
Keesokan paginya Fabian telah berada di kantor James. Ia tidak menyangka akan kembali lagi ke sini. Sebenarnya ia sangat malas untuk menemuinya, tapi terpaksa datang untuk menutut penjelasan darinya. James datang lima menit kemudian dan ia tidak menutupi rasa terkejutnya melihat Fabian sudah berada di kantornya.
‘‘Fabian,‘‘ujar James dengan suara yang dipenuhi oleh kebencian.‘‘Aku tidak menyangka kamu akan datang kesini lagi."James langsung duduk di kursinya, lalu menatap Fabian dengan wajah sinis dan salah satu sisi mulut James terangkat untuk menyunggingkan senyuman mengejek.‘‘Mau apa kamu datang ke sini?‘‘
Sejak dari tadi Fabian berusaha untuk menahan dirinya agar tidak memukul James , kedua tangannya mengepal dengan kuat dan rahangnya mengeras.‘‘Kenapa kamu mencoba untuk menabrak Miya dengan mobilmu kemarin?‘‘
Fabian berusaha mencoba bicara kepadanya setenang mungkin.
James mengerutkan dahinya terlihat bingung.‘‘Apa maksudmu?‘‘
‘‘Jangan pura-pura tidak tahu."
‘‘Aku sungguh tidak tahu apa yang kamu katakan."
Fabian semakin terlihat kesal lalu ia mencondongkan tubuhnya dan sorot matanya menjadi sedingin es. Wajahnya hanya berjarak beberapa sentimeter dari James.‘‘Kemarin siang kamu berusaha membunuh Miya dengan membuatnya tertabrak oleh mobilmu."
‘‘Kamu jangan menuduhku sembarangan,‘‘seru James marah, lalu bangkit dari kursinya seraya melemparkan tatapan penuh kemarahan.
‘‘Tapi mobilmu yang mencoba menabrak Miya,‘‘kata Fabian dengan nada suara tinggi.
‘‘Jadi kamu menuduhku hanya karena mobilku yang mencoba menabrak Miyamu tersayang. Kamu salah besar, karena aku tidak melakukannya. Dua hari yang lalu mobilku hilang ada seseorang yang mencurinya dariku, tapi sekarang aku mengerti sepertinya ada seseorang yang ingin melemparkan semua kesalahan itu kepadaku."
Fabian memandangnya curiga.‘‘Kamu bohong."
James mengangkat bahunya.‘‘Terserah mau percaya kepadaku atau tidak yang jelas bukan aku yang melakukannya. Sekarang pergilah! Bukan aku bermaksud mengusirmu, tapi aku masih banyak pekerjaan."
Sekali lagi Fabian memandang James dengan sangat tajam dan mengancam.‘‘Baiklah. Jika kamu bohong aku akan melaporkan perbuatanmu kepada pihak yang berwajib."James kemudian tertawa.
‘‘Kamu tidak akan bisa melaporkanku karena kamu tidak punya bukti sama sekali dan aku akan balik menuntutmu karena pencemaran nama baikku. Ingat itu."
__ADS_1
Dengan kesal Fabian pergi kalau ia tetap berada di sana bisa-bisa ia akan meninju wajahnya lagi.
♫♫♫♫
Fabian menemukan satu buket lily putih di meja kerjanya ketika sudah sampai di kantornya dan sebuah amplop kecil berwarna kuning terselip di atasnya. Ia membuka amplop itu.
Halo Fabian sayang! Apa kabar?
Aku sudah tidak sabar ingin bertemu denganmu lagi. Apa kamu masih tidak ingat padaku?
Aku adalah orang dari masa lalumu yang sudah kamu lupakan. Masih tidak ingat juga?
Nanti juga kamu akan mengingatnya setelah kita bertemu. Cium sayang dariku.
Yang mencintaimu
NB: Akulah yang menyuruh seseorang menabrak Miya tersayangmu, karena aku tidak ingin gadis itu memilikimu karena kamu hanya milikku. Jauhi dia atau aku akan menyakitinya lagi. Secepatnya kita akan segera bertemu.
Fabian memanggil Gilbert untuk datang ke ruangannya. Ia memperlihatkan buket bunga Lily kepadanya.
" Apa kamu tahu siapa yang mengirim bunga ini ke sini?"
" Aku yang membawanya ke sini. Tadi di bawah ada seorang kurir yang mengirimkannya dan kebetulan aku di sana, karena bunga itu untukmu jadi aku memyimpannya di mejamu. Apa ada yang salah?"
"Tentu saja ada yang salah. Bunga itu bunga kesukaan almarhum istriku."
Fabian memberikan kartu ucapan itu kepada Gilbert.
"Ini..." seru Gilbert terkejut setelah membacanya.
__ADS_1
"Orang yang mengirimkan bunga Lily yang sudah menabrak Miya dan di kartu itu tercium bau parfum Clarissa."
" Kamu benar. Ini parfum yang sering dipakai olehnya."
" Tidak sekali ini saja dia mengirimkannya."
"Kenapa kamu tidak mengatakannya kepadaku?"
"Karena aku belum memiliki kesempatan untuk bicara denganmu."
"Ya. Tentu saja akhir-akhir ini kamu sibuk oleh gadis itu dan mantan pacarnya,"sindir Gilbert.
Fabian menatap Gilbert tajam.
" Apa mungkin Clarissa yang melakukannya?"
"Yang benar saja. Clarissa sudah meninggal, jadi dia tidak mungkin pelakunya,"kata Gilbert.
"Kamu benar. Dia sudah meninggal. Aku berada di sana, ketika dia meninggal. Tapi bagaimana kalau misalnya dia masih hidup?"
"Orang meninggal tidak akan bisa hidup lagi. Sebaiknya kamu jangan memberikan kesimpulan gila seperti itu."
"Lalu menurutmu siapa? Karena James tidak mengakuinya."
"Entalah. Bisa siapa saja. Apa kamu tidak ingat apa pun mengenai kira-kira siapa bunga Lily ini?"
"Aku tidak ingat."
" Mungkin dulu salah satu orang terdekatmu."
__ADS_1
" Itu mungkin saja."
Fabian menghela napas panjang. Selama ia masih belum mengetahui identitas bunga Lily sebenarnya hidupnya dan Miya ada dalam bahaya. Hatinya merasa tidak tenang sebelum pengirim bunga Lily ditemukan.[ ]