My Beloved Uncle ( Baskerville #1)

My Beloved Uncle ( Baskerville #1)
(S3): Fabian dan Miya


__ADS_3

Matahari mulai terbenam dan menyelimuti kota New York dengan kegelapan hanya bulan yang menerangi heningnya langit malam. Fabian tidur dengan wajah yang tidak tenang. Keringat dingin membasahi kepalanya. Dalam tidurnya terus memanggil-manggil Miya.


MYAAAAAA, JAAAANGAAAANNN!"


Fabian terbangun dengan wajah kelelahan dan mengedarkan pandangannya. Miya masih terlelap tidur. Dia baru menyadari kalau sedang berada di kamarnya. Fabian menutupi wajahnya dengan tangan dan nafasnya tersengal-sengal.


"Ternyata itu hanya mimpi."


Fabian turun dari tempat tidurnya dan mengambil segelas air, kemudian meminumnya dengan sekali minum.


"Ini tidak boleh terjadi. Aku tidak akan membiarkan Miya disentuh oleh pria lain termasuk anak itu. Miya adalah milikku hanya milikku."


Kemarahan dan kecemburuan Fabian sudah membuatnya jadi gila. Ia menjadi gelisah dan tidak tenang. Deru adrenalin Fabian semakin meningkat, kemudian Fabian menelepon seseorang.


"Ini aku. Aku ingin meminta bantuan padamu."


Hari ini adalah hari pernikahan Miya dan Ryusuke. Miya sudah memakai gaun pengantinnya dan ia sangat gugup, begitu pun dengan Ryusuke. Miya duduk di depan cermin sambil mengamati dirinya yang sebentar lagi akan menjadi istri dari Ryusuke.


"Miya, sebentar lagi upacara pernikahanmu akan segera dimulai, bersiap-siaplah,"kata Isabella.


Baik."


Isabella kembali menutup pintu dan Miya duduk kembali di depan cermin dan tiba-tiba dipikirannya terlintas Fabian.


"Aku harus melupakan dia. Kenapa disaat begini aku malah memikirkannya?’’


Miya duduk melamun dikursinya dan tidak menyadari seseorang masuk. Pria itu mendekati Mjya dan menyentuh bahunya. Ia terlonjak kaget.


"Kamu "


Para tamu sudah menempati tempat duduk masing-masing dan Ryusuke sudah berdiri di depan altar. Isabella pergi untuk menjemput Miya. Setelah Isabella tiba di ruang ganti pengantin, Miya tidak ada dan tidak ditemukan di mana pun. Isabella menjadi panik dan memanggil Sebastian untuk mencari Miya.


Ryusuke menunggu gelisah, karena Miya belum muncul juga. Para tamu juga sudah mulai gelisah, lalu Sebastian mendekati Ryusuke dan membisikan seseuatu padanya. Raut wajahnya berubah kaget, kemudian mereka berdua meninggalkan altar. Para tamu menjadi keheranan, apa yang sebenarnya telah terjadi.


"Apa yang telah terjadi?’’kata Ryusuke.


"Saya juga tidak tahu. Tiba-tiba Miya menghilang,’’kata Isabella.


"Tapi bagaimana Miya bisa hilang?’’


"Aku tidak tahu."


Kemudian mereka masuk ke ruang ganti dan Ryusuke menemukan setangkai bunga mawar merah di depan cermin. Ryusuke mengambil bunga itu dan ia menjadi marah. Kedua tangannya dikepalkan menahan marah.


"Orang itu sudah mengambil Miya "


"Eh,"kata Isabella dan Sebastian.


"Miya sudah di bawa pergi oleh Fabian."


"Apaaaa?’’kata Isabella dan Sebastian secara bersamaan.


Wajah Isabella berubah terkejut dan menutup mulutnya dengan kedua tangannya.


🧸🧸🧸


Mobil hitam terus melaju kencang disepanjang jalan kota New York. Miya berusaha untuk keluar dari mobil, tapi Fabian menahan Miya untuk tidak melakukannya. Miya terus memberontak dan memukul-mukul Fabian. Wajahnya sudah dipenuhi oleh air mata.


"Miya, apa kamu tidak bisa diam sebentar? Sebentar lagi kita akan sampai dan aku akan menjelaskan semuanya padamu."


"Sebenarnya Anda mau membawaku kemana? Ini hari pernikahanku. Aku harus segera kembali. Mereka sedang menungguku."


"Hari ini tidak akan ada pernikahan."


"Kenapa kamu melakukan semua ini?’’


"Karena aku tidak ingin kamu menikah dengannya."


"Tapi kenapa?’’


Fabian diam tidak menjawab dan Miya kembali memukul Fabian.


"Aku benci . Aku benci kamu."


"Tolong berhenti di sini,’’kata Fabian kepada sopir, lalu mobil itu berhenti di pinggir jalan.


"Bisakah kamu keluar dulu? Aku ingin bicara berdua dengannya."

__ADS_1


"Baik,’’kata sopir itu.


"Miya, sudah kamu jangan menangis lagi? Aku tidak ingin melihatmu menangis."


Fabian dengan lembut menghapus air mata Miya dengan ibu jarinya.


"Sebenarnya apa kamu inginkan dariku?’’


"Aju tidak ingin kamu menikah dengan Ryusuke."


"Kenapa?’’


Fabian mengambil napas dalam-dalam.


"Karena aku tidak ingin kamu menjadi milik pria lain. Aku mencintaimu."


Miya sangat kaget mendengar pengakuan Fabian.


"Tadi kamu bilang apa?’’


"Aku mencintaimu. Aku sangat mencintaimu. Aku tidak ingin kehilanganmu dan aku juga tidak rela pria lain menyentuhmu. Kamu satu-satunya wanita di dunia yang membuat  jantungku berdebar-debar dan kamu juga satu-satunya alasanku untuk hidup. Hidup tanpamu hidupku tidak ada artinya dan hidupku akan kesepian. Aku mencintaimu selama bertahun-tahun menunggu mengatakan semua perasaanku padamu pada saat yang tepat, tapi kamu malah membenciku dan aku kehilangan semua harapanku kamu mencintaiku."


Miya terus menatap Fabian dan ia masih belum percaya dengan semua yang dikatakannya. Fabian membelai lembut wajah Miya dan menatapnya dengan pandangan penuh cinta.


"Akhirnya kamu mengatakanya juga padaku. Aku sangat senang. Sudah lama aku ingin mendengarnya darimu."


Miya melepaskan pelukannya dan menatap Fabian dengan wajah penuh air mata. Ia membelai pipi Fabian, lalu mengecupnya. Fabian yang tiba-tiba mendapatkan kecupan dari Miya tidak bergerak sama sekali.Tubuhnya membeku.Miya tersenyum lembut padanya.


Fabian menarik Miya dalam pelukannya. Sekarang Miya berada dalam cengkeraman kuat kedua tangan Fabian. Miya dapat merasakan hangatnya tubuh Fabian dan aroma tubuhnya. Di wajah Miya terpancar kebahagiaan dan Maya kembali memeluk Fabian dengan erat.


"Miya, sejak dulu hatiku sudah menjadi milikmu."


Sekarang perasaan Fabian berbunga-bunga dan hatinya meloncat-loncat kegirangan, karena Miya sudah membalas cintanya. Mimpi yang selama ini dia kira tidak dapat terwujud akhirnya terwujud. Keinginan untuk menyentuh dan memeluk Miya kini sudah dapat terwujud juga.


Miya melepaskan pelukannya dan mentap Fabian dengan pipi yang yang merona.


"Aku mencintai semua segala sesuatu  tentangmu. Udara yang kamu hirup dan tanah yang kamu pijak."


Fabian sekarang dapat melihat sorot Mata Miya yang sedang jatuh cinta. Ia membungkuk dan mencium lembut Miya. Waja gadis itu menjadi panas. Sekarang bibir mereka sudah menemukan kepemilikannya masing-masing.


Jantung miya seakan berhenti berdetak dan seakan-akan semua planet berhenti berputar. Ciuman Fabian lama kelamaan menjadi ciuman yang panjang dan dalam.Tidak butuh lama bagi Fabian untuk dapat menguasai bibir Miya.


"Kita akan pergi kemana?’’


"Ke Villaku."


"Kenapa kita harus pergi ke sana?’’


"Karena aku sudah menculikmu dari pernikahanmu, jadi aku ingin melarikan diri denganmu selama beberapa hari."


"Pokoknya kita harus kembali."


"Tidak. Kamu akan ikut denganku."


"Fabian."


"Aku tahu. Sebelumnya kamu harus berganti pakaian dulu. Aku sudah menyiapkan pakaian untukmu."


Sekali lagi mobil berhenti untuk memberi kesempatan kepada Miya untuk berganti pakaian, setelah selesai mobil bergerak lagi. Sepanjang perjalanan Maya melihat keluar jendela melihat pemandangan yang dilewatinya.


Fabian memeluk Mjya dari belakang dan mencium rambutnya. Ia semakin mempererat pelukannya dan ikut melihat keluar jendela. Miya merasa bahagia, karena sekarang Fabian berada bersamanya dan juga dia merasa sedih, karena telah mengkhianati Ryusuke. Fabian menyadari perubahan raut wajah Miya.


"Ada apa sayang?’’


"Akumerasa bersalah pada Ryusuke, karena aku sudah mengkhanatinya dan meninggalkannya dihari pernikhannya."


Fabian kembali cemburu, ketika Miya memikirkan Ryusuke.


"Bisakah kamu tidak memikirkan dia lagi sekarang? Aku ingin kamu hanya memikirkanku bukan dia. Aku tidak suka kalau kamu memikirkan pria lain."


"Baiklah. Kalau itu maumu."


Miya sudah sangat mengantuk dan jatuh tertidur dalam pelukan Fabian. Ia menyandarkan kepala Mjya di dadanya dan kedua tanganya memeluk Miya, kemudian Fabian menyandarkan kepalanya di kepala Miya. Mereka berdua akhirnya terlelap tidur.


🧸🧸🧸


Beberapa jam kemudian mereka telah sampai di Villa dan mereka langsung menuju sebuah villa yang sudah disewa oleh Masumi. Vila itu berlantai dua. Di halaman villa itu ditumbuhi oleh banyak pohon bunga Wisteria, sehingga halaman itu dipenuhi oleh warna ungu. Setiap kali angin bertiup kelopak bunga Wisteria berterbangan dan itu sangat indah.

__ADS_1


Miya dapat merasakan aroma dari pohon Wisteria dan menghirupnya dalam-dalam. Ia memeluk lengan Fabian dan masuk ke dalam Villa.Perasaan bahagia yang meluap-luap menyelimuti hati Fabian, karena dapat bersama dengan wanita yang dicintainya. Sekarang Miya berada dalam pelukannya dan ia akan mempertahankan Miya untuk selalu berada di sisinya walaupun dia harus menghadapi dunia yang terbentang luas dihadapannya. Bagi Fabian, Miya adalah hanya miliknya seorang dan tidak akan membiarkan pria lain merebut Miya darinya.


Keesokan harinya berita Miya diculik dari pernikahanya sudah tersebar luas. Semua koran,majalah,televisi memberitakannya dan sudah menjadi berita besar. Banyak teman-temannya yang bersimpati kepada Ryusuke dan memberikan dukungan kepadanya. Banyak orang yang tidak tahu kejadian sesungguhnya kalau Miya telah diculik oleh Fabian. Ryusuke saat ini sangat kecewa pada Miya, karena sampai sekarang ini ia belum menghubunginya sama sekali. Ponselnya selalu tidak aktif begitu pun juga milik Fabian.


"Sebenarnya mereka berdua pergi kemana? Miya, apa kamu senang berada bersamanya sampai-sampai kamu melupakanku,’’kata Ryusuke sedih.


Sementara itu Fabian dan Mjya sedang menikmati kebersamaan mereka. Mereka berjalan-jalan sambil menikamati bunga Wisteria bermekaran dengan bergandengan tangan. Fabian merasa sangat bersyukur sekarang Miya berada disisinya lagi.


Fabian dan Miya duduk dibangku taman di bawah pohon Wisteria yang sedang bermekaran. Mereka duduk sambil saling memeluk.


"Sebaiknya kita pulang saja."


"Apa kamu tidak suka berlama-lama disini denganku?’’


"Bukan begitu. Aku suka,"kata Miya malu-malu.


"Lalu kenapa?’’


"Aku ingin menyelesaikan masalahku dengan Ryusuke dan meminta maaf padanya, karena aku tidak bisa menikah dengannya. Aku tidak ingin melarikan diri terus dari masalah ini. Aku ingin menjelaskan semuanya pada mereka termasuk hubunganku denganmu. Aku tidak tahu, apa tanggapan masyarakat tentang hubungan kita ini. Mungkin ada banyak yang menentang."


Fabian memandang Miya lekat-lekat dan Miya merasakan sorot mata Fabian langsung menusuk ke jantungnya.


"Baiklah. Besok kita pulang. Kita hadapi masalah ini bersama-sama. Kita berdua  temui Ryusuke dan juga ayahku. Aku juga tidak ingin sembunyi-sembunyi lagi tentang hubungan kita yang sebenarnya."


Miya tertunduk malu, lalu pelan-pelan melihat ke atas dan pandangan mereka kembali bertemu. Pipi Miya merona merah.Tiba-tiba Fabian mengecup bibir Miya dengan lembut.


"Sebaiknya kita masuk ke dalam. Angin semakin kencang. Aku tidak ingin kamu masuk angin."


Miya menganggukan kepalanya dan mereka berjalan menuju Villa. Fabian mengelus pipi Miya dengan lembut dan kemudian mencubit kedua pipinya dengan satu tarikan dan membuat Miya kesakitan.


"FABIAAAANN."


Miya berteriak dan langsung memukul-mukul dada Fabian.


"Ampuun Miya. Jangan pukul lagi."


Miya tersenyum, lalu Miya mencubit tangan Fabian dengan keras dan itu cukup membuat Fabian mengerang kesakitan. Miya melarikan diri, tapi Fabian berhasil mengejar Miya dan menangkapnya dari belakang. Gadis itu memberontak.


"Lepaskan aku."


Miya memukul-mukul lengan Fabian, tapi Fabian memeluk Miya dengan erat dan Miya tidak bisa meloloskan diri darinya.


"Meskipun tubuhmu kecil, tapi tenagamu besar juga. Cubitanmu sangat sakit sekali."


"Siapa suruh kamu mencubit pipiku."


Fabian mengangkat Miya dan menggendongnya.


"Fabian, apa yang kamu lakukan.Turunkan aku!’’


Fabiab terus menggendong Miya dan membawanya masuk ke villa, kemudian mendudukannya dikursi, lalu memeluknya. Mkya merasa damai dalam pelukan Fabian dan ingin terus seperti ini dalam pelukannya yang hangat.


"Miya."


"Hmmm."


"Apakah kamu mau menikah denganku?’’


Miya langsung melepaskan diri dari pelukan Fabian. Ia masih tidak percaya dengan pendengarannya tadi. Fabian tiba-tiba melamarnya.


"Aku tahu ini terlalu cepat untukmu, tapi aku sudah menunggu ini bertahun-tahun. Aku ingin segera kamu menjadi milikku untuk selamanya. Hatiku gelisah setiap kali ada pria lain yang mencoba mendekatimu. Aku ingin mengikatmu selamanya denganku. Sehingga tidak akan ada pria lain yang berani mendekatimu. Aku ingin mengumumkan kepada dunia, bahwa kamu sudah ada yang memiliki."


"Fabian."


Air mata mengalir di wajahnya dan Fabian menghapusnya dengan lembut.


"Selama bertahun-tahun hatiku tersiksa setiap kali kamu dekat dengan seorang pria sementara itu kamu membenciku. Sekarang aku tidak ingin....’’


Miya langsung mencium bibir Fabian dengan lembut dan Fabian idak bisa meneruskan kata-katanya lagi. Fabian membalasnya dengan ciumannya.


"Apa ciuman tadi berarti kamu menjawab iya dan bersedia menikah denganku?’’


"Iya. Aku bersedia menikah denganmu."


Fabian menarik Miya dalam dekapannya dengan hati senang. Akhirnya setelah bertahun-tahun menanti mimpinya segera akan menjadi kenyataan.


Matahari sudah mulai terbenam dan sudah mulai menyembunyikan diri disudut langit. Mjya dan Fabian menghabiskan hari ini dengan menonton TV. Hari ini adalah hari terakhir mereka di Villa . Angin bertiup dengan kencang dan terdengar suara anjing serigala mengonggong menambah suasana di Villa itu menjadi agak sedikit lebih seram. Ditambah langit mendung.Tidak lama kemudian hujan turun dengan deras. Miya tertidur pulas di sofa dan Fabian asyik menonton TV. Fabian diam-diam mencium Miya yang sedang tidur nyenyak.

__ADS_1


Fabian kemudian mengecup telinga dan leher Miya, kemudian kembali mengecup bibir Mjya berkali-kali dan akhirnya kecupan itu menjadi ciuman yang panjang. Mjya yang kesadarannya sudah mulai kembali merasakan sentuhan hangat di bibirnya kemudian Mjya membalas ciuman Fabian.


Miyaa tidak akan pernah melupakan kebersamaanya dengan Fabian selama berada di Villa. [ ]


__ADS_2