My Beloved Uncle ( Baskerville #1)

My Beloved Uncle ( Baskerville #1)
(S2): Christopher


__ADS_3

Wanita itu melihat pria yang kabur dari rumahnya, sedang duduk di bangku pinggir jalan tidak jauh dari rumahnya. Ia cepat-cepat memarkirkan mobilnya dan keluar dari mobilnya.


" Christoper,"panggilnya membuat pria tua itu sangat terkejut dan ia berusaha kabur, tapi wanita dengan cepat menangkap lengannya


" Clarissa, lepaskan aku ! Aku tidak ingin di kurung lagi."


"Maaf. Aku tidak bisa melapaskanmu, karena aku tidak ingin semua orang tahu kegilaan yang kita lakukan selama ini. Aku menyesal istri dan anakmu meninggal dalam kebakaran mansion di Los Angeles."


Clarissa menyeret Christoper masuk ke dalam mobil dan kembali membawanya kembali ke rumahnya dan mengurung kembali pria tua itu ke ruang bawah tanah rumahnya. Ia mendekatkan diri pada tralis penjara dan memegang tralis itu kuat-kuat.


" Jangan pernah kabur lagi!’’kata Clarissa marah.


Christopher mendekati Clarissa dan menatapnya galak.


" Aku tidak akan pernah melupakan apa yang kamu lakukan kepadaku dan keluargaku 25 tahun yang lalu."


25 tahun yang lalu di Los Angeles


Seorang pelayan menemui Christoper di ruang kerjanya.


" Tuan ada seorang wanita muda ingin menemui Anda."


" Siapa?"


" Wanita itu bilang namanya Clarissa."


" Suruh dia masuk!"


"Baik."


Clarissa masuk dan diantarkan kepada tuan rumah. Di dalam mansion, ia melihat berbagai macam boneka dengan berbagai macam bentuk ukuran. Ada boneka yang sangat mirip manusia. Ia sangat takjub.


" Selamat siang!"kata Clarissa.


" Siang!"


" Apa Anda yang bernama Christoper Yamaguchi?"


"Benar. Ada yang bisa aku bantu?"


" Aku sudah mencari tahu tentang Anda sebenarnya. Anda sebenarnya seorang dukun."


" Apa yang kamu inginkan?"


" Aku ingin Anda membuatkan ramuan cinta untukku atau apalah agar pria yang aku incar mau menjadi kekasihku."


"Ha...Ha...Ha."


Suara ketas Christopher menggema ke seluruh ruang kerjanya yang luas.


" Aku menolaknya."


" Kenapa?"


" Meskipun aku seorang dukun, tapi aku tidak ingin melakukan hal licik seperti itu. Tugasku sebagai seorang dukun untuk membantu orang. Sebaiknya nona berusahan mendapatkan cinta pria yang nona sukai dengan cara yang benar."


Raut wajah Clarissa menjadi kesal. Wajahnya tertekuk marah. Ia tidak suka ada orang yang menolak permintaannya, karena selama ini segala keinginannya selalu dipenuhi.


"Aku mohon."


" Pergilah!"


" Aku akan datang lagi ke sini nanti malam dan aku harap Anda bisa menerima keinginanku. Permisi."


Seperti sesuai janji, Clarissa datang lagi pada saat malam hari.


" Sepertinya nona belum menyerah juga ya."


" Apa yang aku inginkan selalu aku dapatkan. Aku tidak suka ada orang yang menolak keinginanku, jadi apa Anda akan membantuku untuk mendapatkan pria yang aku inginkan."


" Jawabanku tetap sama."


" Jadi Anda menolaknya?"


"Benar."


" Baiklah. Semoga Anda tidak akan menyesal dengan menolak permintaanku."


Dua orang pria masuk ke dalam mansion dan menangkap Christopher.


" Hei apa-apa ini?"


" Kamu sudah menolak permintaanku, jadi aku akan menculikmu."


" Nona tidak bisa melakukan ini kepadaku."


Christopher terus memberontak. Salah satu pria itu memukul kepalanya sampai pingsan. Clarissa menuangkan bensin di ruang kerja Christopher dan menyalakan api. Seketika api menjalar dengan cepat. Clarissa cepat-cepat pergi meninggalkan mansion yang sudah mulai terbakar. Ia tersenyum penuh kemenangan.


" Bawa pria itu ke Villa dan kurung dia jangan sampai kabur."


" Baik nona."


Clarissa kembali ke hotel seperti tidak terjadi apa-apa.


" Kamu memang wanita iblis,"seru Christopher dari balik jeruji besi.


" Aku akan mendapatkan apa yang kuinginkan."


" Seharusnya waktu itu kamu mati."


" Nyatanya aku tidak jadi mati."


" Seseorang telah menolongku dan aku sangat berterima kasih kepadanya. Aku tidak menyangka dia mau menolongku."


Clarissa kembali mengingat masa lalunya. Ia ingat ketika sedang bertengkar dengan suaminya. Fabian mendorongnya sampai pingsan dan ia sempat sadar sebentar saat melihat pelayannya, Mary Jane.


" Aku tahu kamu menyukai Fabian. Benarkan apa yang aku katakan?"


" Iya. Aku memang mencintai Tuan Fabian sudah lama."


" Aku ingin memberikan penawaran untukmu."


" Penawaran apa?"


" Kamu harus membantuku. Kamu bisa mendapatkan Fabian."


Mary Jane terkejut dengan apa yang dikatakan Clarissa.


" Penawaran apa?"


" Kamu harus membuatku pingsan dan nanti di rumah sakit aku akan pura-pura meninggal dan kamu akan mendapatkan Fabian, sedangkan aku akan menikah dengan kekasih gelapku. Bagaimana?"


" Aku setuju."


" Bagus. Sekarang buat aku pingsan lagi."


Mary Jane memukul kepala Clarissa sampai pingsan dan pelayan itu kemudian pergi. Si rumah sakit, ia bertemu dengan kekasih gelapnya yang merupakan seorang dokter yang sangat kaya lebih kaya dari Fabian dan dokter itu mengatakan kalau Clarissa sudah meninggal. Ia menyuruh Christopher untuk membuatkan boneka yang mirip dengannya untuk diletakkan di peti jenazah agar semua orang percaya Clarissa sudah benar-benar meninggal dan mereka percaya itu.


Sekarang suaminya telah meninggal, karena Clarissa membunuhnya dengan mendorong suaminya dari tangga. Ia melakukannya, karena suaminya telah bangkrut. Clarissa ingin kembali pada Fabian untuk menikmati kekekayaan keluarganya lagi, karena ia tidak ingin hidup susah. Ia tidak menyangka Fabian tidak menikah dengan Mary Jane, tapi menikah dengan keponakan jauhnya.


" Apa yang kamu inginkan sekarang? Aku sudah membantumu untuk melakukan penipuan atas kematianmu. Sebaiknya bunuh saja aku sebelum aku memberitahu ke semua orang tentang kejahatanmu itu."

__ADS_1


" Itu pasti akan aku lakukan, tapi aku masih membutuhkanmu untuk membuatkan aku satu boneka lagi. Aku ingin kamu membuat boneka yang mirip dengan Miya, istri mantan suamiku."


"Kenapa kamu ingin membuatkan aku bonekanya."


" Aku akan menculik Miya dan mengurungnya di sini dan aku akan membuat seolah-olah Miya meninggal dengan bayi yang ada di dalam kandungannya dan aku akan kembali menjadi istrinya kembali."


" Kenapa aku harus repot-repot membuat bonekanya? Akan lebih praktis kamu membunuhnya sekalian."


" Itu benar, tapi aku tidak ingin Miya cepat mati. Aku ingin dia dikurung di sini dan perlahan-lahan mati kalau langsung mati itu keenakan."


" Kamu memang wanita iblis tak berperasaan."


Clarissa tersenyum lebar.


" Terserah apa katamu. Ingat jangsn mencoba untuk kabur lagi."


Clarissa meninggalkan ruang bawah tanah villanya.


πŸ’”πŸ’”πŸ’”


Fabian sedang sibuk membaca beberapa proposal dan juga dokumen-dokumen yang sudah menumpuk di mejanya, bahkan dia melupakan makan siangnya.


Tok...tok...


"Ada apa?’’


"Ada orang yang ingin menemuimu."


"Siapa?’’


" Tuan Christian Graham."


Fabusn kelihatan bingung dan akhirnya dia mengenali Tuan Graham yang dijumpainya 25 tahun lalu.


"Suruh dia masuk!’’


Gilbert mempersilahkan Christian Graham masuk.


" Fabian, senang bisa melihatmu lagi. Apa aku menganggumu?’’


"Aku juga senang bisa bertemu dengan Anda lagi. Pekerjaanku hampir selesai jadi tidak menganggu sama sekali."


Fabian mempersilahkan Tuan Graham duduk , kemudian Gilbert datang membawa dua cangkir kopi.


"Aku hampir tidak mengenalimu. Sekarang kamu sudah menjadi direktur yang sukses. Sesuai dengan dugaanku 25 tahun yang lalu. Aku senang kamu baik-baik saja."


"Aku juga hampir tidak mengenali Anda."


"Aku sudah tua dan rambutku sudah beruban. Kamu tumbuh menjadi pria tampan dan sukses. Bagaimana kabar ayahmu?’’


"Dia baik-baik saja."


"Pasti dia sudah bertambah sangat tua, bukan?’’


β€˜β€™Iya."


Fabian meminum kopinya dan menatap Tuan Graham.


"Selama ini Anda tinggal di mana? Aku tidak pernah mendengar kabar dari Anda."


"Selama ini aku tinggal di Inggris sambil mengurus beberapa bisnisku di sana."


" Pantas saja sudah lama tidak mendengar kabar lagi dari Anda."


Tuam Graham menatap Fabian dan tiba-tiba raut wajahnya berubah jadi sedih.


"Aku baru saja kehilangan keponakanku. Dia jaruh dari tangga beberapa minggu yang lalu."


" Terima kasih."


" Kasihan sekali istrinya. Dia sangat sedih. Sejak kejadian itu, istrinya selalu mengurung di villa milik almarhum suaminya."


" Pasti berat ditinggal oleh orang yang dicintainya."


" Benar. Edward dan Clarissa saling nencintai."


"Clarissa?"tanya Fabian terkejut.


" Apa kamu kenal dengan Clarisaa?"


" Aku pernah mengenal wanita yang bernama Clarissa, yaitu mantan istriku. "


Tuan Graham mengangguk mengerti.


" Di dunia banyak yang bernama Clarissa. Kebetan saja nama istri keponakan Anda sama dengan nama mantan istriku."


Tuan Graham mengambil ponselnya di saku jasnya, lalui ia menunjukkan foto Edward dan Clarissa kepada Fabian.


" Ini foto mereka."


Tuan Graham menyerahkan ponselnya kepada Fabian. Raut wajah Fabian berubah sangat pucat dan kaku melihat wajah Clarissa.


" Cantik bukan? Edward punya selera tinggi mencari wanita untuk dijadikan istrinya."


" Kapan foto ini diambil?"


" Sekitar 2 bulan yang lalu."


"Memangnya ada apa?"


Fabian menuju meja kerjanya membuka laci meja paling bawah. Ia mengambil selembar foto, lalu memberikannya kepada Tuan Graham.


Pria tua itu sangat terkejut.


"Ini...."serunya.


" Itu adalah Clarissa, almarhum istriku dan ini selingkuhan istriku."


" Ini tidak mungkin."


"Aku juga terkejut wajah istri keponakan Anda sama dengan istriku yang sudah meninggal."


" Kenapa wajah mereka sangat mirip?"


" Aku juga tidak tahu."


Fabian kemudian menyimpullan kalau wanita yang menemui putrinya, Clarie dan wanita yang dilihat Gilbert di jalan kemungkinan besar adalah istri keponakan Tuan Graham.


" Apa mereka saudara kembar?"


"Setahuku mantan istriku tidak punya saudara kembar."


"Apa ada kemungkinan mereka adalah orang yang sama?"


"Itu mungkin saja "


Tuan Graham masih tidak percaya. Ia melihat silih berganti foto Clarissa untuk memandingkan kemiripannya.


" Tidak mungkin orang yang susah meninggal bisa hidup kembali."


"Aku juga berpikir seperti itu. Hanya ada satu cara untuk menjelaskan semua ini, yaitu kita harus bicara dengan Clarissa, istri keponakan Anda."

__ADS_1


"Aku akan bicara dengannya."


" Apa boleh aku ikut dengan Anda bertemu dengannya?"


"Tentu saja. Aku akan menghubungimu lagi kapan kita akan bertemu dengannya."


"Baiklah."


Mereka berdua terdiam masih mencoba mencerna semua ini.


πŸ’”πŸ’”πŸ’”


Setelah Tuan Graham pergi, Fabian menceritakan pembicaraannya dengan Tuan Graham. Gilbert tidak percaya dan terkejut melihat kemiripan mereka berdua.


"Bagaimana menurutmu?"


" Sejujurnya aku bingung. Jika Clarissa masih hidup , tapi bagaimana caranya, ia hidup kembali, kecuali Clarissa memang mempunyai saudara kembar."


" Tapi kenyataannya tidak punya."


" Aku akan bisa mengetahuinya, jika sudah bertemu langsung dengan istri Edward."


" Bagaimana kalau itu Clarissa yang kita kenal?"


" Itu artinya Clarissa sudah menipu kita semua dengan memalsukan kematiannya sendiri."


" Jika itu memang benar. Dia benar-benar sangat hebat. Aku ingin tahu bagaimana ia bisa bangkit dari kubur."


" Entahlah. Aku juga tidak tahu," kata Fabian.


" Apa kamu akan memberitahu Miya soal ini?"


" Tentu saja aku akan memberitahunya. Aku juga harus lebih waspada lagi. Aku tidak ingin Clarissa menganggu kehidupan rumah tanggaku lagi."


"Pasti Miya akan terkejut. Kamu harus hati-hati, jika itu Clarissa kita."


Fabian mengangguk dan Gilbert kembali ke pekerjaannya lagi.


πŸ’”πŸ’”πŸ’”


Sesampainya di rumah, Fabian bercerita tentang Clarissa seperti yang sudah di duga, Miya sangat terkejut dan juga cemas.


" Aku punya firasat buruk tentang ini," kata Miya.


" Aku juga merasa cemas, jika itu benar-benar Clarissa."


" Apa yang akan kamu lakukan, jika itu memang Clarissa yang kita kenal?"


" Kalau dia mencoba untuk menganggu kita atau menyakiti kita, aku tidak akan tinggal diam. Aku akan membawanya ke kantor polisi."


"Semoga saja Clarissa sekarang sudah berubah menjadi lebih baik."


"Aku meragukannya."


"Apa kamu menyesal sudah menikah dengannya dulu?"


"Aku sangat menyesal."


" Mulai sekarang kamu harus hati-hati mungkin saja Clarissa berkeliaran di luar sana mencari kesempatan untuk menganggumu."


" Aku akan hati-hati."


Fabian memeluk Miya dengan sangat erat. Mimpi buruknya tentang Clarissa kembali muncul dalam benaknya.


Jam sudah menunjukkan jam pukul 11 malam. Fabian masih ada di ruang kerjanya masih terlihat sibuk memeriksa dokumen yang ia bawa ke rumah. Cahaya bulan purnama di luar sangat terang. Di dalam ruang kerja hanya terdengar goresan pulpen dan suara jam dinding.


"Fabian,"panggil seseorang yang membuatnya sangat terkejut. Ia tidak melihat orang yang sudah memanggilnya.


"Fabian, ini aku."


Fabian mencari asal suara itu.


"Lihat ke belakang!"


Fabian melihat ke belakang dan ia sangat terkejut melihat wajah seram menempel di kaca jendela.


"Siapa kamu?"tanyanya dengan suara gugup.


"Apa kamu tidak ingat?"


"Aku tidak ingat."


" Kita pernah bertemu di Los angeles di depan mansion."


Fabian memperhatikan sebentar orang itu dan ia ingat.


"Nenek."


" Akhirnya kamu ingat. Cepat buka jendelanya!"


Fabian membuka jendelanya dan nenek itu masuk.


"Di luar sangat dingin."


Fabian sangat takjub melihat nenek misterius yang penampilannya tidak banyak berubah.


" Aku kira nenek sudah meninggal."


"Aku belum meninggal."


" Aku kira nenek tidak akan menemuiku lagi."


"Aku pasti akan menemuimu."


"Kamu sudah besar dan kamu juga sudah menemukan belahan jiwamu seperti yang telah aku katakan dulu."


"Aku memang sudah bertemu dengannya."


"Bagus. Ada apa nenek menemuiku malam-malam begini?"


" Nenek cuma mau mengembalikan ini kepadamu. Ini punya teman wanitamu, kan?"


Fabian mengenali gelang rantai yang diberikan oleh nenek itu.


" Ini memang punya temanku. Di mana nenek menemukannya?"


"Di depan reruntuhan mansion."


Fabian mulai penasaran apa dulu Clarissa pernah datang ke mansion itu.


" Apa hanya untuk memberikan ini saja nenek datang menemuiku?"


" Iya hanya itu saja dan untuk memperingatimu, kalau keluargamu akan berada dalam bahaya. Neneknya melihatnya. Kamu harus hati-hati. Nenek pergi dulu."


Nenek itu pergi dengan cepat dalam kegelapan malam. Fabian bingung bagaimana ia bisa masuk ke halaman mansion yang dilengkapi oleh sistem keamanan tinggi.


" Nenek, siapa kamu sebenarnya?"gumam Fabian.


Sekarang hanya keheningan saja yangΒ  menyelubungi ruang kantornya. Fabian cepat-cepat membereskan barang-barangnya dan meninggalkan ruangan kerja. Selama dalam perjalanan menuju kamarnya, ia terus memikirkan peringatan nenek itu.


Di kamar Fabian langsung membaringkan dirinya di tempat tidur pelan-pelan tidak ingin membangukan Miya yang sudah terlelap tidur. Rasa lelah dan kantuk sudah menyerangnya. Keesokan paginya Fabian bangun hampir kesiangan. [ ]

__ADS_1


__ADS_2