1