My Beloved Uncle ( Baskerville #1)

My Beloved Uncle ( Baskerville #1)
33. Tersadar


__ADS_3

Darah merah segar mulai mengalir dari kepalanya. Miya berusaha menyadarkan Fabian, tapi usahanya sia-sia. Air mata mulai membasahi wajah gadis itu.


''Bertahanlah!''teriak Miya sekali lagi."Aku akan mencari bantuan."


Miya ketakutan setengah mati dan ia memandang ke sekelilingnya berharap ada orang yang akan menolongnya. Ia menangis sejadi-jadinya. Tidak lama kemudian Adelina dan Mary Jane datang dengan kuda mereka. "Apa kalian baik-baik saja?''tanya Adelina cemas.


"Aku baik-baik saja, tapi paman Fabian sepertinya tidak,''jawab Miya sambil terisak menangis.


Adelina dan Mary Jane melihat Fabian yang tak sadarkan diri. Mereka terkejut. Adelina cepat-cepat turun dari kudanya memeriksa keadaan Fabian.


" Cepat panggil bantuan!"seru Adelina memberi perintah kepada Mary Jane. Selama sesaat pelayan itu tidak bergerak dan wajahnya pucat. "MARY JANE,"teriak Adelina.


"Ba...baik."


Mary Jane terburu-buru naik ke kudanya dan memacunya dengan cepat.


"Apa paman Fabian akan baik-baik saja?"tanya Miya cemas.


Adelina menggelengkan kepalanya." Aku harap kakakku akan baik-baik saja."


"Paman Fabian tidak akan meninggal, kan?"


Miya kembali menangis sesegukan.


"Tentu saja tidak. Fabian tidak akan meninggal."

__ADS_1


"Ini semua salahku. Gara-gara dia menolongku, paman Fabian jadi terluka."


" Jangan salahkan dirimu! Ini kecelakaan."


Adelina menatap Miya, lalu berkata,"Fabian rela mengorbankan nyawanya asal kamu bisa selamat ."


Miya kemudian teringat ketika Fabian menyelamatkannya saat akan tertabrak mobil dan ini kedua kalinya ia menyelamatkannya. Miya kembali menangis.


"Apa yang terjadi?''tanya Adelina lagi.


"Aku tidak tahu. Tiba-tiba saja kudaku hilang kendali,''jawab Miya.


"Ini aneh . Tidak seperti biasanya Misty seperti ini. Misty adalah kuda yang sudah terlatih dan sangat jinak. Ini pertama kalinya setelah bertahun-tahun kuda itu menjadi liar kembali,'' ujar Adelina.


"Mungkin ada sesuatu yang membuat Misty menjadi liar seperti tadi,''ujar Miya tidak yakin. Adelina berdiri dan menghampiri Misty. Adelina membelai kuda itu perlahan-lahan. Sesuatu telah menarik perhatiannya. Ia mengelus perut kuda itu, bercak darah terlihat ditangan Adelina.


Tidak lama kemudian pertolongan datang. Fabian dimasukkan ke dalam mobil ambulan. Miya ikut bersamanya. Adelina menuntun kuda itu sedangkan Mary Jane berada di belakangnya. Adelina melirik ke arah Mary Jane yang terlihat sangat pucat. Kedua tangannya mencengkeram kuat tali kekang kuda.''Kamu baik-baik saja?''


"Tentu. Saya baik-baik saja nona Adelina.''


Sesampainya di depan kastil, Adelina dan Mary Jane menyerahkan kudanya ke pelayan


"Apa yang terjadi ?''tanya Rosalie cemas.


"Fabian dan Miya mengalami kecelakaan,''jawab Adelina.

__ADS_1


Rosalie menutup mulutnya.''Ya Tuhan."


"Kita ke rumah sakit."


Adelina mengangguk.


🎵🎵🎵🎵


Orangtua Fabian tiba di rumah sakit dengan wajah panik dan menemukan Fabian sudah terbaring di tempat tidur. Di sampingnya ada Miya yang sedang menunggunya. Gadis itu cepat-cepat berdiri.


"Miya, kamu baik-baik saja, kan?"tanya Rosalie.


"Aku baik-baik saja."


"Syukurlah. Bagaimana keadaan Fabian?"


"Fabian mengalami gegar otak ringan. Itu yang dikatakan dokter."


"Aku akan menemui dokter dulu,"kata Andrew.


"Aku juga ikut,"kata Rosalie.


Pintu kamar tertutup. Miya menatap Fabian dengan tatapan sedih. Air matanya kembali menetes. Ia begitu takut kehilangan Fabian.


" Paman Fabian , kumohon sadarlah!"

__ADS_1


Miya kemudian berdoa agar Tuhan menyelamatkan pamannya. Ia masih ingin bersamanya meskipun pamannya terkadang bersikap menyebalkan. Gadis itu pun akhirnya menyadari telah mencintai pamannya, Fabian. Dikecupnya bibir Fabian dengan lembut. [ ]


__ADS_2