
Satu minggu telah berlalu sejak Oliver meninggal, Leonard mendapat telepon dari Fabian untuk memintanya bertemu di sebuah restoran. Ia pun menyanggupinnya, karena ia juga ingin membicarakan sesuatu dengan Fabian.
Hari yang ditentukan pun tiba. Fabian dan Leonard bertemu di sebuah restoran keluarga.
" Bagaimana kabarmu?"tanya Fabian.
" Saya baik. Terima kasih."
" Senang mendengarnya."
Pelayan datang membawakan makanan yang dipesan. Setelah selesai makan siang Fabian mengutarakan tujuannya untuk bertemu.
" Maaf kalau aku sudah menganggu waktumu dengan memintamu untuk menemuiku di sini."
" Tidak apa-apa dan sama sekali tidak menganggu kebetulan saya juga ada yang ingin dibicarakan dengan anda."
" Benarkah?"
" Iya. Silahkan Anda dulu yang bicara."
" Baiklah."
Leonard selama ini begitu menghormati Fabian yang sudah ia anggap sebagai kakaknya sendiri, karena umur mereka tidak begitu jauh. hanya beda 10 tahun. Ia merasa heran kenpa Fabian bisa mempunyai anak sejahat Raina.
" Seminggu yang lalu aku sudah memperkenallan putriku, Raina kepadamu. Bagaimana menurutmu tentang Raina?"
Leonard yang mendapat pertanyaan tak terduga dari Fabian, terkejut. Ia tidak tahu harus menjawab apa. Ia tidak bisa mengatakan begitu saja bahwa Raina salah satu penyebab adiknya meninggal.
" Raina bukan putri kandungku, tapi putri angkatku, jika kamu belum tahu."
" Aku tidak tahu, jika Raina putri angkat anda."
" Sekarang kamu sudah tahu. Kamu belum menjawab pertanyaanku."
" Raina sangat cantik."
" Raina memang cantik, jadi hanya itu saja pendapatmu tentang Raina?"
" Iya. "
" Bagaimana kalau aku menjodohkanmu dengan Raina?"
Leonard melonjak terkejut. Ia tidak menyangka Fabian mau menjodohkan Raina dengannya. Tinggal selangkah lagi rencana balas dendamnya akan segera terlaksana. Leonard tidak ingin membuang kesempatan ini.
" Aku menerima perjodohan ini."
Giliran Fabian yang dibuat terkejut dengan keputusan Leonard yang dengan begitu mudah menerimanya.
" Apa kamu serius?"
" Sangat serius."
" Kenapa kamu mau aku jodohkan dengan putriku?"
" Aku merasa Raina akan menjadi istri yang baik untukku dan selain itu aku telah jatuh cinta kepadanya," kata Leonard bohong.
" Raina akan senang mendengarnya, karena dia sangat mengharapkanmu jadi suaminya "
"Apa maksud Anda?"
" Raina sudah jatuh cinta kepadamu saat pertama kali ia melihatmu di salah satu acara pesta ulang tahun temannya yang bernama Luciana."
"Ah saya ingat. Aku juga datang ke pesta itu bersama adikku, tapi hanya sebentar, karena ada pekerjaan yang harus aku selesaikan."
Leonard senang ketika mengetahui Raina jatuh cinta kepadanya. Ia bisa dengan mudah menghancurkannya , tapi ia merasa heran kenapa Raina begitu mudah berpindah ke lain hati. Wanita seperti Raina tidak akan pernah mengerti apa artinya mencintai seseorang pikir Leonard.
"Baiklah, jika kamu setuju, aku akan mempersiapkan acara pertunangan kalian minggu depan. Bagaimana?"
"Saya setuju."
" Bagus."
💔💔💔
Raina yang sedang membaca koran seminggu yang lalu setelah kembali liburan bersama dengan Frank ke Paris begitu terkejut membaca berita kematian Oliver Clemonte, mantan kekasihnya, di mana kecelakaan terjadi di hari yang sama ia memutuskan tali kasih diantara mereka.
Ia merasa senang, karena Oliver tidak akan pernah menganggu hidupnya lagi. Sejak awal Raina memang tidak pernah mencintainya. Ia hanya memanfaatkan Oliver untuk memenuhi gaya hidupnya selama ini. Sekarang ia sudah menemukan pria yang jauh lebih kaya.
" Aku sangat terkejut memgetahui adik temanku meninggal."
" Frank, apa kamu kenal dengan keluarga Clemonte."
" Tentu saja aku kenal. Keluarga mereka sudah lama berteman dengan keluargaku."
" Ah tentu saja kalian saling kenal satu sama lain, karena kalian berasal dari keluarga kaya dan mempunyai jaringan bisnis yang sangat luas kenapa aku tidak berpikir sampai ke sana."
" Apa kamu juga mengenal mereka?"
" Ah Tidak. Aku sama sekali tidak mengenal mereka. Aku hanya tahu dari berita bisnis yang aku baca."
" Kasihan sekali Oliver harus meninggal diusia muda dan kematiannya gara-gara seorang wanita."
Tubuh Raina menegang.
" Karena wanita bagaimana? Dan dari mana kamu mendapatkan pemikiran seperti itu?"
" Leonard, kakaknya Oliver yang memberitahuku tadi ditelepon. Ia mengatakan ada seorang wanita yang sudah membuat hidup adiknya hancur."
" Jadi begitu."
" Wanita itu jahat sekali. Aku harap wanita itu mau meminta maaf kepada keluarganya."
" Seebaiknya jangan membicarakan hal ini lagi membuatku merasa tidak nyaman."
__ADS_1
" Maafkan aku. Kita bicara tentang pernikahan kita saja."
" Aku sudah memilih beberapa gaun pernikahan dan aku memilih gaun ini,"kata Raina sambil menunjukkan sebuah gaun pengantin disebuah majalah kepada Frank.
" Gaun itu sangat bagus dan sangat cocok denganmu. Pasti kamu akan sangat terlihat cantik nanti."
Raina tersenyum senang. " Tentu saja. Aku ingin terlihat sangat cantik di hari pernikahanku."
" Untuk urusan pernikahan kita, aku serahkan kepadamu."
" Baiklah."
Frank mengambil dompet dari saku celananya dan memberikan salah satu kreditnya.
" Gunakan ini untuk membeli segala keperluan pernikahan kita yang kamu inginkan."
Riana dengan hati senang menerima kartu kredit yang diberikan oleh Frank. Dibenak Raina sebentar lagi ia akan menjadi wanita terkaya. Setelah menikah dengan Frank, ia akan segera menyingkirkan Frank dan ia akan menjadi satu-satunya ahli waris suaminya. Raina tertawa dalam hati. Ia tidak menyangka Frank akan mudah ditipu dengan cinta palsu yang diberikannya.
"Terima kasih."
Raina mengecup bibir Frank.
" Aku beruntung nemiliki calon istri sebaik kamu."
Raina memeluk Frank dengan senyuman bahagia.
💔💔💔
Fabian menceritakan kepada Raina dan Miya pertemuannya dengan Leonard saat mereka berkumpul di ruang keluarga setelah makan malam.
" Benarkah itu, Ayah?"
"Iya. Leonard mau menikah denganmu."
" Tapi apa kamu yakin akan mau benar-benar menikahkan Raina dengan Leonard?" tanya Miya tidak yakin.
" Leonard dan Raina saling mencintai dan Leonard adalah pria yang baik. Kenapa kamu jadi meragukannya, sayang?"
" Entahlah. Aku merasa ada yang aneh saja. Kenapa Leonard langsung setuju menerima perjodohan ini."
Fabian memeluk istrinya. " Kamu mencemaskan yang tidak perlu dicemaskan. Aku yakin Leonard adalah pria yang baik dan pria yang tepat untuk Raina."
" Ibu tidak perlu mencemaskan itu. Aku percaya kalau Leonard adalah pria baik dan menjadi suami yang baik untukku."
" Ibu tahu kamu mencintainya, tapi jangan sampai cintamu sampai membutakan hatimu."
" Aku yakin dan percaya Leonard bisa membuatku bahagia."
"Baiklah. Mungkin aku terlalu cemas."
Miya merasa tidak yakin dengan pernikahan Raina dan Leonard. Iya yakin ada sesuatu yang tidak beres, tapi ia berusaha menyingkirkan perasaan itu. Ia berharap Raina dan Leonard bahagia dengan pernikahan mereka.
💔💔💔
Keesokan siangnya Raina berada di butik pengantin untuk mencoba gaun pengantinnya yang akan dikenakannya di hari pernikahaannya dengan Frank. Ia sangat senang gaun pengantinnya sangat cocok dengan tubuhnya. Ia berlama-lama bercermin sambil memandangi dirinya mengenakan gaun pengantin dengan senyuman di wajahnya. Raina sudah tidak sabar ingin segera menikah dengan Frank yang akan dilangsungkan satu bulan lagi.
Raina yakin pria itu juga sangat kaya sehingga bisa memiliki jam itu yang disekelilingnya dipenuhi berlian. Sesaat Raina sangat terpesona oleh ketampanannya meski pun umurnya sudah tidak muda lagi. Ia sudah memutuskan pria itu adalah target selanjutnya setelah menyingkirkan Frank dari kehidupannya untuk selamanya seperti halnya Oliver. Raina tidak peduli, jika pria itu sudah memiliki istri dan anak. Ia akan memyingkirkannya agar pria itu menjadi miliknya.
" Tuan Baskerville, silahkan masuk!" kata seorang pelayan butik.
Raina melihat pria itu masuk ke sebuah ruangan lain yang ada di butik itu. Setelah pria itu tidak terlihat lagi, Raina mengajukan pertanyaan kepada pelayan butik.
" Siapa pria yang masuk tadi?"
" Oh itu Tuan Fabian Baskerville. Dia datang ke sini untuk bertemu dengan pemilik butik ini untuk membicarakan model gaun pernikahan putrinya."
" Oh begitu. Terima kasih."
Raina langsung mencari nama Fabian Baskerville di internet dan ia sangat terkejut, keluarganya salah satu keturunan bangsawan di Inggris dan salah satu orang terkaya di Inggris. Ia pun sudah bertekad untuk merebut hati Fabian dan menjadikan pria itu sebagai suami keduanya tentu saja setelah ia berpisah dengan Frank. Raina tidak ingin membuang kesempatan itu meskipun ia harus menyingkirkan istri dan anak-anaknya.
Raina tidak ingin hidup miskin lagi setelah ia berhasil menikah dengan Frank dan mendapat harta kekayaannya, ia akan merasa pantas untuk bersanding dengan Fabian. Ia cepat-cepat melepas gaun pengantinnya dan segera pergi dari butik. Fabian belum saatnya bertemu dengannya sekarang.
Fabian kemudian keluar dan pergi dari butik dan kembali ke kantornya. Kepergian Fabian dari butik diperhatikan oleh Raina.
💔💔💔
Raina tersenyum senang melihat ibunya, Jonathan, adik laki-lakinya, dan Clarie, adik perempuannya sedang minum teh bersama.
"Ibu sudah memberitahu kami kalau kakak akan segera menikah,"kata Jonathan yang kini telah berusia 13 tahun. Ketampanan Jonathan diwariskan dari ayahnya. Raina yakin Jonathan ketika sudah besar nanti akan menjadi rebutan banyak wanita.
" Itu benar."
" Aku ucapkan selamat."
" Terima kasih, Jonathan."
" Aku sedih kakak menikah," kata Clarie yang baru merayakan ulang tahunya ke-8 tahun satu bulan yang lalu.
"Kenapa kamu sedih?"
"Karena kalau kakak sudah menikah, kakak tidak tinggal di sini lagi dan aku akan kesepian."
Raina mengelus kepala Clarie dengan rasa sayang.
" Kakak akan sering main-main ke sini."
"Janji?"
"Kakak janji."
" Tadi Fabian sudah menelepon Ibu,"kata Miya.
"Ayah mengatakan apa?"
__ADS_1
" Beberapa pelayan dari butik gaun pengantin akan datang ke sini membawa beberapa koleksi gaun pengantin untuk kamu pilih."
"Sepertinya Ayah begitu bersemangat menyiapkan pernikahanku. Padahal aku yang akan menikah bukan Ayah."
" Karena dulu Fabian tidak mempersiapkan pernikahannya dengan Ibu, tapi Joshualah yang mempersiapkannya."
" Aku merindukan kakak Joshua. Sedang apa ya dia sekarang?"
" Kenapa kamu tidak meneleponnya?"
" Aku takut menganggunya."
"Joshua pasti senang mendapat telepon darimu," kata Miya.
"Aku akan meneleponnya nanti dan memberitahunya tentang pernikahanku."
" Apa kamu ada rencana bertemu dengan Leonard?"
" Leonard tadi meneleponku untuk pertama kalinya dan ia ingin bertemu denganku sore ini. Sebentar lagi aku pergi untuk menemuinya."
" Itu bagus."
Setelah minum teh dan makan kue, Raina berpamitan untuk pergi.
" Hati-hati di jalan!" seru Miya.
" Baik, Bu."
💔💔💔
Raina menunggu Leonard di sebuah cafe dekat pusat perbelanjaan. Ia begitu gelisah menunggu kedatangannya. Ini pertama kalinya mereka bertemu secara pribadi. Tangannya sudah basah oleh keringat dingin. Jantungnya berdetak sangat cepat. Raina juga terlihat gugup dan berkali-kali ia melihat jam tangannya. Lima menit lagi sebelum jam yang ditentukan untuk bertemu.
Lima menit bagi Raina sekarang terasa sangat lama, lalu seorang pria duduk di depannya.
" Sudah lama menunggu?" tanya Leonard.
" Tidak. Aku baru saja datang."
" Apa kamu sudah memesan makanan?"
" Belum. Aku akan segera memesannya."
Raina cepat-cepat mengambil menu makan dan membacanya. Leonard tidak dapat menahan senyumnya melihat kegugupan Raina bahkan gadis itu tidak sadar telah membaca menu makanan terbalik. Leonard segera membetulkannya dan Raina sangat malu. Wajahnya memanas dan merona merah.
Leonard tidak percaya wanita yang ada di depannya adalah wanita yang sudah menghancurkan hidup adiknya. Pantas saja Oliver jatuh cinta kepadanya. Leonard memperingati dirinya sendiri supaya tidak jatuh dalam jerat pesona Raina dan jatuh cinta kepadanya, kalau itu sampai terjadi rencana balas dendamnya akan hancur berantakan.
Sore itu mereka berdua menghabiskan hari dengan berjalan-jalan, nonton di bioskop, dan makan. Sekarang mereka berada disebuah taman kota.
" Dari tadi aku perhatiakan kamu terlihat gugup saat sedang bersamaku?"
" Maaf. Ini pertama kalinya aku kencan dengan seorang pria."
" Hah. Pertama kali?"
" Benar. Pasti kamu tidak percaya. Wanita seusiaku baru pertama kali kencan."
" Aku memang tidak percaya."
" Sudah aku duga."
Leonard memandang Raina dengan bingung. Apakah sekarang Raina sedang berbohong atau tidak? Wanita ini begitu licik dan penuh tipu muslihat. Leonard tidak ingin tertipu seperti adiknya.
" Sebaiknya kita pulang. Hari sudah malam. Aku tidak ingin membuat orangtuamu cemas."
Raina mengangguk meskipun ia ingin lebih lama lagi bersama Leonard.
" Apa sebelumnya kamu memiliki kekasih?"
" Menurutmu bagaimana?"
" Kenapa jadi balik bertanya?"
" Aku hanya ingin mendengar pendapatmu terlebih dahulu."
" Menurutku pasti mantan kekasihmu banyak. Apa tebakanku benar?"
" Bagaimana jika aku memberitahumu kalau aku belum pernah memiliki kekasih."
Raina langsung mendongakkan kepalanya dan menetap Leonard tidak percaya.
" Dari ekspresimu menyiratkan kalau kamu tidak percaya."
" Itu benar."
" Selama ini aku tidak punya waktu untuk berkencan dengan wanita mana pun. Aku selalu disibukan dengan pekerjaanku dan mengasuh adikku sejak masih bayi. Aku bisa saja berkencan dan menjalin kasih dengan seorang wanita mana pun yang aku inginkan."
Diam-diam di hati Raina merasa senang. Ia menjadi wanita pertama yang diajak Leonard kencan.
"Kenapa kamu ingin menikah denganku?"
"Itu sudah jelas, karena aku mencintaimu."
" Aku juga mencintaimu."
Perasaan Raina berbunga-bunga bahkan ia sempat melihat kelopak-kelopak bunga mawar merah berjatuhan di depan Leonard, karena terlalu bahagia perasaannya tidak bertepuk sebelah tangan.
" Sudah sampai," kata Leonard.
Leonard membukakan pintu mobil untuk Raina.
" Selamat malam! Aku harap malam ini kamu memimpikan aku,"kata Leonard.
" Selamat malam!"
__ADS_1
Raina tersipu malu dan gadis itu terkejut ketika Leonard mengecup bibirnya. Tubuhnya membeku dan perasaan hangat menjalari seluruh tubuhnya. Itu adalah ciuman pertamanya. Raina yakin kalau ia akan memimpilan Leonard malam ini.
Fabian kembali ke rumahnya pada saat menjelang tengah malam. Ia masuk ke dalam kamarnya dan melihat Miya sudah terlelap tidur. Fabian memandang istrinya dengan tatapan terpesona dan setiap hari ia semakin mencintai istrinya. Ia kemudian diam-diam mencuri ciuman yang selama ini selalu ia lakukan. Senyuman jahil muncul di wajahnya yang tampan. Ia rela kehilangan segalanya, tapi ia tidak rela kehilangan istri dan anak-anaknya. Fabian akan melakukan apa saja untuk melindungi keluarganya. [ ]