
Miya berhasil menyusul Isabella ketika temannya itu mencapai pintu depan mansion."Tunggu! Aku ingin bicara denganmu,’’teriaknya. Miya berhasil mencapai pintu dan berusaha menghalangi pintu keluar dengan tubuhnya.
"Cepat minggir!’’kata Isabella dingin.
"Aku tidak akan membiarkanmu pergi sebelum aku menjelaskan semuanya kepadamu."
"Tidak ada yang perlu kamu jelaskan. Aku sudah melihat semuanya. Aku melihat kalian berdua berciuman di taman. Tidak kusangka kamu menyukai pamanmu sendiri dan kamu sudah benar-benar gila jatuh cinta kepada pamanmu."
"Iya aku tahu. Tapi kamu telah salah paham. Aku sama sekali tidak mencintainya. Tadi paman Fabian tiba-tiba menciumku dan aku tidak punya perasaan apa-apa kepadanya."
Isabella memandang curiga.’’Tapi kamu menyukai ciumannya tadi kan?’’
Wajah Miya memerah yang dikatakan Isabella memang benar. Ia tidak menyangkalnya.
Isabella menghela napas berat."Kalau kamu diam itu artinya kamu memang menyukainya.Apa Fabian sering menciummu?’’
"Iya.’’
"Oh ini benar-benar sudah gila. Aku tidak percaya ini. Sekarang biarkan aku pergi dan aku tidak mau berhubungan dengan kalian lagi. Kalian berdua sungguh keterlaluan dan kalian sudah benar-benar gila. Pantas saja kamu mengirimi pesan supaya aku meninggalkan Fabian, karena kamu ingin mengambilnya dariku. Iya kan? Aku pikir selama ini kamu adalah temanku , tapi ternyata tidak dan kamu juga tidak tulus membantuku untuk mendapatkan Fabian.’’
"Bukan begitu. Kamu salah, jadi tolong dengarkan penjelasanku dulu. Kita bicara di tempat lain saja."
" Aku tidak mau, jadi biarkan aku pergi." Kemarahan terlihat jelas dari sorot mata Isabella, tapi Miya bersikeras menghalangi pintu keluar. Isabella mencoba menyingkirkan Miya dari pintu dengan paksa dan gadis itu jatuh tersungkur ke lantai.
"Miyaaa….’’teriak Fabian. " Apa kamu tidak apa-apa?’’tanyanya cemas.
__ADS_1
"Aku baik-baik saja."
Sebelum pergi, Isabella menatap keduanya dengan pandangan marah dan jijik. Fabian mencoba membantu Miya berdiri. "Kejarlah Bella sekarang! Dan jelaskan semuanya kepadanya. Kalau ini hanya salah paham saja."
"Tidak. Aku tidak akan menjelaskan apa pun kepadanya,’’ujar Fabian dingin.
"Apaaa? Kenapa….’’
"Sudah saatnya Bella mengetahui kalau aku tidak pernah mencintainya."
"Apa maksud paman?’’tanyanya dengan tatapan bingung.
Fabian langsung menarik Miya dengan cepat dan membawanya ke kamar gadis itu, lalu di tutupnya pintu kamar. Fabian melepaskan cengkeraman tangannya di pergelangan tangan gadis itu. "Kenapa membawaku ke sini? Seharusnya paman mengejar Bella dan menjelaskan kesalah pahaman ini."
"Dari awal memang tidak ada kesalah pahaman."
"Ada yang ingin aku katakan kepadamu. Aku sudah tidak tahan lagi untuk menyimpannya lebih lama lagi, karena ini akan membuatku menjadi gila. Aku mencintaimu, Miya,’’kata Fabian dengan suara lembut dan membujuk. Gadis itu tertegun dan terkejut.’’Aku sungguh mencintaimu,’’ulangnya.
Tatapan pria itu mengunci matanya, lalu tangannya menyentuh dan membelai pipi Miya yang terasa hangat dan lembut. Gadis itu terkejut dan tersentak, nyaris tidak bernapas, ketika merasakan hangatnya tangan Fabian menyentuh wajahnya. Lagi- lagi ia tidak bisa mengalihkan tatapan mata pria itu darinya seolah ia merasa tersihir.
Jari-jari pria itu tidak pernah meninggalkan kulitnya terus bergerak menelusuri setiap lekukan wajahnya, lekukan bibirnya dan telapak tangannya terasa sangat hangat, ketika menyentuh lehernya. Miya merasakan jantungnya berdebar semakin liar sesuatu yang hangat dan basah menyentuh bibirnya. Bibir Fabian dengan lembut menyapu bibirnya.
Setiap sentuhan yang di lakukan oleh Fabian menimbulkan suatu desiran yang sangat menyenangkan yang datang tanpa di duga di dalam tubuh gadis itu, tapi Miya buru-buru menepis perasaan menyenangkan itu, tapi ia juga tidak kuasa untuk menolaknya. Hati dan tubuhnya tidak sejalan.
Fabian mengangkat kepalanya dan tatapan matanya begitu teduh dan menenangkan, lalu menarik Miya ke dalam pelukannya menyerap kehangatan tubuh gadis itu.
__ADS_1
"Sejak aku bertemu denganmu, kamu sudah mengusik pikiranku dan sudah menyita semua perhatianku. Kamu tidak perlu menjawabnya sekarang. Aku akan selalu menunggu jawabanmu,’’ ujarnya dengan suara serak dan parau.’’Kali ini aku serius. Aku benar-benar mencintaimu sebagai seorang pria terhadap wanita bukan cinta antara paman dan keponakan,’’tegas Fabian.
Miya menatap pamannya mencari kebenaran di matanya atas perkataannya tadi, tapi Miya tidak bisa menemukan apa pun. Ia langsung melepaskan diri dan melangkah mundur.
"Tidak. Tidak mungkin paman mencintaiku. Ini tidak benar. Pasti paman salah." Miya takut jika ia membiarkan perasaannya terlibat lebih jauh lagi suatu hari nanti ia akan tersakiti kembali.
"Kamu pernah menanyakan kepadaku siapa wanita yang kucintai. Wanita itu adalah kamu Miya.’’
Miya mengeleng-gelengkan kepalanya dengan kencang. Tidak mau mempercayai apa yang dikatakan oleh pamannya."Jadi kamu masih tidak percaya kalau aku sungguh-sungguh mencintaimu?’’
Miya kemudian mengangguk lagi.
"Paman hanya ingin mempermainkanku saja, karena aku tahu paman memiliki banyak kekasih dan aku tidak akan pernah menjadi salah satu dari kekasih paman itu."
Fabian tersenyum sedih."Jadi itu anggapanmu. Kamu salah. Aku tidak pernah mau menjadikanmu sebagai salah satu kekasihku, karena hanya kamu yang aku inginkan. Tidak seorang pun yang pernah hadir di hatiku selama empat tahun ini kecuali kamu. Aku mencintaimu dengan tulus."
"Entahlah aku tidak tahu. Siapa yang harus kupercaya. Paman sudah menyakiti perasaan Isabella."
"Seharusnya aku tidak memberikan harapan kepadanya."
"Sekarang aku ingin sendirian di kamarku. Sekarang pergilah!‘‘
Miya berjalan ke arah pintu dan menyuruh pamannya pergi.’’Tolong keluar dari kamarku! Sekarang aku sangat lelah dan tidak ingin berdebat lagi dengan paman.’’
"Baiklah. Mungkin sekarang kau perlu untuk sendirian."
__ADS_1
Sebelum pergi Fabian menatap Miya dalam-dalam. Pria itu merasakan kepedihan hati yang teramat sangat. Miya tidak percaya dengan cinta yang di milikinya untuk gadis itu. Ia pergi dari kamar dengan perasaan kecewa [ ].