My Beloved Uncle ( Baskerville #1)

My Beloved Uncle ( Baskerville #1)
(S2): Tamu tak diundang


__ADS_3

Miya sedang membereskan kamar bayinya bersama dengan dua orang pelayan, ketika terdengar keributan di depan mansion. Seorang pelayan pria masuk tergopoh-gopoh ke kamar bayi.


" Nyonya ada mobil yang menabrak gerbang depan sampai rusak dan orang-orang yang keluar mobil menyendera beberapa pelayan."


Wajah Miya menjadi pucat dan dua orang pelayan yang bersamanya ketakutan. Miya bermaksud memberanikan diri untuk melihat siapa yang sudah membiat keributan, tapi pelayannya melarang.


" Nyonya harus bersembunyi," kata pelayan pria.


"Baiklah."


Mereka keluar kamar bayi menuju ruang bawah tanah untuk bersembunyo, tapi dalam perjalanan menuju ke sana, seseorang menghalangi jalannya. Miya terkejut melihat Clarissa berada di sini.


" Pasti kamu Miya, bukan?"


" Jadi kamu yang sudah membuat keributan di sini?"


" Benar. "


" Apa yang kamu inginkan?"


" Aku menginginkanmu."


Dua orang pria kemudian muncul dan menangkap Miya secara paksa.


" Lepaskan aku!"


Miya mencoba melepaskan diri, tapi sia-sia.


" Sebaiknya kamu menurut saja."


" Bawa dia!"


Dua orang pria itu membawanya dan Clarissa pun pergi dari Castalia mansion. Para pelayan menjadi sangat cemas. " Bagaimana ini?"tanya pelayan wanita.


" Aku juga tidak tahu," jawab pelayan wsnita satunya lagi.


" Sebaiknya kita menghubungi Tuan Fabian,"saran pelayan pria.


Tidak lama kemudian Gilbert yang akan mengunjungi Miya terkejut melihat pintu gerbang rusak dan Gilbert cepat-cepat mengemudikan mobilnya masuk.


" Ada apa ini?"


" Tadi ada mobil yang mencoba masuk paksa ke sini dan orang-orang itu menculik nyonya Miya."


Gilbert sangat terkejut dan panik.


" Bagaimana dengan Clarie?"


" Nona Clarie sedanges piano. Mereka tidak membawanya pergi."


Gilbert bernapas lega. Ia kemudian meminta satpam untuk memperlihatkan isi rekaman CCTV dan di rekaman itu terligat mobil yang menabral gerbak dengan sengaja dan Gilbert terkejut melihat Clarissa keluar dari mobil itu bersama dengan beberapa orang pria.


Gilbert tidak tahu bagaimana ia harus memberitahu Fabian tentang ini. Pelayan pria yang mencoba menghubungi Fabian berkali-kali gagal. Akhirnya Gilbertlah yang memutuskan untuk meneleponnya.


Fabian mengambil Hpnya dari saku jasnya, lalu menggeser tombol jawab dan tidak ada jawaban. Akhirnya ada suara yang menjawabnya.


‘’Fabian, ini aku, Gilbert."


" Ada apa?’’


" Miya di culik Clarissa."


Seketika jantung Fabian seakan berhenti berdetak dan ia shock.


" Fabian. Halo Fabia."


" Apaaa? Tapi bagaimana bisa?"tanyanya setelah ia sadar dari keterkejutannya. Matnya mulai memerah.


Gilbert menceritakan apa yang terjadi dan cerita Gilbert membuat Fabian sangat marah.


" Akan kubunuh wanita itu, jika dia berani menyakit Miya dan calon bayiku."


" Fabian tenangkan dirimu dan sebaiknya segera kamu pulang. Clarie membutuhkanmu di sini."


" Clarie baik -baik saja?"


" Putrimu baik- baik saja. Sekarang ia bersamaku."


Fabian memejamkan matanya merasa lega putrinya selamat.


" Aku akan segera pulang."


Fabian memutuskan sambungannya dan bersiap-siap untuk pulang.


💔💔💔


Fabian tiba menjelang tengah malam. Ia terkejut melihat gerbang mansionnya rusak. Di depan pintu berdiri Fabian dengan nafas tersengal-sengal.


‘’Apa ada kabar dari Miya?"


" Belum."


" Clarissa sama sekali belum menelepon."


Gilbert menggelengkan kepalanya.


Fabian duduk di sofa dengan perasaan sedih dan resah.


" Besok aku akan menemuinya."


" Aku ikut."


" Tidak. Aku tidak ingin melibatkanmu dalam masalah keluargaku. Aku tidak ingin kamu terluka, karena masalahku dengan Clarissa."


‘’Kita harus segera menyelamatkan Miya. Aku takut sesuatu terjadi dengannya."


‘’Aku takut Clarissa menyakiti Miya," kata Fabian sedih.


" Miya akan baik- baik saja."


" Clarissa akan melakukan apa pun untuk mencapai tujuannya,"kata Fabian.


‘’Yang dikatakan oleh Fabian benar. Kita harus segera mencari Miya. Aku merasakan kalau sesuatu yang buruk akan terjadi. Ayo tunggu apa lagi, kita pergi mencari Miya," kata Nenek yang membuat Fabian terkejut.

__ADS_1


" Nenek, kenapa bisa ada di sini?"tanya Fabian.


" Aku menyusulmu datang ke sini untuk mencari adikku. Oh ya kenalkan ini Erika, cucuku."


" Halo Fabian! Akhirnya kita bisa bertemu secara langsung. Aku sudah mendengar cerita tentangmu dari Nenek."


" Senang bisa bertemu denganmu, Erika. Oh ya kenalkan ini temanku Gilbert."


" Halo!"


Erika terlihat malu-malu saat dikenakan dengan Gilbert.


" Jadi kita cari Miya sekarang?"tanya Nenek.


" Kita cari Miya besok saja. Ini sudah malam," kata Fabian.


" Baiklah. Kamu juga butuh istirahat setelah perjalanan panjang,"kata nenek.


Fabian sebelum menuju kamarnya, ia menuju kamar Clarie. Putrinya sudah tidur nyenyak. Ia hanya memberikan kecupan selamat malam di kening putrinya. Sebelum pergi ia memandang nanar putrinya.


Suasana kamar menjadi terasa sangat sepi tanpa ada Miya. Tempat tidurnya kosong biasanya ada istrinya yang sedang tidur. Sir mata yang sejak dari tadi ia tahan akhirnya keluar. Fabian menangis dan merasa gagal melindungi istrinya.


Fabian membuka laci nakas di samping tempat tidur untuk mengambil beberapa vitamin, lalu ia melihat jam saku miliknya yang telah lama hilang. Ia merasa heran kenapa jamnua berada di sini. Fabian juga melihat kancing seragam sekolahnya dulu.


" Kenapa jam dan kancing ini ada di sini,"gumamnya.


Sebuah kesadaran menghantam Fabian.


"Jangan-jangan Miya adalah gadis kecil yang sudah menyelamatkanku."


💔💔💔


Miya mulai tersadar dan kepalanya merasa sangat pusing. Matanya melihat ke sekeliling. Dia berada disebuah penjara.


‘’Aku di mana?’’


‘’Rupanya kamu sudah sadar."


‘’Apa yang terjadi?’’


‘’Aku membiusmu dan membawamu kemari."


‘’Tapi kenapa kamu menculikku seperti ini?"


‘’Karena kamu aku akan mengambil Fabian darimu. Kami akan menikah lagi."


" Fabian tidak akan pernah mau menikah denganmu."


" Pasti dia mau, jika aku meninggal."


" Kamu wanita jahat."


" Terserah apa katamu. Aku akan memgambil apa yang menjadi milikku dulu."


" Lepaskan aku!"


" Aku tidak akan melepaskanmu sebelum keinginanku tercapai."


" Sekarang nikmati saja hari-harimu selama sisa hidupmu di penjara ini. Aku terpaksa melakukannya, karena aku ingin Fabian kembali mencintaiku. Apa pun akan kulakukan supaya dia ada tetap di sisiku lagi."


" Sebaiknya tenangkan dirimu nyonya," kata Christopher yang berada disebelah penjara Miya.


" Siapa kamu?"


" Namaku Christopher. Clarissa sudah mengurungku di sini selama 25 tahun."


" Apa?"


" 25 tahun memang waktu yang cukup lama. Aku merindukan kebebasanku."


Christopher teringat kejadian di masa lalunya. Saat ia meminta kebebasannya kepada Clarissa, karena sudah memberikan ramuan cinta kepadanya, tapi Clarissa mengingkari janjinya itu dan ia harus berada di sini dalam jangka waktu yang lama.


" Clarissa adalah wanita jahat dan sangat licik. Dia tidak akan pernah membebaskannmu."


" Tapi aku harus segera keluar dari sini. Anak-anakku membutuhkanku."


" Sebaiknya kamu berdoa saja agar ada keajaiban yang bisa menolongmu."


💔💔💔


Keesokan paginya Clarissa mengunjungi Miya di penjara.


" Apa tidurmu semalam nyenyak?"


" Aku sama sekali tidak bisa tidur."


" Sayang sekali. Seharusnya kamu dapat tisir nyenyak sebelum aku membunuhmu."


Clarissa tersenyum lebar. Ia mengeluarkan Miya dari penjara dan menyeretnya keluar. Setelah berada di dapur, ia mencengkeram rambut Miya dengan keras.


‘’Hari ini kamu akan mati bersama dengan bayimu yang belum lahir."


" Aku mohon jangan lakukukan ini."


Wajah Miya sudah basah oleh air mata.


" Meskipun kamu memohon-mohon kepadaku, aku tidak akan melepaskanmu hidup-hidup.


Miya kembali menangis dan Clarissa menikmati itu semua dengan tertawa kencang.


Ia mulai ketakutan dengan apa yang akan dilakukan Clarissa terhadapnya dan sekarang Clarissa mengeluarkan sebilah pisau dan matanya penuh kebencian. Miya ketakutan dan lalu mundur selangkah demi selangkah.


‘’ Clarissa, aku mohon jangan lakukan ini."


Miya terjebak di dinding dan tidak ada jalan keluar. Ia merapatkan tubuhnya ke dinding dan ketika Clarissa akan menusukan pisaunya ke arah Miya, tiba-tiba Garfield mencakar tangan Clarissa dan pisau itu terjatuh dari lengannya.


"Grrrrrrrrr.....grrrrrrr....grrrrr." Garfield menggeram.


Garfield mencoba untuk menyerang Clarissa lagi, lalu dia meloncat ke tubuh Clarissa dan mencakar mukanya. Wanita itu meringis kesakitan. Miya terkejut apa yang sudah dilakukan kucing hitam itu pada Clarissa.


Clarissa bangun dan menatap benci kucing hitam itu .Sementara itu Fabian sedang dalam perjalan ke sana.


:Kita harus cepat sampai atau semuanya menjadi terlambat,"kata Erika

__ADS_1


Fabian mengemudikan mobilnya dengan panik. Clarissa mengambil pisaunya yang terjatuh  dan Garfield bersiap-siap untuk menyerangnya lagi. Bulu Garfiled semuanya berdiri dan Clarissa sudah siap menunggu serangan darinya, lalu Garfield melompat Pisau itu kembali terjatuh, karena tangan Clarisa dicakar lagi dengan kuku tajamnya. Kucing itu juga mencakar wajahnya lagi.


Clarissa meraung kesakitan.


"Dasar kucing sialan. Sebenarnya kamu datang dari mana?"


Miya begitu sangat berterima kasih kepada kucing itu. Clarissa mulai mendekati Miya lagi dengan pisaunya ditangan. Miya berusaha menjauhi Clarissa dan tanpa sengaja dia menabrak tong yang berisi bensin dan isinya keluar semuanya. Tiba-tiba listrik padam dan angin bertiup dengan kencang. Dari arah belakang ada kabel listrik yang putus dan mengenai bensin yang tumpah lalu api mulai menyala dengan besar. Clarissa dan Miya berteriak.


Api sudah mengepung villa dan jalan keluar sudah tertutup api. Gaun Clarissa terkena api dan api itu terus mengikutinya kemana pun Clarissa pergi. Api itu seperti hidup, kemudian dalam hitungan detik api itu mulai menyambar tubuh Clarissa. Miya menutup mulutnya, karena terkejut. Matanya nanar melihat api di sekeliling tubuhnya. Miya lalu berusaha memadamkan apinya, tapi api itu tidak mau padam.


‘’Clarissa, jangan lari, aku akan berusaha memandamkan api dari tubuhmu."


Clarissa terus berlari dan berteriak-teriak.


Wajah dan tubuhnya berkerut menahan kesakitan. Kulit wajahnya mengelembung dan meleleh, kemudian dagingnya mulai terbakar hangus. Miya jatuh terduduk di lantai dengan wajah bersimbah air mata, karena melihat kengerian yang berada di depan matanya.


Mulut Clarissa terbuka dan menjerit kesakitan. Miya menjerit tertahan tidak sanggup melihatnya terbakar hidup-hidup. Akhirnya miya pingsan di tengah api yang sedang berkobar semakin besar.


Fabia, Nenek, dan Erika yang baru tiba di villa terkejut melihat kebakaran itu. Fabiab merasa cemas dan berusaha untuk masuk ke dalam villa itu untuk menyelamatkan Miya, tapi Erika dan Nenek mencegahnya.


‘’Lepaskan aku. Aku harus menyelamatkan Mita,’’teriak Fabian sambil berusaha untuk melepaskan diri dari mereka berdua.


Erika dan Nenwk tidak dapat menahan Fabiab lebih lama lagi, karena tenaganya begitu besar. Setelah terlepas Fabian langsung masuk ke dalam villa dan menemukan Mita tidak sadarkan diri di samping Garfield. Sementara itu Erika diluar memandang kobaran api dengan tatapan ngeri


‘’Miya...Miya. Sadarlah aku mohon. Jangan mati! Jangan tinggalkan aku sendirian!"


Api semakin membesar dan villa akan rubuh. Fabian melihat ada tubuh seorang wanita yang sudah hangus terbakar.


"Clarissa."


Pemandangan yang dilihatnya membuat dia ingin muntah, kemudian Fabian memberikan nafas buatan untuk Miya supaya Miya dapat bernafas dengan baik. Asap di villa semakin tebal. Akhirnya Miya tersadar dan melihat Fabian berada di sampingnya. Fabian langsung memeluk Miya dengan erat.


‘’Aku senang kamu tidak apa-apa."


Fabian tersenyum bahagia sambil membelai wajah istrinya


"Sebaiknya kita pergi dari sini."


‘’Iya. Tunggu! Aku harus membawa keluar kucing ini juga. Kucing ini sudah menolongku."


Miya melihat Garfield terbaring pingsan, kemudian Miya membawanya keluar. Nenek dan Erika berlari mendekati Fabian dan Miya. Erika mengambil Garfield yang pingsab dari dekapan Miya.


‘’Kalian baik-baik saja?’’tanya Erika cemas.


‘’Kami baik-baik saja."


" Syukurlah!"


Miya kemudian menatap Fabian.


‘’Terima kasih sudah menyelamatkanku."


Miya semakin tenggelam dalam pelukan Fabian. Udara malam itu sangat dingin dan Miya merasa hangat dalam pelukan Fabian. Tidak lama kemudian pemadam kebakaran dan polisi juga berdatangan dan mereka bereempat di minta penjelasan oleh polisi.


Miya kemudian teringat dengan Christopher yang berada di ruang bawah tanah villa. Pemadam kebakaran kemudian mencarinya dan menemukannya pingsan di dalam penjara.


Nenek sangat senang bertemu dengan Christopher lagi. Miya dan Christopher naik ambulan ke rumah sakit.


💔💔💔


Raina datang bersama Leonard ke Castalia mansion setelah diberitahu Gilbert tentang penculikan Miya.


" Apa sudah ada kabar?"tanya Raina panik pada Gilbert.


" Sampai sekarang belum ada."


Raina menangis mencemaskan keadaan orangtuanya. Leonard langsung menarik istrinya ke dalam pelukannya.


" Mereka akan baik-baik saja,"kata Leonard sambil menenangkan istrinya.


Ponsel Gilbert berdering dan ia segera menjawabnya melihat nama Fabian di layar.


" Fabian, kamu di mana?"


" Aku dan Miya ada di rumah sakit."


" Apa kalian baik-baik saja?"


" Kami baik-baik saja."


" Kami akan segera ke sana."


Gilbert memberitahu Raina, kalau Fabian dan Miya ada di rumah sakit. Mereka segera pergi ke sana. Sesampainya di rumah sakit, Raina langsung memeluk Ayah dan ibunya.


" Aku senang kalian selamat."


" Ayahmu sudah menyelamatkan Ibu."


" Ayah hebat. Apa Ibu dan calon bayi baik-baik saja?"


" Kami berdua baik-baik saja."


"Syukurlah!"


" Apa yang terjadi?"tanya Leonard.


Fabian kemudian bercerita tentang penyelamatan Miya dan kematian Clarissa.


" Sekarang wanita itu sudah benar-benar mati, kan?"tanya Raina.


" Kali ini Clarissa sudah benar-benar mati,"jawab Fabian.


Di ruangan lain Christopher begitu senang bisa bertemu dengan Nenek, kakak perempuannya dan juga Erika, cucunya.


" Kenapa kamu bisa berada di sana?"tanya Nenek.


" Aku disekap oleh Clarissa selama 25 tahun."


" Wanita itu benar-benar sangat jahat. Syukurlah dia sudah benar-benar mati."


" Aku dengar mansionku telah dijual dan telah dibangun kembali oleh pemiliknya?"


" Benar. Aku sudah menjualnya. Maafkan aku,"kata nenek.

__ADS_1


"Tidak apa-apa. Lagi pula aku tidak ingin tinggal di sana lagi."


Nenek kembali memeluk adiknya dengsn penuh kerinduan. [ ]


__ADS_2