
Visual author untuk paman Fabianπππ₯°π₯° semoga tidak merusak imajinasi kalian π€.
Dan Stevens as Fabian Baskerville
"Sepertinya kamu sudah dengan baik merencanakan ini semua. Pernikahanmu dengan Miya. Aku tidak menyangka Miya akan menerima lamaranmu,''ucap Adelina kepada Joshua saat mereka sedang duduk di luar sambil melihat bintang .
Joshua tersenyum tipis."Aku juga tidak menyangka Miya akan menerimanya. Pada awalnya aku sudah putus asa rencanaku untuk menikah dengannya gagal.''
"Apa kamu yakin Fabian akan datang?''
"Dia harus datang kalau tidak aku akan mencekiknya.''
"Kamu kejam sekali. Dia kakakku dan aku tidak akan membiarkan kamu membunuhnya,''ujar Adelina dengan tersenyum.
"Kakakmu itu sudah membuatku kesal. Kalau aku tidak melakukan ini, Fabian tidak akan pernah datang ke sini untuk menemuinya.''
"Bagaiamana kalau kakakku tidak datang?''
"Pasti dia akan datang,''ucap Joshua dengan yakin.
"Kuharap begitu.''
Joshua menoleh ke arah Adelina yang duduk di sampingnya.''Terima kasih sudah membantukku untuk menyiapkan rencana pernikahan ini.''
"Aku senang membantumu dan semoga rencana pernikahan ini berjalan dengan lancar. Ini sudah malam sebaiknya kita masuk ke dalam.''
"Baiklah.''Joshua berjalan di belakang Adelina memasuki rumah. Sebuah senyuman kemenangan muncul di wajah tampan Joshua. Sebentar lagi semuanya akan berakhir ucapnya dalam hati.
π΅π΅π΅
Hari pernikahan Miya dan Joshua pun tiba. Para tamu undangan telah hadir. Upacara dan resepsi pernikahan akan di laksanakan di rumah kediaman Nakagawa di lakukan secara eksklusif dan privat yang dihadari oleh keluarga dan beberapa tamu terpilih. Miya nampak begitu gugup di kamarnya. Ia telah mengenakan gaun pengantin yang ia lihat di butik beberapa hari yang lalu. Ia masih belum percaya akan segera menikah dengan Joshua dan akan menjadi istrinya dalam hitungan menit dari sekarang.
Kesedihan kembali muncul. Dadanya begitu sesak ketika ia kembali mengingat Fabian. Pria yang begitu dirindukan dan dan dicintainya. Miya kembali mengingat saat-saat bersama dengannya. Ia tahu sampai saat ini ia masih sangat mencintainya dan ia tidak yakin kalau suatu hari nanti akan mencintai Joshua. Sebulir mata telah jatuh ke pipinya dengan cepat-cepat ia menghapusnya tidak ingin merusak make upnya. Miya menghembuskan napas panjang. Lupakan Fabian. Pria itu sudah bukan milikmu lagi ucapnya pada diri sendiri. Gadis itu melangkah keluar kamar upacara pernikahan akan segera dimulai.
Mata Joshua mencari sosok Fabian di antara para tamu yang hadir. Ia merasa gelisah, karena ia tidak dapat menemukan Fabian. Apa mungkin Fabian tidak akan datang kalau itu benar dia adalah pria terbodoh yang pernah ia temui geramnya dalam hati. Joshua melihat jam tangannya sepuluh menit lagi upacara pernikahan akan segera di mulai dan tidak lama kemudian ia melihat Fabian datang bersama Raina, Gilbert, dan orang tuanya. Sebuah senyuman merekah di wajahnya. Tapi Fabian terlihat sangat tidak senang dan enggan duduk di kursi tamu. Joshua mengerti kenapa Fabian bersikap seperti itu.
Alunan musik pernikahan mulai terdengar. Miya menarik napas panjang dan berjalan menuju altar. Ia melihat Joshua sudah berdiri menunggunya. Pria itu terlihat sangat tampan dengan setelan jas putihnya. Senyuman merekah di wajahnya.
Semua tamu menoleh kebelakang melihat pengantin wanita. Miya di gandeng oleh ayahnya menuju altar di mana Joshua telah menunggunya. Sedangkan Fabian yang berdiri diantara tamu terkesiap dan napasnya tercekat. Miya begitu cantik dengan balutan gaun pengantinnya .Kesedihan terpancar dari wajahnya .Seharusnya sekarang ia yang berdiri di depan altar dan menikah dengan Miya bukan Joshua.
Miya berusaha tersenyum kepada para tamu undangan. Ia tidak percaya telah memutuskan menikah dengan Joshua. Ia tidak tahu apa yang sudah merasuki pikiranya saat itu dengan menyetujui menikahi dengan pria yang ia tidak cintai. Miya melihat Joshua tersenyum kepadanya, ia pun berusaha tersenyum dan tatapan matanya terus lurus ke depan tidak memperhatikan para tamu undangan yang sedang menatap kagum kepadanya. Suara gemeresik gaunnya terdengar dari setiap langkahnya.
Miya merasa gugup dan tegang, lalu tiba-tiba Miya terkejut melihat Fabian berada di sana dengan Raina dan juga orang tua Fabian. Ia sama sekali tidak menduga Fabian akan datang. Jantungnya berdebar dengan cepat. Tangan dan tubuhnya gemetar. Fabian menatapnya dengan tajam. Ada rasa tidak senang dalam sorotan matanya. Miya pun mencari keberadaan Jeanette, tapi ia tidak menemukan wanita itu dimana pun. Apa Fabian datang tanpa membawa istrinya.
Akhirnya Miya dan ayahnya tiba di tempat Joshua dan gadis itu tersenyum ketika ayahnya meletakkan tangannya ke tangan calon suaminya. Ia belum bisa menenangkan debaran jantungnya yang semakin kencang saat bertemu pandang dengan Fabian.
"Kamu tidak apa-apa?''bisik Joshua.
Miya mengangguk pelan. Ia merasa ragu apa keputusan yang diambilnya sekarang adalah benar. Miya dapat merasakan genggaman tangan Joshua di tangannya seperti berusaha menenangkan kegugupannya.''Semuanya akan baik-baik saja. Aku janji,''bisiknya.
Upacara pernikahan berlangsung dengan cepat dan saat pendeta menanyakan kesediaan Joshua menerima Miya jadi istrinya, Joshua tidak langsung menjawabnya. Ia berjalan meninggalkan altar membuat Miya dan para tamu undangan bingung. Joshua berhenti di depan Fabian dan menarik tangan pria itu. Joshua menyeret Fabian dengan paksa menuju altar. Baik Miya dan Fabian telah di buat bingung olehnya.
"Apa-apaan ini?''tanya Fabian.
"Sebentar lagi kamu akan tahu.''
Joshua menyuruh Fabian berdiri di samping Miya dan menyatukan tangan keduanya.
"Kamulah yang akan menikah dengan Miya bukan aku,''ucap Joshua.
Para tamu undangan terkejut dan bisik-bisik mulai terdengar. Miya sangat terkejut begitu juga dengan Fabian.Lalu ia membisikkan sesuatu di telinga Miya.'' Fabian tidak pernah menikah dengan Jeanette.''Perkataan Joshua tadi membuat Miya semakin terkejut dan menatap bingung kepada Joshua, lalu ia berbisik di telinga Fabian.''Aku serahkan Miya kepadamu. Buatlah dia bahagia! Jika tidak aku akan mengambil Miya lagi darimu,''ancamnya, lalu Joshua tersenyum kepada mereka berdua.''Semoga kalian hidup bahagia,''ucapnya.
Miya hendak menuntut penjelasan darinya,tapi pria itu malah mengedipkan matanya dan langsung pergi. Lalu ia menatap Fabian yang masih sama terkejutnya dengan dirinya. Miya menoleh ke belakang dan mendapati Joshua sudah duduk di kursi di mana Fabian duduk sebelumnya dan di lihatnya Adelina sedang berbicara dengannya.
"Rencanamu sangat berhasil,''bisik Adelina kepada Joshua.
"Tentu saja. Kalau tidak berhasil untuk apa aku repot-repot menyiapkan pernikahan ini untuk mereka berdua.''Adelina tersenyum. Blinda dan Cedric mengacungkan jempolnya . Mereka merasa sangat senang, karena rencana mereka yang di susun berjalan dengan lancar.
Fabian dan Miya saling mengucapkan sumpah pernikahan.
Miya menatap Fabian dengan wajah bahagia sementara pria itu mengucapkan sumpah pernikahannya. Ia telah menemukan kembali cintanya yang sempat hilang. Setelah semuanya selesai dengan hati-hati Fabian memasukan cincin ke jari Miya. Gadis itu masih tidak percaya telah menikah dengan Fabian. Keduanya terlihat sangat bahagia.
Mereka telah sah menjadi suami istri. Saat pengantin pria di izinkan untuk mencium pengantinnya, Fabian menatap penuh cinta kepada Miya. Ia tidak percaya Miya sudah menjadi istrinya, menjadi miliknya. Fabian berjanji ia tidak akan pernah melepaskan Miya lagi. Ia akan membahagiakannya, menjaga dan melindunginya. Sekarang Miya telah benar-benar menjadi miliknya."Aku mencintaimu, Miya.''
"Aku juga mencintaimu.''
Lalu Fabian menyapukan bibirnya dengan lembut ke bibir mungil Miya. Tepukan tangan meriah dari para tamu terdengar riuh. Wajah Miya merona merah dan Fabian tersenyum melihatnya, kemudian ia menggandeng Miya menuju acara resepsi pernikahan dengan wajah berbinar bahagia. Mereka berdua di banjiri ucapan selamat dari keluarga dan para tamu undangan.
__ADS_1
"Daddy.....''
Raina berlari-lari ke arah mereka berdua. Gadis kecil itu terlihat sangat cantik dengan gaun pinknya dan langsung memeluk Fabian. Ia mencium kedua pipinya. ''Mulai sekarang Miya adalah ibumu''kata Fabian sambil menunjuk Miya disampingnya.
"Mommy....''panggil Raina sambil merentangkan kedua tangannya dan Miya mengambil Raina dari gendongan Fabian dan mengecup pipinya yang gemuk. Raina tersenyum kepada Miya dan gadis kecil itu terlihat senang telah mendapatkan ibu baru.
Miya dan Fabian duduk disebuah meja makan yang telah disediakan sambil memperhatikan Raina yang sedang berjalan-jalan di antar para tamu ditemani oleh pengasuhnya. Saat ini ia begitu bahagia. Pria yang ada disampingnya sekarang telah menjadi suaminya. Tapi masih ada satu pertanyaan besar yaitu apa yang dikatakan oleh Joshua tentang Jeanette. Sebanarnya apa yang terjadi pada pernikahan Fabian dan Jeanette satu bulan yang lalu. Diliriknya Fabian yang sedang melahap makanannya dengan lahap.
"Fabian, kamu masih punya hutang penjelasan kepadaku. Apa kamu tidak mau memberitahuku soal Jeanette dan apa maksud yang dikatakan Joshua kalau kamu tidak pernah menikah dengannya?''
"Aku bermaksud menceritakannya kepadamu setelah selesai resepsi pernikahan kita.''
"Tapi aku ingin mengetahuinya sekarang,''protes Miya, lalu mencubit pinggang Fabian dan pria itu meringis kesakitan, menatap cemberut istrinya.
"Baiklah. Aku akan menceritakan semuanya kepadamu, tapi kamu harus menciumku dulu disini,''kata Fabian dengan senyuman jahilnya sambil menunjukkan bibirnya.
Miya mendesah.''Baiklah''. Dengan cepat Miya mengecup bibir Fabian dan wajahnya merona merah. Fabian tersenyum melihatnya, lalu ia menceritakan semuanya kepada Miya.
Satu bulan yang lalu
Saat Fabian tengah melangsungkan pernikahannya satu bulan yang lalu, semua para tamu yang hadir terkejut dengan penolakan Fabian. Wajah Jeanette terlihat sangat pucat, tapi Fabian sudah tidak mempedulikannya, karena ia sudah sangat marah. Perbuatannya sudah tidak dapat ia maafkan. Fabian akhirnya meninggalkan upacara pernikahannya sedangkan Jenaette yang ditinggalkan Fabian begitu saja di hari pernikahannya terlihat sangat marah dan matanya berkilau penuh kebencian. Ia tidak rela dipermalukan di depan orang banyak. Jeanette pun mengejar Fabian.
Fabian masuk ke dalam kastil dengan langkah cepat tanpa mempedulikan teriakan Jeanette di belakangnya."Fabiaaannn, tunggu kita harus bicara. Kamu tidak boleh memperlakukanku seperti ini,''teriaknya.
Fabian kemudian berlari dengan cepat agar Jeanette tidak bisa mengejarnya . Ia tidak ingin bicara dengannya atau pun melihatnya lagi. Fabian sudah merasa tertipu selama ini hidup dalam kebohongan yang diciptakan Jeanette untuknya. Keputusannya untuk membatalkan pernikahan ini sudah tepat ia lakukan. Ia sudah tidak ingin mengingkari kenyataan yang sebenarnya, karena ia sudah terlanjur sayang kepada Raina. Apa pun akan dilakukannya demi anak itu termasuk menikahi Jeanette. Fabian merasa beruntung mengetahui kebenarannya sebelum ia terlanjur menjadi suami resmi wanita itu.
Sebelum pernikahannya di langsungkan Fabian mendapat seorang tamu yang tidak diundang. Pria itu kelihatan lusuh dan kotor. Awalnya Fabian tidak tahu siapa pria itu dan apa maunya. Apa dia pengemis yang menginginkan uangnya atau orang yang sedang mencari pekerjaan. Tanpa di duga pria itu memberinya sebuah informasi yang membuatnya shock. Pria itu bernama John mantan kekasih Jeanette. Pria itu datang dan mengatakan sesuatu yang akan merubah kehidupannya pada saat itu juga.
"Raina bukan anak kandungmu,''kata John. Pria itu tersenyum culas dan angkuh. Fabian yang mendengar perkataannya tidak percaya dan menuduhnya hanya omong kosong.''Kamu bohong. Jeanette tidak mungkin membohongiku soal Raina.''
John mendekatkan wajahnya ke arah Fabian.''Tuan Baskerville, ternyata Anda masih belum mengenal wanita itu dengan baik. Jeanette dapat melakukan apa saja supaya ia memiliki dirimu. Dia sudah benar-benar jatuh cinta kepadamu. Dia tidak ingin melepaskanmu begitu saja. Apa pun akan dia lakukan. Wanita itu ingin mengikatmu selamanya di sisinya,''katanya dengan suara yang hampir menyerupai bisikan.''Jeanette telah membohongimu. Dia tidak pernah mengandung anakmu, tapi anak orang lain,''katanya kemudian yang membuat jantung Fabian seakan berhenti berdetak.
Fabian tidak ingin mempercayai semua yang dikatakan pria asing yang ada dihadapannya. Ia ingin menyangkal semuanya. Raina adalah anaknya ucapnya dalam hati. Ia sudah melakukan tes DNA sebelum tingga bersama dengannya, tapi rasa ingin tahunya membuat Fabian tidak segera mengusir John meskipun ia nantinya harus mendengarkan kenyataan pahit yang akan membuatnya sedih dan sakit hati.
"Kalau Raina bukan anakku. Dia anak siapa?''
"Raina adalah anak dari seorang pria yang tidak dikenal. Jeanette menyuruhku untuk mencuri sprema dari seorang pria asing di sebuah rumah sakit dan aku berhasil mencurinya . Itu dilakukannya agar dia bisa hamil dan mengklaimnya sebagai anakmu. Jeanette telah melakukan inseminasi buatan dan rencananya berhasil. Dia hamil. Lalu dia akan berusaha membuatmu percaya kalau anak itu adalah anakmu.
Anda tidak pernah melakukan hubungan intim dengannya itu yang membuatnya merasa kesal, lalu rencana kotornya melintas dipikirannya. Dia sengaja membuat Anda mabuk saat makan malam dan membiarkanmu percaya Anda telah berhubungan intim dengannnya dan sayangnya Anda mempercayainya.''
Tubuh Fabian merasa lemas. Sekali lagi ia telah dibohongi oleh Jeanette. Hatinya hancur ketika mengetahui Raina bukan anaknya yang sudah terlanjur ia sayangi.
"Jeanette terpaksa melakukan semua ini demi mendapatkan seorang anak supaya kamu terikat selamanya dengannya.''
"Aku ingin sedikit memberi pelajaran kepadanya, karena Jeanette pernah meninggalkanku di hari pernikahan kami.'' Fabian terlihat semakin bingung.''Dulu aku dan Jeanette memutuskan untuk menikah, tapi sebelum hari pernikahan dilaksanakan sikap dia kepadaku tiba-tiba berubah. Dia menjadi dingin dan terus berusaha untuk menghindar dariku dan pada saat pernikahan berlangsung Jeanette tidak datang. Dia sudah mempermalukanku dihadapan orang banyak. Akhirnya aku tahu kalau ia sudah jatuh cinta kepadamu. Aku benar-benar sangat marah dan kecewa meskipun begitu aku masih mencintainya dan saat itu memutuskan untuk membantunya untuk mendapatkanmu. Aku ingin melihat dia bahagia, tapi setelah ia berhasil mendapatkanmu. Dia mengusirku dengan memberikanku sejumlah uang sebagai tutup mulut dan aku kembali merasakan sakit hati. Aku pun berjanji suatu hari nanti aku akan membalas perbuatannya dan kesempatan itu datang hari ini. Aku ingin merasakan Jeanette merasakan apa yang kurasakan saat dia meninggalkanku di hari pernikahan kami dan sepertinya wanita itu sudah merasakannya dipermalukan di depan orang banyak dan aku sangat senang ketika Anda memutuskan membatalkan pernikahan ini.''
"Terima kasih sudah mau memberitahuku tentang ini.''
"Tidak masalah. Aku senang memberitahu hal ini kepada Anda. Lalu apa yang akan Anda lakukan kepada anak itu?''
"Aku yang akan merawatnya dan akan mengadopsi Raina sebagai anakku, karena Raina memang anakku.''
"Sepertinya itu keputusan yang cukup bagus. Baiklah, sepertinya aku harus segera pergi. Selamat siang!''
***
Fabian yang berusaha menghindari Jeanette cepat-cepat masuk ke ruang kerja, tapi sebuah tangan menahan pintu dan Jeanette memaksa untuk masuk.''Biarkan aku masuk. Kita harus bicara.''
"Aku sedang tidak ingin bicara denganmu. Sekarang pergilah!''seru Fabian dengan nada ketus.
"Aku tidak akan pergi sebelum kita bicara,''kata Jeanette tidak mau kalah. Fabian mendesah pasrah membiarkan Jeanette masuk.
"Aku ingin mendengar penjelasanmu, kenapa kau membatalkan pernikahan kita? Bukankah kau sudah setuju mau menkah denganku,''protes Jeanette marah. Fabian tersenyum sinis.''Menikah denganmu? Tidak. Aku tidak akan menikah denganmu setelah aku mengetahui kebenaran yang kamu sembunyikan selama ini.''
Tubuh Jeanette menegang.''Apa maksudmu?''
Fabian tertawa hambar.''Aku sudah tahu semuanya.''Lalu Fabian mendekatkan wajahnya ke arah Jeanette membuat wanita itu sedikit ketakutan melihat ekspersi dingin yang siap membunuh dari Fabian. Ia belum pernah melihat ekspresi Fabian seperti itu sebelumnya. Jeanette bisa melihat kemarahan yang memancar dari wajahnya.'' Raina bukan anakku, tapi anak dari pria yang tidak dikenal.''
Jeanette membelalakkan matanya terkejut.''Itu tidak benar. Raina adalah anakmu. Siapa yang sudah mengatakan itu?''
"Kamu jangan mencoba membohongiku lagi karena. Kamu tega sekali membohongiku dan Raina.''Fabian pergi menjauh dari Jeanette menuju balkon.''Mulai sekarang aku tidak ingin melihatmu lagi. Aku yang akan merawat Raina. Sekarang pergilah!''
"Tidak. Raina juga anakku, jadi aku juga berhak.''
"Iya kamu memang ibunya, tapi kau ibu yang jahat. Sekarang pergilah!''
Jeanette terlihat panik dan ia mencengkeram tangan Fabian.'' Tidak Fabian jangan seperti ini. Aku mohon. Aku tidak tahu siapa orang yang sudah mengatakan ini tapi Raina adalah anak kita. Sungguh,''katanya dengan suara memohon, tapi Fabian sudah tidak perduli lagi.
" Lepaskan tanganmu!''
"Tidak. Tidak. Aku tidak mau melepaskanmu. Kita masih belum selesai bicara.''
__ADS_1
"Kita sudah selesai bicara. Diantara kita sudah berakhir.''
"Apa kamu akan kembali kepada Miya? Katakan?''
"Itu bukan urusanmu.''
"Ini urusanku juga karena aku tidak akan membiarkanmu kembali kepadanya. Tidak akan,''teriak Jeanette histeris.
"Lepaskan aku!''
"Tidak''
"Lepas!''
Fabian dan Jeanette sama-sama sudah terdesak di pagar balkon.''Kita berdua bisa terjatuh, jadi lepaskan aku!''
"Aku tidak akan melepaskan sebelum aku yakin kamu tidak akan kembali kepada Miya.''Fabian hanya diam.
"Apa kau masih mencintainya? Tentu kamu masih mencintainya. Aku bisa melihatnya.''Jeanette melepaskan Fabian lalu melangkah mundur dengan berurai air mata.
"Aku mencintaimu Fabian. Aku tidak bisa memberikanmu kepada Miya. Maafkan aku, tapi mulai sekarang kita akan selalu bersama,''ucapnya lirih. Fabian mengerutkan kening tidak mengerti dan tanpa diduga Jeanette menerjang Fabian dari pinggir balkon. Fabian yang kehilangan keseimbangan terjatuh begitu pun juga dengan Jeanette diiringi oleh teriakan Adelina yang menerobos masuk ke ruang kerja. Joshua yang berada di belakangnya langsung berlari ke arah balkon dan menemukan Fabian sedang bergelantungan dengan satu tangan memegang pagar, tapi Jeannete terjatuh. Warnah merah darah mulai mengenang disekitar tubuhnya.
Sehari setelah peristiwa itu, Fabian akhirnya melakukan tes DNA kepada Raina secara diam-diam dan hasilnya memang seperti apa yang dikatakan pria itu. Raina bukanlah anaknya. Perasaan sedih dan kecewa membuatnya kembali merasa terpukul. Ia sudah terlanjur mencintai anak itu sebagai anaknya sendiri . Dulu Jeanette telah memberikan hasil palsu.
Fabian menyudahi ceritanya dengan menghela napas. Ia menatap Miya yang memandanginya dengan sedih."Itulah yang sebenarnya terjadi. Raina ternyata bukan anakku. Jeanette sudah membohongiku.''
''Aku sama sekali tidak tahu ini. Ceritamu membuatku terkejut.''
"Sekarang kamu sudah jadi istriku dan jadilah ibu untuk Raina.''
Miya tersenyum lebar.''Tentu aku akan menjadi ibunya dan akan menyayanginya seperti anakku sendiri.''
Fabian langsung memeluk Miya dengan erat.''Terima kasih. Aku tahu, kamu pasti akan menjadi ibu yang baik bagi Raina.''
Fabian meraih tangan Miya dengan jemarinya dan mengecupnya.''Kalian berdua adalah hartaku yang paling berharga dan aku tidak ingin kehilangan kalian berdua.''
Fabian menarik gadis itu kembali ke dalam pelukannya.''Mulai sekarang semuanya akan baik-baiknya,''bisiknya ditelinga Miya. Fabian memejamkan matanya dan menenggelamkan wajahnya di leher Miya. Bibir Fabian melengkung keatas membentuk sebuah senyuman senang. Ia merasakan cinta di dalam hatinya di setiap tarikan napasnya dan di setiap denyut darahnya. Fabian melepaskan pelukannya dan menatap Miya dengan lembut membuat gadis itu kembali merasakan debaran kencang di dalam dadanya.
"Aku mencintaimu dan selamanya engkau akan menjadi milikku setelah jiwa kita mengarungi ruang dan waktu untuk membawa kita bertemu kembali.''
"Aku juga mencintaimu dan akan berusaha membuatmu bahagia dan juga ibu yang baik bagi Raina.''
Fabian tersenyum bahagia kemudian mengunci Miya dalam tatapannya. Jari-jarinya menelusuri setiap lekukan bibir gadis itu merasakan sentuhan hangat dan cinta Fabian setiap kali pria itu menyentuhnya.
"Kau gadis milikku dan aku hanya hidup untukmu,''ucap Fabian lembut.
Miya tersenyum bahagia dan mengecup bibir Fabian, lalu ia bergumam," My beloved uncle."[ ]
TAMAT
π΅π΅π΅π΅π΅
Halo my dear Readers!π
Author sekali lagi ucapkan terima kasih untuk kalian yang sudah mengikuti cerita my beloved uncle dari awal sampai tamatπ.
Terima kasih atas dukungannya, vote, dan likenya yaπ.
Cerita ini memang masih banyak kekurangannya dan mungkin sedikit aneh wkwkwk...π
Author juga membuat cerita tentang Joshua loh judulnya KNIGHT IN SHINNING SUIT. Sudah up 2 episode. Fabian dan Miya masih muncul di sana sebagai bintang tamu π dan kehidupan setelah mereka nikah. Semoga kalian suka ceritanya.
Oh ya author juga buat cerita fantasi jika ada yang suka cerita fantasi silahkan mampir judulnya The Literarian : The legend of Giffords Blibliotheca.
Ini novel-novel author yg lain :
SHATTERING HEART
HEART OF FORGOTTEN LANDLORD
MY SLEEPING PRINCE AND I [ End ]
__ADS_1
Sekalian promosi π.
Salam sayang dari Author π