My Beloved Uncle ( Baskerville #1)

My Beloved Uncle ( Baskerville #1)
(S2): Pesta pernikahan


__ADS_3

Satu bulan kemudian


Leonard datang ke pesta pernikahan temannya, Frank Lowell. Ia tidak menyangka nama istri Frank sama dengan nama calon istrinya Leonard datang bersama Raina, calon istrinya. Frank terkejut saat melihat Raina datang bersama Leonard , karena Frank juga mengundang Raina dan ia tambah terkejut saat ia tahu Raina adalah calon istrinya Leonard.


Raina Baskerville adalah cinta pertama Frank dan wanita yang selalu ia cintai selama ini. Ia tidak bisa menghilangkan nama Raina dihatinya. Raina pun terkejut bahwa Frank, teman semasa kuliahnya adalah teman calon suaminya.


" Apa kalian sudah saling kenal?" tanya Leonard.


" Frank adalah teman SMUku dulu."


" Aku sama sekali tidak menyangkanya," kata Leonard.


"Aku juga terkejut saat tahu bahwa Raina adalah calon istrimu,"kata Frank.


" Dunia ini ternyata begitu sempit," kata Leonard.


" Bagaimana kabarmu, Raina?"tanya Frank.


" Baik. Sudah lama kita tidak bertemu."


"Benar."


"Selamat untuk pernikahanmu."


"Terima kasih."


"Aku juga ucapakan selamat atas pernikahanmu," kata Leonard.


Diam-diam Leonard tidak menyukai cara Frank memandang calon istrinya dengan tatapan terpesona.


"Kamu semakin cantik saja," puji Frank.


Raina tersipu malu. "Terima kasih."


Leonard semakin tidak suka, jika ada pria lain meskipun itu teman sendiri memuji calon istrinya.


" Oh ya di mana istrimu?"tanya Leonard.


" Itu di sana."


Raina dan Leonard memandang ke arah yang ditunjuk Frank.


"Istrimu sangat cantik," puji Leonard.


"Terima kasih."


Raina cemburu calon suaminya memuji istri pria lain, karena Leonard belum pernah mengatakan cantik kepadanya. Frank memanggil istrinya, lalu memperkenalkannya kepada Raina dan Leonard. Raina terkejut bertemu dengan kakaknya Oliver. Ia pun berusaha untuk mengendalikan dirinya.


" Wah kita ternyata memiliki nama yang sama," kata Raina, istri Frank.


" Iya. Aku juga tidak menyangkanya,"kata Raina.


"Silahkan menikmati pestanya! Aku harus menemui para tamu lainnya," kata Raina, istrinya Frank.


" Aku juga harus menemui para tamu lainnya," kata Frank.


Raina dan Leonard duduk disalah satu kursi yang sudah sediakan dan pelayan mulai menyiapkan hidangannya.


" Aku tidak tahu Frank pernah menjadi temanmu waktu kamu sekolah dulu. Apa kalian teman sekelas?"


" Iya kami teman sekelas."


" Sepertinya kalian dulu cukup akrab."


Ada nada cemburu dalam suara Leonard.


" Kami lumayan akrab, bahkan dulu Frank pernah menyatakan cinta kepadaku dan memintaku untuk menjadi kekasihnya."


Leonard yang sedang minum tersedak dan terbatuk-batuk. Raina menjadi panik.


" Kamu tidak apa-apa?"


Raina bangkit dari kursinya dan menepuk-nepuk punggung Leonard.


"Aku baik-baik saja."


Raina bernapas lega dan duduk kembali."Syukurlah!"


" Apa kamu menerima cintanya?"


" Tidak."


" Kenapa?"


" Karena aku tidak mencintainya. Kami memutuskan untuk menjadi teman saja. Sejak aku lulus SMU, aku tidak pernah mendengar kabarnya lagi sampai sekarang. Aku baru bertemu dengannya lagi."


" Apa mungkun Frank masih mencintaimu sampai sekarang?"


Raina tertawa dan tersenyum dikulum." Itu tidak mungkin. Kamu bisa lihat sendiri, Frank sekarang sudah menemukan cintanya dan sudah menikah. Lagi pula itu cerita masa lalu."


" Semoga saja begitu," kata Leonard dengan nada suara ketus.


" Apa kamu cemburu?"


" Aku tidak cemburu."


Raina kembali tersenyum dan kembali menyantap hidangan yang sudah disediakan.


💔💔💔


Fabian mengecup pipi Miya dan membuatnya terkejut. Meskipun usia pernikahan mereka sudah mencapai 13 tahun, Fabian masih selalu bersikap mesra dan hangat. Miya sangat senang akan hal itu. Ia berharap pernikahannya dengan Fabian akan berlangsung selamanya sampai maut memisahkan mereka.


Miya kadang menyimpan rasa takut, jika suatu hari akan ada wanita lain yang akan merebut dari sisinya. Sejak ia menikah dengan Fabian, Miya selalu was-was dengan para wanita yang mencoba menggoda dan mendekati suaminya. Ia sadar Fabian pria tampan dan banyak wanita yang suka memperhatikannya entah di kantor atau di jalanan.


Jerat pesona Fabian sangat kuat sampai-sampai Miya pun jatuh ke dalamnya. Miya memghembuskan napas panjang, memiliki suami yang tampan dan kaya itu sangat melelahkan. Miya harus berusaha keras mengusir para wanita yang mencoba menggoda suaminya. Andai saja Fabian adalah pria yang jelek mungkin hati Miya akan merasa lebih tenang.

__ADS_1


" Di mana Raina?"


" Raina pergi bersama Leonard ke pesta pernikahan Frank Lowell."


" Jadi Frank Lowell menikah hari ini."


" Apa kamu tidak diundang?"


" Aku tidak diundang."


" Aku kira kamu diundang."


" Sepertinya mereka lupa mengundangku."


Fabian tersenyum dikulum, lalu ia berguling tengkurap, memposisikan tubuhnya di atas tubuh Miya yang sedang berbaring ditempat tidur. Miya merasakan kehangatan tubuh Fabian dan hembusan napas di wajahnya. Ia menghirup aroma mint segar dari tubuh suaminya. Miya juga merasakan kulit diseluruh tubuhnya menjadi hidup oleh kegembiraan dan menyeruak masuk ke dalam setiap pembuluh darahnya.


Fabian selalu membuat Miya tidak berkutik, ketika pria itu sudah memperangkap tubuhnya di bawah tubuh suaminya. Miya juga selalu nampak gugup, jika Fabian ingin bercumbu dengannya padahal ini bukan pertama kalinya ia melakukannya.


" Ini masih sore."


" Memangnya kalau masih sore kenapa?"


" Bagaimana kalau Jonathan dan Clarie tiba-tiba muncul."


" Mereka tidak akan muncul di sini, karena aku sudah mengunci kamar."


" Kamu ini."


Fabian berguling sedikit ke samping Miya dan menopang tubuhnya dengan siku, menatap istrinya sesaat dengan tatapan mata penuh gairah.


"Apa aku akan menjadi satu-satunya wanita di hatimu?"


" Tentu saja. Kenapa kamu tanyakan itu?"


" Tidak. Hanya ingin tahu saja."


Fabian mengelus lembut pipi Miya dengan tangannya yang bebas.


" Jangan pernah meragukan cintaku!"


Miya mengangguk. " Sampai maut memisahkan kita?"


" Sampai maut memisahkan kita."


Miya tersenyum dan mempercayai Fabian sepenuhnya. Tidak ada alasan baginya untuk meragukan cinta suaminya.


Fabian dengan cepat melepaskan pakaian Miya, ketika istrinya terlihat sibuk dengan pikirannya. Miya terkejut ketika tubuhnya sudah tidak memakai pakaian lagi yang tertinggal hanya pakaian dalam saja yang melekat di tubuhnya.


Mata Fabian bersirat penuh hasrat membara melihat tubuh istrinya yang selalu nampak seksi di matanya. Miya menelan ludah ketika dilihatnya Fabian sedang memandanginya dengan penuh hasrat. Kehangatan tangan Fabian yang berada di atas perutnya menciptakan gelenyar-gelenyar kenikmatan.


" Aku ingin kamu melepaskan pakaianku," bisik Fabian.


Miya melepaskan pakaian Fabian dengan tangan gemetar satu persatu. Miya duduk berlutut untuk membuka celana panjang suaminya dan tangannya menyentuh perut Fabian yamg kekar dan berotot. Kulit suaminya begitu lembut ketika Miya menyentuhnya.


" Miya." Suara Fabian sangat lembut penuh hasrat membara.


Miya menatap Fabian dan mata biru suaminya sedang memandanginya dengan tatapan penuh cinta. Miya menyentuh wajah suaminya.


" Kamu terlalu tampan," ucap Miya malu-malu. Ia melihat suaminya seperti seorang dewa yang turun dari langit.


Miya kembali mencondongkan tubuhnya dan menyusuri garis bibir Fabian dengan bibirnya dengan hati-hati. Fabian merasa terhipnotis dengan perlakuan istrinya dan tenggelam dalam setiap sentuhan yang diberikan oleh istrinya.


Fabian yang sudah tidak tahan memegang tubuh istrinya dan memeluknya semakin erat. Miya akhirnya terjatuh dalam pangkuan Fabian. Ciuman-ciuman panas diberikan oleh Fabian kepada istrinya. Napas Miya tersengal-sengal ketika Fabian mengakhiri ciumannya. Fabian tidak mengatakan sepatah kata pun dan ia menatap istrinya dengan tatapan penuh kelembutan.


" Cium aku!"kata Miya.


Fabian kembali mencium Miya dengan penuh kelembutan. Ia berguling dan Miya berbaring ditempat tidur dengan rambutnya yang menjuntai disekelilingnya.


Tangan Fabian membelai wajahnya, lalu berkata," kamu sangat cantik."


Miya tersipu malu.


"Aku mencintaimu, my Miya."


Miya tidak kuasa menahan haru, air mata berlinang. Ia langsung memeluk suaminya, lalu Fabian dengan lembut menghapus air matanya, lalu tangan Fabian merajai tubuh Miya, istrinya, menyentuh setiap inci tubuhnya dan memujanya. Fabian mendekap bibir Miya dengam ciuman-ciuman lembut dan liar, kemudian menarik tubuhnya dalam posisi yang benar dan menyatukan tubuhnya dengan tubuh istrinya.


Fabian mengeluarkan suara erangan yang dibalut oleh kenikmatan dan hasrat. Setelah semuanya usai, Fabian kembali mencium bibir istrinya begitu lembut, dalam, dan posesif.


💔💔💔


Dua bulan kemudian


Hari pernikahan Raina dan Leonard pun berlangsung. Semua orang terlihat bahagia. Para tamu mengucapkan selamat atas pernikahan mereka. Raina nampak sangat cantik seperti seorang dewi. Leonard merasa bangga telah menikahi seorang wanita yang sangat cantik.


Andai saja Raina bukanlah penyebab dari kesedihan adiknya yang menyebabkannya meninggal pasti Leonard sangat bahagia dengan pernikahannya. Setiap kali ia memandang wanita yang sekarang telah menjadi istrinya, ia merasakan jijik dan kebencian. Tujuan ia menikah dengan Raina hanya untuk membuatnya hidup menderita. Leonard masih belum bisa melupakan atas apa yang terjadi dengan Oliver, adiknya.


" Selamat sayang!" Kata Miya.


" Terima kasih, Bu!"


Raina bergantian berpelukan dengan ayah dan ibunya.


" Selamat atas pernikahan, kak Raina!"kata Jonathan.


Raina memeluk adik laki-lakinya.


" Aku akan sangat merindukanmu," kata Clarie.


" Aku juga."


Raina memeluk erat adik perempuannya, lalu matanya berbinar senang ketika melihat Joshua, kakaknya datang bersama dengan istri dan anak perempuannya, Kiana.


" Aku senang kakak datang."


" Mana mungkin aku melewatkan hari pernikahan adikku sendiri," kata Joshua.

__ADS_1


Thomas yang juga ayah kandung Raina turut hadir dan memberikan ucapan selamat.


" Terima kasih. Ayah juga sudah mau datang."


" Ayah juga tidak mungkin tidak hadir di acara penikahan putriku."


Raina memeluk Thomas dengan sayang. Ia sangat terharu melihat keluarganya yang datang menghadiri upacara pernikahannya. Raina dan Leonard kemudian berdansa dan para tamu lainnya juga ikut berdansa.


" Aku masih tidak percaya sekarang kita telah resmi menjadi suami istri," kata Raina.


" Aku juga."


Leonard memutar-mutar tubuh istrinya dan berdansa mengikuti irama musik.


" Keluargamu sangat baik dan menyenangkan," kata Leonard.


" Benar. Aku sangat beruntung memiliki mereka dalah hidupku."


Musik pun berhenti dan mereka berhenti berdansa.


"Sepertinya Frank dan istrinya tidak hadir di pesta pernikahan kita," kata Raina.


" Frank dan istrinya sedang berada di Afrika untuk urusan pekerjaan."


" Sayang sekali."


" Apa kamu kecewa Frank tidak hadir?"


" Tentu saja. Dia adalah temanku dan temanmu juga."


" Aku tidak ingin kamu menyebut namanya lagi."


Leonard memasang wajah cemberut. Raina mengecup bibir suaminya, lalu tersenyum, karena ia tahu suaminya sedang cemburu.


Pada malam harinya setelah pesta pernikahan selesai, Raina dan Leonard pergi berbulan madu mengelilingi Eropa selama dua minggu.


Raina berpamitan untuk pergi.


" Jaga dirimu baik-baik!"kata Miya.


" Ibu tidak perlu cemas. Aku akan menjaga diriku dengan baik."


Miya memeluk Raina dengan erat. Hatinya begitu berat melepas kepergiannya


"Jaga putriku baik-baik!"kata Fabian kepada Leonard.


" Tentu."


Leonard mengenggam tangan Raina, lalu masuk ke dalam mobil menuju bandara.


💔💔💔


Senegal, Afrika Barat


Raina sedang asik memainkan ponselnya sendirian di kamar, sedangkan Frank pergi bekerja. Selama tinggal di Afrika, Raina tidak begitu banyak kegiatan. Raina telah berhenti bekerja dan ikut suaminya tinggal di Afrika untuk sementara. Ia ingin sekali pulang ke New York dan bertemu dengan Fabian yang sekarang sudah memenuhi hati dan pikirannya.


Raina tidak bisa menyangkal perasaannya lagi kalau ia sudah jatuh cinta kepada Fabian dan akan menjadikan pria itu sebagai miliknya seorang. Ia terus memikirkan rencana untuk mendekati Fabian dan membuat pria itu jatuh cinta kepadanya. Tentu saja Raina juga mencari cara supaya Fabian dan istrinya saling membenci yang dapat membuat mereka berpisah untuk selamanya.


Raina tersenyum saat melihat foto-foto tampan Fabian di internet. Ia sudah tidak sabar menjadi milik pria itu. Raina menciumi foto Fabian di layar ponselnya.


" Fabian Baskerville, kamu sudah membuatku jatuh cinta kepadamu. Tunggu aku!"


Ini pertama kalinya Raina jatuh cinta kepada seorang pria. Sebelumnya ia hanya mendekati pria, karena hartanya, tapi tidak untuk kali ini. Raina benar-benar menginginkan cinta dari seorang Fabian.


Frank pulang saat hari menjelang malam yang disambut hangat oleh Raina.


" Selamat datang kembali!"


Raina mengecup bibir suaminya. " Aku mencintaimu dan merindukanmu."


Frank memeluk Raina dengan erat. Ia merasa beruntung memiliki istri yang tulus mencintainya, meskipun saat ini ia belum bisa melupakan Raina, teman masa sekolahnya dulu dan sekarang wanita yang dicintainya telah menikah dengan Leonard, temannya.


" Aku juga mencintaimu," bisik Frank ditelinga Raina.


" Aku sudah menyiaplan makan malam untukmu."


"Apa kamu sudah makan?"


" Aku sudah makan."


"Apa kamu mau menemaniku makan?"


" Baiklah." Raina dengan engga menemani suaminya makan malam.


Entah berapa lagi ia harus pura-pura berperan menjadi istri yang baik dan penurut.


" Kapan kita akan kembali ke New York?"tanya Raina.


" Mungkin minggu depan."


" Aku sudah tidak sabar bertemu kembali dengan teman-temanku. Kamu kan tahu, aku tidak memiliki banyak teman di sini dan aku jadi jarang keluar rumah. Itu sangat membosankan."


" Maafkan aku sudah memaksamu ikut bersamaku."


" Tidak apa-apa. Aku memgerti."


" Terima kasih, sayang."


Frank kembali melanjutkan makan malamnya. Sebenarnya Raina sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Fabian. Ia sudah membayangkan pertemuannya dengannya.


Frank telah terlelap tidur dan Raina sedang memandangi suaminya tidur. Ia sedang memikirkan rencana untuk menyingkirkan Frank dari kehidupannya supaya ia dapat segera menikah dengan Fabian.


" Apa yang aku harus lakukan kepadamu? Kamu buka pria yang aku inginkan sebagai suamiku kalau bukan karena hartamu itu,"gumam Raina dalam hati.


Raina mengerutkan dahinya dan senyuman jahat menghiasi wajahnya yang cantik. [ ]

__ADS_1


__ADS_2