My Beloved Uncle ( Baskerville #1)

My Beloved Uncle ( Baskerville #1)
(S3): Pembunuhan


__ADS_3

Arya secara diam-diam pergi ke gudang makanan saat semua orang sedang terlelap tidur. Ia dan kekasihnya mengangkut beberapa bahan makanan keluar.


" Cepatlah! Sebelum ada orang yang melihat kita."


"Kamu tidak perlu cemas seperti itu. Tidak akan ada orang yang akan melihat kita. "


Arya memandang kesal kekasihnya. Setelah mereka mengangkut beberapa bahan makanan, Arya kembali menutup gudang. Tanpa Arya ketahui, Nancy melihat semuanya.


Nancy langsung memperlihatkan dirinya di hadapan Arya dan Arya terkejut melihat Nancy berada di dapur.


" Nancy."


" Jadi Anda yang sudah mencuri semua bahan makanan yang disimpan di gudang."


"Itu...."


" Saya sudah melihat semuanya dan saya tidak menyangka pelakunya adalah Anda."


" Aku bisa menjelaskan semua ini,"kata Arya dengan perasaan takut. Ia takut Nancy akan memberitahu semua orang, bahwa selama ini ia sudah mencuri bahan makanan di panti asuhan ini.


" Anda tidak perlu menjelaskan, karena aku sudah melihatnya sendiri Anda dan kekasih Anda sudah bersengkongkol untuk mencuri. Anda kejam sekali."


" Itu benar. Semua yang kamu katakan benar. Akulah pencuri itu."


" Tapi kenapa Anda melakukannya?"


" Karena uang. Aku butuh uang yang banyak. Penghasilanku selama bekerja di sini sangat sedikit, jadi aku terpaksa melakukan ini."


Nancy menggeleng-gelengkan kepalanya.


" Aku harus memberitahu perbuatanmu kepada Nyonya Harper."


" Kamu tidak akan memberitahunya, karena aku tidak mengizinkannya."


Nancy berjalan cepat keluar dari dapur. Arya mengejarnya. " Nancy, tunggu!"


Arya menjadi semakin panik, jika Nancy akan benar-benar akan memberitahu orang-orang tentang perbuatannya. Arya yang sudah gelap mata, memukul kepala Nancy dengan penggilangan adonan kayu yang terletak di atas meja dengan keras sampai Nancy tidak sadarkan diri.


Arya memeriksa keadaan Nancy dan ia semaki panik, Nancy telah meninggal, lalu ia meminta bantuan kekasihnya untuk menyingkirkan mayat Nancy.


" Kenapa kamu sampai membunuhnya?"tanya kekasihnya dengan wajah kesal.


" Aku panik kalau Nancy akan memberitahu perbuatan kita ke semua orang."


Arya membantu kekasihnya mengangkat jasad Nancy dan nembawanya keluar dari panti, lalu mereka memasukannya ke dalam mobil.


" Aku akan memguburkannya di suatu tempat, jadi kamu tidak perlu cemas."


" Baiklah. Segera kabari aku setelah kamu selesai menguburnya."


Arya cepat-cepat masuk ke panti asuhan dan bersikap seperti tidak terjadi apa-apa.


Pagi harinya Ellie kebingungan mencari Nancy dan ia tidak bisa menemukan Nancy di mana pun bahkan di kamarnya pun tidak ada. Ia kemudian mencarinya di halaman, Nancy tetap tidak ada. Terpaksa ia harus memasak sendirian. Arya muncul di dapur. Suasana dapur terlihat sepi tidak seperti biasanya sejak Nancy meninggal semalam.


Ellie terkejut melihat Arya di dapur. " Di mana Nancy?"tanya Arya pura-pura tidak tahu.


" Saya tidak tahu Nancy pergi ke mana. Saya sudah mencarinya kemana-mana."


" Mungkin dia sedang pergi keluar."


" Itu tidak mungkin. Nancy tidak akan pergi keluar panti pagi-pagi sebelum selesai membuat sarapan pagi."


" Apa kamu sudah mencarinya ke seluruh panti?"


" Saya sudah mencarinya."


" Teruskan saja memasak. Aku yang akan mencari Nancy."


" Baik."


Arya pura-pura mencari Nancy ke seluruh panti, lalu ia pergi ke dapur menemui Ellie.


" Aku tidak menemukan Nancy di mana pun."


Ellie mulai merasa cemas dan sebenyar lagi jam makan pagi akan segera dimulai, tapi makanannya belum siap.


"Kita tunggu saja sebentar lagi mungkin Nancy akan datang," kata Arya.


Ellie mengangguk. Tepat pukul 07.30, anak-anak sudah berkumpul di meja makan dan merasa heran belum ada satu makanan pun yang ada.


Ellie membawa makanan untuk anak-anak 10 menit kemudian dengan terburu-buru, lalu membagikannya kepada anak-anak.


" Maaf ya anak-anak. Sarapan paginya terlembat, karena Nancy tiba-tiba menghilang."


Anak-anak mulai terkejut dan berbisik-bisik mengenai hilangnya Nancy. Valentina yang mendengar Nancy hilang menjadi cemas. Setelah sarapan pagi anak-anak mulai masuk kelas, setelah Bu guru Eve datang.


Sementara itu Ellie mencemaskan kepergian Nancy yang sampai sekarang belum datang.


" Nancy, sebenarnya kamu pergi kemana?"gumam Ellie.


Arya masuk ke dapur seolah-olah mencemaskam Nancy yang tiba-tiba pergi.


" Apa Nancy masih belum kembali?"


" Masih belum kembali."


"Ini benar-benar merepotkan aku saja. Sebenarnya dia pergi kemana?"tanya Arya yang pura-pura kesal.


" Bagaimana kalau kita cari di kamarnya sekali lagi mungkin ada petunjuk kemana Nancy pergi."


" Baiklah."


Ellie dan Arya menuju kamar Nancy yang tidaj jauh dari dapur. Di dalam kamar, Ellie memeriksa setiap sudur kamar, tapi tidak ada satu pun petunjuk tentang kepergian Nancy secara tiba-tiba. Ia juga membuka lemari pakaiannya dan semua pakaian Nancy ada di lemari.


" Apa sebaiknya kita memberitahu Nyonya Harper tentang hilangnya Nancy?"kata Ellie.


" Kita tunggu Nancy sampai besok pagi, jika dia belum kembali aku akan memberitahu Nyonya Harper."


" Baiklah."


Ellie kembali ke dapur dan Arya kembali ke ruang kepala panti untuk menemui tamunya yang baru saja datang. Tamu tersebut salah satu donatur tetap dan memberikan cek dengan jumlah uang yang besar. Arya sangat senang melihat nominal yang tertera di cek itu. Setelah tamu itu pergi, Arya memasukan cek itu ke tasnya. Uang itu akan menjadi miliknya.


🧸🧸🧸


Setelah selesai jam makan siang, Valentina pergi ke dapur. Ellie melihatnya.

__ADS_1


" Ada apa?"


" Aku mencari Nancy."


" Sampai sekarang Nancy belum kembali."


" Jadi Nancy masih belum kembali?"


" Iya. "


Valentina hendak pergi, tapi Elli menahannya.


" Bisa aku meminta bantuanmu?"


"Tentu saja."


"Tolong berikan kopi ini ke Nona Arya ! Dia ada di ruang kepala panti. Aku sedang masak tidak bisa aku tinggalkan."


" Baiklah."


Valentina membawa kopi itu dengan hati-hati supaya tidak tumpah. Ia sudah berada di depan ruang kepala panti dan bermaksud untuk membuka pintu yang agak sedikit terbuka, lalu ia mendengar percakapan ditelepon yang membuatnya terkejut dan hampir menumpahkan kopi yang dibawanya.


" Jadi kamu sudah benar-benar mengubur jasad Nancy di suatu tempat. Bagus. Tenang saja aku pasti akan memberikan bayaran untukmu. Pokoknya jangan sampai semua orang tahu bahwa aku telah membunuhnya dan kamu harus tutup mulut untuk itu. Baiklah. Sampai jumpa!"


Valentina membeku ditempatnya. Ia tidak percaya Arya telah membunuh Nancy. Valentina kemudian mengetuk pintu.


" Masuk!"


Dengan perasaan takut dan gugup, Valentina masuk membawa kopi.


"Ini kopi Anda."


" Di mana Ellie? Kenapa kamu yang mengantarkan kopi untukku."


" Ellie sedamg sibuk memasak, jadi dia minta tolong kepadaku."


" Baiklah taruh di meja."


Dengan tangan gemetar Valentina menaruh kopinya di meja dan kopi itu jatuh mengenai berkas dokumen dan membuat Arya sangat marah.


"VALENTINA,"teriak Arya.


"Ma-maafkan aku. Aku tidak sengaja."


"Kamu selalu saja membuat masalah."


Arya cepat-cepat membersihkan dokumen itu dengan tisu, lalu ia menyeret Valentina keluar.


"Karena kamu sudah membuat masalah, aku akan menghukumu."


Bayangan gelan ruang bawah tanah kembali menghantuinya dan Valentina menjadi sangat ketakutan.


" Nona Arya. Maafkan aku. Aku tidak sengaja."


"Diam."


Arya membawa Valentina ke daput dan membuat Ellie terkejut.


"Valentina sudah menumpahkan kopi di berkas penting."


Ellie sangat menyesali kesalaham yang dilakukan oleh Valentina. Arya menyerahkan ember dan lap pel kepada Valentina.


" Nona Arya biar saya saja yang melakukannya,"kata Ellie.


" Kamu jangan coba-coba untuk membantunya, kalau kamu membantunya, aku akan menbah hukumannya. Mengerti."


" Saya mengerti."


Arya memandang Valentina yang masih tetap berdiri.


" Cepat kerjakan!"


Valentina keluar dari dapur dan mulai membersihkan lantai mulai dari kamar.


🧸🧸🧸


Erika keluar dari kamar mandi mengenakan jubah mandi, lalu berpakaian. Setelah itu ia pergi ke dapur untuk mengambil minuman dan cemilan, lalu membawanya ke ruang keluarga. Ia menyalakan TV untuk melihat berita.


Selama sesaat tidak ada berita atau acara yang menarik perhatiannya, tapi pada saat ia akan mematikan televisinya, ia melihat tentang kebakaran sebuah rumah. Bukan kebakaran rumah yang menarik perhatiannya, tapi nama keluarga yang rumahnya terbakar.


Di berita itu tertulis nama Emily dan Jerome Hunt telah meninggal, karena terjebak di rumahnya yang terbakar. Erika menutup mulutnya. Ia belum bisa mempercayai apa yang ada diberita itu.


Erika teringat dengan Valentina. Ia tidak tahu apa ia selamat atau tidak, tapi ia tidak melihat nama Valentina sebagai korban kebakaran itu. Kutukan kakaknya akhirnya telah samlaonpada Jerome dan istrinya.


Sekarang Erika benar-benar mencemaskan keadaan Valentina. Pintu depan terbuka membuat Erika terkejut. Ia bernapas lega melihat Gilbert muncul dari balik pintu.


" Kamu seperti ketakutan begitu."


" Aku hanya terkejut saja."


" Ada apa?"


Erika menarik Gilbert dan menyuruhnya menonton berita, tapi Gilbert nampak bingung.


" Rumah Jerome Hunt terbakar."


" Eh."


" Jerome dan istrinya telah meninggal dalam kebakaran rumahnya."


" Kapan itu terjadi?"


" Sore tadi. Sepertinya kutukan kakakku telah sampai pada Jerome."


" Aku turut berduka cita."


" Aku mencemaskan Valentina, anak angkat mereka. Dia mantan murid di sekolahku. Sekarang aku tidak tahu bagaimana keadaannya. "


" Aku yakin anak itu akan baik-baik saja "


" Aku tidak akan merasa tenang, jika aku belum melihat keadaannya. Besok aku akan kesana. Apa kamu mau ikut?"


" Aku akan ikut denganmu. Besok hari libur."


" Terima kasih."

__ADS_1


Keesokan paginya Erika dan Gilbert pergi ke rumah Jerome yang baru. Rumah itu sekarang hanya tinggal puing-puing saja. Erika dan Gilbert menanyai orang-orang yang tinggal dekat dengan rumah Jerome, tapi tidak seorang pun tahu tentang keberadaan Valentina.


" Menurut yang aku tahu. Di rumah itu tidak ada anak kecil yang tinggal di sana. Hanya ada suami istri Hunt saja. Kasihan mereka mati terbakar secara mengenaskan," kata salah seorang warga.


"Terima kasih."


Erika mendekati Gilbert. " Bagaimana ini setiap orang kita tanyain tidak tahu tentang Valentina."


" Mungkin saja Valentina sudah tidak tinggal bersama mereka lagi."


" Mungkin kamu benar, tapi kemana mereka membawa Valentina?"


" Sekarang hanya Tuhan yang tahu di mana Valentina sekarang."


Erika memabdang nanar reruntuhan rumah Jerome, lalu mereka memutuskan untuk kembali ke rumah.


🧸🧸🧸


Arya terkejut dengan kedatangan Fabian yang tiba-tiba dan ia menyadari ada seorang wanita berada di samping Fabian, lalu Fabian memperkenalkan Miya kepada Arya.


" Arya, ini Miya, istriku."


" Halo!"


"Halo!"


Arya menyambut uluran tangan Miya. Ia tidak suka Fabian datang bersama dengan istrinya.


" Kami datang ke sini untuk bertemu dengan Valentina."


" Ah tentu saja. Aku akan memanggil Valentina."


Arya meninggalkan ruangan kepala sekolah.


" Jadi itu wanita yang bernama Arya?"tanya Miya.


" Iya."


" Cantik juga ya."


" Tapi kamu lebih cantik."


Miya tersipu malu dan wajahnya memghangat. Tidak lama kemudian, Arya datang bersama dengan Valentina.


" Paman Fabian,"seru Valentina dengan wajah senang.


" Bagaimana kabarmu?"


"Aku baik."


" Oh ya kenalkan ini Miya, istriku."


" Halo Nyonya!"


" Halo Valentina!"


Miya menatap Valentina dengan lembut. Hatinya bergetar saat melihatnya. Ia langsung menyukai Valentina. Apa yang dikatakan Fabian benar, Valentina bisa membuatnya langsung menyayanginya.


" Fabian sudah bercerita tentangmu dan kamu memang seperti apa yang dikatakan oleh suamiku. Aku senang bisa bertemu denganmu."


" Aku juga Nyonya."


" Valentina, kami ingin bicara dulu dengan Arya, bisakah kamu keluar dulu sebentar," kata Fabian.


" Tentu saja."


Valentina keluar ruangan dan Fabian langsung mengatakan keinginannya kepada Arya.


" Kami ada rencana untuk mengadopsi Valentina," kata Fabian.


Arya terkejut dengan keinginan Fabian.


" Apa kalian sungguh-sungguh ingin mengadopsinya?"


" Iya. Apa ada masalah?"


" Tidak. Hanya saja kalian tidak bisa mengadopsinya sekarang, karena kepala panti ini sedang pergi tugas ke luar kota, jadi sebaiknya kalian bicarakan saja dengan Nyonya Harper."


" Kapan Nyonya Harper akan kembali?"


" Besok lusa."


" Kami akan datang lagi ke sini."


" Tentu."


" Kalau begitu kami mau bertemu dengan Valentina lagi."


Arya kembali memanggil masuk Valentina dan gadis kecil itu sangat selama berbicara dengan mereka, bahkan ia tidak mempedulikan pandangan tidak suka Arya kepadanya. Sudah tiba saatnya, Fabian dan Miya untuk pulang.


" Aku dan istriku pamit untuk pulang."


Arya mengantarkan Fabian dan Miya sampai pintu depan. Valentina nampak sedih. Ia sangat menyukai pasangan suami istri Baskerville dan Valentina sudah memutuskan kalau mereka adalah teman barunya. Setelah mereka pergi, Arya langsung memventaknya.


" Kembali ke kamar!"


Tanpa disuruh dua kali Valentina langsung pergi ke kamarnya. Ia tidak mengerti kenapa Arya selalu marah-marah kepadanya.


🧸🧸🧸


" Bagaimana menurutmu tentang Valentina?"tanya Fabian.


" Dia anak yang baik dan menyenangkan."


" Apa kamu menyukainya?"


" Iya. Aku menyukainya."


" Sudah aku katakan pasti kamu akan samgat menyukainya."


" Apa yang dikatakan olehmu benar. Aku langsung menyayangi Valentina begitu aku melihatnya."


" Jadi kamu setuju, jika kita mengadopsinya?"


" Iya."

__ADS_1


" Terima kasih, sayang."


Miya berharap dengan kehadiran Valentina di keluarganya mampu menghibur kesedihannya. Fabian menggenggam tangan Miya. Kehangatan tangannya membuat perasaannya menjadi nyaman. [ ]


__ADS_2