
Miya berada di suatu tempat yang asing disekelilingnya hanya ada warna putih. Fabian sedang menatapnya dengan sedih. Pria itu mengulurkan tangannya membantu gadis itu berdiri. Fabian mengusap lembut pipi Miya dengan tangannya, lalu menciumnya sekilas.''Aku selalu mencintaimu. Ingat itu.''Setelah mengatakan itu Fabian perlahan-lahan menjauh dari Miya. "Kumohon jangan pergi! Jangan tinggalkan aku !''teriaknya. Miya mengejarnya, tapi Fabian menghilang.
"Fabiaaan....''Miya terbangun di kamarnya. Blinda menatap Miya dengan cemas.
"Akhirnya kamu sadar juga. Kami sangat mencemaskanmu.'' Miya melihat kesekeliling kamarnya dan tidak ada siapa-siapa di sana kecuali Blinda.
"Fabian. Dimana dia?''tanya Miya cemas.''Mary Jane maksudku Jeanette telah memukulnya. Dia memukul kepala Fabian. Aku harus melihat keadaannya.'' Miya nampak cemas dan berusaha turun dari tempat tidurnya, tapi dicegah oleh Blinda.
"Miya, tenanglah! Kamu masih harus berada di tempat tidurmu. Aku akan memanggil paman dan bibi. Kamu tahu, mereka benar-benar sangat mencemaskanmu. Orang tuamu akan segera datang kemari setelah kami memberitahunya tentang hal ini.Aku akan memanggil paman dan bibi.''
"Tunggu ! Jangan pergi dulu! Aku harus menemui Fabian. Aku mohon.'' Blinda menatap kasihan kepada Miya, tiba-tiba Blinda meneteskan air matanya.
''Apa telah terjadi sesuatu yang buruk?''
Blinda hanya diam dan membuat Miya bertambah kesal sekaligus cemas.''Aku mohon katakan apa yang sudah terjadi,''pinta Miya dengan wajah memelas.
Blinda menghembuskan napas panjang, lalu duduk di pinggir tempat tidur dan mulai mengenggam tangan Miya.''Fabian menghilang.''
"Apa mkasudmu dengan menghilang?''Sorot mata Miya terlihat panik.
"Waktu kemarin sore aku dan Fabian segera mencarimu. Kami berdua berpisah mencarimu dan sepertinya Fabian lebih dulu menemukanmu. Ketika aku berhasil menemukanmu sendirian di tepi danau, kamu sudah tidak sadarkan diri dengan tangan yang berlumura darah dan Fabian tidak ada. Aku melihatmu tidak sadarkan diri dengan tangan berlumuran darah. ''
"Lalu Fabian dan Mary Jane maksudku Jeanette?''
__ADS_1
"Mereka berdua tidak ada. Mereka menghilang.''
"Apaaa...''seru Miya terkejut.''Tapi itu tidak mungkin.''
"Sebenarnya apa yang terjadi?''tanya Andrew tiba-tiba ketika pria itu muncul di ambang pintu kamar dengan wajah sedih dan lelah.
Miya kemudian menceritakan secara singkat kejadian di lembah termasuk menceritakan siapa Mary Jane dan juga percobaan pembunuhan yang dilakukannya terhadap dirinya dan juga menceritakan tentang pembunuhan Clarissa. Andrew menghela napas setelah selesai mendengarkan cerita Miya.''Aku masih belum percaya Mary Jane dapat berbuat seperti itu. Dia pelayan yang baik dan setia. Tidak disangka hatinya begitu jahat.''
"Aku juga tidak mempercayainya, tapi dia bukan Mary Jane tapi Jeanette.''
"Aku sangat mencemaskan keadaan Fabian. Dia terluka sangat parah di kepalanya.'' Miya mulai menitikkan air mata.
"Fabian akan baik-baik saja. Aku sangat yakin itu,''kata Andrew berusaha menghibur Miya yag tengah bersedih.''Dia pasti akan kembali padamu.''
"Baik paman.''
Setelah Andrew pergi dari kamar. Blinda segera beringsut mendekati Miya lagi.''Aku tahu ini berat untukmu, tapi aku juga yakin Fabian akan kembali, karena ia tidak bisa jauh-jauh darimu.''Blinda tersenyum dan Miya membalasnya dengan senyuman yang di paksakan.
Satu minggu telah berlalu masih belum ada kabar dari Fabian. Andrew memutuskan untuk kembali mengadakan kembali pertemuan keluarga. Dalam pertemuan itu ia akan kembali memegang kendali perusahaannya dan dia juga mencari siapa yang akan menjadi ketua anggota keluarga Baskerville sampai Fabian kembali. Andrew pun menyarankan Joshua Adrian menggantikan posisi Fabian untuk sementara dan semua anggota keluarga menyetujuinya meskipun harus melalui perdebatan panjang.
Miya memasukkan kembali semua pakaiannya ke dalam koper dan juga barang-barangnya yang akan dibawa kembali ke New York. Ia akan kembali ke New York dengan orang tuanya yang sudah satu minggu menemaninya dan ia akan melanjutkan hidupnya seperti biasa lagi tanpa Fabian disisinya. Selama seminggu ini ia terus menangisi keberadaan Fabian yang tidak tahu keberadaannya. Apa dia baik-baik saja atau tidak. Miya menghapus air matanya kembali menyusun barang-barang di dalam tas dan koper. Suara ketukan di pintu mengejutkannya.''Masuk!''Adelina masuk dan tersenyum ketika tatapan mereka bertemu.
''Kamu sudah siap?''
__ADS_1
Miya menangguk pelan.
"Aku sudah siap pergi."
"Aku tahu saat ini hatimu sedang sedih dan mencemaskan Fabian. Aku pun begitu. Dia adalah kakakku satu-satunya dan aku sangat merindukannya. Sebenarnya di bawa pergi kemana Fabian oleh pelayan jahat itu,''kata Adelina dengan kesal. "Berani sekali dia berbuat jahat padamu dan kepada kakakku juga pada Clarissa .''Miya tersenyum sedih.
"Aku yakin suatu hari nanti dia akan kembali dan aku akan terus menunggunya sampai datang kembali.''
Adelina mengelus lembut bahu Miya.''Tentu saja. Dia akan kembali. Sebaiknya kita pergi. Mobil sudah menunggumu.'' Sebelum pergi, Miya melihat ke arah Joshua yang masih menatapnya dingin. Gadis itu mendesah. Pria itu telah menyalahkannya, karena Fabian menghilang. Miya masih teringat kata-katanya malam sebelum kepulangannya ke New York. Saat itu Miya ingin memprotesnya tapi tidak jadi. Gadis itu mengerucutkan bibirnya. Jeanettelah yang seharusnya di salahkan bukan aku umpatnya dalam hati.
"Tidak perlu kamu pedulikan Joshua. Dia memang selalu seperti itu. Fabian sudah dia anggap sebagai adiknya. Aku tahua Joshua juga sangat sedih Fabian telah menghilang,''bisik Adelina. Miya mengangguk.
Setelah Miya berpamitan dengan semua anggota keluarga, gadis itu masuk ke dalam mobil. Ia membuka kaca mobil supaya angin segar dapat masuk. Miya menghirupnya dalam-dalam. Ia akan merindukan tempat ini dan juga Fabian. Matanya melihat ke atas langit biru yang sangat cerah .''Fabian, kamu ada dimana?''gumamnya. Hembusan angin meniup rambutnya, ketika mobil melaju dengan cepat.[ ]
🎵🎵🎵🎵🎵
Yeaaaay akhirnya ketahuan siapa kan bunga Lily ternyata Mary Jane 😂😂😂.
Selamat untuk kalian yang sudah nebak dengan benar 🎉🎉🎉.
Dari awal sengaja author buat supaya MJ terlihat mencurigakan 😉.
Kelanjutannya besok ya. Author mau ngasih tahu nih 2-4 episode lagi my beloved uncle tamat 😊.
__ADS_1