My Beloved Uncle ( Baskerville #1)

My Beloved Uncle ( Baskerville #1)
(S3): Archie Morgan


__ADS_3

Besok paginya kedatangan Miya ke tempat kerja Rysuke mengejutkan semua orang. Termasuk Ryusuke. Miya mendekatinya dan memintanya untuk berbicara di tempat lain. Ryusuke mengikuti Miya. Orang-orang mulai berbisik-bisik.


"Maaf. Aku sudah meninggalkanmu di pernikahan kita. Saya tidak bermaksud untuk....’’


"Saya tahu. Kamu diculik oleh Fabian, tapi kenapa selama  5 hari ini kamu sama sekali tidak menghubungiku dan ponselmu selalu tidak aktif. Apakah selama beberapa hari ini kamu bersama dengannya?’’


Miya menatap Ryusuke dengan pandangan sedih. Ia tidak tega membuatnya sedih, tapi bagaimanapun harus dikatakan.


"Benar. Selama beberapa hari ini saya bersamanya."


Hati Ryusuke langsung terasa sakit, karena sudah merasa dikhianati oleh Miya.


"Kamu senang bersamanya?’’


"Iya. Dia juga mencintaiku dan kami memutuskan untuk menikah."


Ryusuku sangat terkejut dengan perkataan Mkya. Dia tidak dapat mempercayai pendengarannya.


"Kamu akan menikah dengannya. Bagaimana denganku, Miya?’’


"Maaf. Sekali lagi maafkan saya. Tidak ada pernikahan diantara kita. Kamu boleh memarahiku. Aku memang pantas mendapatkannya."


Ryusuke menatap Miya dengan pandangan marah.


"Setelah aku mengetahui Fabian mencintaiku. Aku semakin tidak bisa jauh dengannya, karena aku juga mencintainya. Aku tidak bisa berbagi jiwa dengan pria lain."


Kata-kata Miya sudah membuat Ryusuke sedih. Pandangannya bercampur marah dan kecewa. Ia tahu dari awal Miya tidak akan pernah bisa mencintainya.


"Jadi kamu lebih memilih Fabian dari pada aku."


"Iya."


"Dia sangat beruntung bisa mendapatkan cintamu."


"Maafkan aku."


Ryusuke mendekati Miya dan berusaha untuk menciumnya dengan paksa. Miya memberontak dan menamparnya. Ia menangis dan Ryusuke telah sadar perbuatannya membuat Mkya marah dan sedih. Miya memandangnya dengan marah.


"Maaf. Aku tadi hanya tidak bisa menerima kamu lebih memilih dia."


"Aku tidak menyangka kamu akan melakukan ini padaku. Padahal aku menganggapmu sebagai teman baikku. Aku tahu, aky telah mengecewakanmu dan sudah membuatmu sedih. Aku bersalah padamu, makanya aku datang menemuimu untuk meminta maaf, tapi aku malah mendapat perlakuan yang buruk darimu. Aku kecewa padamu."


Miya pergi meninggalkan Ryusuke dengan wajah penuh air mata. Orang yang melihat Miya menjadi terheran-heran.


Fabian kembali ke kantor dan para pegawainya mulai berbisik-bisik dan ia berusaha untuk tidak memperdulikannya.


"Pagi Gilbert!’’


"Pagi! Akhirnya kamu datang juga. Sepertinya kamu sekarang sedang senang. Bagaimana liburan Anda dengan Mia?’’


"Dari mana kamu tahu itu?’’


"Aku tahu kalau kamu yang telah menculik Miya, karena kamu tidak rela Miya menikah dengan pria lain."


"Kamu memang sekretaris hebat."


Miya telah berada di depan kantor Fabian dan para wartawan langsung menyerbunya. Para wartawan terus mengajukan banyak pertanyaan seputar penculikannya. Miya kewalahan untuk menjawab semua pertanyaan wartawan.


"Fabian, aku baru mendapat telepon dari petugas keamanan. Miya telah diserbu oleh para wartawan. Sebaiknya kamh segera kesana untuk menyelamatkan Miya dari mereka."


Fabian langsung meninggalkan kantornya dan segera menuju ke bawah. Ia keluar dari lift dan segera mendekati Miya. Para wartawan pun akhirnya mendekati Miya. Fabian meraih tangan Miya dan berusaha untuk membawanya pergi dari sana. Para wartawan terus memfoto mereka dan sinar blitznya membuat mata Miya silau. Akhirnya mereka terbebas dari mereka dan masuk kedalam lift. Fabian sibuk memeriksa keadaan Miya.


"Sayang, apa mereka menyakitimu?’’


" tidak apa-apa. Sungguh."


Kemudian Fabian menarik Miya ke dalam dekapannya. Pintu lift terbuka dan Fabian membawa Miya masuk ke dalam kantor. Penampilan Miya berantakan. Gilbert menyiapkan minuman untuk Maya.


"Sebenarnya apa yang terjadi?’’


Fabian menyerahakan koran yang kusut pada Miya, kemudian Miya membacanya. Ia tampak sangat terkejut.


"Kenapa bisa ada berita seperti ini?’’


"Saya juga tidak tahu."


Fabian mengelus pipi Miya dengan punggung jari tangannya.


"Maaf. Sudah menempatkanmu dalam situasi yang tidak mengenakan ini."


Miya meraih tangan Fabian.


"Tidak perlu minta maaf padaku. Kamu tidak salah."


"Miya, aku akan segera menyelesaikan masalah ini. Aku akan mengakui semuanya pada mereka tentang hubungan kita. Aku akan mengatakan kalau kamu adalah kekasihku dan calon istriku."


"Fabian."


Mia kemudian memeluk Fabian dan Fabian memeluk Maya lebih erat lagi.

__ADS_1


"Kamu sudah bertemu dengan Ryusuke."


"Iya."


"Lalu?’’


"Dia sangat kecewa dan juga sedih. Aku sudah mengatakan semuannya tentang hubungan kita dan aku sudah meminta maaf padanya, tapi....’’


"Tapi apa....’’


"Ryusuke berusaha untuk menciumku."


Di wajah Fabian terlihat kecemburuan.


"Apa dia berhasil melakukannya?’’


Fabian menatap Miya dengan pandangan khawatir.


"Tidak. Dia tidak berhasil melakukannya."


"Benarkah?’’


Miya menganggukan kepalanya, kemudian Fabian memeluknya kembali dengan perasaan lega.


"Syukurlah."


Fabian melepaskan pelukannya dan mendekati wajah Miya, lalu Fabian menciumnya dengan lembut. Miya kemudian melepaskan ciuman itu.


"Aku harus pulang pasti keluargaku mencemaskanku."


"Iya kamu benar. Sebaiknya untuk sementara kita rahasiakan dulu hubungan kita’’.


"Baiklah."


Miya meninggalkan kantor Fabian dan pulang. Setelah sampai di rumah, Miya diserbu oleh berbagai pertanyaan dari orangtuanya. Mereka menanyakan masalah hubungannya dengan Ryusuke dan juga mengenai Fabian. Miya hanya diam tidak menjawab pertanyaan mereka. Miya hanya bilang maaf kepada mereka.


Setiap hari Miya ingin melupakan gosip-gosip yang beredar mengenai dirinya. Gosip-gosip itu juga sedikit lebih mereda dan perlahan-lahan mulai melupakannya.


Fabian senang akhirnya gosip mengenai dirinya dan Miya mulai berhenti dan mereka tidak ada lagi yang membicarakan itu lagi. Untuk sementara waktu Miya dan Fabian merasa lebih tenang.Tapi ketenangan mereka tidak bertahan lama, karena satu minggu kemudian Ryusuke yang sekarang sudah menjadi aktor terkenal mengadakan konferensi pers untuk mengumumkan pembatalan pernikahannya dengan Miya.


Para wartawan menjadi ribut. Ryusuke telah membuat berita besar. Meskipun wartawan menanyakan alasannya ia tetap diam. Akhirnya mereka mengejar-ngejar Miya lagi dan juga Ryusuke. Fabian dan Miya tidak pernah menyangka sama sekali kalau Ryusuke akan mengadakan konferensi pers dan mengumumkan pembatalan pernikahannya dengan Miya. Akhirnya mereka berdua merasa tenang setelah selama sebulan mereka menjadi pembicaraan banyak orang dan selama itu wartawan terus mengejar mereka berdua.


Keesokan harinya wajah Miya tersenyum dan mengambil bunga itu dari tangan Fabian saat mereka makan siang bersama. Dicium dan dipeluknya  bunga itu, tapi tiba-tiba kepala Miya merasa pusing  dan pandangan di depannya menjadi gelap lalu terjatuh ke lantai. Semua orang yang berada disekitarnya terkejut.


"MIYAA’’.


"Apa yang terjadi?’’


"Kamu pingsan. Apa kamu sakit?’’


"Aku tidak tahu, tiba-tiba saja kepalaku pusing dan pandanganku jadi gelap."


Fabian menatap Miya dengan wajah khawatir.


"Sebaiknya kita pergi ke dokter sekarang."


"Tidak perlu. Aku sudah tidak apa-apa."


Miya berdiri dan mulai berjalan, tiba-tiba Miya hampir terjatuh. Fabian menahan Miya dengan kedua tangannya. Fabian memaksa Maya pergi ke rumah sakit. Akhirnya Miya menyetujuinya. Fabian mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi dan tidak kurang dari setengah jam mereka sudah sampai di rumah sakit. Miya diperiksa dokter dan Fabian menunggu dengan cemas di luar.


Akhirnya dokter keluar dan mengatakan Miya tidak apa-apa hanya kelelahan dan makan tidak teratur. Fabian bernapas dengan lega kemudian menghampiri Miya dan langsung membawa Miya pulang.


Keesokan harinya  Fabian mengadakan konferensi pers untuk memberitahukan soal hubungan dan pernikahannya dengan Miya. Semua orang yang hadir di sana terkejut dan mulai ribut. Fabian meninggalkan ruangan itu setelah mengumumkan hubungan dan pernikahannya dengan Miya, kemudian para wartawan berdatangan ke rumah Miya.


Mary Jane yang sedang menonton televisi sangat marah. Dia meremas majalah yang ada ditangannya. Ia juga menerima undangan pernikahan Miya dan Fabian dan merobek-robek undangan itu dan membuangnya ke tempat sampah.


"Aku tidak akan pernah membiarkan Miya menikah dengan Fabian. Saya harus segera melakukan sesuatu. Aku tidak bisa mendapatkan Fabian, dia juga tidak akan mendapatkannya’’.


Mary Jane mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang.


"Kamu sudah tahu apa yang harus kamu lakukan kan? Segera laksanakan perintahku."


Mary Jane menutup ponselnya dan tersenyum licik.


Miya menjadi perbincangan banyak orang dilokasi syuting setelah Fabian mengumumkan pernikahannya dengan Miya.Beberapa fans Ryusuke yang tidak bisa menerima idolanya dikhianati oleh Miya, mulai memusuhinya. Ada yang melempari Miya dengan terigu,tomat busuk, dan juga ada yang mencaci makinya. Ryusuke yang melihat perbuatan fansnya segera meminta maaf kepada Miya. Semenjak kejadian itu hubungan Ryusuke dengan Miya agak merenggang, lalu Miya pergi menemui Fabian di kantornya, tapi dalam perjalanan menuju ke sana ada sebuah mobil yang melaju kencang dan akan menabraknya. Isabella yang kebetulan lewat sana melihatnya.


"MiYAAAAAA, AAAAWWWAAASSSS DI BELAKANGMU."


Miya menoleh ke belakang dan kaget melihat mobil yang melaju dengan kencang kearahnya.


Bruk!!


Miya terguling di tanah dan kepalanya membentur tembok tanaman dan keluar darah segar dari kepalanya. Mobil itu langsung melarikan diri. Isabella cepat-cepat mendekati Miya untuk memeriksa keadaannya dan orang-orang yang berada sekitar tempat kejadian mulai mendekati Miya. Ia dalam keadaan setengah tidak sadar.


"Miya bertahanlah, ambulance akan segera datang."


Miya akhirnya jatuh pingsan.


"Miya...Miya...Miya,"kata Isabella panik.

__ADS_1


Setelah sampai di rumah sakit, Isabella menghubungi Fabian.


"Halo Fabian! Ini aku, Isabella."


"Ada apa? Kenapa kamu menangis?’’


"Sebaiknya Anda segera pegi ke rumah sakit. Miya mengalami kecelakaan."


"APAAAA.’’


Fabian langsung berdiri.Jantungnya seakan berhenti berdetak.


Fabian terbangun dari tidurnya dan napasnya tersengal-sengal merasa sesak. Ia menyadari berada di kamarnya dan Miya sedang memperhatikannya dengan cemas. Fabian langsung memeluk Miya.


"Ada apa? Aku lihat tidurmu gelisah dan tiba-tiba kamu bangun dalam keadaan panik."


Fabian mengurai pelukannya.


" Sepertinya aku tadi bermimpi buruk."


" Mimpi buruk apa?"


" Aku bermimpi kamu akan menikahi dengan Ryusuke dan aku menculikmu di hari pernikahanmu. Kita melewati kebersamaan kita di sebuah Villa dengan taman yang indah."


"Lalu?"


"Ryusuke dalam mimpiku dia menjadi aktor terkenal dan gara-gara aku menculikmu, kamu jadi bahan gosip di media massa, lalu kamu tertabrak mobil atas perintah Mary Jane."


Miya tersenyum. "Ini hanya mimpi."


"Aku bersyukur ini hanya mimpi, tapi entah kenapa aku bermimpi seperti itu."


"Mungkin kamu sedang banyak pikiran, jadi bermimpi yang tidak-tidak."


Fabian terdiam. Apa yang dikatakan Miya ada benarnya juga. Ia yakin ini karena Arya yang selalu mengancam Miya.


🧸🧸🧸


Setelah selesai sarapan pagi, Valentina mendekati Erika di dapur yang sedang mencuci piring.


"Aku ingin bertemu dengan Ibu dan Ayah angkatku. Apa bisa Bibi Erika mengantarku menemui mereka?"


Raut wajah Erika menjadi muram dan sedih. Valentina belum tahu kalau orangtua angkatnya sudah meninggal. Erika membawanya ke ruang keluarga dan menyuruh Valentina duduk.


" Ada apa?"


"Valentina, ada yang harus aku beritahu tentang orangtua angkatmu."


"Apa telah terjadi sesuatu yang buruk kepada mereka?"


"Iya. Orangtua angkatmu telah meninggal dalam kebakaran beberapa hari yang lalu."


Valentina menggeleng-gelengkan kepalanya tidak mau mempercayainya. Air mata sudah membasahi wajahnya.


"Mereka tidak mungkin meninggal."


"Maafkan aku. Aku turut menyesal dengan kepergian orangtua angkatmu."


Valentina menangis dengan sangat keras. Erika memeluknya.


"Jangan menangis lagi! Sekarang ada kami bersamamu."


Valentina menghapus air matanya."Aku sangat merindukan mereka."


"Aku tahu itu. Sekarang kamu bersiap-siap ya, karena sebentar lagi gurumu akan datang untuk memulai memberikan pelajaran sekolah untukmu."


Valentina mengangguk, lalu ia segera pergi ke kamarnya. Gilbert yang memperhatikan mereka sejak tadi, menghampiri Erika.


"Valentina akan baik-baik saja,"kata Gilbert.


"Dia anak yang kuat. Aku merasa kasihan dengannya diusianya yang masih kecil, dia sudah mengalami banyak masalah."


"Dia akan baik-baik bersama kita."


Erika mengangguk, lalu Gilbert mengecup kening Erika sebelum pergi ke kantor.


🧸🧸🧸


Archie Morgan yang bekerja sebagai tukang kebun sedang memperhatikan Valentina yang sedang bersama gurunya. Ketika pertama kali ia melihat anak itu, Archie sangat terkejut. Anak itu adalah anak yang ia culik ketika baru lahir di rumah sakit.


Selama ini Archie Morgan yang dulunya mempunyai nama Julius Rogers harus mengganti namanya untuk memghindari polisi yang akan menangkapnya. Selama 6 tahun ini, ia bekerja dari satu rumah ke rumah lain sebagai tukang kebun. Ia tidak menyangka bahwa ia akan bertemu dengan Valentina di rumah ini.


Selama ini Julius selalu mencari di mana Emily Hunt tinggal dan ia pun menemukan di mana wanita itu tinggal. Sejak itu ia selalu mengawasi keluarga Hunt secara diam-diam, bahkan ia memberikan hadiah ulang tahun untuk Valentina, sebuah kotak musik.


Julius selama ini selalu merasa bersalah telah memisahkan Valentina dari orangtuanya. Ia berharap bisa mengatakan yang sebenarnya, tapi ia terlalu takut untuk masuk penjara. Julius mendesah, lalu kembali meneruskan pekerjaannya dengan perasaan yang bimbang dan gelisah. Sekali lagi ia melihat Valentina yang sedang serius belajar dari kejauhan.


"Maafkan aku!"


Julius mengambil sapu dan kembali ke kebun. [ ]

__ADS_1


__ADS_2