My Beloved Uncle ( Baskerville #1)

My Beloved Uncle ( Baskerville #1)
(S2) : Kemarahan Fabian


__ADS_3

" Oh Tuhanku. Ini semua salahku. Raina, sayangku," kata Leonard panik.


Setelah mobil ambulan datang, Raina segera dibawa ke rumah sakit. Leonard sangat gelisah ketika Raina sedang dalam pemeriksaan dokter. Ia memang menginginkan kematian Raina untuk membalas kematian adiknya, tapi sekarang ia sudah tidak yakin lagi menginginkan hal itu.


Musibah yang menimpa Raina membuat keluarganya menjadi panik. Fabian dan Miya datang ke rumah sakit. Miya yang datang pertama kali ke rumah sakit, sedangkan Fabian masih dalam perjalanan dari kantornya.


Miya melihat Leonard dan wajahnya terlihat sangat kusut. Pria itu sedang duduk dengan kepala tertunduk.


" Apa yang terjadi dengan Raina?"tanya Miya dengan wajah cemas.


" Raina jatuh dari kuda."


" Kenapa bisa terjatuh? Raina sangat mahir menunggang kuda."


"Aku juga tidak tahu mungkin, karena kami habis sedikit bertengkar. Raina naik kuda dengan perasaan marah."


" Kalian bertengkar?"


Leonard mengangguk, lalu ia menceritakan apa yang terjadi semuanya kepada Miya, ibu mertuanya tentang kematian dan rencana balas dendam. Sebuah tamparan keras melayang dan mendarat di wajah Leonard.


" Kamu memamg pria tidak berperasaan," teriak Miya penuh emosi.


"Aku tahu."


" Seharusnya aku tidak mengizinkan Raina menikah denganmu, karena aku merasa ada yang aneh kamu mau menikah dengan Raina, karena kalian belum saling mengenal, tapi suamiku dan Raina menyakinkan kalau kamu akan menjadi pria yang baik untuk Raina."


" Tapi Raina yang sudah membuat hidup adikku hancur dan menjadi penyebab kecelakaan itu."


"Raina bukan kekasih adikmu. Selama ini Raina tidak memiliki kekasih. Kamulah cinta pertamanya Raina."


" Mungkin Raina telah berbohong."


" Aku mengenal Raina sejak kecil dan dia tidak pernah berbohong. Aku ibunya dan Raina selalu bercerita kepadaku tentang kesehariannya. Siapa teman- temannya, siapa pria yang ia sukai, dan siapa orang-orang yang tidak suka padanya. Mungkin saja Raina kekasih adikmu itu adalah Raina yang lain dan kebutulan saja nama anakku sama dengan nama kekasih adikmu."


Leonard terdiam. Apa yang dikatak oleh Miya ada benarnya. Ia tidak pernah berpikir ke sana, bahwa ada wanita lain yang memiliki nama yang sama dengan istrinya, tapi foto istrinya bersama adiknya dipesta ulang tahun temannya membuktikan kalau mereka saling kenal. Tidak mungkin kalau mereka tidak saling kenal.


Setelah menunggu lama, dokter yang memeriksa mengatakan kalau Raina dalam keadaan kritis dan Leonard semakin merasa bersalah.


" Semua ini karenamu. Anda saja kalian tidak bertengkar, Raina tidak akan mencoba kabur dan naik kuda."


Miya menangis dan Fabian yang baru saja datang terkejut mendapati istrinya menangis.


" Ada apa? Dan di mana Raina? Apa dia baik-baik saja?"


" Keadaan Raina kritis,"jawab Miya.


Lalu Miya menceritakan apa yang terjadi dan Fabian sangat marah setelah mendengar cerita istrinya. Ia langsung menarik kemaja Leonard dengan perasaan marah yang meluap.


"Kamu sudah berjanji kepadaku untuk membahagiakan Raina dan kamu telah melanggarnya."


Fabian melepaskan cengkeramannya di kemeja Leonard.


" Setelah Raina sembuh kami akan membawanya pulang ke rumah kami."


" Aku tidak mengizinkan kalian membawanya pulang ke rumah kalian. Raina masih istriku dan harus tinggal bersamaku."


" Kamu sudah tidak pantas menjadi suaminya lagi setelah kamu menyakiti perasaan Raina," kata Fabian marah.


" Jika kami hidup terpisah apa kata orang-orang nanti?"


" Jadi kamu lebih peduli pembicaraan orang-orang daripada perasaan Raina."


"Bagaimana kalau Raina saja yang memutuskannya?"


" Aku yakin Raina akan lebih memilih tinggal bersama kami."


💔💔💔


Sejak kembali dari Afrika, Raina selalu memasukan racun dari tanaman herbal sedikit demi sedikit ke dalam makanan dan minuman suaminya. Seperti sekarang ini, ia memasukan racun ke makan malam suaminya. Ia berharap suaminya cepat meninggal dan ia bisa dengan segera menikah dengan Fabian. Raina tertawa dalam hati.


"Seperti biasa masakanmu selalu lezat," puji Frank.


" Karena aku ingin menyenangkanmu melalui masakanku."


" Kamu istri yang baik."


Raina hanya tersenyum.


Mexico


"Bagaimana ini bisa terjadi ?" teriak sara.


" Maafkan kami, Bu. Kami telah lalai," jawab Nathanial.


" Sejak kapan Raina kabur dari rumah?"


"Sejak 4 bulan yang lalu."


" Kenapa kalian tidak memberitahu Ibu tentang hal ini?"


"Kami tidak ingin membuat Ibu bertambah cemas," kata Alesandra, adik perempuan Nathanial.


" Kakak kalian harus segera ditemukan kalau tidak bisa berbahaya, jika penyakit jiwanya kembali kambuh."


" Kami sudah berusaha mencarinya, tapi kak Raina tidak ada di mana pun," kata Alesandra.


Sara merasa bersalah dan sangat lelah dengan masalah yang menimpa salah satu anak perempuannya. Kemarin ia ditelepon oleh Nathanial bahwa Raina telah kabur. Selama Sara bekerja di Korea , kedua anaknya telah berbohong, bahwa Raina ada bersama mereka dan baik-baik saja.


" Apa yang membuat kalian memberitahu Ibu yang sebenarnya tentang kaburnya Raina?"


Alesandra dan Nathanial terdiam. Keduanya saling pandang untuk memutuskan siapa diantara mereka yang akan menjawab ibu mereka


" Kami sudah tidak sanggup lagi harus mencari kak Raina lagi. Kami takut terjadi hal yang buruk kepadanya, karena sudah terlalu lama kak Raina menghilang. "


" Apa kalian tidak melaporkan hilangnya Raina ke polisi?"


" Kami tidak melaporkannya."


" Tapi kenapa?"


" Jika kami melapor ke polisi kejahatan kak Raina di masa lalu akan terungkap. Kak Raina akan masuk penjara. Bukankah Ibu menyuruh kami untuk merahasiakan hal itu."


Sara menjadi teringat kejadian 5 tahun lalu, ia memergoki Raina telah membunuh ayahnya sendiri, karena sakit jiwa yang diidapnya sejak Raina umur 19 tahun, karena depresi. Sara memberitahu kepada orang-orang, suaminya meninggal karena serangan jantung, kemudian Sara memasukan Raina ke rumah sakit jiwa supaya Raina tidak menyakiti dan membahayakan orang-orang disekitarnya setelah Raina mencoba menyakiti Alessandra.


Raina baru keluar dari sana dua tahun yang lalu setelah menjalani perawatan selama 5 tahun dan hanya melakuan rawat jalan saja. Selama 2 tahun sakit jiwa Raina kadang kambuh, jika tidak rutin minum obat dan itu yang membuat Sara cemas.


" Kalian benar."


" Sekarang apa yang harus kita lakukan?"tanya Nathanial.


" Dengan terpaksa Ibu akan melaporkan hilangnya Raina ke polisi," kata Sara.


"Apa Ibu yakin?"tanya Alessandra.


Sara mengangguk. Ia mengambil tasnya dan pergi. Nathanial dan Alessandra mengikuti ibunya dari belakang. Sesampainnya di kantor polisi, Sara melaporkan bahwa putrinya yang bernama Raina Astor telah hilang sejak 4 bulan yang lalu.


💔💔💔

__ADS_1


Fabian dan Miya baru kembali pulang menjelang tengah malam. Miya masih metasa sedih atas musibah yang menimpa Raina.


" Raina akan baik-baik saja. Dia wanita yang kuat,"kata Fabian.


"Aku tahu."


Fabian duduk di samping Miya di tempat tidur.


" Aku tidak menyangka Leonard berani menyakiti perasaan Raina hanya, karena dia ingin membalas dendam atas kematian adiknnya. Aku yakin Raina bukan wanita yang dimaksud oleh Leonard."


" Aku sudah mengatakan itu kepada Leonard, tapi dia sepertinya tidak percaya."


Miya kemudian teringat dengan wanita asing yang datang ke rumahnya yang mengaku sebagai kekasih suaminya. Ia sempat melupakannya, karena masalah Raina.


" Tadi siang ada seorang wanita datang menemuiku di sini."


" Siapa?"tanya Fabian sambil melepas dasi dan jasnya.


" Raina Astor."


" Raina?"


" Apa kamu kenal dengannya?"


" Aku kenal, tapi tidak begitu mengenalnya. Wanita itu yang menunjukkan fotomu yang sedang berpelukan dengan pria lain. Apa kamu ingat?"


" Sekarang aku ingat."


" Kenapa dia menemuimu?"


" Dia mengatakan kalau kalian menjalin hubungan asmara."


" Apaa?" seru Fabian terkejut.


" Dia mengatakan kalau kamu kekasihnya."


" Aku tidak percaya dia mengatakan itu kepadamu."


" Apa yang dikatakan wanita itu benar?"tanya Miya dengan pandangan curiga.


" Tentu saja tidak benar. Aku bahkan baru sekali bertemu dengannya dan tidak begitu mengenalnya, jadi bagaimana mungkin aku bisa menjadi kekasihnya."


" Jadi wanita itu sudah berbohong?"


" Iya. Itu sudah pasti. Apa kamu percaya begitu saja apa yang dikatakan wanita itu?"


" Aku tidak tahu."


"Apa maksudmu tidak tahu?"


"Selama seminggu ini sikapmu menjadi dingin terhadapku dan aku pikir kamu memiliki wanita lain dan selingkuh dariku."


" Itu tidak ada hubungannya dengan itu. Aku sama sekali tidak selingkuh dengan siapa pun. Aku tidak tahu kenapa wanita itu mengaku sebagai kekasihku."


Miya masih meragukan penjelasan suaminya dan Fabian menyadari itu.


"Sepertinya kamu masih meragukannya."


"Bagaimana aku tidak meragukannya, jika sikapmu tiba-tiba berubah dingin kepadaku dan disaat yang bersamaan ada wanita yang mengaku sebagai kekasihmu."


Miya nangis tersedu-sedu. Fabian tidak tahan melihat istrinya menangis. Ia pun memeluknya dan terpaksa ia harus mengatakan yang sebenarnya kepada Miya.


" Sebenarnya aku ingin memberikan kejutan ulang tahun untukmu. "


Miya langsung mendongakkan kepalanya, menatap Fabian.


Miya jadi merasa bersalah dan tidak enak kepada suaminya.


" Maafkan aku!"sesal Miya.


" Sudahlah tidak apa-apa."


" Kenapa juga kamu harus bersikap tidak peduli kepada hanya, karena ingin memberikan kejutan ulang tahun kepadaku," kata Miya dengan wajah cemberut.


" Tadinya aku ingin sedikit menjahili kamu dengan berpura-pura bersikap tidak peduli dan dingin kepadamu sebelum kejutan ulang tahun besok."


" Kamu ini," seru Miya gemas. " Aku jadi berpikiran buruk kepadamu."


" Kamu pasti tahu apa isi hatiku yang sebenarnya. Tidak ada cinta untuk wanita lain. Hanya ada kamu di hatiku, sayang."


Fabian tersenyum di kulum, lalu merangkul tubuh istrinya.


" Maafkan aku sikapku itu sudah membuatmu sedih."


Miya semakin menenggelamkan ke dalam pelukan suaminya.


💔💔💔


Sebelum pergi menuju kantornya, Fabian menyempatkan diri mendatangi apartemen Raina untuk meminta penjelasan, tapi apartemennya kosong dan Fabian bermaksud akan kembali lagi setelah pulang dari kantor.


Ketika ia tiba di kantor, Gilbert memberitahunya bahwa Raina sedang menunggunya di dalam. Fabian segera masuk dan melihat Raina sedang membaca majalah. Wanita itu tersenyum ketika melihat kedatangan Fabian.


" Selamat pagi!"


" Pagi!"


" Kenapa Anda bisa ada di sini?"


" Saya datang untuk menemui Anda."


" Apa yang ingin Anda katakan kepadaku kali ini?"


Raina bangkit dari sofanya dan berjalan mendekati meja kerja Fabian dengan sikap menggoda.


" Saya hanya ingin memberitahu, bahwa istri Anda telah berselingkuh."


"Oh ya," kata Fabian tidak percaya.


" Apa Anda tidak percaya?"


" Benar. Dan juga kenapa Anda mengaku kepada istriku kalau Anda adalah kekasihku?"


" Jadi istri Anda sudah memberitahu Anda?"


"Iya."


Raina tersenyum. " Itu karena kita memang sepasang kekasih dan istrimu telah menjadi penghalang kita untuk bersama."


" Anda sudah gila."


" Aku tidak gila," teriak Raina marah membuat Fabian terkejut.


Raina berjalan mendekati Fabian dan hendak menciumnya, tapi Fabian langsung menghindar, membuat Raina kecewa.


" Jangan pernah ganggu istriku lagi atau pun aku. Keluarlah!"seru Fabian kesal.


" Lihat saja Anda akan jadi milikku, karena kita ditakdirkan bersama. Kita akan segera menikah secepatnya."

__ADS_1


Raina keluar ruangan dan Fabian bisa bernapas dengan lega. " Bagaimana ia bisa bertemu dengan wanita gila seperti itu," gumam Fabian.


Sekarang Fabian mencemaskan Miya takut wanita itu akan menyakitinya.


💔💔💔


Miya tersenyum senang melihat Raina yang sudah sadar. Dokter memgatakan Raina sudah berhasil melalui masa kritisnya.


" Ibu."


" Iya, sayang."


" Aku di mana?"


" Di rumah sakit."


" Apa yang terjadi denganku?"


" Kamu terjatuh dari kuda."


Raina kemudian teringat dengan rencana pelariannya dan ia terjatuh dari kuda.


" Ibu dan ayah sudah tahu semuanya. Leonard yang memberitahu kami."


" Benarkah?"


" Ibu tidak percaya Leonard tega menyakiti perasaanmu, karena ingin balas dendam."


" Aku juga tidak percaya. Aku pikir Leonard juga mencintaiku, ternyata tidak."


Raina menangis dan Miya berusaha menenangkanya.


" Semua akan baik-baik saja. Ibu janji."


" Di mana Leonard?"


" Sepertinya dia belum datang. Sebaiknya kamu istirahat dulu. Ibu akan menemanimu di sini."


Raina mengangguk. Sore harinya Leonel datang menjenguk dengan membawakan sebuket bunga.


" Aku senang melihatmu baik-baik saja."


" Terima kasih sudah datang menjengukku."


" Aku sempat khawatir ketika para pekerjaku menemukanmu dalam keadaan terluka parah."


" Maaf sudah membuat kalian semua cemas gara-gara kecerobohanku. Oh ya kenalkan ini ibuku."


"Aku tidak menyangka ibumu masih muda dan cantik."


Miya tersipu malu.


" Terima kasih sudah menolong Raina."


" Itu sudah tugas saya."


" Aku akan meninggalkan kalian berdua,"kata Miya.


" Jadi apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Leonel setelah Miya pergi dari kamar.


" Aku bertengkar dengan Leonard."


"Ah jadi karena itu. Apa karena kamu makan siang bersamaku?"


" Bukan karena itu. Ini masalah lain."


"Aku memgerti. Jika kamu butuh bantuan, aku siap membantumu."


" Terima kasih."


Leonard muncul di kamar dengan wajah kesal melihat Raina sedang bicara dengan Leonel dengan akrab.


" Apa yang sedang kamu lakukan di sini?"tanya Leonard ketus.


" Tentu saja aku sedang menjenguk istrimu."


" Apa kita bisa bicara sebentar?"


" Tentu."


Leonard dan Leonel pun keluar kamar.


" Jangan dekat-dekat dengan istriku!"


" Apa kamu cemburu?"


" Pokoknya jangan-jangan dekat dengan istriku."


" Baiklah. Aku tidak akan mendekati istrimu atau pun memgambil istrimu darimu."


" Baguslah."


" Tapi ingat satu hal. Aku bisa saja memgambil Raina darimu, jika kamu tidak bisa menjaganya dengan baik. Aku bisa melindungi dan membahagiakan Raina."


" Aku tidak akan membiarkannya."


" Kalau begitu jangan pernah membuat istrimu sedih."


Leonel kemudian pergi dan Leonard telah dibuat kesal olehnya.


Raina memasang wajah kesal melihat suaminya dan memalingkan wajah ketika Leonard duduk di sisi tempat tidur.


" Sebaiknya kamu pergi saja,"kata Raina.


" Maafkan aku."


" Aku ingin kita berpisah."


" Apa berpisah?"


Leonard menjadi panik.


" Tidak. Aku tidak ingin berpisah."


" Bukannya kamu tidak mencintaiku dan membenciku, jadi untuk apa kita masih tetap bersama."


" Aku tahu aku salah sudah menyakiti perasaanmu, tapi itu karena aku sangat marah atas perbuatanmu kepada adikku."


" Aku bukan kekasih adikmu dan aku tidak bertanggung jawab atas apa yang terjadi dengan adikmu."


" Aku memang menikahimu cuma untuk menebus perbuatanmu."


" Kalau begitu sebaiknya kita pisah saja."


" Aku tidak akan pisah denganmu dan memberi kesempatan kepada Leonel untuk merebutmu dariku."


Raina memandang Leonard dengan tatapan marah.

__ADS_1


" Aku tidak akan membiarkanmu menyakiti perasaanku. Sekarang pergilah! Aku tidak ingin melihatmu lagi." [ ]


__ADS_2