My Beloved Uncle ( Baskerville #1)

My Beloved Uncle ( Baskerville #1)
(S2): Masa Lalu Leonard


__ADS_3

Sudah dua minggu sejak Raina mati terbakar dan Frank terkejut sekaligus sedih mengetahui istrinya tewas mengenaskan. Ia tidak menginginkan Raina mati dengan cara seperti itu. Frank menemukan botol kecil yang berisi racun di laci meja rias istrinya seperti apa yang dikatakan Sara di hari pemakaman Raina.


" Mungkin kamu bisa menemukan botol racun di meja riasnya. Dulu aku juga menemukannya di sana dan maafkan putriku, karena sudah mencoba membunuhmu."


" Aku sudah memaafkan Raina."


"Raina jiwanya sudah terganggu sejak ia mengalami depresi berat dan kami lalai menjaganya, sehingga ia kabur."


"Kalau boleh aku tahu kenapa ia sampai depresi?"


" Karena Raina ditinggal menikah oleh kekasihnya."


Frank mengangguk mengerti.


" Terima kasih sudah mau mencintai Raina."


" Meskipun Raina menjadi istriku hanya sebentar, ia istri yang baik."


"Semoga Anda akan segera mendapatkan istri yang benar-benar tulus mencintai Anda. Sampai jumpa!"


"Sampai jumpa!"


Sara meninggalkan Frank sendirian di pemakaman.


Frank membuang isi botol racun itu dan membuang botolnya di tempat sampah. Ia keluar kamar sambil membawa kopernya. Kenangannya bersama Raina sangat menyakiti hatinya. Ia pun keluar kamar Frank memutuskan untuk berlibur sejenak untuk menenangkan pikirannya.


💔💔💔


Raina dan Leonard sangat terkejut mendengar cerita orangtuanya tentang Raina. Dari merekalah akhirnya Leonard tahu, bahwa Raina yang mereka maksud adalah Raina mantan kekasih adiknya.


" Tidak pernah terpikirkan olehku sebelumnya, kalau istri Frank adalah mantan kekasih adikku. Wanita yang sudah menghancurkan hidup adikku."


"Kamu harus memaafkannya," kata Leonard ketika mereka sedang berada di kamar.


" Aku sudah memaafkannya."


Raina memeluk suaminya.


" Ada sesuatu yang ingin aku katakan. Seharusnya aku memberitahumu lebih awal."


Raina melepaskan pelukannya, menatap suaminya dengan penasaran.


"Apa?"


" Tapi kamu harus berjanji kepadaku kalau kamu tidak akan marah padaku."


" Sebenarnya ada apa?"


"Berjanjilah dulu kalau kamu tidak akan marah."


"Baiklah aku tidak akan marah. Sekarang katakan ada apa?"


" Aku bukan Leonard Clemonte yang sebenarnya."


"Apa maksudmu?"


" Leonard Clemonte yang sebenarnya sudah meninggal tenggalam di danau pada usia 6 tahun."


" Jadi kamu bukan Leonard? Lalu siapa namamu yang sebenarnya?"


" Namaku Leonard, karena nama itulah nama yang mereka berikan kepadaku."


Raina mengernyitkan dahinya."Mereka?"


" Kakek dan pamanku."


" Ayah dan ibuku tidak pernah tahu kalau aku adalah bukan anak mereka, karena anak mereka yang bernama Leonard telah meninggal."


"Bagaimana orangtuamu tidak mengenali anaknya sendiri. Pasti mereka mengenali wajah anaknya, bukan?"


" Itu benar. Ceritanya panjang."


"Aku akan mendengarkannya."


24 tahun yang lalu


Saat badai salju seorang wanita yang mengenakan mantel coklat tua membawa sebuah keranjang berisi seorang bayi dan meninggalkannya dipanti asuhan. Wanita itu menekan bel, lalu cepat-cepat bersembunyi dibalik pohon menunggu seseorang mengambil bayinya.


Salah satu pengurus panti asuhan membuka pintu dan terkejut melihat keranjang yang berisi bayi. Pengurus itu membawa masuk bayi itu. Wanita itu kemudian pergi dengan tatapan sedih.


" Maafkan Ibu. Aku terpaksa melakukan ini. Suatu hari kamu akan mengerti kenapa aku menitipkanmu ke panti asuhan. Selamat tinggal!"


Wanita itu menghapus air matanya yang sempat menetes dengan lengan mantelnya. Di dalam panti asuhan para pengurus panti mengerumuni bayi yang baru mereka temukan.


" Ada sebuah surat,"kata salah satu pengurus panti bernama Bella.


Bella mengambil surat itu dan membacanya.


Nama anak ini adalah Jodan.


" Jadi namamu Jodan,"kata Bella pada bayi itu yang sedang tersenyum. Di dalam keranjang juga ditemukan sebuah kalung perak dengan liontin dengan ukiran burung elang dan dibaliknya terukir nama Jodan.


Tahun demi tahun berlalu, Jodan tumbuh menjadi anak yang lincah, periang, dan pintar. Sejak kehadirannya di sana, panti asuhan menjadi ramai. Pada saat Jodan menginjak umur 6 tahun terjadi kebakaran di dapur panti asuhan, jodan dan beberapa pelayan dapur terjebak dalam kebakaran itu.


Semua orang dapat diselamatkan termasuk Jodan, tapi Jodan terluka parah. Sebagian wajahnya rusak, karena luka bakar.


Sementara itu di kediaman keluarga Clemonte, seluruh pelayan dikerahkan mencari Leonard yang telah menghilang sejak tadi pagi.


" Tuan Leonard, Anda di mana?"teriak para pelayan yang sedang mmencari keberadaannya.


Mereka terus mencari, tapi Leonard masih belum ditemukan ketika hari sudah menjelang malam. Akhirnya pencarian dihentikan.


" Bagaimana ini Ayah ?"tanya Daniel, paman Leonard.


" Kita pasti akan menemukannya."


"Bagimana kalau Andre dan Silvia pulang dan Leonard menghilang?"


" Kita akan menemukan Leonard sebelum mereka kembali dari Kairo."


" Semoga saja kita segera menemukannya."


Andrew dan ayahnya tidak bicara lagi dan mereka sibuk dengan pikirannya masing-masing memikirkan Leonard yang entah di mana keberadaannya.


Keesokan paginya pencarian kembali dilakukan disekitar mansion, karena Leonard tidak keluar dari area mansion dan perkebunan. Kali ini pencarian melibatkan polisi. Setiap inchi perkebunan ditelusuri dan anjing-anjing pelacak dikerahkan.


Saat menjelang siang hari akhirnya Leonard ditemukan mengambang di danau yang berada di area perkebunan dan dinyatakan meninggal.


Daniel dan ayahnya shock melihat Leonard sudah tidak bernyawa lagi.

__ADS_1


" Waktu kematian diperkirakan satu hari dan sepertinya cucu Anda tenggelam di danau saat berperahu sendirian. Setelah diperiksa kemungkinan besar perahu itu bocor sehingga cucu Anda terjatuh ke danau."


" Ya Tuhan. Leonard tidak bisa berenang," kata ayahnya Daniel.


" Tapi kenapa Leonard bisa berperahu sendirian di sini?"tanya Daniel tak mengerti. " Seharusnya ada yang menjaga anak itu. Kemana pengasuh Leonard saat anak itu pergi ke danau?"


Tidak ada seorang pun yang menjawabnya, lalu polisi membawa jasad Leonard ke dalam rumah. Seisi mansion gempar oleh kematian Leonard. Para pelayan menangisinya.


Daniel dan ayahnya segera menghampiri jasad Leonard dan mereka begitu terpukul dengan kematiannya, bahkan ayah Daniel hampir pingsan melihat cucunya sudah terbujur kaku.


" Leonard, kembalilah!"


William, kakek Leonard menciumi wajah cucunya berharap anak itu akan kembali terbangun.


" Sudahlah Ayah! Semuanya sudah terjadi. Kita sudah lalai menjaga Leonard."


Pengasuh Leonard bernama Evie sangat terkejut melihat anak asuhnya sudah tidak bernyawa dan Daniel langsung memarahinya.


" Kamu seharusnya menjaga Leonard dengan baik. Waktu itu kamu berada di mana?"


"Maafkan saya Tuan Daniel. Waktu itu setelah membantu Tuan Leonard berpakaian, saya menyuruhnya untuk mengerjakan tugas sekolah. Saya meninggalkannya di kamar, lalu saya membantu pelayan lain di dapur. Saya tidak tahu Tuan Leonard pergi keluar tanpa izin dulu."


" Tolong rahasiakan kematian Leonard kepada Andre dan Silvia."


" Apa? Tapi bagaimana kita bisa merahasiakannya kepada mereka? Jika mereka kembali, mereka akan tahu bahwa Leonard sudah meninggal."


" Ayah sudah mempunyai rencana."


" Rencana apa?"


" Aku akan menjelaskannya nanti. Yang perlu kita lakukan sekarang adalah menyiapkan pemakaman Leonard."


Setelah pemakaman Leonard selesai, William memberi intruksi kepada semua pelayan dan semua pekerja diperkebunan untuk merahasiakan kematian Leonard kepada orangtuanya.


" Apa kalian mengerti?"seru William.


" Kami mengerti."


" Bagus. Sekarang kembali kepada pekerjaan kalian masing-masing."


Mereka membubarkan diri dan kembali kepada pekerjaannya masing-masing seolah tidak terjadi apa-apa.


William mengajak Daniel ke suatu tempat.


" Kita mau kemana?"tanya Daniel.


" Nanti juga kamu akan tahu. "


Daniel memandang ayahnya mencoba mencari tahu apa yang sedang dipikirkan dan direncanakan oleh ayahnya, lalu mobil memasuki sebuah halaman sebuah gedung tua dan Daniel terkejut melihat tulisan di depan gerbang.


Pantai asuhan malaikat kecil


" Kenapa kita ke panti asuhan?"


William tidak menjawab pertanyaan Daniel. Mereka masuk ke panti asuhan dan kedatangan mereka disambut oleh kepala panti asuhan.


" Selamat datang Tuan Clemonte! Saya sudah menanti kedatangan Anda."


" Antarkan aku menemui anak-anak!"


" Baiklah. Mari ikuti saya!"


" Mohon perhatiannya anak-anak! Kita kedatangan tamu. Ini Tuan Clemonte dan kedatangan beliau ke sini untuk mengadopsi salah satu dari kalian."


Terdengar sorak gembira dari anak-anak. Daniel terkejut ketika memgetahui maksud dari ayahnya datang ke sini.


" Apa Ayah serius mau mengadopsi salah satu diantara mereka?"tanya Daniel dengan suara setengah berbisik.


" Benar."


"Tapi untuk apa?"


" Sebagai pengganti Leonard."


"Apa Ayah sudah gila? Bagaimana mungkin salah satu anak-anak itu bisa menjadi pengganti Leonard?"


" Nanti juga kamu akan tahu."


"Silahkan Tuan Clemonte!"ujar kepala panti asuhan.


Willian berkeliling melihat anak-anak laki-laki yang akan ia pilih sebagai pengganti Leonard, cucunya. Ia kemudian melihat seorang anak yang sedang duduk termenung dipinggir jendela dan wajah anak itu sebagian rusak akibat luka bakar.


" Siapa namamu?"


" Jodan."


" Wajah Jodan rusak, karena luka bakar," kata kepala panti asuhan.


" Jadi begitu. Aku akan mengadopsi Jodan."


Terdengar suara riuh dari anak-anak. Mereka tidak percaya kalau Jodanlah yang terpilih. Jodan juga terkejut akan ada seseorang yang mau memgadopsinya, karena selama ini ia sudah pasrah tidak ada orang yang mau mengadopsinya dikarenakan cacat di wajahnya.


" Tuan Clemonte, apa Anda serius mau mengadopsi Jodan?"


" Tentu saja."


" Baiklah kalau begitu. Bisa ikuti saya?"


William dan Daniel mengikuti kepala panti asuhan ke ruangannya.


" Silahkan duduk!"


" Apa Ayah serius mau mengadopsi Jodan?"


" Ayah sangat serius."


" Tapi Jodan wajahnya cacat."


" Ayah tahu."


" Begini Tuan Clemonte, Jodan adalah anak yang baik. Saya senang Anda mau mengadopsinya. Anak itu dulunya adalah anak yang sangat periang, tapi setelah wajahnya rusak, ia menjadi anak yang pendiam dan sering melamun. Anak itu pikir tidak ada orang yang mau mengadopsinya."


" Aku yakin Jodan akan menjadi anak periang lagi setelah kami mengadopsinya."


" Terima kasih."


Setelah urusan selesai William dan Daniel menunggu Jodan di pintu keluar. Jodan berpamitan kepada teman-temannya.Di dalam mobil Jodan sangat pendiam. William mengelus lembut kepalanya.


" Apa kamu sedih, karena meninggalkan teman-temanmu?"

__ADS_1


Jodan mengangguk.


"Kamu jangan sedih lagi."


Jodan kembali mengangguk.


"Terima kasih sudah mau mengadopsiku."


" Aku akan bicara denganmu nanti di rumah."


Mobil sedan hitam terparkir mulus di depan pintu mansion. Beberapa pelayan menyambut kedatangan mereka. William membawa Jodan masuk dan mendapat banyak perhatian dari para pelayan menebak-nebak siapa anak laki-laki yang dibawa oleh tuannya.


Jodan merasa sangat takjub dengan temat tinggal Tuan Clemonte. Ia tidak menyangka akan diadopsi oleh keluarga kaya.


"Duduklah!"perintah William setelah mereka tiba di ruang kerjanya.


" Rumah Anda sangat bagus."


"Terima kasih. Apa kamu senang bisa tinggal di sini?"


"Aku senang."


William tersenyum.


" Cucuku baru saja meninggal dan aku ingin kamu menggantikan posisi cucuku, jadi mulai sekarang namamu bukan Jodan lagi. Namamu sekarang Leonard Danila Clemonte."


" Jadi namaku diganti?"


" Iya. Apa kamu suka nama itu?"


"Aku suka."


" Bagus."


William kemudian memperlihatkan foto putra dan menantunya." Ini adalah putraku Namanya Andre dan ini menantuku namanya Silvia. Mereka akan menjadi orangtuamu dan jangan katakan kepada mereka kalau kamu adalah anak angkat. Kamu harus merahasiakannya. Apa kamu mengerti?"


" Aku mengerti, tapi kenapa harus dirahasiakan?"


" Aku tidak ingin mereka tahu kalau anak mereka sudah meninggal. Kamu berada di sini untuk menggantikan anak mereka yang sudah meninggal dan ini Leonard, cucuku yang baru saja meninggal."


" Wajahku dan Leonard beda pasti mereka akan tahu."


"Mereka tidak tahu, jika wajahmu dioperasi."


"Operasi?"


"Iya. Sebagian wajah rusak, jika diopereasi wajahmu akan kembali normal dan aku akan membuat wajahmu seperti Leonard."


" Apa itu bisa?"


"Tentu saja bisa. Besok kita akan menemui dokter untuk memeriksa kesehatanmu. Sekarang pergilah ke kamarmu dan istirahatlah! Pelayan akan mengantarmu ke kamar."


" Baiklah."


Setelah Jodan pergi, Daniel langsung mendekati ayahnya.


" Rencana Ayah benar-benar gila. Bagaimana kalau ketahuan oleh Andre dan Silvia?"


" Mereka tidak akan tahu, jika tidak ada seorang pun yang memberitahu mereka."


" Terserah Ayah saja," kata Daniel kesal, lalu keluar dari ruang kerja Ayahnya.


Jodan telah berada di kamar Leonard yang sekarang telah menjadi kamarnya. Ini pertama kalinya ia mendapat kamarnya sendiri. Hatinya begitu senang, tapi ia juga sedih harus menggantikan posisi Leonard di keluarga ini.


Evie datang membawakan teh dan kue.


" Aku Evie dan mulai sekarang aku akan menjadi pengasuhmu."


"Hai Evie, semoga kita bisa menjadi teman baik."


"Tentu saja."


Jodan memakan kuenya dengan gembira.


💔💔💔


Keesokan harinya William membawa Jodan ke rumah sakit untuk melakukan serangkai tes kesehatan. Akhirnya opetasi wajah Jodan dijadwalkan tiga hari lagi.


" Kamu tidak perlu takut operasi. Semuanya akan baik-baik saja."


Jodan mengangguk.


Hari operasi pun tiba. Jodan terlihat sangat gugup. William mencoba menenangkannya.


" Tenanglah! Setelah selesai operasi kamu akan memiliki wajah baru."


Jodan mulai memasuki ruang operasi dan William menunggu di luar dengan perasaan gelisah. Setelah lama menunggu Jodan keluar dari ruang operasi dengan wajah dililit perban.


William senang operasinya berjalan dengan lancar. Ia sudah tidak sabar melihat hasilnya. Andre dan Silvia tidak perlu bersedih atas kematian anak mereka. Jodan akan menjadi Leonard untuk selamanya.


Jodan telah sadar dan ia menyentuh wajahnya yang diperban.


" Sudah kakek bilang semuanya akan baik-baik saja, bukan?"


" Kapan perban ini akan dilepas?"


"Tunggu beberapa hari lagi. Bagaimana perasaanmu?"


" Baik."


" Sebentar lagi kamu akan memiliki wajah baru dan saat itulah identitasmu akan berubah sepenuhnya menjadi Leonard."


" Apa orang-orang tidak akan curiga kalau aku bukan Leonard?"


"Kamu tenang saja. Tidak akan ada yang tahu ."


"Semoga saja."


"Orangtuamu akan kembali bulan depan. Kakek baru saja mendapat kabar dari mereka."


" Aku harap mereka tidak akan curiga kalau aku bukan Leonard."


"Selama kamu tidak mengatakan apa-apa, mereka tidak akan tahu. Kamu mau kan menjadi anak mereka?"


"Aku mau."


" Kakek tidak ingin membuat mereka sedih."


" Aku juga."

__ADS_1


William mengelus kepala Jodan dengan lembut. [ ]


__ADS_2