My Beloved Uncle ( Baskerville #1)

My Beloved Uncle ( Baskerville #1)
(S3): Extra part 4 : Adelina & Edward END


__ADS_3

Kazumi dan Pak Hiroshi yang telah berada di studio latihan mnunggu kedatangan Adelina sejak dari tadi. Sudah satu jam lamanya Adelua terlambat.’’Sepertinya ini gara-gara berita hari ini. Apa boleh buat hari ini kita berlatih tanpanya. Pria itu rupanya sudah membuat salah satu pemainku tidak bisa datang."


Kazumi tampak melamun disudut ruangan.’’Adelina, sebenarnya ada hubungan apa kamu dengan pria itu ?"


Rasa sedih menyelimuti hatinya. Kazumimasih berharap suatu hari nanti Adelia akan dapat menerima perasaannya.’’Adelina, aku mencintaimu."


Adelia mengintip dari balik jendela apartemennya dan para wartawan masih berkumpul di luar.’’Aduh, bagaimana ini? Aku sudah benar-benar terlambat ke latihan. Pasti Pak Hiroshi akan sangat marah padaku?’’


"Kamu telepon saja kalau hari ini kamu tidak bisa datang."


"Kamu benar Minami."


Adelina akhirnya menelepon Pak Hiroshi dan mengatakan hari ini dirinya tidak bisa ikut latihan. Pak Hiroshi mengerti dengan keadaan Adelina sekarang.


"Sebaiknya hari ini kamu istirahat saja, tapi besok kamu harus datang latihan. Jangan bolos lagi."


"Saya mengerti dan terima kasih. Sampaikan permintaan maafku pada mereka, karena kau telah mengacaukan latihan hari ini."


"Akan ku sampaikan."


"Kalau begitu sampai jumpa besok!’’


Adelina menutup teleponnya dan mendesah lega.’’Apa yang telah dikatakan Pak Hiroshi kepadamu?’’tanya Ayaka.


"Dia bilang, hari ini aku boleh tidak datang, tapi besok aku harus datang ke tempat latihan."


"Lalu bagaimana kalau besok para wartawan tidak mau pergi dari sini?’’tanya Megumi.


"Kalau itu kita harus melakukan sesuatu jika para wartawan masih tetap berada di sana,"Jawab Jude.


"Aku setuju," kata Minami, lalu mereka berlima mengintip kembali para wartawan dari balik jendela.


🧸🧸🧸


Alana masuk ke kantor Edward dengan membawa secangkir kopi.’’Saya baru saja menerima laporan kalau hari ini Adelina tidak ikut latihan."


Edward langsung berhenti membaca dokumen.’’Kenapa?’’


"Adelina tidak bisa keluar dari apartemennya, karena para wartawan berkumpul di sana."


"Mereka tidak berhasil mendapatkan informasi dariku dan sekarang mereka mengejar Adelina. Alana katakan pada mereka , besok aku akan mengadakan konferensi pers untuk menjelaskan berita hari ini."


"Baik. Saya mengerti."


Alana segera keluar dari kantor Edward dan segera melaksanakan perintah atasannya.


Setengah jam kemudian satu persatu wartawan meningalkan apartemen Adelina.’’Hei , Lihat itu! Sepertinya mereka mulai pergi dari sini,’’kata Ayaka.


"Kamu benar. Ada apa ya?’’tanya Jude.


"Aku tidak tahu,’’jawab Adelina.


Akhirnya sekarang di depan tidak ada satu pun wartawan. Mereka berlima mendesah lega.’’Jadi kita besok dapat beraktivitas dengan tenang tanpa diganggu oleh wartawan,’’kata Megumi.


Keesokan siang Edward pergi untuk melihat Adelina. Dia bertekad untuk mengungkapkan jati dirinya sebagai pengagum rahasiabya dan juga perasaanya pada Adelina, karena ia tahu saat istirahat siang rusng klub terlihat sepi.


Rasa rindu dan rasa cintanya pada gadis itu sudah tidak dapat dia tahan lagi. Dia ingin Adelia mengetahui perasaannya, meskipun pada akhirnya dia akan menolaknya. Dirinya sangat takut dengan penolakan Adelina, tapi dia harus mengatakannya sebelum acara konferensi pers di mulai, tapi Edward harus menelan kekecewaan yang teramat sangat, karena dia melihat Adelina sedang berciuman dengan Kazumi. Hatinya perih dan sakit melihat wanita yang dicintainya berada dalam pelukan pria lain , apalagi melihat mereka berciuman.


Edward tanpa sadar meneteskan air mata dan  mengepalkan tangan menahan rasa cemburunya. Dia pun berlalu pergi dan membuang setangkai bunga mawar putih.’’Selamat tinggal cintaku." Edward pun berlalu pergi.


Sore harinya Edward mengadakan konferensi pers mengenai berita hubungannya dengan Adelina.


"Saya dan Adelina Baskerville tidak mempunyai hubungan apa-apa, kami hanya berteman saja. Hubungan kami tidak lebih dari itu . Berita yang sempat beredar kemarin yang menyatakan kalau Adelina adalah kekasih gelapku , itu semuanya tidak benar. Saya juga akan mengumumkan kalau jumat depan aku akan mengadakan pesta pertunangan dengan Naomi Amamiya."


Seluruh ruang menjadi ribut. Para wartawan sibuk memotret Edward. Adelina yang melihat berita itu merasa shock dan wajahnya pucat. Air mata hendak keluar  dan berusaha sekuat tenaga untuk tidak menangis, tapi hatinya benar-benar sangat sedih. Adelina pun berlari dan masuk ke ruang ganti dan mengurung dirinya dikamar.


Di sana Adelina menangis melepas kesedihannya.Setelah dapat menenangkan dirinya, Adelina keluar dan kembali latihan. Kazumi merasa sedih melihat Adelina. Dia tahu apa yang sudah dirasakan gadis itu pada Edward.


"Kazumi, lepaskan aku!’’


"Kenapa kamu menciumku?’’


"Karena aku mencintaimu. Maaf, sudah menciummu secara paksa."


"Lain kali kamu jangan melakukan itu lagi."


"Baik aku tidak akan melakukannya lagi. Adelina, katakan padaku yang sebenarnya kamu menyukai pria yang bernama Edward itu?"


Adelina tersentak kaget mendapatkan pertanyaan seperti itu dari Kazumi.


"Aku mohon, katakan yang sejujurnya padaku."


Adelina terlihat gugup dan Kazumi merasakan tubuh Adelia gemetar. Adelina meneteskan air matanya dan berkata’’Aku...aku mencintai Edward."


Kazumi memejamkan matanya.’’Jadi kamu mencintainya, tapi mengapa kamu mencintainya? Bukannya kamu membencinya?’’


"Aku sudah tidak membencinya lagi. Maafkan aku Kazumi, aku tidak bisa membalas perasaanmu padaku."


" Pria iti tidak mungkin akan mencintaimu."


"Aku tahu itu, tapi apa yang aku rasakan kepadanya adalah nyata."


"Aku mengerti. Tapi aku tidak akan menyerah untuk mendapatkan cintamu."


Lamuanannya buyar karena seseorang menepuk bahu Kazumi dan dia terkejut.’’Ah rupanya kamu Emika ?’’


"Apa Kak Kazumi baik-baik saja?Dari tadi Emika perhatikan Kak Kazumi terlihat melamun dan juga sedih."


"Aku baik-baik saja. Sebaiknya kamu pulang saja."


"Tapi aku ingin di sini menemani kakak."


Kazumi mendesah.’’Baik , kamu boleh di sini dan jangan ganggu kami latihan."


"Aku tidak akan menganggu latihan. Aku janji,’’katanya sambil tersenyum.


Adelia dan Kazumi pun kembali latihan seperti biasa dan berkali-kali Adelina mulai melakukan kesalahan membuat Pak Hiroshi menjadi kesal dan marah.


"Adelina ’’teriak Pak Hiroshi.


’’Ada apa denganmu? Kenapa kamu tidak bisa konsentrasi dalam latihan kali ini."


Adelina hanya tertunduk diam dimarahi. Semua orang berbisik-bisik melihat Adelina.’’Sebaiknya sekarang kamu pulang saja dan istirahat. Percuma saja kamu melakukan latihan sekarang. Kamu mengerti,’’teriaknya.


"Saya mengerti. Maafkan saya."


Kazumi hanya bisa menatap sedih Adelia dan dalam hati ia berkata’’Sebesarkah itukah cintamu pada pria itu? Aku benar-benar sangat iri padanya bisa dicintai olehmu."


Ketika Adelina akan pergi ada kiriman bunga mawar putih dan hadiah satu set pelengkapan make up. Adelina merasa sangat senang dengan pemberian itu. Setelah sampai di apartemennya Adelina menunjukkan hadiah yang diterimanya kepada Jude dan teman-teman yang lainnya.


"Wah, ini benar-benar sangat bagus, pasti ini dari mawar putih ya?’’tanya Jude.


"Benar."


"Dia itu benar-benar sangat baik."


"Iya, bahkan sampai sekarang aku tidak tahu siapa dia."


Jude dan Ayaka masih memperhatikan kotak make up Adelina. Malam pun telah tiba disaat semuanya sedang tidur, Adelina terbangun dan dia mencari sesuatu dilemari. Ia mencari foto-fotonya selama dia melakukan pementasannya dan menyusunnya menjadi sebuah album. Keesokan paginya Adelina bertemu dengan Yosuke untuk menyerahkan foto-fotonya untuk pengagum rahasianya.


"Tolong berikan ini padanya Di dalamnya adalah foto-fotoku saat melakukan pentas."


Yosuke melihat isi album itu , lalu berkata ‘’ Pasti dia akan sangat senang."


"Syukurlah,’’kata Adelina gembira. Yosuke menutup album foto Adelina.


"Bagaiamana latihanmu?’’


"Semuanya baik-baik saja hanya saja kemarin aku terus melakukan berbagai kesalahan dan Pak Hiroshi mengusirku dari tempat latihan."


"Benarkah? Kenapa?’’


"Ada sesuatu yang menganggu pikiranku saat itu, tapi sekarang sudah tidak apa-apa."


"Syukurlah. Kamu harus latihan dengan baik."


"Aku akan berlatih dengan baik dan tidak akan mengecewakannya."

__ADS_1


"Bagus. Saya akan segera menyerahkan album ini. Aku permisi dulu."


Yosukr pergi dari kafe dan sebuah amplop terjatuh dari dalam album foto. Adelina mengambilnya dan segera mengejar Yosuke.


"Kemana perginya ya?’’


Adelina berlari kesana kemari dan akhirnya dia menemukan Yosuke dilapangan parkir, kemudian memasuki lift. Di dalam lift Yosuke menyerahkan beberapa berkas tentang perusahan intan dan PT.Orient dan album yang berisi foto Adelina.


" Tuan Edward ini dari Adelina. Dia sangat senang dengan hadiah pemberian Anda."


"Oh ya."


Edward masih di dalam lift. Tidak lama lift terbuka lagi,  Adelia sangat terkejut melihat Edward keluar dari lift dan Edward pun terkejut melihat Adelina.


" Edward, mengapa ada di sini."


Tiba-tiba wajah Adelina memerah mengingat kejadian di malam kencan mereka. Ia langsung menunduk malu.


"Wah kebetulan sekali kita bertemu di sini sudah lama kita tidak bertemu sejak acara kencan kita."


Wajah Adelina kembali memerah.


"Kamu sendirian?"


"Benar. Aku ada keperluan di sini dan aku sekarang akan pulang."


"Apakah kamu melihat seorang laki-laki muda yang memakai jas cokelat dan rambut depannya panjang?’’


"Tidak."


"Oh begitu ya."


Adelia terlihat kecewa.


"Bagaimana latihanmu?’’


"Baik."


Adelina terdiam.


"Apa kamu akan benar-benar menikah dengannya? Aku sudah mendengar beritanya di TV kalau minggu depan kamu akan melangsungkan acara pertunangan. Dia adalah wanita yang sangat cantik. Se...selamat atas pertunangan kalian, se..semoga kalian bahagia."


Setelah mengucapkan itu Adelina langsung berlari, karena air matanya hendak keluar dan dia tidak mau mau Edward melihatnya.


Edward hanya memandangi kepergian Adelina.’’ Apa dia cemburu padaku. Itu tidak mungkin. Tidak mungkin Adelina sedang cemburu dan bagaimana jika  itu benar?’’


Edward segera masuk ke dalam mobilnya.


Sepanjang perjalanan ke kantor, Edward terus memikirkan perkataan Adelina .’’Tidak mungkin ia cemburu,’’gumamnya. Sebuah senyuman pahit tersungging di wajahnya.


Adelina pergi ke ruang latihan dan dia bertekad untuk tidak melakukan kesalahan lagi. Akhirnya ia dapat melakukan latihan dengan baik dan Pak Hiroshi merasa puas.


Setelah selesai latihan, Adelina pergi ke sebuah supermarket di dekat apartemennya dan pulang dengan membawa banyak belanjaan. Ia langsung membereskan belanjaannya di dapur dan mulai membuat kue dibantu Jude.


"Adelina, sebenarnya kue jahe ini kamu berikan pada siapa?’’


"Aku memberikannya pada Edward."


"Eeehhh. Apa dia tahu kamu yang memberikannya?’’


"Dia sama sekali tidak tahu. Ini adalah kue Jahe terakhir yang aku berikan padanya."


"Terakhir?’’


"Benar. Ini yang terakhir. Jude, aku sudah memutuskan untuk mengatakan perasaanku yang sebenarnya pada Edward sebelum dia bertunangan dengan kekasihnya."


Adelina terlihat sedih.


"Kamu yakin?’’


Adelina menganggukan kepalanya.’’Kalau begitu semoga kamu berhasil mengatakan kepadanya dan bagaimana kalau nanti dia menolakmu?’’


"Aku akan menerimanya."


"Adelina, kadang aku tidak mengerti kenapa kamu harus jatuh cinta kepadanya? Tapi cinta memang susah di tebak. Aku pikir kamu menyukai Kazumi."


"Aku sendiri juga tidak tahu , kenapa aku bisa mencintainya?’


Hidung Adelina dan Jude mulai mendengus.


"Kuenya,’’kata mereka bersamaan.


Jude segera mengeluarkan kue jahe dari dalam oven dan Adelina terlihat kecewa. Kue jahe buatannya hangus dan dia membakar kue selanjutnya.


"Sepertinya kue ini harus dibuang sudah tidak dapat dimakan lagi."


"Sepertinya begitu."


Setelah 2 jam membuat kue jahe, Adelina akhirnya bisa beristirahat dan dia pun memutuskan untuk tidur lebih awal, sebelum tidur dia mengirimkan pesan pada Edward.


Aku ingin bicara dengannu. Aku tunggu kedatanganmu di taman bermain di dekat apartemenku jam 11 siang. Adelina.


Adelina dibangunkan oleh sinar matahari pagi yang menembus dari jendela kamarnya tepat ke arah matanya,dia bangun lalu cepat berganti pakaian. Di dapur Jude sedang sibuk memasak dan Ayaka muncul dari kamarnya dengan berpakaian yang sudah rapi dengan wajah bahagia.


"Mau pergi kemana?’’tanya Adelina yang baru bangun dengan mata yang masih mengantuk.


Ayaka tersenyum dan berkata’’Hari ini aku mau merayakan hari Valentine dengan kekasihku." Wajah terlihat bersemu merah.


"Kekasih?’’tanya Adelian bingung.


"Adelia, kamu belum tahu, Ayaka kemarin mengatakan perasaannya pada Masaharu dan pria itu menerima perasaannya,’’kata Jude.


"Wah, Ayaka selamat ya!’’ Adelina langsung memeluk sahabatnya.


" Adelina, kapan kamu akan mengatakan perasaanmu pada Edward?’’


"Hari ini, tapi aku yakin kalau Edaward tidak akan menerima perasaanku."


Wajah Adelina terlihat muram. Ayaka dan Jude menatap sedih sahabatnya. Jude mendekati Adelina dan menepuk bahunya.’’Sudah kamu jangan sedih lagi yang penting kamu mengatakan perasaanmu padanya."


Adelina menganggukan kepalanya.


"Aku pergi dulu!’’kata Ayaka setelah menghabiskan makan paginya.


"Selamat bersenang-senang!’’kata Adelina.


"Aku juga sebaiknya bersiap-siap dulu."


Adelina dengan cepat berganti pakaian dan dia mengenakan mantel tebal l, karena di luar cuaca sangat dingin, tidak lupa dia memakai syal berwarna pink.’’Aku pergi dulu!’’


" Adelina, semoga berhasil!’’


Adelina menutup pintu pelan-pelan dan Jude memperhatikan kepergiannya dari jendela.’’Adelina, berjuanglah!’’.


Adelina telah tiba di taman bermain dan duduk di ayunan. Edward belum terlihat batang hidungnya. Berkali-kali iamelihat jam tangannya.’’5 menit lagi,’’gumamnya.


Adelina terus memainkan ayuananya dan tiba-tiba ada sepasang tangan yang menghentikannya.’’Edward."


"Sudah lama menungguku disini?’’


"Tidak begitu lama."


Jantung Adelina berdetak semakin kencang.


Edward duduk di ayunan yang berada di samping Adelina.’’Ada apa kamu memanggilku ke sini?’’


Adelina menatap Edward lekat-lekat dan menelan ludahnya berkali-kali.’’Itu...itu....’’


Adelina mengambil nafas panjang dan berusaha menenangkan dirinya. Ia berdiri menghadap Edward yang sedang duduk diayunan.’’Aku hanya ingin mengatakan kalau aku...aku...mencintaimu, Edward."


Angin bertiup dan Edward duduk mematung di ayunan dan Adelia tetap berdiri menunggu reaksi Edward.’’Bisa kamu katakan sekali lagi?’’tanyanya setelah sadar dari keterkejutannya.


"Aku mencintaimu."


Edward kembali diam dan hanya menatap Adelina. Itu membuat suhu wajahnya meningkat.’’Aku tahu saat ini kamu telah memiliki kekasih yang sangat cantik dan juga anggun tidak seperti diriku, tapi aku hanya ingin mengatakan perasaanku saja padamu yang sebenarnya sebelum kamu bertunangan dengannya."


Hatinya terasa sedih ketika mengatakan itu.

__ADS_1


"Ini untukmu."


Adelina menyerahkan kue jahe buatannya pada Edward dan langsung berlari pergi meninggalkannya’’ tungguuuu!’’teriaknya, tapi Adelina terus saja berlari sambil menghapus air matanya.


Edward kembali duduk diayunan, lalu membuka kaleng yang diberikan Adelina.’’Kue jahe."


Edward memakannya dan dia merasa terkejut, karena rasanya sama dengan kue jahe yang akhir-akhir ini dia makan.’’Ternyata kamu yang memberikan kue jahe padaku secara diam-diam, seharusnya hari kamu memberikan aku coklat bukan kue jahe,’’gumamnya.


Edward tersenyum , lalu memakan beberapa potong kue jahe lagi. Adelina sudah berada di depan apartemennya.’’Aku pulang!’’


Jude segera menghampiri Adelina


.’’Bagaimana? Kamu sudah mengatakannya?’’


Adelina menganggukan kepalanya.’’Lalu?’’tanya Jude penasaran.’’Setelah aku mengatakan perasaanku padanya, aku langsung berlari pergi."


"Hah...kamu langsung pergi? Jadi kamu tidak tahu jawaban yang akan diberikan olehnya?"


Adelina mengelengkan kepalanya dan menangis. "Kenapa kamu lari? Seharusnya kamu mendengarkan jawaban darinya."


"Aku tidak berani mendengarnya, makanya aku lari."


"Kam ini,’’kata Jude kesal.’’Sekarang kita tidak tahu bagaimana perasasn Edward padamu." Adelina masih terus menangis.Tiba-tiba terdengar suara bel pintu. Jude membukakan pintu dan terkejut melihat kedatangan Edward.


Jude terkejut.


"Apakah Adelina ada di sini?’’


"Dia ada."


"Boleh aku masuk?’’


"Tentu saja, silahkan!’’


Edward langsung masuk dan mendekati Adelina.


"Edaward, sedang apa kamu di sini?’’


Edward tidak berkata apa-apa dan langsung meraih tangan Adelina dan menariknya.’’Apa yang kamu lakukan?’’


"Kamu harus ikut aku sebentar."


Adelina terlihat ketakutan.’’Tenang saja, aku tidak akan mengigitmu."


Adelina akhirnya menuruti perintahnya. Edward menyuruhnya untuk masuk kedalam mobil. Selama di dalam mobil baik Adelina dan Edward tidak ada yang bicara. Ia memarkirkan mobilnya di depan sebuah apartemen mewah.’’Masuklah!’’


Adelina memandangi apartemen yang baru saja dimasukinya.’’Duduklah!’’perintah Edward.


Tidak lama Edward membawakan segelas jus jeruk.’’Ini apartemen siapa?’’


"Ini apartemenku."


‘’Kenapa kamu membawaku kemari?’’


"Karena aku ingin bicara denganmu tanpa diganggu oleh siapa pun."


"Apa yang kamu ingin bicarakan denganku?’’


Edward menatap tajam Adelina, lalu gadis itu menundukkan kepalanya.’’Lihat aku!’’


Pelan-pelan Adelina mengangkat kepalanya.’’Kenapa tadi kamu lari dariku? Kamu belum tahu apa jawabanku atas perasaanmu padaku kan?’’


"Itu karena aku tidak ingin mendengarnya. Aku sudah tahu apa jawabannya."


"Memang aku akan menjawab apa?’’


"Kamu pasti akan menolak."


"Bagaimana kalau jawabanku iya?’’


Adelina membelalakan matanya.’’Apa maksudmu?’’


Tanpa menjawab lagi pertanyaan Adelina, Edward langsung menerkam bibir gadis itu. Adelina sangat terkejut. Edward terus menyapu bibir Adelina dengan lembut dan lama kelamaan ia membalas ciuman Edward. Kedua tangannya dilingkarkan di leher Edward. Ciuman mereka sangat lama dan juga intens.


Tangan Edward mulai memeluk pinggangnya. Mereka berdua begitu asyik berciuman dan tidak sadar suara ponsel Edward telah berdering beberapa kali. Akhirnya bibir mereka terpisah .’’Aku mencintaimu."


Wajah mereka berdua bersemu merah.


"Edward."


"Itu jawabanku . Kamu jangan lari dulu sebelum aku memberikan jawabanku."


"Maaf, tapi apa kamu sungguh-sungguh mencintaiku? Bukannya kamu mencintai kekasihmu?’’


"Wanita yang aku cintai dan yang selalu ada dihatiku adalah kamu, Adelina. Aku sudah mencintaimu sangat lama, tapi aku tidak berani untuk mengungkapkan perasaanku padamu, karena aku takut akan penolakanmu. Yang aku tahu , kamu selalu membenciku."


"Aku juga mengira kamu membenciku’’.


"Sekarang kamu sudah tahu kalau aku sama sekali tidak membencimu. Kamu adalah wanita yang paling aku cintai di dunia ini."


Edward mencium kening Adelina dengan penuh perasaan cinta. Kini ia telah menemukan cintanya yang telah lama hilang. Adelina kemudian membenamkan wajahnya di dada Edward. Tangannya yang besar mulai membelai kepalanya. Pelukan Adelina semakin erat . Ia dapat merasakan kehangatan tubuh dari pria yang dicintainya.’’Edward, pakah semua ini adalah mimpi?’’


"Ini bukan mimpi sayang. Ini kenyataan."


"Kalau ini mimpi , aku tidak pernah mau bangun lagi."


Edward tersenyum dan mencium ujung kepala Adelina.Tiba-tiba Adelinamelepaskan pelukannya.


"Ada apa?’’


"Bagaimana dengan Naomi? Bukankah sebentar lagi kalian akan segera bertunangan?’’


"Oh itu, tenang saja, aku akan membereskan masalah ini. Sekarang aku sudah tahu kalau kamu mencintaiku."


"Jadi kamu tidak mencintai Naomi?’’


‘’Tidak. Aku tidak mencintainya."


Edward membelai wajah Adelina dengan punggung tangannya. Ia kembali mendekap Adelina.


"Kamu tahu ternyata permohonanku telah dikabulkan. Sekarang mimpiku telah menjadi kenyataan . Dulu aku tidak pernah berani memimpikan kamu berada di sampingku seperti ini dan aku tidak akan pernah membiarkan siapa pun yang merenggut kebahagiaan kita. Kamu tahu bagiku hari Valentine tahun ini adalah hari Valentine terindah dalam hidupku."


Edward kembali mencium kening Adelina.


Tiba-tiba Adelina kembali menjadi serius.’’Ada satu hal lagi yang harus aku katakan padamu?’’


"Apa?’’


"Aku adalah pengagum rahasiamu."


Adelina terdiam terkejut.’’kamu, pengagum rahasiaku?"


"Benar sayang, aku adalah pengagum rahasiamu."


"Benarkah itu?’’


"Iya sayang."


Adelina langsung memeluk Edward kembali.’’Ternyata kamu adalah pengagum rahasiaku, ’’kata Adelina sambil menangis terharu.


"Kenapa selama ini merahasiakannya padaku?’’


"Itu karena satu-satunya caraku untuk mengungkapkan perasaanku padamu. Bukannya waktu itu kamu sangat membenciku, jadi itu satu-satunya penghubung perasaanku padamu."


Adelina menatap wajah Edward dengan wajah bersimbah air mata. Ia secara lembut menghapus air matanya. Bibir Adelina yang merekah terbuka membuatnya ingin menciumnya lagi. Ditekankannya kembali bibirnya ke bibir Adelina. Saat bibir mereka terpisah, Edward berkata’’Terima kasih sudah mau mencintai orang sepertiku dan terima kasih untuk kue jahenya."


"Kamu suka kue jahe yang aku buat?’’


"Tentu saja. Aku tidak mengira kalau kue jahe itu kamu yang membuatnya. Aku tidak tahu kamu pandai membuatnya."


"Aku tidak pandai membuatnya, Jude yang mengajariku membuatnya."


"Tapi kamu sudah berhasil membuat kue jahe yang enak untukku."


"Syukurlah kalau kamu menyukainya. Aku akan membuatkannya lagi untukmu."


Edward tersenyum dan kembali memeluk Adelina dengan erat.’’Terima kasih sudah memberikan cintamu padaku."

__ADS_1


"Aku juga berterima kasih karena kamu sudah mau mencintaiku."


Adelina terlihat gugup ketika Edward kembali menatapnya dan mereka berdua kembali berciuman. [ ]


__ADS_2