My Beloved Uncle ( Baskerville #1)

My Beloved Uncle ( Baskerville #1)
42. Raina


__ADS_3

Blinda berdiri di trotoar mendengarkan musik sambil membaca buku menunggu lampu lalu lintas berubah warna. Baru saja ia akan menyebrang, buku yang ada ditangannya terjatuh dengan mata terbelalak lebar. Berkali-kali ia mengerjapkan dan menggosokkan matanya. Ia masih tidak percaya apa yang dilihatnya.''Fabian...ini tidak mungkin.'' Fabian nampak senang dan tertawa bersama seorang gadis kecil yang berjalan di sampingnya. Saat itu juga Blinda ingin sekali menghampirinya untuk memastikan kalau pria itu benar-benar Fabian, sepupunya. Sekarang ia muncul bersama seorang gadis kecil yang tidak dikenalnya.


Niatnya itu tidak jadi dilaksanakan ia lebih memilih untuk mengikuti Fabian kemana pun pria itu pergi. Fabian memasuki sebuah mini market dan mengambil beberapa bungkus telur, lalu menuju kasir.''Halo Raina!''sapa seorang kasir wanita.''Kamu semakin terlihat sangat cantik dari hari ke hari.''


Pipi Raina merona merah.''Terima kasih,''jawabnya malu-malu.


"Tuan Rockfield, beruntung sekali anda memiliki anak perempuan yang sangat cantik. Semoga saja anakku yang akan segera lahir ini cantik seperti Raina.''


Fabian tersenyum tipis.''Pasti anakmu akan sangat cantik seperti ibunya.''Kasir wanita itu wajahnya langsung memerah.


''Ini kembaliannya,''seru kasir wanita itu.


Fabian keluar dari supermarket dan Blinda kembali mengikutinya secara diam-diam. Selama perjalanan, Fabian dan gadis kecil itu bernyanyi sampai mereka sampai di depan sebuah rumah mungil bercat putih yang terletak di pinggir danau. Blinda kembali terkejut, ketika ia melihat Jeanette membukakan pintu dan ia pun cepat-cepat menyembunyikan dirinya, lalu segera pergi dari sana. Blinda menutup apartemennya, duduk di sofa berusaha untuk menenangkan napasnya yang tidak beraturan. Setelah mendapat ketenangannya kembali, ia mengambil ponselnya.


"Cedric, ini aku . Pasti kamu tidak akan percaya apa yang kulihat tadi. Aku melihat Fabian dan dia bersama seorang gadis kecil. Kamu tebak siapa ibu dari anak itu. Ibunya adalah Jeanette dan ayah anak itu adalah Fabian. Aku benar-benar tidak percaya ini dan anehnya lagi dia mengganti nama belakangnya. Sebenarnya aku tidak tahu apa yang terjadi dengannya. Apa menurutmu mereka berdua sudah menikah, membayangkannya saja membuatku merasa mual.''


"Tenangkan dirimu! Mungkin kamu salah.''


"Aku tidak salah. Aku mengikutinya sampai rumah di mana Fabian tinggal,''teriaknya.


"Oke...oke. Jadi Fabian berada di Scotlandia sekarang? Dan Fabian telah menikah dengan pelayan itu?''


"Iya sepertinya begitu. Rasanya aku ingin sekali mencekik Fabian dan istrinya itu. Terutama Fabian, karena dia berani sekali mengkhianati Miya dan kalau Miya sampai tahu pasti dia akan sangat sedih.''


"Sebaiknya kita merahasiakan ini dulu dari Miya sebelum kita mengetahui apa yang terjadi sebenarnya.''


"Aku rasa juga begitu.''


"Tolong selediki mereka. Kamu cukup awasi saja mereka dari kejauhan. Kita belum bisa memberitahukan ini kepada siapa pun, karena belum tentu yang kamu lihat itu adalah Fabian. Mungkin saja ada orang yang benar-benar mirip dengannya.''


"Baiklah. Aku mengerti.''.Setelah mengatakan itu Blinda menutup teleponnya , lalu berbaring di sofa.


🎵🎵🎵🎵


Fabian sedang menatap Raina yang sedang tertidur lelap di tempat tidurnya setelah makan malam berakhir. Wajahnya begitu damai ketika memandangi putrinya yang ia tidak ketahui. Sebelumnya Fabian tidak pernah menyangka ia memiliki seorang putri dari wanita jahat itu. Selama empat bulan ini berusaha bertahan hidup demi Raina. Ia kembali teringat empat bulan lalu saat ia tersadar di sebuah rumah yang asing baginya.


Jeanette berdiri di depan sebuah rumah kayu di pinggir hutan dengan wajah senang. Ia baru saja di telepon oleh John salah satu temannya yang mengurus Fabian selama tidak sadarkan diri, kalau Fabian telah sadar setelah satu minggu tidak sadarkan diri. Ia melangkah masuk ke dalam dan disana ia bertemu dengan John dan juga dokter yang merawat Fabian.


" Apa dia baik-baik saja?"tanya Jeanette pada dokter.

__ADS_1


"Dia baik-baik saja." Jeanette segera pergi menemui Fabian di kamar Ia melihat pria itu sedang memandang ke arah luar jendela. Fabian memalingkan wajahnya ketika Jeanette masuk.''Halo Fabian!''sapa Jeanette.


"Jeanette,"serunya terkejut.


"Apa yang kamu lakukan di sini?"


"Tentu saja menjengukmu."


"Aku ada di mana?"


"Di tempat yang aman. Tentu saja."


"Aku harus pulang." Fabian berusaha bangun. Kepalanya sangat pusing dan merasa mual, tapi ia memaksakan diri untuk bangun. Jeanette menghalanginya.


"Kamu masih belum sehat."


"Lepaskan aku! Aku harus bertemu dengan Miya dan keluargaku."


Jeanette geram nama Miya kembali disebut oleh Fabian.


"Kamu tidak boleh kemana-mana. Kamu akan tetap di sini bersamaku."


"Kamu tidak berhak menahanku pergi,"seru Fabian tak kalah kesalnya.


"Apa maksudmu?"


"Aku tidak pernah main-main dengan ancamanku. Andai saja kamu menurutinya, kamu tidak akan terluka dan berakhir di tempat ini. Miya akan pulang ke New York bersama keluargamu, jika kamu bersikeras untuk pergi dan meninggalkanu di sini, aku akan akan menyuruh seseorang untuk memotong kabel rem mobil dan mereka semua akan mengalami kecelakaan. Aku akan menelopon orang suruhanku sekarang untuk melaksanakan perintahku."


Fabian merasa ketakutan. Wajahnya pucat dan tubuhnya mengigil.


"Apa maumu?"


"Menikahlah denganku!"


"Kamu sudah gila. Aku tidak mau."


"Kamu harus mau. Ini demi putri kita."


"Putri kita?"tanya Fabian terkejutnya.

__ADS_1


" Iya kita memiliki seorang putri bernama Raina. Sekarang dia berumur tujuh tahun."


"Tapi bagaimana kita bisa memiliki anak?"tanya Fabian bingung.


"Tak lama setelah kita berpisah, aku hamil. Aku pergi ke rumahmu di New York, tapi kamu tidak ada di sana. Kamu sedang berada di Inggris. Aku bertemu dengan ayahmu dan aku memberitahu tentang kehamilanku, tapi ayahmu marah dan mengusirku. Dia tidak percaya anak yang aku kandung adalah anakmu. Akhirnya aku pergi dengan rasa kecewa dan sedih. Usaha ayahku bangkrut.Aku dan keluargaku kemudian pindah ke Islandia, karena ayahku mulai usaha baru di sana. Setahun setelah melahirkan rumah kami kebakaran. Wajahku rusak dan aku melakukan operasi plastik merubah wajahku menjadi Mary Jane, adikku yang meninggal dalam kebakaran. Aku merubah identitasku sebagai Mary Jane. Dua tahun kemudian setelah memiliki cukup banyak uang, aku memutuskan ke New York mencarimu untuk memberitahumu tentang Raina, tapi kamu telah menikah dengan Clarissa.


Akhirnya aku melamar pekerjaan sebagai pelayan di rumahmu supaya aku bisa dekat denganmu. Waktu itu aku ingin sekali memberitahumu siapa aku, tapi aku takut kamu tidak akan mempercayaiku. Aku memutuskan tetap diam sampai aku bisa merebut hatimu lagi. Aku berpikir jika istrimu mati, aku akan memiliki banyak kesempatan untuk dekat denganmu, tapi Miya muncul dalam kehidupanmu dan tanpa aku sangka kamu jatuh cinta kepadanya. Aku berusaha menjauhkamu darinya dengan berbagai ancaman, tapi kalian menjadi semakin dekat dan memutuskan untuk segera menikah. Tidak ada cara lain selain aku membunuhnya."


"Kamu kejam."


"Aku begini, karena aku mencintaimu."


Ingatan Fabian kemudian melayang pada saat masa-masa kuliahnya dulu. Ia ingat pernah tidur bersama Jeanette satu kali dalam keadaan mabuk.


"Maafkan sudah pernah menyakiti perasaanmu dengan berpura-pura mencintaimu, karena rasa kasihan. Aku tidak bermaksud seperti itu."


"Sudahlah semuanya sudah terjadi. Kamu harus tinggal bersamaku dan putri kita. Jika kamu berusaha kabur dan berusaha menghubungi Miya atau keluargamu, aku tidak akan segan-segan menyewa orang membunuh mereka."


"Baiklah. Tapi dengan satu syarat. Aku tidak akan menikahimu dan selama kita tinggal bersama, kita tidur beda kamar.


Jeanette menyetujuinya.


Fabian di bawah ancaman Jeanette mau tak mau harus menuruti keinginannya, lalu ia diperkenalkan kepada Raina yang saat itu masih berumur tujuh tahun. Raina adalah gadis kecil yang cantik memiliki warna rambut dengan sulur-sulur emas dan mata biru yang sama seperti miliknya. Fabian tidak meragukan lagi, kalau Raina adalah putrinya.


Fabian pun setuju ketika Jeanette memberikan identitas palsu atas bantuan temannya yang bernama John dan pindah ke Scotlandia. Ia pun harus berpura-pura bahagia hidup bersama dengan Jeanette demi Raina. Sekaranglah ia di sini terjebak dengan keluarga palsunya selama empat bulan.


''Miya...''gumamnya. Fabian kembali teringat dengan gadis itu. Ia sangat merindukan kekasihnya itu.


Jeanette sedang mencuci piring, ketika Fabian pergi ke dapur untuk mengambil air minum.''Apa Raina sudah tidur?''


"Iya. Raina sudah tidur.''Jeanette menghampiri Fabian bermaksud memberikan kecupan untuk pria itu, tapi Fabian selalu menghindar membuat Jeanette kecewa.


"Kamu masih mencintai wanita itu,"gumamnya setelah Fabian pergi ke kamar.


Selama ini Jeanette sudah cukup merasa senang dengan kehidupan barunya dan ia tidak rela, jika harus kehilangan semuanya ini hanya karena Fabian masih mencintai Miya, meskipun Fabian tidak pernah bersikap sebagai seorang suami yang seharusnya.


🎵🎵🎵🎵


Blinda terus mengawasi Fabian selama satu minggu ini sehingga ia tahu kebiasaan Fabian setiap hari . Setiap pagi hari ia bekerja di sebuah toko bunga sebagai pelayan. Pemilik toko bunga itu adalah seorang pria tua berumur 60 tahunan dan toko itu selalu di penuhi pengunjung setiap harinya. Kebanyakan pengunjung yang datang adalah wanita. Ia ragu apa sebelumnya toko itu ramai sebelum Fabian bekerja disana. Fabian akan pulang ketika hari menjelang sore dan selalu meluangkan waktu bermain dengan Raina yang mungkin adalah anak perempuannya bersama Jeanette, memikirkan hal itu membuat perutnya merasa mulas, kalau Miya melihat semua ini pasti akan sedih, karena Fabian telah mengkhianatinya hanya demi menikahi pelayan yang tidak tahu terima kasih itu sampai ia mengubah nama belakangnya supaya keberadaannya tidak diketahui. Blinda sangat heran melihat sikap Fabian sekarang kenapa ia bisa menikahi wanita itu , apa ia sudah tidak mencintai Miya lagi tanyanya dalam hati. Blinda pun membuat kesimpulan kalau Fabian sudah benar-benar gila telah menikah dengan wanita itu.

__ADS_1


Pada hari minggulah Blinda mendapat kesempatan untuk mendekati Fabian, karena pada hari itu Fabian pergi ke sebuah taman kota sendirian dengan membawa sebuah buku. Dengan santainya Fabian duduk di sana sambil membaca buku. Blinda sudah tidak tahan ingin melabrak Fabian. Ia pun menghampirinya dengan wajah marah.


"Fabian, kamu benar-benar pria menyebalkan,''teriaknya kesal. Tanpa pikir panjang Blinda langsung menampar wajah pria tampan itu dengan keras. Fabian hanya menatap Blinda dengan heran sambil menyentuh pipinya yang baru saja ditampar.''Kamu sungguh keterlaluan. Kami semua mencarimu selama empat bulan ini, tapi apa yang sekarang aku lihat, kamu hidup bahagia bersama keluarga kecilmu yang menyebalkan itu sampai kamu melupakan keluargamu sendiri. Apa kau sudah jatuh cinta pada Jeanette sehingga kamu meninggalkan Miya begitu saja? Kamu tahu Miya sekarang sangat sedih karena telah kehilanganmu,'' cerocos Blinda tanpa memberikan kesempatan pada Fabian untuk bicara. [ ]


__ADS_2