My Beloved Uncle ( Baskerville #1)

My Beloved Uncle ( Baskerville #1)
12. Interogasi


__ADS_3

Fabian sedang menginterogasi Mary Jane , menyandarkan tubuhnya di meja dan kakinya disilangkan ke depan, kedua tangannya terlipat di dada. Ia menatap pelayan itu dengan tajam dan dingin. Mary Jane menunduk dan tubuhnya gemetar.’’Apa ada yang ingin kau katakan padaku?’’tanya Fabian.


Mary Jane mendongkakkan kepalanya.’’Tuan Fabian , saya....’’


‘’ Kenapa waktu itu kamu melarangku makan coklat itu? Kalau tidak kamu larang, aku pasti sudah keracunan. Apa kamu tahu tentang hal ini?’’


‘’Maaf. Sebenarnya aku tahu coklat itu beracun."Suara Mary Jane bergetar. Ia mengigit bibir bawahnya.  Fabian menegakkan badannya dan menatap lurus pelayannya itu. ‘’Saya tidak ingin Anda keracunan coklat itu,"katanya kemudian.


‘’Dari mana kamu tahu coklat itu beracun?’’


‘’Karena saya tahu siapa yang mengirimkan coklat itu."


‘’Siapa dia?’’tanyanya dengan suara keras dan tegas.


‘’James Kenndrick."


‘’Apaaaaa? Aku tidak percaya ini. Jadi yang memberikan coklat itu kepada Miya adalah James? ‘’


‘’’Benar. Saya tahu selama ini orang itu sangat membenci Anda, karena dia mengira Anda telah membunuh nyonya Clarissa, adik perempuannya. Secara tidak sengaja aku bertemu dengannya tiga hari yang lalu di toko coklat. Tentu saja dia tidak menyadari kehadiranku di sana. Saat itu aku sedang membeli permen coklat untuk keponakanku dan tanpa sengaja aku mendengar pembicaraan dia dengan salah satu anak buahnya. Coklat itu akan diberikan kepada nona Miya dan akan diberi racun, lalu tiba-tiba pria itu melihat ke arahku dan dia mengenali seragam pelayanku. Pria itu membawaku  dan mengancamku kalau saya sampai memberitahu Anda, ia akan membunuhku dan membuat hidup keluargaku menderita. Ia ingin nona Miya memakan coklat pemberiannya.Maafkan aku tuan Fabian. Saya tidak bermaksud untuk bersengkongkol dengannya." Mary Jane kemudian menangis terisak-isak.


Rahang Fabian mengeras sampai urat-urat nadinya terlihat jelas di permukaan kulitnya dan kedua tangannya di kepalkan sampai jari-jarinya memutih. Mary Jane memberanikan diri untuk menatapnya. ‘’Ini semua salahku, jika saja waktu itu aku langsung membuangnya pasti nona Miya akan baik-baik saja." Mary Jane langsung berlutut dan memegang kaki Fabian. ‘’Maafkan aku tuan Fabian. Maaf."Wajahnya masih basah oleh air mata yang terus mengalir.


‘’Bangunlah!’’


Pelayan itu menurutinya, lalu menghapus air matanya.


‘’Jadi apa tuan Fabian memaafkanku?’’


Fabian melihat emosi tidak terbaca pada diri pelayannya itu.‘’Ini bukan salahmu. Sekarang pergilah!’’


Mary Jane pun pergi.


‘’Baik. Permisi!’’


Fabian memukul meja dengan keras setelah Mary Jane pergi.’’Sial!"


Ia mengambil ponselnya menghubungi Gilbert. ‘’Sepertinya aku akan datang terlambat ke kantor. Ada masalah yang perlu aku selesaikan terlebih dahulu." Setelah mangatakan itu Fabian mematikan ponselnya, lalu ia pergi dengan terburu-buru.


♪♪♪♪


Isabella dan Sebastian  duduk di perpustakaan. Mereka sedang mengerjakan tugas kelompok tanpa Miya. Keduanya saling berdiam diri. Hubungan keduanya masih terlihat canggung setelah Sebastian mengakui perasaannya kepada gadis itu. Sebastian berusaha bersikap tidak terjadi apa-apa dan bersikap santai supaya Isabella merasa nyaman kembali bersama dengannya seperti dulu. Pria itu mendesah teringat kembali pesta kemarin malam melihat Isabella begitu senang bersama dengan Fabian.


‘’Aku sudah melihatnya,’’kata Sebastian membuka pembicaraan yang sudah terlalu lama hening di antara mereka.


‘’Apa?’’


‘’Pria yang kau sukai. Dia pria yang sangat tampan dan kamu terlihat sangat gembira bersamanya. Semoga kamu bisa hidup bahagia dengannya." Meskipun Sebastian sedih dan perih mengucapkannya, ia rela asal melihat Isabella hidup bahagia.


‘’Terima kasih Sebastian."Isabella tersenyum lembut.


‘’Hari ini Miya tidak masuk. Kau tahu kenapa?’’tanya Sebastian.


‘’Aku tidak tahu. Kemarin dia juga tidak datang padahal ia berjanji akan datang ke pesta ulang tahunku."

__ADS_1


‘’Sudah mencoba menghubunginya?’’


‘’Sudah tapi ponselnya selalu tidak aktif."


‘’Ada apa dengannya ya? Aku akan menghubungi rumahnya." Sebastian mengambil ponselnya dan pada deringan keempat ada yang menjawab suara seorang pria terdengar. ‘’Selamat siang! Kediaman keluarga Baskerville."


Sebastian terdiam sejenak.’’Eh....Baskerville,’’gumamnya terkejut. Selama ini Sebastian hanya tahu kalau Miya tinggal dengan pamannya, tapi ia sama sekali tidak tahu kalau Miya tinggal dengan keluarga Baskerville. Apa jangan-jangan Miya mempunyai hubungan dengan pria itu pikir Sebastian.


‘’Maaf . Anda ingin bicara dengan siapa?’’


‘’Saya ingin bicara dengan Miya. Saya Sebastian temannya."


 ‘’Sekarang nona Miya di rawat di rumah sakit."


‘’Benarkah? Miya sakit apa?’’tanyanya dengan terkejut.


‘’Nona Miya keracunan makanan."


Sebastian terkejut dan mematikan ponselnya setelah ia meminta alamat rumah sakit dimana Miya di rawat. Isabella menatap dengan bingung.’’Ada apa?’’


‘’Miya sekarang di rawat di rumah sakit. Kita sebaiknya menjenguknya sekarang. Bagaimana?’’


‘’Baiklah. Tapi Miya sakit apa?’’


‘’Aku akan mengatakannya di perjalanan."Isabella terburu-buru membereskan buku-bukunya dan mengejar Sebastian yang sudah berjalan duluan.


♪♪♪♪


Fabian dengan wajah dinginnya dan tatapan tajamnya yang siap membunuh, menerjang masuk ke dalam kantor James yang berada di lantai paling atas gedungnya dengan sedikit membuat keributan, karena sekretarisnya mencoba menghalanginya masuk. Ia melihat James di sana sedang duduk sambil tersenyum sinis dan mengejek kepadanya. Pria itu berdiri dan menyuruh sekretarisnya untuk membiarkan Fabian masuk. ‘’Wah...wah apa yang membuatmu datang kemari?’’


James tersenyum miring .’’Jadi itu alasannya kamu datang kemari? Ah ternyata pelayan itu menceritakan semuanya kepadamu. Dasar pelayan bodoh."


‘’Aku yang memaksanya untuk berbicara, jadi jangan salahkan Mary Jane dan mengancamnya lagi. Kenapa kau ingin membunuh Miya padahal ia sama sekali tidak mengenal dirimu?’’teriak Fabian. Setiap otot-otot dalam tubuhnya menjadi tegang berusaha untuk mengendalikan diri agar tidak sampai mencekik pria dihadapannya, karena Fabian tidak ingin mengotori tangannya dengan membunuh James.


‘’Karena dia adalah orang yang kau cintai. Aku tahu kau mencintainya pada saat kita bertemu di restoran itu. Bagaimana kau menatapnya dengan penuh cinta,’’ teriak James kembali.


‘’Gadis itu adalah kelemahanmu, jika aku bisa membuatnya meninggal , pasti kau akan sangat sedih dan menderita. Aku ingin merasakan bagaimana rasanya kehilangan seseorang yang kau cintai. Aku ingin melihatmu menderita. Kau sudah tahu pasti kalau aku mencintai Clarissa adik angkatku. Dia tidak pernah tahu perasaanku dan ketika dia memutuskan untuk menikah denganmu, aku merelakannya, tapi setelah ia menikah denganmu hidupnya sama sekali tidak bahagia. Dia sering bercerita kepadaku kalau kau tidak pernah memperhatikannya dan aku menyesal telah menyerahkan dia kepadamu. Clarissa adalah wanita yang baik, tapi kamu mensia-siakannya dengan berselingkuh dengan wanita lain dan akhirnya kau membunuhnya."


Fabian tersenyum getir.’’Sepertinya kamu belum mengenal siapa adikmu itu. Clarissa tidak seperti yang kau bayangkan. Seorang adik yang baik dan penuh perhatian. Kau salah James , Clarissa tidak seperti itu. Dia adalah wanita yang sangat jahat dan aku tidak tahu kenapa waktu itu aku bisa tertarik dan percaya kepadanya kalau dia akan membuatku hidupku bahagia. Jadi jangan membuat kesimpulan seenaknya tentang masalahku dengan Clarissa, karena kau tidak tahu kejadian yang sebenarnya."


‘’Kau bohong. Clarissa adalah wanita baik-baik. Aku tidak percaya apa yang kamu katakan."


‘’Itu terserah padamu mau percaya atau tidak, tapi yang jelas Clarissa adalah wanita berhati jahat yang pernah aku kenal. Dia adalah wanita yang sangat berbahaya. Hanya karena seorang wanita persahabatan kita hancur. Kau tahu , kadang aku rindu dengan persahabatan kita dulu dan jauh di dalam hatiku , aku masih mengharapkan kalau persahabatan kita akan membaik kembali, tapi sepertinya sekarang tidak mungkin kita kembali seperti dulu lagi. Hatimu sudah dipenuhi oleh dendam dan kebencian kepadaku."


‘’Clarissa tidak mungkin wanita jahat. Aku sudah mengenalnya cukup lama."


‘’Kalau begitu  dia berhasil menutupi sifat buruknya terhadapmu. Kau tahu, ketika aku mengetahui kenyataannya yang sebenarnya tanpa sengaja tentang istriku, aku terkejut dan shock. Dia wanita yang dapat melakukan apa saja demi mencapai tujuannya."


Fabian menatap James masih dengan kilatan marah di matanya. Pria ini dulunya adalah sahabatnya sejak mereka mulai memasuki bangku kuliah. James sangat pintar dan mampu membuat orang-orang yang disekelilinginya merasa nyaman. Dia pria yang selalu berpenampilan sederhana dan memiliki karisma yang cukup tinggi di antara teman-temannya sehingga mereka mengaguminya. Dulu  Fabian begitu mengaguminya dan menjadi panutan kehidupannya.


Mereka selalu saling mempercayai, saling membantu dalam setiap segala hal bahkan James sudah dianggap sebagai kakaknya sendiri. Hanya James yang selalu membuatnya tertawa, ketika ia sedang merasa sedih atau marah. Tapi sekarang  James telah berubah . Dia bukan James yang dulu Fabian kenal . James sekarang menjadi sangat asing baginya .Entah setan apa yang sudah membuat sahabatnya menjadi jahat seperti ini. Fabian berharap suatu hari nanti ia akan dapat bertemu lagi James yang dulu ia kenal.  Ya tentu saja .Wanita itu yang menjadi salah satu penyebabnya. Dia telah berhasil membuat James menjadi benci padaku.


Fabian melanjutkan.‘’Kalau kau membenciku  jangan pernah melibatkan Miya. Dia tidak tahu apa-apa tentang ini dan satu hal lagi jangan pernah menyakitinya kalau tidak aku akan membunuhmu. Ingat itu,’’ancamnya. Fabian pun berlalu pergi dengan menyisakan kemarahan di hatinya.

__ADS_1


♪♪♪♪


Saat Isabella dan Sebastian datang, Miya sedang makan siang yang sedang disuapi oleh Bernice. Miya begitu senang ketika melihat kedua temannya datang berkunjung. Satu persatu ia menatap temannya. Isabella seperti biasa selalu tampil cantik dan anggun , terlihat segar dan pipinya merona merah, senyumnya sangat manis dan ada yang sedikit beda dengannya ada binar-binar bahagia dalam dirinya. Miya bisa menebaknya mungkin di pesta ulang tahunnya kemarin ia sudah bertemu dengan pria yang disukainya, lalu tatapan Miya beralih kepada Sebastian. Pria itu selalu tampil rapi dan juga tampan. Di tangan pria itu ada sebuket bunga yang sangat cantik. Keduanya terlihat cemas. Miya berusaha tersenyum supaya mereka tidak mencemaskannya.


Isabella mengenggam tanganku dan menatapku sedih. ‘’Aku baik-baik saja. Terima kasih kalian mau datang,’’ucap Miya . Ada persaan lega di wajah Isabella dan Sebastian, lalu pria itu memberikan bunga kepadanya. ‘’Bunganya cantik. Terima kasih."


‘’Kami senang melihatmu baik-baik saja. Ketika kami diberitahu kamu sakit, kami langsung datang kemari,’’kata Sebastian.


‘’Kenapa kamu bisa sampai keracunan? ‘’tanya Sebastian.


Lalu Miya menceritakan semua yang terjadi pada malam itu. Isabella dan Sebastian terkejut dengan penjelasan Miya. ‘’Ini sangat mengerikan. Menurutmu siapa yang sudah memberikan coklat itu,’’tanya Isabella.


‘’Aku tidak tahu. Maaf aku jadi tidak bisa datang ke pestamu."


‘’Tidak apa-apa. Tidak perlu kamu pikirkan." Isabella tersenyum menenangkan.


‘’Cepatlah sembuh! Supaya kita dapat mengerjakan tugas kuliah bersama-sama." Sebastian menyeringai lebar. Isabella lalu mencubit pinggangnya.Pria itu kesakitan dan menatap kesal pada Isabella.


‘’Kamu masih sempat-sempatnya memikirkan itu. Apa kamu tidak lihat Miya sedang sakit." Isabella mencibir kesal kepada Sebastian. Miya tersenyum senang melihat mereka menjadi akrab kembali.


♪♪♪♪


Fabian memasuki kantornya dengan terburu-buru hanya untuk mengambil beberapa dokumen untuk dikerjakan di rumah sakit untuk sementara ia akan memindahkan kantornya kesana sampai Miya sembuh.


‘’Bagaimana keadaan Miya sekarang?’’


‘’Dia baik-baik saja, Gil."


‘’Syukurlah. Nanti aku akan datang lagi untuk menjenguknya." Gilbert kemudian menatap Fabian dengan rasa ingin tahu yang besar. Ia menunggu Fabian untuk menceritakan semua kepadanya. Fabian menghela napas dan menceritakan semuanya kepada Gilbert.


’’James sungguh keterlaluan sampai melibatkan Miya dalam hal ini. Kalau aku ketemu dia aku ingin mencekiknya,’’kata Gilbert kesal. ‘’Kenapa kamu tidak menceritakan kepada James tentang kau dan Clarissa?’’


‘’Saat ini James tidak akan mau percaya dengan apa yang aku katakan. Percuma saja aku mengatakannya dalam keadaan sedang marah. Pasti dia tidak akan menerima apa pun yang aku katakan."


Suara bunyi e-mail masuk muncul di ponselnya. Sebuah senyuman kembali hadir di wajahnya setelah seharian Fabian memasang wajah dingin . Pesan yang cukup singkat itu berbunyi : Aku sudah kembali dan sudah tidak sabar untuk bertemu denganmu lagi.


‘’Dia sudah kembali’’.


‘’Siapa?’’


‘’Joshua Adrian Waldgrave kakak sepupuku."


‘’Aku dengar selama ini ia tinggal di Yunani."


‘’Itu benar dan sekarang dia telah kembali sudah sekitar 10 tahun aku tidak bertemu dengannya dan sepertinya pertemuan keluarga nanti di kastil Baskerville akan sangat menyenangkan. Sekarang aku pergi dulu. Tolong jaga kantorku selama aku tidak ada!’’ Fabian menepuk pelan bahu Gilbert, lalu berlalu pergi.


Fabian terkejut ketika di lihatnya ada seorang pria yang sedang menemani  Miya yang sedang tertidur sambil mengenggam tangannya dari balik pintu. Perasaan cemburu dan rasa perih dihatinya kembali menyeruak di dadanya. Ia melihat Bernice sedang asik menyulam di sofa. Ia membuka pintu dan memandang pria itu dengan tatapan tidak suka. Mata biru Fabian berubah dingin, saat menatap pemuda itu. Ia memperhatikan pemuda itu dari bawah sampai atas dan Sebastian tidak menyadari tatapan penuh penilaian yang diberikan Fabian kepadanya.


Sebastian yang melihat Fabian terkejut dan perkiraannya benar kalau Miya memiliki hubungan keluarga dengannya. Bernice yang melihat tuannya datang segera berdiri dan menyalaminya. ‘’Selamat sore tuan Fabian!’’


‘’Selamat sore Bernice! Sekarang kamu boleh pulang!’’


Pelayan itu segera pergi setelah membereskan barang-barangnya. Sebastian segera berdiri , lalu mengulurkan tangannya.’’Saya Sebastian. Teman sekelas Miya." Fabian menerima uluran tangannya dan mengenggam erat tangannya.  Jadi ini pemuda yang dikatakan Mary Jane waktu itu. ‘’Fabian, pamannya Miya."

__ADS_1


 Fabian seketika menoleh ketika pintu kamar mandi terbuka dan Isabella muncul . Keduanya terkejut. ‘’Isabella."


‘’Fabian." [ ]


__ADS_2