My Beloved Uncle ( Baskerville #1)

My Beloved Uncle ( Baskerville #1)
(S2): Kisah Erika 2 END


__ADS_3

Setelah selesai makan pagi ayah,ibu,dan kakaknya pergi kerja. Erika diam di rumah menjaga adiknya yang masih kecil. Ia berjualan hasil kerajinan tangannya kepada orang-orang dan hasilnya cukup memuaskan dan mereka menyukai hasil kerajinan tangannya. Hari sudah siang setelah memberi adiknya makan siang, Erika kembali berjalan-jalan di hutan, sedangkan adiknya bermain dengan teman-teman seusianya.


Erika berjalan-jalan di pinggiran hutan sambil bersenandung ceria. Langkahnya terhenti ketika dilihatnya Jerome sedang duduk  di akar pohon yang besar sedang melamun dan ekspresi wajahnya terlihat sedih. Erika langsung mendekatinya.


‘’Kamu baik-baik saja?’


Jerome menatapnya sedih, kemudian langsung mendekap Erika pelan-pelan, lalu perlahan-lahan Jerome melepaskan pelukannya dan masih menatapnya sedih.


‘’Kemarin ayah bilang akan menikahakanku dengan gadis lain yang bernama Aine Kerr dari desa tetangga."


‘’Apaa? Itu artinya dia tidak setuju dengan hubungan kita."


‘’Aku belum mengatakan pada ayah tentang kita."


‘’Eh...’’


‘’Kemarin malam aku mau mengatakannya pada ayah, tapi dia malah membicarakan tentang perjodohanku, karena aku sangat marah pada ayah akhirnya aku membatalkan untuk bicara tentang kita. Maaf. Malam ini aku akan coba bicara padanya."


‘’Bagaimana kalau ayahmu tidak setuju?’’


‘’Entalah. Mungkin kita akan kawin lari, karena aku begitu mencintaimu dan tidak ingin kehilanganmu."


‘’Jerome."


Erika memeluknya dengan erat. Semilir angin bertiup menerbangkan daun-daun yang sudah berguguran.


‘’Sebaiknya kita pulang. Tidak baik kita berada lebih lama di sini. Apa lagi kalau sampai ada orang desa menangkap basah kita di sini."


Jerome berdiri dan membersihkan celananya. Tangannya mengambil daun yang berada di rambut Erika, kemudian tersenyum lembut kepadanya.


‘’Besok temui aku di sini seperti biasa. Aku akan membawa kabar hasil pembicaraan dengan ayahku nanti malam."


‘’Baik. Aku pasti datang."


Mereka kemudian berjalan terpisah ketika mendekati keramaian desa. Erika merasa gelisah dengan kabar yang akan nanti Jerome katakan kepadanya. Dia juga merasa sedih, karena ayah Jerome sudah menjodohkannya dengan wanita lain. Tanpa terasa setetes air mata telah jatuh. Di depan rumahnya Erika merapikan diri sebelum masuk. Suasana di rumah tampak sepi dan juga gelap. Ia menyalakan lampu.


Matahari sudah tenggelam sepenuhnya. Orang-orang mulai masuk ke rumahnya masing-masing. Makan malam sudah tersajikan di meja. Terlihat wajah lesu di wajah orang tua dan kakaknya. Mereka makan malam dalam diam. Tiba-tiba terdengar ketukan yang sangat keras di pintu.


Mereka terkejut dan saling memandang satu sama lain. Ibunya berdiri dan pergi membukakan pintu. Petugas keamanan langsung menerobos masuk. Semua anggota keluarga Erika terkejut dengan kedatangan para petugas keamanan. Adik perempuan Erika ketakutan dan menyembunyikan diri belakang tubuhnya.


‘’Ada apa ini?’’tanya ayahnya.


‘’Apa Anda yang bernama Cleo Duncan?’’tanya salah satu petugas keamanan.


‘’Benar," kata ayah Erika.


‘’Anda kami tangkap."


‘’Apaaa?’’seru Ibunya


Erika dan keluarganya terkejut dan saling pandang. Ia mendekati para petugas keamanan.


‘’Kenapa kalian menangkap ayahku?’’


‘’Ayahmu telah mempraktekan sihir hitam dan mengakibatkan salah seorang penduduk desa meninggal hari ini."


‘’Eh...’’kata Erika heran.


‘’Kumohon jangan tangkap ayahku. Dia tidak mempraktektan sihir hitam. Ayahku tidak mungkin melakukan itu, karena ayahku bukan dukun. Jangan tangkap ayahku tanpa bukti."


‘’Buktinya sudah ada, yaitu kesaksian orang yang melihat Anda melakukan sihir hitam di sebuah rumah dan menyebabkan pemilik rumah meninggal."


‘’Apaaa?aku tidak percaya. Ayahku tidak mungkin melakukannya."


Wajah Erika sudah dipenuhi oleh air mata begitu juga dengan ibunya. Para petugas keamanan langsung menyeret ayahnya keluar. Ketika keluar para penduduk desa berkumpul di rumahnya dan terdengar bisikan-bisikan, kemudian ayahnya dimasukan ke dalam penjara.


Keesokan paginya tidak ada keceriaan di rumah Erika yang ada hanya kesedihan . Ibu dan kakaknya diberhentikan dari pekerjaan mereka dan Erika pun mengalami hal yang sama. Semua pesanan kerajinan tangan yang sudah dipesan dibatalkan semuanya. Kini para penduduk desa membenci keluarga Duncan. Erika sama sekali tidak tahu siapa yang sudah menyebarkan fitnah tentang ayahnya. Ia terus menangis tersedu-sedu  di kamarnya.


💔💔💔


Erika Duncan memandang Gilbert. Wajah Gilbert tampak tegang mendengarkan ceritanya.


‘’Saat itu aku berumur 20 tahun. Ketika ayahku ditangkap atas perbuatan yang tidak pernah dilakukannya. Hari itu adalah hari terburuk untukku dan keluargaku. Setiap hari ibu menangis dan kami jadi terlantar."


" Di zaman modern seperti sekarang masih ada saja yang percaya dengan sihir," kata Gilbert.


" Di Haiti beberapa penduduknya masih percaya. Di sana banyak dukun."


" Lanjutkan ceritamu."


Mata penduduk desa melihat ke arah Erika yang berjalan dengan tergesa-gesa dan mereka berbisik-bisik dan membicarakan hal buruk tentang keluarganya. Ia berlari untuk menghindari perbincangan para penduduk desa. Wajahnya tersenyum, ketika dilihatnya Jerome sedang duduk di akar pohon sambil memegang sebuah ranting.


‘’Sudah lama menunggu."


Jerome menatapnya dingin dan membuat Erika takut.


‘’Kenapa kamu tidak pernah ceritakan kalau ayahmu seorang dukun?’’


‘’Ayahku memang dukun, tapi dia tidak mempraktekan sihir hitam. Ayahku telah difitnah oleh seseorang. Aku begitu kenal ayahku dan tidak mungkin akan membunuh orang."


‘’Kamu tahu kan kalau di sini tidak diperbolehkan ada dukun, kalau ketahuan pasti mereka akan dihukum mati."


‘’Aku tahu itu,’’katanya sedih.


‘’Kalau begini kita tidak akan pernah bersama."


‘’Apa maksudmu Jerome?’’

__ADS_1


‘’Aku ingin memutuskan hubungan kita."


‘’Apa? Tapi kenapa? Apa keluargamu tidak menyetujui hubungan kita?’’


‘’Aku sudah berbicara dengan ayahku dan dia marah besar padaku. Aku sudah memcoba untuk membuatnya mengerti kalau aku sangat mencintaimu, tapi ayahku sangat keras kepala. Keputusannya untuk menikahkan aku dengan Aine tidak bisa diubah lagi, tapi sekarang ayahmu adalah seorang dukun hitam dan sudah membunuh orang, aku sudah tidak bisa bersamamu lagi."


Air mata terus mengalir di wajah Erika.


‘’Jadi kamu tidak percaya dengan kata-kataku tadi. Kenapa tidak sedikit pun kamu mempercayainya kalau ayahku bukan seperti yang dikatakan oleh orang-orang di sini. Aku kecewa kamu memilih mempercayai perkataan orang-orang dari pada aku."


‘’Ayahku tidak mungkin menyuruh menangkap seseorang, jika orang itu benar-benar tidak bersalah."


‘’Eh..tunggu! jadi ayahmu yang menyuruh petugas keamanan menangkap ayahku."


Jerome hanya diam dan hanya menatap Erika dengan ekspresi ngeri di wajahnya.


‘’Benar. Ayahku akan mengadakan rapat untuk menjatuhkan hukuman kepada ayahmu. Kalau terbukti bersalah mereka akan menghukum mati ayahmu dengan di bakar."


‘’Apaaa?Itu tidak boleh terjadi. Aku tidak ingin ayahku meninggal. Aku harus bicara pada mereka kalau ayahku tidak bersalah dan pembicaraan kita tunda sampai di sini. Aku tidak ingin putus denganmu. Aku mencintaimu."


Erika berlari begitu saja menuju penjara untuk menemui ayahnya. Mereka mengizinkan Erika menemui ayahnya. Sementara itu kepala desa sedang memimpin rapat untuk menjatuhkan hukuman pada Cleo Duncan.


‘’Ayah baik-baik saja kan?’’tanya Erika sambil menangis.


‘’Ayah tidak apa-apa. Bagaimana keadaan ibumu dan juga kakak dan adikmu?’’


‘’Mereka baik-baik saja. Mereka sangat sedih, karena ayah di tangkap. Aku tidak tahu siapa yang sudah memfitnah ayah."


‘’Aku juga tidak tahu, siapa orangnya."


‘’Aku akan mencari cara supaya ayah dibebaskan."


Erika langsung menemui kepala desa di rumahnya dan menerobos masuk. Penjaga keamanan langsung menangkapnya.


‘’Lepaskan aku. Lepaskan."


Erika memberontak dan berusaha melepaskan diri dari petugas kemanan. Ia menginjak kakinya dan petugas itu melepaskannya dan lari sekencang mungkin. Kepala desa sedang berbicara dengan istrinya di kebun sambil menikmati minum teh. Mereka berdua terkejut dengan kedatangannya di rumah. Pria itu menatap tajam padanya.


‘’Mau apa kamu ke sini?’’


‘’Tolong bebaskan ayahku. Dia tidak bersalah."


‘’Itu tidak mungkin. Ayahmu terbukti bersalah. Ada beberapa orang melihat ayahmu masuk kesalah satu rumah penduduk dan membunuhnya dengan sihir hitam yang dimiliki oleh ayahmu. Kamu tahu kan dilarang membunuh menggunakan sihir."


‘’Aku mohon lepaskan ayahku. Aku akan melakukan apa saja asal ayahku bebas."


Kepala desa tampak berpikir dan tersenyum jahat.


‘’Aku akan melepaskan ayahmu, kalau kamu mau menjauhi anakku, Jerome dan jangan berhubungan lagi dengannya."


‘’Apaa? Aku tidak bisa lakukan itu. Aku akan melakukan apa saja ,tapi tidak dengan menjauhi Jerome. Aku mencintainya."


Erika pergi dengan wajah yang sudah dipenuhi oleh air mata. Hatinya sekarang dipenuhi kebimbangan. Antara ayahnya dan kekasihnya. Ia terus mengurung diri di dalam kamar sambil memikirkan perkataan ayahnya Jerome.


Keesokan paginya Erika bangun dengan mata sembab begitu juga dengan ibunya. Ia ingin mengembalikan keceriaan dalam keluarganya lagi. Dia ingin melihat senyuman di wajah ibunya lagi, walaupun dia harus kehilangan orang yang dicintainya.


💔💔💔


Jerome duduk termenung di halaman belakang rumahnya dan tidak mendengar panggilan dari Drogo, pamannya. Pamannya memegang bahunya dan Jerome terlonjak kaget.


‘’Ternyata paman. Paman sudah membuat aku kaget saja."


Drogo, pamannya sama ambisiusnya dengan kakaknya. Dia gila harta dan kekuasaan.


‘’Aku dari tadi memanggilmu sepertinya kamu tidak mendengarkan panggilanku tadi."


‘’Maaf."


‘’Kamu masih memikirkan putri keluarga Duncan?’’


‘’Iya."


‘’Sebaiknya lupakan saja dia dan menikahlah dengan Aine. Gadis itu lebih pantas untukkmu. Aku tidak setuju kalau kamu terus berhubungan dengannya. Sekarang kamu lihat ternyata ayahnya seorang penjahat. Apa kamu mau dia menjadi ayah mertuamu?’’


‘’Tentu saja tidak."


‘’Kalau begitu jangan temui gadis itu lagi. Kamu harus memutuskan hubungan kalian."


Jerome hanya diam dan pamannya pergi meinggalkan Jerome dalam kebimbangan hatinya. Drogo pergi ke kamar kakaknya dan di sana mereka tertawa gembira, karena rencana yang mereka buat berhasil.


‘’Drogo, rencanamu sungguh hebat. Kamu telah berhasil menjebak ayahnya dan membuat dia menjadi tersangka pembunuhan. Apa pun akan kulakukan supaya Jerome menjauhi Erika Duncan,’’kata Drogo sambil tersenyum senang.


‘’Tapi kita harus membuat Jerome benar-benar membenci Erika,’’kata Drogo.


‘’Bagaimana caranya?’’tanya Alvin, ayah Jerome.


‘’Serahkan semuanya padaku. Aku yakin rencana ini akan berhasil."


Drogo tersenyum jahat dan diotaknya sudah tersusun rencana jahatnya.


Erika berjalan menuju hutan untuk menemui Jerome untuk terakhir kalinya. Jerome belum terlihat, biasanya dia selalu datang lebih cepat dari waktu yang sudah dijanjikan. Erika menunggu di mana Jerome selalu menunggu kedatangannya. Menit demi menit telah berlalu lalu jam demi jam juga telah berlalu, Jerome belum terlihat batang hidungnya.


Erika sudah kelelahan menunggu akhirnya dia pulang. Hatinya sedih tidak dapat bertemu dengannya untuk terakhir kalinya. Ia berjalan menuju rumah Hunt dan menemui Alvin, kepala desa.


‘’Jadi apa keputusanmu ?’’


‘’Aku akan memenuhi persyaratan Anda untuk menjauhi Jerome."

__ADS_1


‘’Bagus. Besok malam kamu dan keluargamu harus pergi dari sini."


‘’Aku mengerti."


Erika kemudian pergi dengan perasaan yang sangat sedih dan matanya mencari-cari Jerome, tapi Erika tidak menemukannya dan dengan langkah gontai Erika pergi dari rumah keluarga Hunt.


Dalam perjalanan pulang matanya menangkap sesosok orang yang dikenalnya, yaitu Jerome. Dia berjalan dengan seorang wanita cantik dan sangat anggun. Erika menatap mereka dengan pandangan sedih dan pilu. Jerome yang menyadari Erika sedang menatapnya langsung salah tingkah. Erika pergi dengan berlari dengan perasaan sedihnya. Jerome hanya menatapnya pergi .


‘’Jerome, ada apa?’’


‘’Tidak ada apa-apa Aine. Ayo kita pulang!’’


Erika yang telah tiba dirumah langsung menangis di dapurnya, walaupun dia sudah setuju untuk berpisah dengan Jerome, tapi hatinya tidak.


💔💔💔


" Lalu apa yang terjadi setelah itu?"


" Aku dijebak oleh seseorang. Ada seorang pria tak dikenal tiba-tiba menciumku dengan paksa dan Jerome datang melihat semuanya. Ia begitu marah kepadaku dan hubungan kami putus selamanya."


" Apa yang terjadi dengan ayahmu?"


" Alvin dan Drogo yang sudah memfitnah ayahku melakukan praktik sihir hitam dan mereka tidak menepari janjinya kepadaku untuk membebaskan ayah. Waktu itu aku sangat marah. Akhirnya ayahku dihukum mati dengan dibakar. Kami sekeluarga sangat membenci mereka. Jerome juga telah membakar rumahku, sehingga Ibu dan adikku terbakar di dalamnya."


" Kenapa Jerome membakar rumahmu?"


" Dia termakan gosip dari pamannya sendiri, kalau aku akan menikah dengan pria selingkuhanku."


" Kejam sekali mereka."


" Aku dan kakakku memutuskan pergi ke Los Angeles untuk tinggal dengan Nenek saudara nenekku."


" Sekarang di mana kakakmu?"


" Kakakku meninggal, karena sakit setelah satu kami menetap di Los Angeles."


" Apa sekarang kamu masih mencintai Jerome?"


"Tidak. Aku sudah melupakan cintaku kepadanya. Selama 15 tahun ini aku sudah hidup bahagia bersama dengan Nenek. Nenek juga seorang dukun dan dia dulu tinggal di Haiti. Jadi kamu masih mau menjadi kekasihku?"


" Tentu saja, Erika. Itu masa lalumu dan aku tidak mempermasalahkannya lagi."


" Terima kasih."


Gilbert sangat senang, lalu mengenggam tangan Erika dan menciumnya. " Terima kasih sudah mau menjadi kekasihku."


Mereka kembali makan bersama.


💔💔💔


Miya dan Fabian berencana pergi ke restoran, tapi wartawan masih banyak berkumpul di depan mansion. Mereka ingin mewawncari tentang Clarissa. Hampir semua media massa membicarakan Clarissa yang hidup kembali. Miya dan Fabian keluar dari mansion dan wartawan langsung menyerbunya.


Petugas keamanan sempat kewalahan menghalangi para wartawan. Mobil mereka akhirnya dapat terlepas dari para wartawan.


" Mereka masih saja ingi tahu tentang Clarissa," kata Miya.


" Biarkan saja mereka. Lagi pula kita sudah tidak memilki bahan cerita lagi tentang Clarissa."


Mereka berdua masuk ke restoran Golden Rush dan mereka bertemu dengan Gilbert dan Erika di sana.


" Fabian, Miya. Bagaimana kabad kalian?"


" Kami baik-baik saja," jawab Fabian.


" Ternyata kalian berdua sedang kencan di sini,"kata Miya.


Gilbert dan Erika nampak malu-malu.


" Jadi kalian benar-benar sedang berkencan?"tanya Fabian.


"Aku dan Erika sudah resmi menjadi sepasang kekasih," jawab Gilbert.


Fabian dan Miya bersorak senang.


" Selamat untuk kalian berdua," kata Miya.


"Terima kasih," jawab Erika.


" Gil, akhirnya kamu memiliki pacar lagi setelah sekian lama," kata Fabian.


" Iya."


"Mari kita bersulang," kata Fabian.


Mereka kemudian tertawa senang. Fabian merangkul bahu istrinya dengan perasaan bahagia yang meluap. [ ]


TAMAT


💔💔💔


Halo dear Readers!


Ketemu lagi di My beloved Uncle season 2. Season 2 ini agak beda karena melibatkan dukun 🤣🤣🤣.


Semoga kalian suka 😊😊😊


Terima kasih vote, like, komen, dan bintangnya ya 😊😊

__ADS_1


Sampai jumpa lagi !👋👋👋


__ADS_2