
Miya berdiri di tepi jalan sendirian sambil mendengarkan musik. Ia sedang menunggu Ryusuke yang sedang pergi ke mini market yang terletak diseberang jalan. Jalanan terlihat sangat sepi dan di saat itulah ia melihat Mary Jane berada diseberang jalanan dengan membawa kantung belanjaan. Pelayannya itu menyadari keberadaan Miya, lalu melambaikan tangannya. Setelah lampu berubah menjadi hijau untuk pejalan kaki, Mary Jane cepat-cepat menyebrang jalan, tapi tiba-tiba kantung kresek yang di bawa Mary Jane sobek dan isinya berhamburan keluar. Miya mencoba untuk membantunya sebelum lampu lalu lintas berubah warna lagi. Ia bersyukur jalanan masih sepi dan jarang di lalui oleh kendaraan.
Mary Jane telah selesai memunguti belanjaannya dan sudah berada di tepi jalan, sedangkan Miya masih berusaha memunguti beberap jeruk yang masih tercecer. Tanpa disadari ada mobil yang melaju sangat kencang dan membuat Miya terkejut. Badannya tidak bisa bergerak untuk menghindar ketika mobil itu semakin mendekat. Tiba-tiba tubuhnya terdorong dengan sangat keras dan Miya tahu ia telah selamat dari tabrakan mobil. Seseorang telah menyelamatkannya. Pandangannya berubah menjadi gelap sebelum ia melihat wajah penolongnya.
♫♫♫♫
Miya yang setengah sadar merasakan kepalanya berat dan pusing. Ia tidak mampu untuk membuka matanya. Ia juga merasakan tubuhnya melayang ringan di udara , kemudian ia menyadari kalau seseorang telah membopongnya dengan sepasang lengan yang kuat dan di dekap dengan penuh perlindungan ke dadanya . Ia begitu merasa nyaman berada disana. Miya berusaha untuk membuka matanya , tapi sia-sia. Samar-samar ia mencium aroma yang dikenalnya dari tubuh orang yang membopongnya sekarang.Paman Fabian.
__ADS_1
Fabian berdiri di balkon lantai dua ruang keluarga menikmati sejuknya hembusan angin,lalu melihat ke arah tangan kanannya yang diperban. Luka goresan akibat menolong Miya dari tabrakan mobil. Ia bersyukur dapat menolong tepat pada waktunya sebelum mobil itu benar-benar menabraknya dan ia merasa lega gadis itu tidak terluka parah hanya beberapa luka goresan di tangannya. Pengemudi mobil itu melarikan diri, tapi Fabian sudah mengingat nomor mobil itu dan sudah menyuruh seseorang menyelidiki siapa pemilik mobil itu sebenarnya.
Setangkai bunga lily putih tergenggam di tangannya. Fabian menemukannya dipinggir jalan tak jauh dari tempat Miya terjatuh. Ia terus memperhatikan bunga itu dan berpikir apa ada hubungannya orang yang hampir menabrak Miya dengan pengirim bunga ini. Apakah ini semacam teror yang yang dilakukan oleh sang Pemilik Bunga Lily?
Keputusannya tepat mengikuti kemana Miya dan Ryusuke pergi sesaat setelah mereka pergi dari Central Park. Fabian dengan terpaksa dan meminta maaf membatalkan acara jalan-jalannya bersama Patricia dan ia merasa lega wanita itu menerima permintaan maafnya dan mengizinkannya pergi.
"Jadi ada apa datang menemuiku?’’
__ADS_1
"Aku hanya ingin memastikan satu hal. Apa Anda mencintai Miya?’’tanya Ryusuke yang membuatnya terkejut. Mata coklatnya terus menatap Fabian menuntut jawaban darinya. Fabian duduk di sofa dan kakinya diangkat ke atas meja.
"Apa itu masalah bagimu kalau aku juga mencintainya?’’tanya Fabian sesantai mungkin, tapi hatinya ingin sekali menampar wajahnya, karena tidak bisa menjaga Miya dengan baik.
Sementara itu Ryusuke tidak bisa melupakan kejadian tadi siang, saat Fabian menolong Miya. Ketika ia keluar dari mini market, Fabian tiba-tiba berlari ke arah Miya dan mendorongnya sejauh mungkin dari mobil yang akan menabraknya. Ia segera berlari ke arah mereka takut terjadi sesuatu yang buruk menimpa Miya. Ryusuke dapat bernapas lega setelah melihat gadis itu tidak terluka parah dan yang membuatnya tertegun, ia melihat Fabian nampak begitu cemas berusaha untuk menyadarkan Miya. Pria itu menciumi wajah Miya seolah-olah pria itu tidak bisa hidup tanpanya.
Ryusuke tidak bisa melupakan ekspresi Fabian saat itu. Panik, cemas dan ketakutan. Fabian dengan cepat membawanya ke mobil sedangkan ia dan Mary Jane menyusulnya dengan menggunakan taxi yang kebetulan lewat di depan mereka. Sebenarnya ia juga sangat mencemaskan Miya, tapi ia tidak bisa berbuat apa-apa. Saat itulah ia baru menyadari kalau Fabian Baskerville juga mencintainya. Sosok Fabian saat itu berbeda dengan yang sekarang. Pria yang ada dihadapannya sekarang kembali menjadi pria dengan wajah angkuh dan dingin.
__ADS_1
Fabian berjalan mendekati Ryusuke dan keberadaannya begitu sangat mendominasi. Tubuh Ryusuke terlihat begitu kecil yang mempunyai tinggi 170 cm. "Aku memang pamannya, tapi aku juga mencintainya dan aku akan merebut Miya darimu.Aku pastikan Miya akan menjadi milikku, jadi jangan menghalangiku untuk mendapatkannya." Suara Fabian penuh dengan nada peringatan. Ia pun berlalu pergi meninggalkan Ryusuke yang memandangnya dengan tatapan tidak percaya. [ ]