
Miya memutuskan untuk membersihkan kamarnya. Ia membongkar barang-barang lamanya untuk dipilih-pilih mana yang layak dibuang atau tidak. Di sudut lemari pakaian ia menemukan sebuahย kotak sedang berwarna pink, lalu dibukanya kotak itu dan ternyata isinya adalah barang-barang berharga yang hampir ย dilupakan. Miya mengeluarkan satu persatu isinya.
Ada fotonya ketika ย masih kecil, foto ibu dan ayahnya, buku harian, dan matanya menangkap benda berkilau diantara tumpukan surat-suratnya dan ia tercengang melihat benda itu yang ternyata sebuah jam saku yang diatasnya terukir huruf inisial FB. Miya memperhatikan jam itu baik-baik dan ia merasa yakin jam ini bukan miliknya, lalu dia teringat kembali dengan bayangan rumah kayu itu, lalu ia juga menemukan sebuah kancing seragam sekolah. Ingatan masa kecilnya melintas dikepalanya dengan cepat.
"Aku ingat kancing ini pemberian dari kakak kancing seragam sekolah."
Miya mengusap-usap kancing itu dengan ibu jarinya, lalu ia juga teringat pria yang yang berada bersamanya saat bermain ayunan adalah kakak kancing seragam sekolah. Mia tersenyum.
"Apa dia masih ingat padaku ya?Kalau ada kesempatan aku ingin bertemu dengannya lagi."
Mita membuka jam itu dan keluar musik yang mengalun indah.
Fabian mendapatkan telepon dari Tuan Graham pada jam makan siang.
" Fabian, ini aku."
" Ya Tuan Graham."
" Aku sudah memutuskan kita akan menemui Clarissa sore ini. Bagaimana?"
" Baiklah. "
" Aku akan menjemputmu di kantor."
" Terima kasih."
Sambungan telepon terputus.
" Apa kamu yakin akan bertemu dengannya?"tanya Gilbert.
" Iya. Aku harus mencari tahu kebenarannya."
" Kamu harus hati-hati."
" Aku tahu."
Fabian pun menelepon Miya dan memberitahunya bahwa ia akan menemui Clarissa bersama Tuan Graham sore ini dan akan pulang terlambat.
Miya yang menerima telepon dari Fabian menjadi cemas. Ia kembali membereskan barang-barangnya.
Tuan Graham menjemput Fabian sorenya dan mereka langsung menuju villa keponakannya. Di dalam perjalanan ia mengingat kembali masa lalunya dengan Clarissa.
25 tahun yang lalu
Fabian berada di rumah kediaman keluarga Kenndrick menemui Clarissa untuk menemaninya pergi ke butik pakaian pengantin. Mereka akan mencoba pakaian mereka yang telah selesai dibuat. Fabian duduk sendirian di ruang tamu, karena Clarissa masih berada di kamarnya sedang bersiap-siap.
Suasana rumah itu terlihat sangat sepi. Fabian melihat ke sekeliling ruang tamu dan sesekali melihat ke halaman belakang rumah, karena ruang tamu berhadapan langsung dengan halaman belakang rumah. Fabian melihat api yang sedang menyala di dalam perapian, kemudian api itu menyebar ke seluruh ruangan.
Fabian sangat terkejut dan berusaha menghindar dari api dan dari api itu muncul bayangan orang-orang yang menjerit tertelan oleh kobaran api. Wanita, pria dan anak-anak menjerit. Wajah-wajah mereka tampak sangat kesakitan. Ia merasa sesak nafas. Tiba-tiba seekor kucing menerjang ke arah Fabian.
Suasana di ruang tamu kembali hening seperti tidak terjadi apa-apa. Fabian terduduk di lantai dengan nafas masih tersengal-sengal dan terbatuk-batuk sambil memegangi dadanya. Ia melihat ke arah kucing gendut berbulu hitam. Entah kenapa bayangan masa lalu tentang kebakaran mansion itu.
"Meeooonng."
Kucing itu berlari menuju halaman belakang rumah kemudian menghilang. Fabian duduk di sofa sambil menenangkan dirinya. Dia tidak tahu sebenarnya apa yang telah terjadi. Apakah itu ilusi atau nyata sama sekali tidak ada penjelasan yang dapat memuaskan keingintahuannya. Tiba-tiba bahunya ada yang memegang dan Clarissa terperanjat kaget.
"Ah ternyata kamu, Clarissa."
"Kamu kenapa? Wajahmu terlihat pucat."
"Aku tidak apa-apa. Sebaiknya kita pergi."
Fabian tidak berkata apa-apa tentang kejadian tadi pada Clarissa. Dia lebih memilih untuk melupakannya. Sebelum masuk ke dalam mobil, ia melihat seorang pria tua sedang memandang sedih kepadanya.
๐๐๐
Mobil yang membawa Fabian dan Tuan Graham telah tiba di Villa Edward. Kedatangan mereka yang tidak terduga membuat Clarissa terkejut hampir terkena serangan jantung. Fabian menatap Clarissa dengan intens membuat wanita itu merasa sangat gugup.
" Clarissa, "panggil Fabian tidak percaya. " Kamu masih hidup?"
" Jadi dia benar-benar mantan istrimu?"
" Tidak salah lagi. Ini memang Clarissa, mantan istriku. Aku sangat mengenalnya."
"Tolong jelaskan kepada kami! Kenapa kamu pura-pura meninggal dan menikah dengan Edward, keponakanku"
Clarissa yang sudah dapat mengatasi keterkejutannya, akhirnya mengaku.
" Benar. Aku memang Clarissa, mantan istri Fabian."
" Jadi kamu benar-benar Clarissa?"tanya Fabian tak percaya.
Clarissa menatap Fabian dengan raut wajah tidak bersalah." Benar."
" Aku tidak percaya ini."
Fabian masih terlihat shock.
" Aku kira kamu wanita baik-baik. Aku menyesal menyetujuinu menikah dengan Edward,"kata Tuan Graham.
" "Edward sudah tahu semuanya. Dialah yang membantuku untuk memalsukan kemagianku."
"Apa?"kata Tuan Graham tidak percaya."
" Pasti Anda terkejut, bukan. Edward sangat msncintaiku sehingga ia mau saja membantuku. Dia memang bodoh."
" Apa kamu mencintainya?"
" Tentu saja tidak."
__ADS_1
"Kenpa kamu menikah dengannya?"
" Edward bisa memberikan harta yang lebih banyak kepadaku dibandingkan Fabian."
Fabian yang sekak dari tadi diam menatap Clarissa dengan geram.
" Aku tidak menyangka kamu sejahat itu."
Clarissa menyunggingkan senyumannya dan mendekati Fabian berusahan untuk menyentuh pria itu. Fabian langsung menghindar dan hal itu membuat Clarissa kesal.
" Jangan sentuh aku! Aku merasa jijik, jina disentuh olehmu."
" Baiklah, tapi lambat laun kamu akan jatuh kepelukanku lagi."
" Jangan harap," kata Fabian jijik.
" Jangan seyakin itu! Setelah Miya tidak ada mau tak mau kamu akan kembali kepadaku."
" Jangan pernah menganggu keluargaku lagi dan menyakiti istriku,"Fabian berteriak marah.
" Kita lihat saja nanti."
" Kamu wanita ular berbisa. Malang sekali nasib Edward bisa bertemu denganmu."
" Mayat siapa yang ada dalam peti jenazah?"
" Itu hanya sebuh boneka," kata Clarissa dengan entengnya.
" Boneka?"
" Iya Fabian. Kamu ingat tidak ada seorang pengerajin boneka di Los Angeles yang tinggal di mansion putih?"
" Mansion itu sudah terbakar dan seluruh penghuni meninggal, kecuali satu orang."
" Benar. Pemilik mansion itu ada satu yang selamat dan orang itu adalah pengerajin boneka."
" Clarissa hentika semua kegilaanmu ini sebelum semuanya terlambat," kata Tuan Graham.
" Sekarang kalian pergi dari sini."
Tanpa di perintah dua kali mereka pun pergi. Di dalam mobil , Fabian tidak percaya kalau Clarissa masih hidup dan mengancam akan memyakiti Miya.
๐๐๐
Selama dalam perjalanan pulang ke rumah kenangan masa lalunya kembali muncul di mana saat ia berencana menikah dengan Clarissa.
25 tahun yang lalu
Clarissa merasa sangat senang hari ini menghabiskan waktunya bersama Fabian. Pergi mencoba pakaian pengantinnya dan membeli barang-barang perlengkapan rumah tangga. Ia dan Fabian akan tinggal di rumah mereka sendiri setelah menikah nanti.
โโKamu membeli apa tadi dengan Fabian?โโtanya Antonio Kenndrick, ayah angkat Clarissa.
"Banyak yang aku beli dengan Fabian."
"Tentu saja. Aku senang dan sudah tidak sabar ingin segera menikah dengannya. Aku tidak sabar menjadikan Fabian sebagai milikku."
" Ayah senang mendengarnya."
๐๐๐
"Halo Fabian!โโ
"Gilbert."
"Ternyata kamu masih mengenaliku."
Fabian mendekati Gilbert yang masih duduk di kursi.
"Tentu saja aku masih mengenalimu. Mana mungkin aku lupa dengan wajah temanku."
"Terima kasih masih menganggapku sebagai temanmu. Aku senang mendengarnya,โโkata Gilbert sambil mengedipkan matanya.
Gilbert berdiri dan duduk di sofa. Fabian mengikutinya.
"Kenapa kamu bisa ada disini? "
"Selama 4 tahun kamu tidak pernah menghubungiku sama sekali padahal aku sudah memberikan alamat emailku dan nomor teleponku. Email dariku sepertinya tidak pernah kamu baca."
"Maaf. Aku sangat sibuk."
"Sesibuk itukah sehingga tidak ada waktu untuk menghubungi temanmu ini." Raut wajah Gilbert nampak kecewa.
"Maaf. Aku tidak bermaksud begitu."
"Sudahlah. Aku senang ternyata kamu tidak lupa denganku. Lihatlah dirimu sekarang kamuย sudah menjadi orang sukses. Kamu benar-benar telah menjadi penerus Baskerville Industries di usiamu yang masih muda. Sepertinya ayahmu sudah mendidikmu dengan keras sehingga kamu menjadi seperti ini."
" Itu benar. Semuanya karena Ayahku."
Fabian tersenyum.
"Berapa lama kamu berada disini?โโ
"Mungkin satu bulan, karena aku ingin menghadiri pernikahanmu."
"Dari mana kamu tahu itu?โโ
"Tentu saja dari berita yang beredar di sini. Sepertinya kalau aku tidak pulang ke Amerika, aku tidak tahu kamu akan menikah."
" Tadinya aku mengirimu undangan."
__ADS_1
"Sudahlah tidak apa-apa. Sekarang aku sudah tahu. Aku tidak menyangka kamu akan menikah dengan Clarissa. Bagaimana kalian akhirnya bisa memutuskan untuk menikah?"
" Sejak perpisahan kelas dan sejak pulang liburan dari Jepang, kami kehilangan komunikasi, lalu 3 tahun yang lalu, Clarissa kembali. Penampilannya banyak berubah. Sejak saat itu kami sering berkomunikasi lagi dan sering bertemu. Ternyata Clarissa masih mencintaiku dan aku mencoba mencintainya. Selama kami menjalin hubungan, Clarissa sangat baik dan sangat perhatian kepadaku. Perlahan-lahan hatiku mulai luluh dan mulai mencintainya. Aku merasa bersalah padamu, karena aku tahu kamu juga mencintai Clarissa."
" Jangan merasa bersalah. Aku sudah tidak mengharapkan cintanya lagi, karena aku tahu Clarissa hanya mencintaimu."
" Terima kasih."
" Sekarang aku sudah mempunyai kekasih. Dia sekarang ada di Italia. Kekasihku itu perancang busana terkenal di sana dan dia juga membuka butik di sana."
" Aku senang mendengarnya."
" Awalnya dia langsung menolakku, ketika aku menyatakan perasaanku padanya, tapi akhirnya dia menerima cintaku," ujar Gilbert senang.
" Semoga kamu cepat menikah dengannya."
" Penelope adalah wanita yang sangat baik, cantik, dan pintar dan aku senang, karena sekarang kamu akan menikah dengan belahan jiwamu itu sebentar lagi."
Raut wajah Fabian berubah jadi murung dan sedih.
"Sayangnya wanita yang akan kunikahi sekarang bukan belahan jiwaku,โโkata Fabian dalam hati. Ia belum merasakan kalau Clarissa itu belahan jiwanya, meskipun ia mulai mencintainya.
" Fabian, selamat untuk pernikahanmu!โโ
Gilbert langsung memeluk Fabian dengan erat.
"Terima kasih."
"Apakah kamu masih ingat tentang kejadian itu di Karuizawa beberapa tahun yang lalu saat kita berlibur di sana?โโ
"Maksudmu mansion yang terbakar itu atau aku yang hampir mati di danau?โโ
"Dua-duanya. Aku dengar mansion itu sudah selesai dibangun."
"Eh. Benarkah? Dari mana kamu tahu?โโ
"Dari temanku seorang ย arsitek dan dia terlibat dalam proyek membangun kembali mansion putih itu, tapi setelah selesai mansion itu hanya ditempati sebentar oleh pemilik barunya dan kemudian akhirnya disewakan."
"Kenapa?โโ
"Entahlah Fabian. Aku rasa memang tidak ada yang tidak beres dengan mansion itu meskipun sudah dibangun lagi . Sebelum aku datang menemuimu, aku pergi ke Karuizawa untuk bertemu dengan temanku dan dari mansion itu selalau terdengar jeritan orang padahal tidak ada orang menyewa mansion itu. Sepertinya tidak akan ada lagi orang yang akan menyewanya, karena penyewa-penyewa sebelumnya merasa ketakutan, ketika tinggal di sana dan menurut cerita dari penyewa katanya mereka melihat hantu. Hantu yang sedang mengadakan sebuah pesta. Makanya meskipun mansion itu tidak ada orang selalu terdengar ramai dan terdengar suara musik mengalun dari mansion itu dan itu terjadi setiap malam. Aku sendiri mendengar ada musik mengalun dari mansion itu."
Fabian mendengarkan cerita Gilbert tanpa berkedip sedikit pun.
"Para penduduk di sana selalu menyalahkan temanku, karena mau membantu membangun mansion itu lagi, karena setelah mansion itu dibangun lagi mulai terdengar suara-suara aneh lagi di malam hari atau pun siang hari."
"Jadi kamu percaya kalau mansion itu berhantu?โโ
"I..iya. Pasti kamu tidak percaya, iya kan?โโ
โโIya,โโkata Fabian mantap.
"Kalau kamu pergi ke sana, sewa mansion itu dan tinggal di sana satu hari saja untuk membuktikan hantu yang mendiami mansion itu ada atau tidak."
"Kalau aku menyewanya apa kamu ikut denganku tinggal di sana?โโ
Fabian tersenyum nakal pada Gilbert.
"Hah? Aku tidak mau meskipun kamu memberikan uang kepadaku ratusan juta dollar pun aku tidak mauย tinggal di sana satu menit pun,โโkata Gilbert.
"Ya sudah kalau kamu tidak mau. Aku akan mengajak orang lain saja,โโkata Fabian bercanda.
"Jadi kamu serius akan menyewa mansion itu?โโ
"Tentu saja tidak. Aku tidak akan menyewa mansion itu . Tadi aku hanya bercanda saja."
"Syukurlah ! Fabian, setelah aku pikir-pikir mengapa di dalam mansion itu terjadi hal-hal yang aneh ya?โโ
"Hmmm...mungkin sebelumnya telah terjadi sesuatu yang buruk di sana."
"Mungkin juga. Mansion itu penuh misteri yang tak terungkap."
"Kamu benar. Aku juga berpikir seperti itu."
๐๐๐
Fabian kembali tersadar dari lamunannya, ketika mobil Tuan Graham sudah tiba di Castalia mansion pada saat menjelang makan malam, Fabian pulang. Ia menemukan istrinya dan putri kecilnya telah menunggu di meja makan. Setelah selesai makan malam, Fabian bercerita tentang pertemuannya dengan Clarissa. Selama mendengarkan ceritanya, Miya sangat terkejut.
" Aku tidak menyangka Clarissa masih hidup."
" Aku juga."
" Dia juga mengancamku kalau ia akan menyakitimu dan dia ingin aku kembali kepadanya."
Miya terlihat sangat cemas.
" Jangan cemas! Aku tidak akan mungkin kembali lagi kepadanya."
Fabian memeluk istrinya.
" Semuanya akan baik-baik saja. Aku tidak akan membiarkan Clarissa menyakitimu dan anak-anak kita."
Miya semakin mendekap erat suaminya.
" Aku harap Clarissa mengurungkan niatnya untuk mengangggu kita."
" Semoga saja, meskipun aku tidak yakin. Dia sangat ambisius."
" Aku sangat mencemaskan Clarie. Dia sudah pernah menemuinya hanya untuk mengirimkan bunga Lily untukmu," kata Miya.
__ADS_1
" Aku juga. Aku akan menyuruh orang untuk menjaganya selama ia sekolah dan les piano. Clarie akan baik- baik saja."
Mereka terdiam dan saling berpelukan dengan hati gelisah. Fabian berjanji tidak akan membiarkan Clarissa masuk ke dalam kehidupannya lagi. [ ]