
Selama perjalaan pulang keduanya diam. Miya sama sekali tidak tahu apa yang baru saja terjadi di pesta tadi. Tiba-tiba Fabian memarkirkan mobilnya di tepi jalan membuat Miya terkejut.
"Kita harus bicara,''seru Fabian.
"Kita memang harus bicara. Apa paman bisa jelaskan apa yang terjadi tadi?"
"Tadi kamu hampir salah meminum minumanmu. Seorang pelayan dengan ceroboh menaruh air keras di dalam gelas. Untung saja ada pelayan yang memberitahku." Fabian berbohong tidak ingin membuat Miya cemas dan ketakutan.
"Hanya itu?"
Miya mengernyitkan dahinya dan memandang curiga pamannya.
"Iya hanya itu."
Hening.
"Ada yang ingin aku tanyakan,"kata Miya tiba-tiba.
" Apa?"
__ADS_1
" Apa paman sudah membunuh istri paman, karena istri paman melihat paman berselingkuh dengan wanita lain?"tanya Miya memberanikan diri. Ia merasa takut menanyakan hal itu kepada pamannya terlebih lagi ia takut dengan kenyataan yang akan didengarnya.
''Apaaa? Apa yang kamu bicarakan? Siapa yang sudah mengatakan kebohongan itu? Apa James yang mengatakannya? Tadi samar-samar aku melihatmu sedang berbicara dengannya.''
Fabian memejamkan matanya, lalu menghela napas panjang.''Kamu harus percaya kepadaku,''kata Fabian dengan tatapan memohon.
"Aku tidak tahu siapa yag harus kupercayai saat ini."
" Ada hal yang tidak kamu ketahui tentang kenyataan yang sebenarnya. Aku sama sekali tidak berselingkuh dengan wanita mana pun. Percayalah!''.Mata Miya menyipit , menatap tajam pamannya dengan curiga.
''Aku tidak percaya.''
"James itu sangat membenciku, jadi dia akan mengatakan hal buruk tentang diriku. Kamu harus percaya padaku.''
Ekspresi wajah Fabian berubah menjadi muram. Ada perasaan terluka di sorot matanya.
"Maafkan aku. Saat ini aku belum bisa memberitahumu, karena ini terlalu rumit dan aku tidak ingin mengingatnya lagi, karena itu sangat menyakitkan. Aku harap kamu mengerti."
"Terserah paman saja." Miya merasa kecewa dan ia juga tidak bisa memaksa pamannya untuk bercerita.
__ADS_1
Fabian kemudian menyalakan mesin mobilnya dan selama perjalanan tidak ada yang bicara. Sesampainya di mansion, Miya langsung berlari ke kamarnya dan langsung berbaring di tempat tidur setelah berganti pakaian. Ia tidak bisa tidur. Miya akhirnya tertidur ketika hari menjelang subuh.
***
Pagi-pagi sekali Mary Jane tengah berdiri di kamar Fabian, karena pria itu memanggilnya. Ia memperhatikan tuannya membereskan semua pakaiannya ke dalam koper dengan terburu-buru. Ia sudah mengambil keputusan untuk menjauhi Miya sementara waktu agar gadis itu terhindar dari bahaya. Ia akan pergi ke kastil Baskerville, rumah orangtuanya di Inggris dan kebetulan ayahnya memerlukan bantuannya di sana menjelang pertemuan keluarga besarnya.Urusan pekerjaannya di sini sudah ia serahkan kepada Gilbert dan ia akan memantau semuanya di Inggris.
"Bagaimana Miya?''tanyanya sambil kembali membereskan barang-barangnya.
"Nona Miya masih tidur.''
"Selama aku pergi tolong jaga Miya untukku! Aku percaya padamu, kamu akan menjaganya dengan baik.''
"Boleh saya bertanya sesuatu pada Anda?''tanya Mary Jane takut-takut. Ia tahu pertanyaannya ini tidak sopan.
"Tanyakan saja.''
"Apa Anda mencintai nona Miya?''
Fabian berhenti sejenak dari kegiatannya membereskan barang-barang, mata birunya menghangat.''Iya aku mencintainya. Miya segalanya untukku, jadi kau harus menjaganya untukku. Kamu harus melaporkan setiap saat mengenai keadaan Miya disini.'' Fabian telah selesai membereskan barang-barangnya dan sekali lagi memandang kamarnya.''Sepertinya aku akan sangat merindukan kamar ini.''
__ADS_1
"Aku akan menjaga Miya dengan baik.''
"Terima kasih. Aku mengandalkanmu.'' Fabian menepuk pelan bahu Mary Jane, lalu keluar dari kamarnya. Sebelum pergi Fabian berhenti di depan kamar Miya, ragu-ragu dibukanya pintu kamar gadis itu dan ia merasa lega pintunya tidak terkunci. Dengan langkah pelan ia mendekati tempat tidurnya dan dilihatnya gadis itu sedang tertidur nyenyak. Dibelainya pipi Miya perlahan.''Semoga kamu bahagia! Di mana pun aku berada, aku akan selalu memperhatikanmu dan juga akan selalu mencintaimu.'' Dikecupnya bibir Miya dengan lembut dengan seluruh perasaan cintanya kepada Miya. Tanpa sepengetahuan Fabian, Mary Jane memperhatikan semuanya, lalu pelayan itu pergi. [ ]