
"Bu guru Roberts,"panggil Valentina.
Erika tidak percaya dengan penglihatannya melihat Valentina berada di hadapannya sekarang.
"Valentina."
Valentina langsung berlari ke arah Erika dan memeluknya dengan sangat erat. Ia menangis dalam pelukan Erika.
" Aku senang bisa bertemu dengan Bu guru lagi."
Erika mengurai pelukannya dan menghapus air mata Valentina. Ia merasa lega dan senang, Valentina baik-baik saja.
" Sebanarnya apa yang terjadi denganmu? Dan selama ini kamu memana saja? Aku sudah mencarimu kemana-mana."
" Ayah dan Ibu membawaku ke panti asuhan."
" Panti asuhan?"
" Iya. Ayah tidak menginginkanku lagi setelah tahu kalau aku bukan anaknya. Padahal aku sangat menyayangi Ayah,"kata Valentina disela isak tangisnya.
Hati Erika menjadi sedih dan pilu. Ia merasa kesal dengan Jerome. Ia tidak menyangka Jerome bisa setega itu membuang Valentina ke panti asuhan.
" Lalu apa yang terjadi?"
" Selama beberapa hari ini, aku tinggal di panti asuhan. Semua anak-anak di sana baik kepadaku, tapi Nona Cooke, dia jahat padaku. Aku dikurung di ruangan yang gelap sendirian di ruang bawah tanah untuk menghukumku, karena aku tidak menuruti perintahnya. Dia juga menyuruhku membersihkan semua lantai di panti asuhan."
" Siapa Nona Cooke?"
" Salah satu pengurus panti asuhan Bunga Matahari. Dia akan mengurungku di ruang bawah tanah lagi, karena dia sangat marah kepadaku. Aku telah mengagalkan rencananya."
"Mengagalkan rencana apa?"
" Dia memasukan obat tidur di dalam kopi dan kopi itu diberikan untuk Paman Fabian?"
" Siapa Paman Fabian?"
" Pria yang baik dan sudah menolongku, bahkan dia memberikan boneka Teddy Bear yang besar untukku."
" Lalu apa lagi?"
" Aku melarikan diri dari pantu asuhan malam-malam, karena aku mau dikurung di ruangan bawah tanah lagi. Aku takut di sana sendirian, jadi aku kabur, lalu aku pingsan dan ditolong oleh pemilik mini market di pom bensin."
" Bagaimana kamu bisa sampai ke sini?"
" Aku diantarkan oleh pemilik mini market ke sini. Aku tidak tahu harus pergi ke mana lagi. Tadinya aku ingin pergi ke rumah Paman Fabian, tapi aku tidak tahu di mana rumahnya, lalu aku teringat Bu guru Roberts, jadi aku datang ke sini. Aku tidak ingin kembali ke panti asuhan lagi."
Erika memeluk Valentina lagi. Ia merasa kasihan kepadanya terlantar sendirian di luar. Erika kembali menghapus air mata Valentina dengan jari-jari tangannya.
" Kamu tidak usah takut lagi. Kamu bisa tinggal denganku."
Wajah Valentina terlihat senang. " Benarkah?"
" Iya."
" Terima kasih. Aku janji akan menjadi anak yang baik. Setelah aku menemukan orangtua kandungku, aku akan pergi dari rumah Bu guru."
" Kamu masih mempunyai orangtua kandung?"
" Iya. Ibuku yang memberitahuku."
" Apa Ibumu memberitahu di mana orangtuamu yang sebenarnya?"
" Tidak, karena ibuku juga tidak di mana mereka."
" Kamu tidak perlu sedih, kita cari sama-sama orangtuamu."
" Terima kasih."
" Apa kamu sudah makan?"
" Aku sudah makan pagi, tapi makan siang belum."
"Nanti kita makan siang bersama-sama ya."
"Iya."
🧸🧸🧸
Arya dan Nyonya Harper telah tiba di rumah keluarga Hunt yang diberikan oleh mereka sewaktu menitipkan Valentina di panti asuhan. Beberapa kali mereka menekan bel tidak ada yang menjawabnya.
" Rumah ini terlihat sepi. Sepertinya tidak ada penghuninya."
"Kamu benar."
" Kita sudah tahu Valentina tidak berada di sini."
" Sebaiknya kita kembali ke panti asuhan,"kata Nyonya Harper dengan wajah sedih.
Sebenarnya Arya merasa senang, Valentina sudah pergi. Sejak awal ia memang tidak suka kepada anak itu, tapi setelah Valentina pergi, ia tidak punya alasan lagi untuk bertemu dengan Fabian.
Mereka akhirnya tiba di panti asuhan dan Nyonya Harper masuk ke ruangannya. Di sana sudah menunggu beberapa orang polisi yang sedang menunggunya.
" Selamat siang!"sapa Nyonya Harper.
" Selamat siang!"
" Ada yang bisa saya bantu?"
" Ini mengenai Nyonya Nancy Gibson."
Perasaan Arya menjadi gelisah, panik, dan takut kalau perbuatannya akan diketahui oleh polisi. Ia tidak ingin di penjara sekarang sebelum ia bisa menikah dengan Fabian.
" Apa ada kabar darinya?"
Para polisi itu terlihat muram. "Dengan menyesal kami harus sampaikan , bahwa Nancy Gibson ditemukan telah meninggal."
Nyonya Harper sangat terkejut dan tubuhnya terasa sangat lemas.
" Kenapa Nancy bisa meninggal?"
" Ada orang yang membunuhnya."
" Apa?"
"Jasadnya sekarang berada di rumah sakit."
" Jasad Nancy ditemukan di mana?"
" Di hutan dekat sini. Kami menelusuri jejaknya dari bermacam-macam rekaman CCTV di jalan. Di hari kejadian ada sebuah mobil masuk ke panti asuhan ini menjelang tengah malam. Kami juga sudah memeriksa kamera CCTV di depan panti asuhan, Nancy tidak pernah keluar dari panti asuhan. Hanya sebuah mobil saja."
" Lalu?"
"Kami menelusuri jejak mobil itu dan mobil itu mengarah ke sebuah hutan, lalu kami menemukan mayat Nancy."
__ADS_1
Nyonya Harper terhenyak di kursinya. "Siapa yang sudah tega membunuhnya? Nancy wanita yang baik."
"Dari nomor mobil yang kami periksa, mobil itu atas nama Spencer Harlods."
Arya berusaha tidak terkejut kalau ia mengenal Spencer, kekasihnya. Ia berusaha memasang wajah tenang.
" Apa pria yang bernama Spencer sudah ditangkap?"tanya Arya.
" Sayangnya belum. Kami sudah pergi ke apartemennya, tapi dia tidak ada di sana. Kami sedang mencari keberadaannya."
Arya bisa bernapas lega, karena polisi belum menemukan keberadaan jasad kekasihnya. Ia sudah mengubur tubuh kekasihnya di halaman sekitar apartemennya. Ia beruntung, karena kameta CCTV di apartemennya sedang rusak dan juga minim penjagaan.
"Apa saya bisa melihat jasad Nancy?"tanya Nyonya Harper.
"Tentu saja."
"Saya juga ingin melihatnya,"kata Arya.
"Kalian bisa ikut kami sekarang."
"Baiklah,"ujar Nyonya Harper.
Arya dan Nyonya Harper ikut dengan polisi-polisi itu ke rumah sakit.
🧸🧸🧸
Valentina sangat senang berada di rumah Erika. Ia duduk di sofa menunggu Erika membawakan minuman untuknya.
" Ini minumlah!"
Valentina meminum jus jeruknya dengan sekali teguk. " Terima kasih. Jus jeruknya sangat enak."
" Apa mau nambah lagi?"
"Nanti saja."
Logan turun ke bawah mencari ibunya.
" Ibu."
"Kamu sudah bangun?"
Logan menganggukan kepalanya, lalu Erika memperkenalkannya kepada Valentina.
" Hai aku Valentina."
Logan nampak malu-malu.
"Aku Logan."
Mereka kemudian bersalaman.
" Mulai sekarang Valentina akan tinggal bersama kita."
" Horee. Aku ada teman bermain di rumah."
" Kamu senang kan ada Valentina ada di sini."
" Iya. Aku senang."
" Kalian bermain saja dulu ya, aku mau memasuka dulu."
" Baik Bu guru."
"Mulai sekarang jangan panggil Bu guru lagi."
" Bagaimana kalau Bibi Erika saja?"
"Baik Bibi Erika."
Erika pergi ke dapur. Valentina bermain dengan Logan di ruang keluarga, ketika Gilbert pulang. Ia terkejut melihat seorang gadis kecil di rumahnya.
" Kamu siapa?"tanya Gilbert.
" Aku Valentina."
" Valentina?"
" Iya. Aku baru saja datang ke sini."
Valentina tersenyum lebar. Gilbert langsung mencari istrinya dan menemukan Erika ada di dapur sedang memasak.
" Kamu sudah pulang."
"Aku baru saja pulang dan siapa gadis kecil itu?"
"Oh dia Valentina."
"Aku sudah tahu namanya. Tadi dia yang memberitahuku."
"Valentina itu anak yang aku cari selama ini."
"Jadi maksudmu Valentina anak angkat Jerome
?"
"Benar."
"Bagaimana kamu bisa menemukannya?"
Erika bercerita kepada Gilbert apa yang terjadi kepada Valentina selama ini termasuk perlakukan tidak baik dari salah satu pengurus panti asuhan.
"Wanita itu jahat sekali,"komentar Gilbert.
"Benar dan Valentina sangat ketakutan. Itu sebabnya dia kabur dari panti asuhan. Untung ada orang baik yang mau menolongnya dan mengantarkannya ke sekolah untuk menemuiku."
" Jadi apa rencanamu terhadap Valentina?"
" Untuk sementara waktu Valentina akan tinggal bersama kita. Apa kamu setuju?"
"Aku setuju. Aku kasihan kepadanya dan mana mungkin aku akan membiarkannya terlantar di jalanan."
" Aku yakin kamu pasti setuju. Itu sebabnya aku membawanya ke sini untuk tinggal bersama kita. Logan juga senang dengan kehadiran Valentina."
" Kamu benar."
"Sebaiknya kamu membersihkan diri dan ganti pakaian. Makan malam sebentar lagi siap."
Gilbert pergi ke kamarnya. Sebelum naik tangga, ia melihat Valentina yang sedang bermain dengan Logan. Di lihat dari samping wajah Valentina mirip dengan Miya. Dipikiran Gilbert sempat terlintas kalau Valentina adalah Caliope.
" Ini tidak mungkin,"gumamnya, lalu Gilbert naik ke lantai dua menuju kamarnya.
Setelah selesai makan malam, Valentina langsung pergi ke kamar bersiap-siap untuk tidur, karena Erika tidak memiliki baju anak perempuan, Valentina memakai pakaian tidur Logan meskipu agak kekecilan.
__ADS_1
"Besok aku akan membelikan baju untukmu. Untuk malam ini kamu pakai baju ini saja dulu."
"Iya."
"Apa kamu bersekolah lagi?"
" Aku mau, tapi aku tidak mau sekolahku dulu."
"Kenapa?"
"Aku takut mereka akan mencariku ke sana. Aku ingin sembunyi dulu dari mereka."
"Lalu bagaimana dengan sekolahmu?"
"Sekolah di rumah saja."
Erika bisa melihat dengan jelas ketakutan di wajah Valentina. Entah apa yang terjadi sana sehingga Valentina ketakutan seperti itu. Perasaan Erika mengatakan, telah terjadi sesuatu yang lain di sana.
"Valentina, kamu bisa mempercayaiku, jika kamu ingin bercerita, aku akan mendengarkannya dan berusaha akan membantumu."
"Baik."
"Sekarang tidurlah!"
Erika menyelimuti Valentina dan memberikan kecupan selamat malam.
🧸🧸🧸
Miya dan Fabian mengantar kepulangan Isabella dan Sebastian. Sekali lagi Miya berpelukan dengan Isabella. Entah kapan mereka akan bertemu lagi. Hari sudah semakin larut malam.
"Terima kasih atas semuanya. Kami tidak akan melupakan pertemuan kita yang singkat ini,"kata Isabella.
"Aku juga. Semoga suatu hari kita bisa bertemu kembali."
Isabella menganggukan kepalanya. "Jaga diri kalian baik-baik."
"Kalian juga."
"Sampai jumpa lagi!"
"Sampai jumpa!"
Setelah mobil yang membawa mereka tidak terlihat lagi Fabian dan Miya masuk ke dalam.
" Aku pasti akan merindukan mereka,"kata Miya.
Sesampainya di kamar, Miya dan Fabian berganti pakaian. Sebelum tidur, Fabian memeriksa pesan yang masuk. Begitu banyak pesan yang masuk terutama dari para kliennya, lalu ia melihat nama Arya disalah satu pesan yang belum terbaca.
Pesan itu berbunyi :
Valentina kabur dari panti asuhan
Isi pesan itu tentu saja membuat Fabian terkejut. Ia sempat ragu apa Arya berkata yang sebenarnya atau berbohong, karena ia teringat perkataan Valentina yang sudah memaksa anak itu untuk berbohong.
Fabian bermaksud untuk menelepon Nyonya Harper, tapi ia mengurungkan niatnya, karena hari sudah malam dan mungkin saja Nyonya Harper sudah tidur.
" Ada apa?"
" Arya memberitahuku, bahwa Valentina kabur dari panti asuhan."
"Apa? Tapi bagaimana bisa Valentina kabur?"
" Aku tidak tahu. Apa alasan Valentina kabur."
"Apa sebaiknya kita besok pergi ke sana?"tanya Miya.
"Baiklah. Besok kita ke sana. Aku mencemaskan Valentina. Mungkin saja sekarang anak itu sedang berkeliaran di luar."
"Aku harap sekarang Valentina berada ditangan orang baik, jika ada orang lain yang menemukannya."
"Semoga saja."
🧸🧸🧸
Valentina terbangun di tengah malam. Keringat dingin memenuhi dahinya. Ia baru saja bermimpi buruk. Arya menemukannya dan memasukannya ke ruang bawah tanah lagi. Valentina turun dari tempat tidur dan mengambil air minum.
Valentina mencoba untuk tidur kembali. Tangannya mengeluarkan liontin kalung daei balik pakaiannya dan merasakan dinginnya kalung itu di tangannya.
"Ayah, Ibu. Di mana kalian? Aku ingin bertemu dengan kalian."
Valentina kembali memejamkan matanya dan akhirnya tertidur kembali.
Keesokan paginya Valentina terbangun dengan perasaan yang lebih baik, meskipun semalam ia sempat bermimpi buruk. Ia cepat-cepat pergi ke kamar mandi dan membersihkan diri, setelah itu ia berganti pakaian yang sudah disedujan oleh Erika di meja
Valentina turun ke bawah. Semua orang sudah berkumpul di meja makan
"Selamat pagi!"sapa Gilbert.
"Selamat pagi!"
Valebtina duduk di sebalah Logan. Erika memberikan pancake yang besar untuknya. Valentina memakannya dengan lahap.
"Ini pancake terenak yang pernah aku makanan."
"Kamu ternyata pintar memuji,"kata Erika.
Valentina menyengir lebar. Tidak perlu waktu lama, Valentina sudah menghabiskan makanannya, lalu ia membantu Erika mencuci piring dan membersihkan meja makan.
"Sebentar lagi kita pergi membeli pakaian untukmu. Kamu bersiap-siaplah."
"Iya Bibi Erika."
Setelah membantu Erika, Valentina kembali ke kamarnya untuk merapihkan diri lagi, lalu ia kembali turun setelah mendengar panggilan Erika dari bawah.
Valentina langsung ke dalam mobil. Gilbert yang mengemudikan mobilnya. Sesampainya di mall Logan dan Valentina kekuar dari mobil disusul oleh Erika. Valentina dan Logan begitu senang bisa berjalan-jalan lagi. Ia sudah tidak ingat kapan terakhir kalinya Valentina dan orangtua angkatnya pergi jalan-jalan bersama.
Di dalam mall, Erika memilihkan beberapa pakaian untuk Valentina dan juga Logan. Setelah itu mereka membeli sepatu dan sandal.
"Bibi Erika, terima kasih sudah membelikan semua ini untukku."
"Sama-sama, sayang."
Setelah selesai belanja, mereka makan siang bersama, lalu pergi ke toko mainan dan setelah itu mereka kembali pulang. Dalam perjalanan pulamg Logan dan Valentina tertidur dan terlihat sangat lelah.
Gilbert harus menggendong Valentina dan Logan secara bergantian ke kamar masing-masing. Erika dan Gilbert merasa sangat puas sudah menghabiskan waktu bersama. Kehadiran Valentina di tengah-tengah mereka membuat rumah mereka semakin ramai dan ceria. Erika dan Gilbert punya keinginan untuk mengadopsi Valentina sebagai anak mereka.
"Bagaimana kalau orangtua kandung Valentina tiba-tiba muncul?"
"Kita harus mengembalikannya kepada mereka. Kita tidak tahu kenapa Valentina bisa terpisah dari orangtuanya."
"Kamu benar. Apa sebaiknya kita meminta bantuan nenek lagi?"
"Itu terserah kamu saja, meskipun aku ragu cara itu akan berhasil."
__ADS_1
"Kamu ini."
Gilbert dan Erika saling berpelukan di sofa. [ ]