
Raina kembali memasukkan racun ke dalam makanan dan minuman suaminya. Ia senang racunnya sudah mulai beraksi kepada suaminya. Seperti sekarang ini, Frank merasakan pusing dan tubuhnya lemas.
"Sayang, kamu baik-baik saja?"
" Panggilkan aku dokter!"
Raina diam saja.
" Cepatlah!"
" Maaf Frank! Aku tidak bisa melakukannya."
" Kenapa?"
Sebelum Raina menjawab, Frank jatuh tidak sadarkan diri. Sesaat sebelum pandangan matanya menggelap, Frank melihat Raina tersenyum.
Raina pergi dari kamar dengan terburu-buru dan keluar dari mansion. Ia memgemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
" Tunggu aku, Fabian sayang!"
Raina tersenyum lebar.
Miya yang sedang membuat kue mendapat telepon dari nomor yang tidak dikenal.
" Miya Baskerville di sini."
" Saya ingin memberitahukan kalau suami Anda mengalami kecelakaan."
"Apaa?"
Miya sangat terkejut dan hampir pingsan. Air matanya telah meleleh membasahi wajahnya. Tangannya mencengkeram kuat ponselnya.
" Sekarang ada di mana suamiku?"
" Tuan Fabian ada di rumah saya."
" Apa suamiku baik-baik saja?"
" Suami Anda baik-baik saja."
" Kenapa tidak dibawa ke rumah sakit?"
" Karena luka yang diderita Tuan Fabian tidak terluka parah."
" Harusnya Anda membawanya ke rumah sakit," teriak Miya kesal.
" Saya akan mengirimkan alamat rumah saya kepada Anda."
Sambungan telepon putus dan Miya melihat pesan masuk. Ia bergegas pergi setelah mendapatkan alamat di mana Fabian berada.
" Edgar, Fabian mengalami kecelakaan. Aku akan menemui Fabian di alamat ini, jika ada seseorang mencari kami."
Edgar terkejut dan ia melihat alamat yang ditunjukkan kepada Miya.
" Nyonya hati-hati!"
" Jangan beritahu apa pun dulu kepada Jonathan dan Clarie."
" Baik nyonya."
💔💔💔
Salah seorang pelayan wanita yang bekerja di kediaman keluarga Lowell terkejut melihat Frank tak sadarkan diri di kamarnya. Pelayan itu segera keluar kamar untuk meminta bantuannya.
" Apa yang terjadi?"tanya salah satu pelayan pria yang diketahui sebagai kepala pelayan di rumah itu.
" Aku tidak tahu. Tuan Frank sudah tergeletak di lantai."
" Di mana nyonya Raina?"
" Aku tidak tahu. Mungkin nyonya Raina sedang pergi."
" Sebaiknya kita membawa Tuan Frank ke rumah sakit."
" Aku akan menelepon ambulan,"kata pelayan wanita.
Tidak lama ambulan datang dan kepala pelayan pergi menemani Frank ke rumah sakit. Setelah lama menunggu, dokter yang memeriksa Frank keluar dan memberitahu kalau Frank terkena racun.
" Racun?"
" Iya dan sudah berlangsung lama."
" Bagaimana Tuan Frank bisa terkena racun?"
" Bisa dari makanan dan minuman."
" Kami selalu menyediakan makanan san minuman yang higienis. Saya tidak mengerti kenapa ada racun di dalam makanan."
" Syukurlah Tuan Lowell masih bisa diselamatkan."
Kepala pelayan bernapas lega. " Apa saya bisa menemuinya sekarang?"
" Tentu. Silahkan!"
" Terima kasih!"
Kepala pelayan masuk ke ruang perawatan dan melihat Tuannya masih tidak sadarkan diri.
💔💔💔
Sara yang sedang mencari Raina di jalanan kota New York mendapat telepon dari polisi , bahwa mereka sudah menemukan alamat di mana Raina tinggal. Ia pun bergegas menuju kantor polisi dan ia juga menelepon kedua anaknya untuk segera pergi ke sana.
" Putri Anda yang bernama Raina diketahui telah menikah dengan seorang pengusaha berlian bernama Frank Lowell."
"Benarkah itu?"seru Sara tidak percaya.
Nathanial dan Alessandra pun tidak mempercayainya.
" Ini alamatnya."
Polisi menyerah secarik kertas kepada Sara. Dengan wajah gembira Sara menerima kertas itu seperti menemukan harta yang berharga.
" Terima kasih banyak atas bantuannya."
" Kami senang bisa membantu Anda dan keluarga Anda."
Sara dan kedua anaknya pergi dari kantor polisi.
" Kak Raina hebat bisa menikah dengan pria kaya," komentar Alessandra. " Seperti dongeng saja."
" Ibu, apa kita sekarang pergi ke alamat yang diberikan oleh polisi itu?"tanya Nathanial.
" Iya."
" Semoga saja kak Raina baik-baik saja," kata Alessandra.
" Semoga saja."
Sara, Alesandra, dan Nathanial telah berada di depan kediaman keluarga Lowell. Pintu gerbang terbuka setelah Sara memberitahu, bahwa ia adalah ibunya Raina.
Mereka begitu terpesona dengan keindahan dan kemewahan Lowell mansion.
" Kak Raina sangat beruntung bisa tinggal di sini," ucap Alessandra.
" Aku senang kak Raina bisa hidup bahagia di sini,"ujar Nathanial.
Pelayan membawakan teh dan kue-kue kering.
" Apa kami harus menunggu lebih lama lagi?"tanya Sara.
" Sebenarnya kami juga tidak tahu kemana nyonya Raina pergi, karena sejak dari tadi belum kembali."
" Apa sudah mencoba menghubunginya?"
" Kami sudah berusaha menghubunginya, tapi ponselnya selali tidak aktif."
"Lalu suaminya kemana?"
"Tuan Frank sedang di rawat di rumah sakit. Siang tadi ditemukan tidak sadarkan diri di kamarnya."
__ADS_1
Sara sangat terkejut dan raut wajah terlihat sangat cemas. Perasaannya mulai was-was. Ia tidak yakin apa Raina terlibat dengan tidak sadarkan diri suaminya. Sara teringat dengan masa lalunya. Dulu ia menemukan suaminya tidak sadarkan diri di kamar dan dokter mengatakan ada racun di tubuh suaminya.
" Di mana Tuan Lowell dirawat?"
" Di rumah sakit pusat Garden Grove."
" Kami akan ke sana untuk menemuinya."
" Baiklah."
Di dalam taxi menuju perjalanan ke rumah sakit, Sara masih nampak cemas, jika Frank akan bernasib sama dengan suaminya. Setelah sampai di rumah sakit, Alessandra yang sejak dari tadi memperhatikan ibunya curiga ada yang tidak beres dan ia sangat cemas.
" Ada apa, Bu?"
" Apa kamu ingat ayahmu ditemukan tidak sadarkan diri di kamar?"
" Aku ingat. Memangnya kenapa?"
" Apa yang terjadi dengan suami Raina sama dengan yang terjadi pada ayahmu."
Alessandra menyadari sesuatu." Maksud ibu kalau kak Raina meracuni suaminya?"
"Itulah yang Ibu cemaskan."
" Meskipin ayah selamat dari racun itu, tapi akhirnya meninggal, karena kak Raina memcekiknya saat mereka bertengkar."
" Semoga saja kali ini kak Raina tidak melakukannya,"kata Nathanial.
"Semoga saja."
Setelah diberitahu oleh staff rumah sakit di kamar mana Frank dirawat, Sara bergegas menuju ke sana. Mereka melihat Frank sedang berbicara dengan seseorang yang tidak lain pelayannya.
Mereka berdua menatap Sara dan kedua anaknya dengan tatapan bertanya.
" Selamat sore!"sapa Sara.
"Sore!"sapa Frank.
Sara merasa lega melihat Frank baik-baik saja.
"Maaf kalau kedatangan kami menganggu Anda. Saya Sara. Ini Nathanial dan Alesandra. Kami adalah keluarga Raina. Saya ibunya Raina dan mereka berdua adiknya Raina."
Frank terkejut begitu juga dengan Owen.
" Saya tahu pasti kalian terkejut. "
" Aku memang terkejut, karena selama ini Raina tidak pernah cerita tentang keluarganya."
" Itulah yang ingin kami bicarakan. Sebenarnya Raina kabur dari rumah."
" Kabur?"seru Frank tak percaya.
" Benar. Kami tinggal di Mexico dan Raina kabur ke New York dan telah hilang selama 5 bulan. Kami selama ini sudah berusaha mencarinya kemana-mana. Akhirnya kami dapat informasi kalau Raina berada di sini."
" Ini sulit dipercaya."
"Saya tahu."
" Tapi kenapa Raina bisa kabur dari rumah?"
" Kami juga tidak tahu alasan pastinya dan yang membuat kami cemas, kami takut sakit jiwanya kambuh."
" Jadi Raina benar- benar sakit jiwa?"
Sara mengangguk, lalu menceritakan tentang Raina yang pernan dirawat di rumah sakit jiwa selama bertahun-tahun dan ia juga bercerita, Raina membunuh ayahnya.
Mata Frank dan Owen membelalak lebar.
" Aku...Aku..."
Frank sampai kehilangan kata-kata, karena terlalu terkejut.
" Itu karena sakit jiwa Raina sedang kambuh."
"Lalu?"
" Saya memasukannya ke rumah sakit jiwa sampai dinyatakan sembuh dan harus melakukan kontrol rutin dan minum obat secara teratur. "
"Aku sangat terkejut mengetahui bahwa istriku ternyata sakit jiwa."
"Maafkan kami!"
" Kalian tidak perlu minta maaf. "
"Sepertinya keadaan Anda sudah lebih sehat. Apa sakitnya Anda karena adanya racun ditubuh Anda ."
"Dari mana Anda tahu?"
Sara kemudian bercerita kembali tentang ayahnya Raina yang membuat Frank semakin terkejut.
" Memang ada racun di tubuhku."
" Ibuku yakin kak Raina yang sudah meracuni Anda," kata Alessandra.
" Itu tidak mungkin."
" Kemungkinannya besar,"ujar Sara.
Frank ingat sesaat sebelum ia tidak sadarkan diri, ia melihat istrinya tersenyum bahagia dan berkata," seharusnya kamu mati saja, Frank." Sebenarnya ia tidak ingin percaya dan mengira itu hanya halusinasinya saja.
" Aku salah dan menyesal seharusnya aku tidak menutupi perbuatan jahat Raina."
" Sudahlah, Bu," kata Nathanial." Semua sudah terjadi dan kita harus mencegah kak Raina kembali mencelakakan orang lain lagi."
" Kamu benar."
" Kak Raina sebenarnya ada di mana?"tanya Alessandra.
" Sayangnya aku tidak tahu,"jawab Frank.
Mereka mulai keliahatan cemas.
💔💔💔
Taxi yang membawa Miya berhenti di depan sebuah rumah yang agak terpencil dan jalanan cukup sepi. Dengan perasaan ragu, Miya mengetuk pintu rumah dan terkejut mendapati Raina yang membukakan pintu.
" Kamu,"serunya terkejut.
Raina langsung menarik Miya masuk dan mengunci pintu.
"Kenapa kamu ada di sini? Dan di mana Fabian?"
" Akulah yang menelponmu dan suaraku disamarkan saat meneleponmu."
"Apaaa?"
" Aku juga berbohong mengenai kecelakaan Fabian."
Miya merasa lega suaminya baik-baik saja.
"Kenapa kamu memanggilku ke sini?"
" Aku akan membunuhmu, karena kamu sudah menjadi penghalangku untuk menikah dengan Fabian."
" Sekarang aku yakin kamu sudah benar-benar gila."
Raina menampar Miya sangat keras.
" Aku tidak gila,"serunya marah.
Miya bermaksud keluar dari rumah, tapi pintunya terkunci.
" Kamu tidak akan bisa keluar dari sini."
Raina tersenyum puas dan penuh kemenangan.
💔💔💔
Edgar terkejut melihat Fabian telah kembali pulang dan terlihat baik-baik saja.
__ADS_1
" Anda tidak apa-apa."
" Aku baik-baik saja. Memangnya kenapa?"
" Bukannya Anda tadi kecelakaan?"
" Apa maksudmu? Aku tidak kecelakaan."
Edgar kembali semakin cemas ditambah Fabian tidak kembali bersama Miya.
" Tadi nyonya Miya memberitahuku kalau Anda mendapat kecelakaan."
" Apaaa?"
" Nyonya Miya terburu-buru pergi untuk melihat keadaan Anda."
" Apa istriku sudah pulang?"
" Belum."
" Tapi ini sudah malam."
Sekarang giliran Fabian yang merasa sangat cemas. Ia menelpon Miya dan ia terkejut, karena yang menjawab teleponnya adalah Raina.
" Miya ada bersamaku,"kata Raina.
" Aku mohon jangan sakiti istriku."
" Aku akan membunuh istrimu, karena aku tidak mau dia jadi penghalang hubungan kita."
" Jika kamu sampai berani menyakitinya atau pun melukainya, akulah yang akan membunuhmu," teriak Fabian marah.
Raina tertawa sangat keras.
" Kamu tidak akan berani melakukannya, karena aku tahu, kamu mencintaiku. Benar kan, sayang."
Fabian sudah nampak sangat kesal, tapi ia tidak bisa berbuat apa-apa untuk melampiaskan kekesalannya kepada Raina.
" Sekarang kamu ada di mana?"
" Rahasia."
"RAINA,"teriaknya.
" Sebentar lagi istrimu akan mati."
Raina memutuskan sambungan teleponnya.
" Raina...Raina."
Fabian mencoba meneleponnya kembali, tapi ponselnya sudah tidak aktif lagi.
"Saya tahu di mana nyonya Miya. Sebelum pergia nyonya Miya memberitahukan alamatnya kepada saya."
" Bagus. Aku akan menelepon polisi."
Setelah menelepon polisi, Fabian juga menelepon Frank dan memberitahunya Raina telah menculik istrinya. Fabian kembali pergi dengan terburu-buru.
💔💔💔
Frank terkejut setelah Fabian memberitahunya Raina telah menculik istrinya.
"Ada apa Tuan?"tanya Owen.
" Raina nenculik istrinya Fabian Baskerville."
Owen nampak sangat terkejut.
"Sebaiknya Anda memberitahu ibu nyonya Raina,"kata Owen sambil melirik ke belakang melihat Sara yang sedang bicara dengan anak-anaknya.
"Nyonya Astor," panggil Frank. " Ada yang ingin saya beritahukan kepada Anda."
Sara mendekati Frank.
"Baru saja saya mendapat telepon,bahwa Raina sudah menculik istri teman saya."
Sara langsung menutup mulutnya. Terkejut.
"Teman saya dan beberapa polisi sedang menuju ketempat di mana Raina berada."
Frank memberikan alamat yang diberikan Fabian. Tanpa membuang waktu lagi, Sara, Nathanial, dan Alessandra langsung menuju alamat yang diberikan oleh Frank.
" Aku harap semuanya berakhir dengan baik," kata Frank pada Owen. "Ini salahku, jika saja aku langsung memasukkannya ke rumah sakit jiwa pasti hal ini tidak akan terjadi."
💔💔💔
Raina mulai menuangkan banyak bensin ke sekeliling rumah.
"Aku mohon jangan lakukan ini "kata Miya.
"Diamlah!"
" Kita bisa bicarakan dengan baik-baik."
Miya mulai merasa ketakutan luar biasa dengan apa yang akan dilakukan oleh Raina.
" Sebentar lagi kamu akan mati terbakar dan Fabian akan menjadi milikku selamanya."
Air mata sudah membasahi wajah Miya.
" Kamu tidak perlu melakukan ini."
Raina mulai menyalakan pemantik api dan ia tersenyum.
" Semuanya akan segera berakhir."
Pintu tiba-tiba menjeblak terbuka.
"Hentikan Raina!" seru Fabian.
Miya terkejut dengan kedatangan Fabian bersama dengan polisi.
" Jangan mendekat! Atau aku akan menjatuhkan api ini."
Fabian langsung menarik Miya dalam dekapannya.
"Raina, hentikan!"seru Sara.
"Ibu."
Fabian dan Miya terkejut, Raina memanggil wanita asing yang baru saja datang dengan sebutan ibu.
" Apa yang ibu lakukan di sini?"
" Untuk menjenputmu pulang. Matikan api itu dan ikut ibu pulang."
" Aku tidak mau."
" Ibu mohon padamu hentikan semua ini."
Pemantik api terjatuh dari tangan Raina dan seketika rumah itu dikepung oleh api. Fabian, Miya,Sara, dan beberapa polisi langsung keluar rumah. Raina menjerit kesakitan ketika api mulai menyambar tubuhnya.
"RAINA,"teriak ibunya.
Fabian dan Miya memandang nanar ke arah rumah yang terbakar itu dan Miya menangis tersedu-sedu dalam dekapan Fabian.
" Aku tidak ingin berakhir seperti ini,"kata Miya.
"Aku juga," kata Fabian.
Api masih melahap rumah itu sampai tidak bersisa dan Miya pingsan dalam dekapan Fabian membuatnya menjadi panik.
" Sayang sadarlah!"
Fabian menciumi wajah istrinya. Ia segera membawa Miya ke mobil dan membawanya ke rumah sakit.
Sara menangis melihat Raina harus mati terbakar begitu pun juga dengan Alessandra dan Nathanial.
" Kak Raina." Alesandra terisak menangis.
__ADS_1
Sara memeluk kedua anaknya dengan erat meresapi rasa sakit untuk kehilangan orang yang disayangi oleh mereka, meskipun Raina sudah banyak melakukan kejahatan. [ ]