My Beloved Uncle ( Baskerville #1)

My Beloved Uncle ( Baskerville #1)
(S2): Kembalinya Joseph


__ADS_3

Joseph begitu terlihat gembira menghadiri pernikahan sepupunya yang sangat meriah. Terlebih lagi saat ini istrinya sedang mengandung anaknya. Kebahagiaannya menjadi semakin lengkap.


" Kamu sudah terliha lelah,"kata Joseph kepada istrinya.


" Aku memang sudah lelah dan ingin segera pulang."


" Baiklah kita pulang sekarang, tapi aku mau ke toilet dulu."


" Jangan lama-lama!"


" Tidak akan lama."


Joseph mengecup bibir istrinya sangat mesra. " Aku skan segera kembali."


Pengawal Joseph mengikutinya dari belakang dan menjaga jarak dengan sang Raja. Ia tidak sengaja mendengar suara orang yang sedang berdebat dan ia mengenali suara-suara itu. Joseph berjalan mendekatinya dan melihat Michael dan Lewis sedang memperdebatkan sesuatu. Joseph hendak pergi, tapi ketika namanya disebut, ia tidak jadi pergi dan memutuskan untuk mendengarnya.


"Kita harus segera menyingkirkan Joseph secepatnya sehingga tahtanya bisa jatuh ketanganku."


Joseph yang mendengar itu sangat terkejut. Ia tidak mengira pamannya yang paling ia sayang dan percayai memiliki niat jahat kepadanya.


" Sekarang Ratu Charlotte sedang hamil. Tahta akan jatuh ke tangan anak mereka," kata Lewis memperingatkan.


" Kamu benar. Kita juga perlu menyingkirkan anak itu setelah lahir."


" Bagaimana dengan Charlotte?"


" Aku akan menikahinya sebagai Ratuku."


" Kalau begitu kapan kamu akan menyingkirkan Joseph," kata Lewis tidak sabar.


" Sesegera mungkin. Minggu depan Joseph akan menghadiri acara kerajaan dan aku akan menyuruh seseorang untuk merusak mobilnya sehingga ia akan mengalami kecelakaan. Semua orang akan mengira Joseph meninggal, karena kecelakaan."


" Ide yang bagus. Aku suka."


" Ayo kita bersulang untuk kematian Joseph!"


Mereka berdua tertawa. Setelah mendengar percakapan mereka, Joseph segera pergi dan segera menemu istrinya.


" Sayang, ayo kita pulang!"


" Ada apa? Kamu terlihat sangat cemas."


" Aku akan menceritakannya kepadamu setelah sampai di istana."


" Baiklah."


Para pelayan menyambut kedatangan Raja dan Ratu mereka. "Selamat malam, Yang Mulia!"seru mereka bersamaan.


Joseph dan Charlotte menuju ke kamar mereka. Setelah berganti pakaian mereka berbaring di tempat tidur.


" Sebenarnya apa yang terjadi? Aku perhatikan kamu sangat cemas."


" Hidup kita dalam bahaya."


"Apa maksudmu?"


" Michael ingin merebut tahta dariku."


" Apaa?"serunya tidak percaya.


" Aku sendiri yang mendengarnya."


" Selama ini paman Michael sangat baik kepada kita dan selalu perhatian."


" Dia hanya pura-pura baik kepada kita. Dia juga ada niat untuk menyingkirkan anak kita."


Charlotte langsung melindungi perutnya


" Aku tidak akan membiarkan dia menyakiti anak kita."


" Kamu harus melindunginya apa pun yang terjadi, karena dia adalah penerusku, jika terjadi sesuatu kepadaku."


" Kamu ini bicara apa. Tidak akan terjadi apa-apa kepadamu."


"Semoga saja."


Wajah Joseph sudah terlihat sangat lelah memikirkan tugas-tugas kerajaannya dan sekarang ada orang terdekatnya yang ingin membunuhnya. Ia menggosokkan kedua tangannya di wajahnya.


" Apa yang akan kamu lakukan sekarang?"tanya Charlotte.


" Aku akan bersikap seperti biasa seolah aku tidak pernah tahu rencana jahat mereka. Kamu juga harus bersikap seperti biasanya dan pura-pura tidak tahu."


"Baiklah."


"Sekarang tidurlah sudah larut malam."


Keesokan paginya Joseph dan Charlotte bersikap seperti biasanya dan berbincang santai dengan Michael dan Lewis. Begitu pun juga dengan keesokan harinya dan hari-hari berikutnya. Akhirnya tugas kunjungan kenegaraan pun tiba. Joseph sedang bersiap-siap di kamarnya dibantu beberapa pelayan.


" Kamu terlihat sangat tampan,"puji Charlotte.


" Kamu juga terlihat sangat cantik hari ini."


" Sayang sekali aku tidak bisa ikut denganmu, karena kehamilanku ini."


" Kamu istirahat saja."


Joseph memang tidak ingin Charlotte ikut, karena hari ini Michael akan mencoba membunuhnya, tapi ia sudah memiliki rencananya sendiri. Charlotte mengantarkan kepergian suaminya sampai depan istana dan Joseph berlama-lama memandang istrinya. Ada kemimungkinan ia dapat melihat istrinya untuk terakhir kalinya.


" Hati-hati di jalan! Dan segera kembali."


" Jaga dirimi baik-baik dan ingat pesanku tadi malam."


Joseph memeluk dan mencium istrinya sebelum masuk ke mobil yang sudah disiapkan untuknya, sedangkan Michael dan Lewis sudah pergi duluan. Tanpa sepengetahuan orang lain, Joseph sudah menukar mobilnya dengan mobil yang lain. Mobil yang seharusnya di pakai olehnya diangkut oleh truk pengakut untuk di bawa ke tepi jurang. Di tengah perjalanan, mobil yang ditumpanginya berhenti.


" Yang Mulia," kata Dave.


" Terima kasih kamu mau membantuku untuk melaksanakan rencanaku ini."


" Ini demi keselamatan Anda."


Dave membantu Joseph mendorong mobil yang remnya sudah diputus oleh orang suruhan Michael ke dalam jurang, dan mobil itu terbakar. Rencana Joseph berhasil dengan begini, ia akan disangka mati, sedangkan orang yang ada di dalam mobilnya adalah mayat seorang pria yang Dave dapatkan dari sebuah rumah sakit dan tidak ada keluarga yang mengakuinya.


Joseph memutuskan untuk bersembunyi sampai tiba saatnya ia akan kembali lagi. Sebenarnya ia merasa bersalah kepada istrinya dan membuatnya sedih, karena ia pura-pura meninggal.


" Sebentar lagi berita kecelakaan Anda akan tersiar. Anda akan bersembunyi di mana?"


" Aku belum tahu. Nanti aku pikirkan itu yang penting kamu harus menjaga istriku."

__ADS_1


" Kenapa Anda tidak mengatakan yang sebenarnya saja kepadanya?"


" Aku tidak ingin melibatkan Charlotte jauh ke dalam bahaya lagi mungkin setelah Michael tahu aku sudah mati , dia tidak akan menyakiti Charlotte lagi."


" Bagaimana dengan anakmu nanti? Bukannya Michael juga ingin menyingkirkannya juga."


" Kamu sarankan kepadsnya untuk membawa pergi jauh anakku ke tempat lain."


"Baiklah."


"Sampai jumpa lagi!"


Beberapa menit kemudian berita kecelakan sang Raja tersiar. Michael dan Lewis sangat senang rencana mereka berhasil, sedangkan Charlotte histeris mendengar suaminya meninggal, karena kecelakaan.


Dave datang untuk menghiburnya, lalu ia teringat dengan kata-kata Joseph untuk Charlotte.


"Setelah anakmu lahir sebaiknya kamu segera menjauhkannya dari sini, karena Michael bisa saja membunuhnya."


Charlotte nampak sangar bingung. Ia tidak ingin berpisah dengan anaknya setelah ia kehilangan suaminya.


" Ini demi kebaikan anakmu."


Dengan berat hati Charlotte menyetujuinya.


💔💔💔


Joseph berjalan kaki menuruni perbukitan rendah dan melewati perkebunan para penduduk untuk mencari tempat persembunyian di mana Michael dan orang-orang tidak dapat menemukannya. Ia bisa saja menggunakan kekayaan keluarganya untuk membeli rumah, tapi ia tidak ingin melakukannya, karena itu akan meninggalkan jejak.


Joseph pingsan, karena kelelahan. Setelah ia sadar, ia terbangun ditempat yang sangat asing.


" Aku ada di mana?"


" Di rumahku," kata seorang pria." Aku menemukanmu diperkebunanku."


" Terima kasih sudah menolongku."


" Namaku Alfred Hunter."


"Namaku...."


"Grigor Farris. Itu namamu, bukan?"


"Hah."


Sesaat Joseph merasa bingung.


" Aku melihatnya dikartu identitasmu. Maafkan aku sudah lancang membuka tasmu. Aku tidak mencuri apa pun. Aku hanya ingin melihat kartu identitasmu."


Joseph segera melihat kartu identitasnya dan benar saja namanya telah berubah menjadi Grigor Farris. Dave telah benar-benar mempersiapkan identitas baru untukku dan bahkan ia juga memiliki paspor dengan nama barunya.


" Senang bisa bertemu denganmu, Alfred."


" Aku sudah menyiapkan makan untukmu pasti kamu lapar."


Joseph segera makan yang disediakan oleh teman barunya dengan lahap. Setelah tinggal di rumah Alfred selama beberapa minggu, ia pergi ke Amerika bersama Alfred dan membantunya mengurus perkebunannya.


" Aku sebenarnya tahu siapa dirimu. Kamu adalah seorang Raja," katanya tiba-tiba membuat Joseph terkejut.


"Dari mana kamu tahu?"


" Meskipun aku orang Amerika, tapi semua penduduk mengenali wajah Rajanya. Selama kamu tinggal denganku, kamu tidak sekali pun keluar untuk menghindar. Apa lagi ada berita tentang kecelakaan Raja."


"Sejak pertama kali aku bertemu denganmu."


"Kenapa kamu diam saja selama ini?"


" Karena kamu pasti memiliki alasan yang kuat untuk bersembunyi."


" Kamu benar. Aku terpaksa melakukannya bahkan aku sampai tega meninggalkan istriku dengan orang yang berniat membunuhku."


" Seseorang ingin membunuhmu?"


"Benar. Pamanku sendiri."


"Pamanmu itu benar-benar jahat."


"Aku mohon rahasiakan siapa aku."


" Baiklah, tapi sampai kapan kamu akan terus bersembunyi?"


" Entahlah. Aku tidak tahu."


" Kamu bisa tinggal di sini sampai kapan pun yang kamu inginkan."


Alfred meninggalkannya sendirian.


💔💔💔


"Siapa kamu?"tanya Leonard melihat Joseph duduk di samping tempat tidur sambil mengenggam tangan Charlotte.


Joseph mendongak dan menatap Leonard dan wanita yang berada di sampingnya.


" Ah maafkan aku."


Joseph langsung berdiri.


" Aku ke sini untuk menjenguk Charlotte. Namaku Joseph Coldwell."


Leonard dan Raina membelalakan matanya terkejut.


"Joseph?"seru Leonard tak percaya.


"Iya."


"Itu tidak mungkin suami ibuku sudah meninggal."


"Ibu?"tanya Joseph terkejut." Maksudmu Charlotte adalah ibumu?"


"Benar."


"Jadi kamu adalah putraku," katanya dengan wajah senang. Joseph langsung memeluk Leonard, tapi Leonard langsung melepaskan ayahnya.


" Ayahku sudah meninggal karena kecelakaan."


" Tidak. Aku belum meninggal. Kecelakaan itu adalah suatu kebohongan. Selama ini aku pura-pura mati, karena Michael berusaha membunuhku. Aku tahu rencana busuknya itu."


" Jadi Anda benar-benar Joseph suami ibuku?"

__ADS_1


" Benar. Aku harus mengatakannya berapa kali supaya kamu percaya."


" Maaf. Aku masih belum percaya."


" Aku mengerti."


Mata Leonard berkaca-kaca, lalu memeluk ayahnya.


" Syukurlah Ayah masih hidup. "


" Ayah juga senang kamu dan ibumu selamat dari cengkeraman Michael."


" Sebenarnya apa yang terjadi pada Ayah selama ini?"


Joseph pun menceritakan semuanya kepada Leonard tentang pelariannya selama ini.


" Kenapa Ayah baru muncul sekarang?"


" Maafkan Ayah. Ayah kira Charlotte masih mengalami gangguan kejiwaan dan di rawat disebuah rumah sakit jiwa. Ayah mendapatkan informasi itu dari siaran TV. Sejak saat itu Ayah tidak ada berita tentang Charlotte lagi. Sampai akhirnya ada berita penculikan Charlotte dan kamu."


"Pasti Ibu akan senang bisa melihat Ayah lagi."


" Mungkin Ibumu juga akan marah, karena aku sudah membohonginya selama ini."


Leonard kemudian memperkenalkan Raina sebagai istrinya.


" Istrimu sangat cantik. Kamu sangat beruntung."


"Terima kasih."


Keesokan paginya Fabian dan Miya dikejutkan dengan kemunculan Joseph ketika mereka datang ke rumah sakit. Leonard pun menceritakan kisah ayahnya.


Fabian agak kesal, karena selama ini Joseph sudah meninggalkan Charlotte dalam kesedihan, meskipun ia mengerti alasannya, tapi tetap saja apa yang dilakukan Joseph seperti pria pengecut.


Leonard berada di dalam kamar ditemani oleh Raina, sedangkan Fabian, Miya, dan Joseph berada di luar kamar. Erangan lembut Charlotte membuat Leonard mendekati Ibunya dan bola matanya mulai bergerak-gerak. Perlahan-lahan matanya terbuka.


" Ibu," panggil Leonard senang.


" Di mana ini? Apa yang terjadi?"


" Ibu sekarang ada di rumah sakit dan ibu mengalami kecelakaan."


" Ibu sekarang ingat."


" Aku akan memanggil dokter."


Leonard segera keluar kamar mencari dokter. Ia pun memberitahu Fabian, Miya, dan Joseph kalau Charlotte sudah sadar. Mereka segera masuk.


" Charlotte," panggil Joseph.


Charlotte memandang bingung pada pria asing di hadapannya.


" Ini aku, Joseph, suamimu."


" Tidak. Ini tidak mungkin. Kamu sudah mati."


Ketika Joseph akan menjelaskannya ,dokter datang dan menyuruh mereka untuk keluar kamar. Mereka menunggu pemeriksaan dokter dengan harap-harap cemas dan setelah dokter selesai memeriksa keadaan Charlotte, dokter keluar dan mengatakan Chatlotte sudah melewati masa kritisnya dan akan segera sembuh. Mereka sangat senang.


Joseph dibiarkan masuk ke kamar sendirian untuk menemui istrinya.


" Apa kamu benar-benar Joseph?"tanya Charlotte penuh keharuan.


Joseph meraih tangan Charlotte. "Benar. Aku belum mati. Selama ini aku pura-pura mati, karena Michael berencana untuk membunuhku pada hari itu. Maafkan aku sudah membuatmu sedih, karena sudah mengira aku mati."


Joseph mencium istrinya dengan mata yang berkaca-kaca. Pandangannya jadi mengabur, karena air mata yang menumpuk di kedua pelupuk matanya.


Charlotte meneteskan air mata." Aku senang ternyata kamu masih hidup. Aku mengira sudah kehilanganmu untuk selamanya."


" Aku janji mulai sekarang aku tidak akan meninggalkanmu lagi."


Beberapa hari kemudian Charlotte diperbolehkan pulang dan tinggal di Castalia mansion selama beberapa hari. Setelah keadaan Charlotte telah sembuh sepenuhnya, mereka memutuskan kembali ke Luxemburg.


" Jadi kalian akan kembali ke sana?"tanya Leonard.


" Benar. Aku harus kembali menjadi Raja lagi dan menjalankan tugasku lagi di sana."


" Sepertinya kita harus berpisah lagi padahal kita baru saja bertemu."


" Kamu dan istrimu bisa tinggal bersama dengan kami di istana. Kamu kan calon pewaris tahta selanjutnya. "


" Aku akan tinggal di sini mengurus perkebunan keluarga Clemonte yang sudah mereka wariskan kepadaku."


" Baiklah. Ayah tidak akan memaksamu untuk ikut bersama kami. Ayah akan sangat merindukanmu."


" Ibu juga akan merindukanmu. Jaga dirimu dan istrimu baik-baik."


" Tentu saja."


" Kapan-kapan kalian bisa datang ke Luxemburg. Pintu istana akan selali terbuka untuk kalian," kata Joseph.


Joseph dan Charlotte memeluk Leonard dan Raina secara bergantian. Charlotte kemudian menghampiri Fabian dan Miya.


" Terima kasih atas pertolongan kalian semua. "


" Kami senang bisa menolongmu," kata Fabian." Bagaimana pun juga aku sudah menganggapmu sebagai kakakku sendiri dan keluarga harus saling tolong menolong."


Charlotte memeluk Fabian, lalu memeluk Miya.


" Terima kasih. "


"Sebelum kalian pergi, ada yang ingin aku katakan kepada kalian,"kata Raina.


Semuanya memandang Raina penasaran." Sebentar lagi kalian akan memiliki cucu."


Mereka terkejut dan mata mereka sama sekali tidak berkedip.


" Benarkah itu, sayang?" tanya Leonard.


" Iya sudah memasuki 8 Minggu."


Leonard langsung memeluk tubuh istrinya dan memutar- mutar tubuhnya. Tawa senang pun terlepas dari mereka.


Charlotte dan Joseph mengucapkan selamat kepada Raina begitu pun juga Fabian dan Miya.


" Sekarang Ibu dan anak sama-sama hamil," kata Fabian sambil mengelus perut istrinya yang sudah membesar."


Sekali lagi mereka tertawa penuh kebahagiaan dan sudah tiba saatnya Joseph dan Charlotte pergi.

__ADS_1


" Sampai jumpa!" Kata Charlotte.


Mobil yang membawa mereka telah hilang dari pandangan. Fabian memeluk istrinya dengan bahagia. Sekarang hidupnya telah sempurna dan itulah yang dipikirkan Fabian saat itu, karena tanpa mereka sadari, masalah besar akan menanti mereka. [ ]


__ADS_2