My Beloved Uncle ( Baskerville #1)

My Beloved Uncle ( Baskerville #1)
22. Kunjungan Isabella


__ADS_3

Perlahan-lahan Miya membuka matanya dan samar-samar ia melihat Isabella berada di depannya,  menatap dengan wajah cemas. Ia tidak percaya apa yang dilihatnya. Apa yang di lakukan Isabella di sini?


‘‘Miya, kamu baik-baik saja? Syukurlah kamu baik-baik saja kami sangat mencemaskanmu. Kamu sudah merasa lebih baik?‘‘


Miya mengangguk.


‘‘Bella, apa yang kamu lakukan di sini?‘‘


Miya berusaha untuk bangun tapi Isabella melarangnya.


‘‘Aku datang untuk menemuimu dan bicara denganmu. Sebastian sudah berkali-kali memintaku untuk datang menemuimu, tapi waktu itu aku masih marah denganmu dan tidak ingin melihatmu untuk sementara waktu. Selama ini aku memikirkan masalah yang terjadi di antara kita dan tidak seharusnya aku marah kepadamu. Kamu tidak bersalah. Akulah yang salah, karena aku bodoh tidak menyadari kalau Fabian itu mencintaimu. Aku kecewa dan marah, ketika aku tahu kamulah wanita yang dicintai olehnya. Aku iri padamu bisa begitu di cintai olehnya. Maafkan aku. Kamu mau kan menjadi temanku lagi? Aku sudah merelakan Fabian pergi dariku dan kamu bebas mencintainya tanpa ada rasa bersalah karena diriku."


Miya mengenggam tangan Isabella, lalu tersenyum.‘‘Tentu saja. Kita masih dapat berteman."Isabella langsung memeluk Miya.


‘‘Terima kasih."Isabella menghapus air matanya, lalu tersenyum kepada Miya.‘‘Kamu tahu tadi aku terkejut dan mencemaskanmu, ketika Fabian memberitahuku ada mobil yang hampir menabrakmu."


Miya kemudian teringat bahwa dirinya hampir tertabrak mobil saat kencan dengan Ryusuke.


"Berapa lama aku tidak sadarkan diri?"


"Ini sudah hampir malam, jadi mungkin sekitar 4-5 jam yang lalu."


Miya menghela napas panjang dan ia merasakan sakit disekujur tubuhnya, lalu membetulkan posisi tidurnya supaya lebih nyaman. Isabella duduk di sampingnya.


"Jadi apa kamu sudah menerima cinta paman tersayangmu?"


‘‘Rasanya sulit sekali mempercayai kalau paman Fabian mencintaiku. Dia itu mempunyai banyak kekasih. Aku takut jika aku jatuh cinta kepadanya dan akan kembali tersakiti untuk kedua kalinya."

__ADS_1


‘‘Oh Miya, jangan jadi gadis bodoh. Fabian itu benar-benar sangat mencintaimu. Lagi pula Fabian sekarang bukan seorang playboy lagi itu karena kamu. Dia sudah berhenti menjadi playboy."


"Aku tidak percaya." Isabella hanya mengeleng-gelengkan kepalanya.


"Kalau kamu terus menolaknya bisa-bisa Fabian akan menjadi milik wanita lain."


‘‘Aku tidak peduli."


‘‘Sungguh?‘‘


‘‘Iya."


Miya tersipu malu dan menyembunyikan wajahnya di bawah selimut.


Isabella tersenyum dan ingin menggoda Miya.‘‘Tapi kamu menyukai ciumannya kan?‘‘


"Baiklah. Aku harap nanti jangan menyesal kalau Fabian berpaling kepada wanita lain." Isabella berdiri merapikan pakaiannya." Aku harus segera pergi . Aku ada janji untuk makan malam bersama dengan orang tuaku di restoran."


Miya menyibakkan selimutnya.’’Kamu akan pergi sekarang?’’


"Iya. Nanti aku akan menghubungimu lagi. Sampai jumpa lagi!’’


Miya memperhatikan Isabella sampai menghilang di balik pintu. Sebelum pergi Isabella menoleh kebelakang.‘‘Kamu harus pikirkan lagi perasaan Fabian kepadamu atau kamu akan menyesalinya."Isabella mengedipkan matanya, lalu menutup pintu kamar.


♫♫♫♫


Fabian berada di ruang kerjanya kedua tangannya di ketuk-ketukan di atas meja dan matanya tidak pernah lepas dari ponsel di depannya. Ia sedang menunggu telepon dari seseorang dan ketika ponsel itu berdering, ia langsung mengangkatnya.‘‘Bagaimana? Apa sudah diketahui siapa pemilik mobil itu?‘‘

__ADS_1


‘‘Iya."Suara Gilbert terdengar gelisah .


‘‘Siapa?‘‘tanya Fabian dengan tidak sabaran. Gilbert hanya terdiam membuat Fabian menjadi semakin kesal.‘‘Gil?‘‘ulangnya .


Gilbert mendesah panjang.‘‘Mobil itu milik James Kendrick."


Fabian langsung berdiri.‘‘Apaaaaa?‘‘


Tubuh Fabian seketika menegang dan wajahnya berubah kaku . Matanya berkilat marah.


‘‘Aku tahu sekarang kamu sedang marah, jadi tenangkan dirimu."


‘‘Bagiamana aku bisa tenang? James sudah mencoba membunuh Miya dua kali,‘‘ujar Fabian kesal.


‘‘Aku tahu, tapi aku ingin kamu tenang sekarang jangan sampai kehilangan kendali atas dirimu. James memang benar-benar sudah keterlaluan dalam hal ini."


‘‘Seharusnya aku melaporkannya ke polisi."


‘‘Tapi kita tidak punya bukti."


Fabian terdiam. Apa yang dikatakan Gilbert benar. Ia sama sekali tidak ada bukti kalau ia bertindak gegabah hal ini akan berbalik menghancurkan dirinya.‘‘Jadi apa yang harus kita lakukan?‘‘


‘‘Sebaiknya temui James dan bicara dengannya."


‘‘Baiklah aku akan menemuinya.Jika dia memang benar yang melakukannya aku akan membunuhnya,‘‘ujar Fabian geram.


‘‘Jangan bertindak di luar kendali . Saat ini tenangkan dirimu dan pikirkan baik-baik."

__ADS_1


‘‘Aku mengerti." Fabian menutup teleponnya masih dengan napas memburu,lalu ia melihat jam dinding sudah menunjukkan pukul 8 malam dan ia belum melihat keadaan Miya lagi, apa gadis itu sudah sadarkan diri atau belum. [ ]


__ADS_2