
Dua hari kemudian, Fabian mengunjungi toko mainan dan membeli sebuah boneka Teddy Bear yang cukup besar dalam perjalanan pulang dari kantornya. Boneka itu untuk Valentina. Beberapa menit yang lalu Arya mengirimkan pesan kalau Valentina sudah sembuh dan ingin bertemu dengannya. Setelah mendapatkan boneka yang diinginkannya, ia segera pergi ke panti asuhan. Fabian sudah tidak sabar ingin bertemu dengannya.
Fabian membayangkan wajah senang Valentina saat akan menerima hadiahnya. Sejak bertemu dengan gadis kecil itu, Fabian selalu memikirkannya. Ada sesuatu tentang Valentina yang tidak ia ketahui. Seolah-olah ada magnet yang kuat menariknya untuk selalu berada di dekat Valentina. Ia sempat berpikir mungkin karena Valentina seumuran anak perempuannya yang hilang.
Fabian tidak bisa menyangkal perasaannya yang sudah menyayangi Valentina seperti anaknya sendiri, meskipun ia baru pertama kali bertemu dengannya. Fabian tiba di panti asuhan tepat jam 6 sore.
Arya sudah menunggu kedatangannya di depan pintu masuk. " Terima kasih sudah datang. Apa boneka itu untuk Valentina?"
" Ini untuk Valentina."
" Pasti Valentina suka. Dia sudah menunggu dari tadi."
Arya mengantar Fabian ke ruang kepala panti dan mendapati Valentina sedang duduk di sofa. Suara dehamn dari Arya membuat Valentina menengok ke belakang. Gadis kecil itu segera berdiri.
" Se-selamat sore!"
" Sore!"jawab Fabian.
" Ini Fabian Baskerville. Orang yang sudah menolongmu, " kata Arya.
" Jadi Anda yang sudah menolongku?"
" Benar."
" Terima kasih sudah menolongku."
Fabian membungkuk, lalu mengusap rambutnya." Sama-sama. Aku senang melihatmu sudah sehat kembali. "
Valentina tersenyum.
Deg!
Jantung Fabian seakan berhenti. Senyuman Valentina sangat mirip dengan Miya dan kalau diperhatikan baik-baik, Valentina mirip dengan Miya. Apa mungkin...
Tidak. Valentina tidak mungkin anaknya dengan Miya. Fabian tidak berani untuk berharap kalau Valentina adalah Caliope.
" Aku membawa hadiah untukmu."
" Ini untukku?"
Wajah Valentina berseri bahagia, lalu memeluk bonekanya. " Terima kasih."
Fabian dan Valentina kembali duduk di sofa.
" Tuan Baskerville, Anda begitu baik kepadaku."
" Panggil saja namaku!"
" Aku akan memanggilmu Paman Fabian."
" Baiklah. Kamu bisa memanggilku paman Fabian. Sudah lama sekali aku tidak dipanggil paman lagi."
Fabian tersenyum kembali mengingat kembali pertemuannya dengan Miya dan memanggilnya dengan paman.
" Paman Fabian, kenapa senyum terus dari tadi. Apa ada hal yang menyenangkan?"
" Aku hanya mengenak masa laluku yang indah."
" Pantas saja Paman Fabian senyum terus dari tadi."
" Aku merasa senang bisa bertemu dengan Paman Fabian hari ini."
" Aku juga."
Arya merasa cemburu melihat kedekatan Valentina dengan Fabian. Ia tidak ingin Valentina berlama-lama berada dekat Fabian. Tujuan utama Arya memanggil Fabian ke sini bukan karena Valentina. Itu hanya alasan saja supaya ia bisa bertemu dengan Fabian dan lebih dekat dengannya.
" Sebaiknya kamu pergi ke kamar sekarang. Kamu masih harus banyak istirahat."
" Tapi aku masih ingin bicara dengan Paman Fabian."
" Valentina." Arya sudah nampak kesal dan Valentina langsung memundukkan kepalanya sedikit. Ia takut, jika ia akan dihukum lagi di ruang bawah tanah.
Valentina mengangguk.
" Maaf Paman Fabian, aku mau pergi ke kamar dulu. Lain kali kita bicara lagi."
" Baiklah."
Fabian mengecup pipinya yang montok kemerahan. " Sampai jumpa lagi!"
" Sampai jumpa! Sekali lagi terima kasih hadiahnya."
Valentina meninggalkan ruangan kepala panti. Semarang hanya tinggal Fabian dengan Arya. Wanita itu duduk di hadapan Fabian.
" Maaf sudah merepotkanmu untuk datang ke sini untuk menemui Valentina. Anak itu selalu menanyakan tentang dirimu dan ingin sekali bertemu dengan penolongnya."
" Sama sekali tidak merepotkan sebaliknya aku senang bisa bertemu dengannya lagi."
" Terima kasih. Mungkin Valentina akan sedikit merepotkanmu untuk beberapa hari ke depan."
Fabian sedang memikirkan sesuatu, lalu ia memutuskan untuk menanyakannya kepada Arya.
" Aku ingin bertanya sesuatu padamu."
" Tentang apa?"
" Ini mengenai Valentina."
" Memangnya apa yang ingin tanyakan tentang Valentina?"
" Aku ingin menanyakan, siapa orangtua Valentina sebenarnya?"
" Kalai itu aku tidak tahu. Maaf. Yang aku tahu Valentina dulu diadopsi oleh keluarga Hunt dan mereka tidak mengatakan apa pun tentang keluarga yang sebenarnya."
Arya menyipitkan matanya." Sepertinyakamu sangat tertarik dengan gadis itu?"
" Bagaimana aku mengatakanya ya. Aku memang tertartik dengan Valentina sejak pertama kali melihatnya. Dia seperti putriku yang hilang, karena umur mereka sama."
" Jadi Anda melihat bayang putrimu dalam diri Valentina?"
" Bisa dikatakan begitu. Meskipun aku tidak tahu seperti apa wajah putriku, tapi aku menemukannya dalam diri Valentina."
" Kenapa harus Valentina? Masih banyak anak lain yang seumuran dengan putrimu."
" Aku juga tidak tahu, tapi perasaanku terhadap anak itu sangat kuat. Aku sulit menjelaskannya."
" Aku mengerti. Sebaiknya kita tidak perlu membahas tentang Valentina lagi. Jadi apa bagaimana kabar keluargamu?"
__ADS_1
" Keluargaku baik-baik saja."
" Sepertinya kamu sangat mencintai istrimu."
" Itu benar. Istriku segalanya bagiku dan dia separuh hidupku. "
Arya tidak suka melihat Fabian yang begitu memcintai istrinya. Ia harus menghapus cintanya kepada istrinya dan digantikan dengan cinta yang baru.
" Aku iri dengan istrimu bisa memiliki suami sepertimu. Andai saja aku juga bisa memiliki suami sepertimu pasti aku akan sangat bahagia."
"Suatu hari kamu pasti akan mendapatkannya."
"Tentu saja."
Pria itu adalah kamu, Fabian bisik hati Arya.
" Sebaiknya aku segera pukang."
" Tidak ikut makan malam bersama di sini?"
"Tidak. Lain kali saja."
"Baiklah. Aku akan menghubungimu lagi jik Valentina ingin menemuimu lagi."
"Tentu saja. Selamat malam!"
"Malam."
🧸🧸🧸
Fabian pulang ketika Miya sedang mempersiapkan malam. Aroma harum makanan membuatnya lapar. Miya mendekarti Fabian dan menciumnnya.
" Ganti pakaianmu! Lalu kita makan malam. Tolong panggil Clarie dan Jonathan juga."
" Baiklah, sayang." Fabian mengedipkan matanya, lalu Miya kembali menata meja makan. Mereka kemudian makan malam bersama.
Selama makan malam, Fabian menyadari kalau ia dan keluarga kecilnya sudah jarang melakukan liburan bersama. Fabian sibuk dengan pekerjaannya dan anak-anaknya sibuk dengan sekolahnya. Fabian memutuskan untuk pergi liburan bersama keluarganya akhir tahun nanti.
Fabian pun mengungkapkan rencananya itu dan disambut senang oleh istri dan anak-anaknya.
" Aku sudah tidak sabar menunggu akhir tahun,"kata Clarie.
" Pasti liburan kali ini sangat menyenangkan," kaya Jonathan.
" Terima kasih kamu sudah mengajak lamiiburan bersama lagi, " kaya Miya.
"Aku hanya ingin membuat keluargaku bahagia dan aku ingin lebih banyak menghabisi waktu bersama kalian."
" Aku tahu,"kata Miya.
Setelah selesai makan malam, Miya dan Fabian pergi ke kamar. Miya menceritakan tentang Isabella yang meneleponnya dua hari yang lalu, karena ia baru memiliki kesempatan untuk memberitahu Fabian.
" Jadi Isabella akan datang Minggu depan?"
" Iya. "
" Aku senang bisa bertemu dengannya lagi."
"Aku ingin mengundang Isabella untuk makan bersama di sini."
" Iya. Tentu saja. Pasti itu akan sangat menyenangkan."
" Ada apa?"
Fabian menatap Miya, lalu mengenggam tangannya, ketika mereka sudah berada di tempat tidur.
" Aku ingin mengadopsi seorang anak."
Miya terkejut dengan keinginan Fabian yang tiba-tiba.
" Mengadopsi anak?"
" Iya. "
"Tapi kenapa kamu tiba-tiba ingin mengadopsi anak?"
Fabian menceritakan pertemuannya dengan Valentina di panti asuhan.
" Aku benar-benar menyayangi anak itu. Valentina, anak yang baik. Dia cantik, kucu, dan mengemaskan sepertimu."
" Apa kamu serius dengan keinginanmu ini?"
" Iya. Sejak aku bertemu dengannya, rasa sayangku kepada anak itu tiba-tiba muncul begitu saja. Seolah aku sudah mengenalnya begitu lama."
" Sepertinya Valentina sudah berhasil merebut hatimu." Miya cemberut.
" Apa kamu cemburu?"tanya Fabian jahil.
" Dari tadi kamu begitu semangat membicarakan Valentina."
Fabian merangkul tubuh istrinya dan mendekap. " Kamu tetap wanita yang kucintai dan itu tidak pernah berubah selamanya."
" Aku tahu itu."
Miya menatap Fabian penasaran. "Kenapa kamu bisa pergi ke panti asuhan?"
" Saat dalam perjalanan ke kantor beberapa hari yang lalu, aku hampir menabrak seorang wanita."
" Apa wanita itu baik-baik saja?"
"Dia baik-baik saja."
"Lalu apa yang terjadi?"
" Aku mengantarnya ke panti asuhan Bunga Matahari, karena dia salah satu pengurus panti itu."
"Apa itu masih muda dan cantik?"
" Iya. Namanya Arya Cooke."
Miya kembali terlihat cemberut dan Fabian menyadari Miya cemburu.
" Meskipun Arya cantik, tapi kamu satu-satunya wanita tercantik di dunia di mataku."
Miya merasa senang dan tidak ada alasan untuk meraguksn cinta suaminya kepadanya.
" Sebelum kamu mengadopsi Valentina, aku harus bertemu dengannya dulu."
__ADS_1
" Tentu saja. Aku akan mempertemukan kalian. Aku yakin kamu pun akan jatuh hati pada anak itu. Ini sudah malam, sebaiknya kita tidur."
Miya menganggukan kepalanya dalam pelukan Fabian, lalu Fabian mematikan lampunya.
🧸🧸🧸
Pagi-pagi sebelum Fabian pergi ke kantor, Gilbert meneleponnya dan memberitahu kalau Albert Glimer telah berhasil ditangkap.
" Benarkah itu?"
"Iya. Aku akan segera ke kantor polisi. Kita bertemu di sana."
Fabian menutup teleponnya.
" Apa yang terjadi?"tanya Miya cemas.
" Orang yang telah menyerangku sudah berhasil ditangkap."
" Benarkah?"
" Iya. Sekarang aku dan Gilbert akan ke kantor polisi "
" Siapa orangnya?"
"Albert Glimer, kakak kandung Clarissa."
" Apa?"
"Nanti aku akan menjelaskan semuanya kepadamu."
" Baiklah."
Setelah sarapan pagi, Fabian pergi. Miya mencemaskan keadaan suaminya dan ia sudah tidak sabar ingin mendengar semuanya dari Fabian.
🧸🧸🧸
Erika telah kembali ke sekolah dan ia terkejut kalau Valentina sudah tidak bersekolah lagi di sini. Ia kemudian menemui Liza, salah satu guru Valentina.
Liza kemudian menceritakan tentang kecelakaan yang terjadi pada Valentina. Erika sangat terkejut mendengarnya dan ia juga sedih.
" Valentina kehilangan banyak darah, lalu aku mendonorkan darahku, karena orangtuanya tidak bisa mendonorkannya, karena golongan darah mereka berbeda."
" Berbeda?"
" Iya. Ternyata Valentina bukan anak mereka."
Erika kembali dibuat terkejut.
"Jadi Valentina bukan anak kandung mereka?"
" Iya. Dan ayah Valentina sangat marah saat tahu Valentina bukan anaknya."
" Apa Valentina sudah sembuh?"
" Valentina sudah sembuh dan sudah pulang, lalu aku mendapatkan kabar kalau Valentina keluar dari sekolah ini."
" Tapi kenapa?"
" Aku juga tidak tahu."
" Terima kasih. Aku akan mencari tahu."
Erika pergi dari ruang guru menuju klubnya dan kedatangannnya disambut oleh murid-muridnya. Bel berbunyi dan anak-anak segera masuk ke kelas. Erika kembali sendirian di ruangan klub. Ia sudah memutuskan akan ke rumah Jerome dan menemui Valentina di sana.
🧸🧸🧸
Fabian telah sampai di kantor polisi dan bertemu dengan Gilbert di sana. Mereka kemudian di pertemukan dengan Albert.
Fabian dan Gilbert duduk saling berhadapan dengan Albert.
" Ternyata kamu masih hidup," kata Albert.
" Aku masih hidup. Keberuntungan masih berpihak kepadaku. Kenapa kamu menyerangku?"
" Aku menyerangmu untuk membalas kematian Clarissa."
" Kematian Clarissa bukan salahku. Itu salahnya sendiri sudah membakar dirinya sendiri. Selama bertahun-tahun ia sudah memalsukan kematiannya."
"Kalau bukan karena kamu, Clarissa tidak akan nekat membakar dirinya sendiri."
" Clarissa bisa melakukan apa pun untuk mencapai tujuannya meskipun harus membuat orang di dekatnya menderita. Perbuatan Clarissa itu sudah di luar batas. Ia sudah menculik istriku dan ingin membunuhnya, tapi yang terbunuh dia sendiri. "
"Bagaimana kamu bisa hidup kembali? Bukannya seluruh anggota Glimer telah neninggal,"kata Gilbert.
" Itu benar. Aku selamat dari kebakaran runah kami dan aku selama ini koma. Ketika aku sadar dan tahu bahwa Clarissa sudah meninggal gara-gara kamu, aku ingin membunuhmu," katanya pada Fabian.
" Clarissa, wanita jahat. Dia hampir membuat keluargaku menderita karenanya. Itu mungkin hukuman yang diberikan Tuhan kepadanya atas perbuatan jahatnya selama ini," kata Fabian.
Petugas memberitahu kalau waktu kunjungan telah habis. Fabian dan Gilbert terpaksa harus pergi. Albert masih memandang mereja dengan kebencian.
" Kakak adik ternyata sama-sama jahat "kata Gilbert setelah mereka keluar dari penjara.
" Aku tidak ingin memikirkan masalah ini lagi."
" Kamu benar."
Mereka kemudian meninggalkan penjara
🧸🧸🧸
Erika pergi menuju rumah Jerone setelah jam sekolah berakhir. Di dalam taxi, Erika gelisah dan sudah tidak sabar ingin segera sampai di rumah keluarga Hunt. Taxi akhirnya tiba dan berhenti di depan rumah keluarga Hunt. Erika keluar dari taxi.
Erika menekan bel, tapi tidak ada yang menjawabnya dan suasana rumah nampak sepi, lalu ada seorang wanita yang mendekatinya dan nemberitahu kalau rumah ini sudah tidak ada penghuninya lagi. Pemilik rumah ini sudah pindah beberapa hari yang lalu.
" Mereka pindah kemana?"
" Tidak ada yang tahu mereka pindah kemana."
Wanita itu pergi dan Erika terlihat sangat kecewa. Ia pun pergi meninggalkan rumah itu. Erika tidak tahu lagi harus mencari mereka kemana dan ia juga tidak tahu kenapa mereka tiba-tiba pindah rumah.
🧸🧸🧸
Emily dan suaminya sekarang tinggal di rumah yang baru yang letaknya jauh dari kota New York. Pandangannya jauh menerawang ke luar jendela. Ia merindukan Valentina. Bayangan melihat Valentina menangis sambil memanggil namanya ketika ia dan suaminya meninggalkannya di panti asukan masih terbayang dalam benaknya dan ingatannya.
Perlahan air matanya menetes. Rasa bersalah terus menghantuinya. " Maafkan Ibu, Valentina."
Emily kemudian kembali menyulam pakaian bayi untuk mengisi waktu luangnya. Hidupnya terasa sepi tanpa kehadiran Valentina di sisinya. Emily sudah berkali-kali membujuk Jerome untuk menerima kembali Valentina, tapi usahanya sia-sia. Ia tidak menyangka suaminya akan tidak memiliki rasa kasihan kepada Valentina yang selama ini ia sayangi sebelum tahu Valentina adalah anaknya.
__ADS_1
Emily sudah memutuskan untuk tidak menyerah membujuk Jerome untuk membawa kembali Valentina untuk pulang. [ ]