
Leonard berbaring di tempat tidur memikirkan perkataan Francis. Ada kemungkinan Raina, istrinya bukan Raina, kekasih adiknya. Ia bangun dan pergi ke kamar Oliver.
Di kamar Leonard mengambil buku harian adiknya yang ia simpan di laci nakas di samping tempat tidur. Buku harian bersampul coklat itu masih ada di sana, tidak tersentuh. Leonard segera mengambilnya dan membawanya ke kamar.
Ia duduk di balkon sambil menikmati matahari sore dengan membaca buku harian Oliver. Leonard mencari-cari halaman buku yang berisi tentang kekasihnya dan ia menemukannya. Di sana Oliver menulis tentang pertemuan pertamanya dengan Raina sekitar 5 bulan yang lalu di sebuah cafe.
Aku bertemu dengan wanita yang kucintai disebuah cafe. Ia adalah wanita yang sangat cantik. Saat itu aku sedang makan siang sendirian dan wanita itu datang bersama teman perempuannya. Akhirnya aku mengetahui namanya setelah berkenalan dengannya. Namanya adalah Raina.
Sejak saat itu kami jadi sering bicara melalui telepon dan saling berkirim pesa. Raina adalah wanita yang ramah dan baik. Kami pun jadi sering bertemu. Benih-benih cinta pun tumbuh. Aku jatuh cinta kepadanya dan aku tidak berharap Raina akan membalas cintaku.
Tidak aku sangka, Raina menerima cintaku dan aku senang, karena cintaku tidak bertepuk sebelah tangan. Akhirnya kami menjalin hubungan.
Leonard membuka halaman berikutnya.
Aku sangat bahagia dan beruntung mendapatkan wanita seperti Raina. Dia membuat hidupku bahagia. Kami melewatkan hari-hari dengan kegembiraan dan aku berencana akan menikah dengannya pada bulan berikutnya.
Suatu hari Raina memberitahuku, bahwa dia hamil dan aku sangat bahagia, tapi aku melihat Raina sepertinya tidak senang dengan kehamilannya. Aku berusaha menghilangkan pikiran itu.
Aku sudah membeli cicin pertunangan untuk Raina dan akan melamarnya, tapi kenyataan pahitlah yang aku dapatkan. Raina ingin memutuskan hubungan denganku. Tentu saja aku menolaknya.
Dengan tangan gemetar, Leonard kembali membuka halaman berikutnya
Raina bersikeras ingin putus hubungan denganku. Ia mengatakan kepadaku sudah tidak mencintaiku lagi . Aku tidak ingin berdebat lagi dengannya, jadi aku putuskan untuk pulang dan aku berencana akan menemuinya lagi keesokan harinya.
Pagi harinya aku mendapat pesan dari Raina kalau ia sudah mengugurkan kandungannya. Saat itu hatiku hancur. Aku tidak menyangka Raina akan berbuat setega itu membunuh calon bayi kami. Aku sangat marah dan segera menelepon Raina.
Raina mengatakan alasan kenapa ia mengugurkan kandungannya, karena ia akan segera menikah dengan pria lain. Ia juga mengatakan kalau ia tidak pernah mencintaiku. Raina juga mengatakan kalau ia mendekatiku dan mau menjalin hubungan denganku, karena aku bisa memenuhi segala kebutuhan yang ia inginkan. Hatiku sekali lagi hancur berkeping-keping sampai tak bersisa. Aku merasa dunia telah hancur dihadapanku. Aku bergegas menemuinya dengan perasaan hancur.
Aku memang bodoh telah mencintai Raina yang hanya memanfaatkan cintaku yang tulus kepadanya, tapi meskipun begitu dia tetap menjadi wanita yang kucintai. Raina Astor, aku mencintaimu.
Leonard melonjak terkejut saat membaca nama Raina Astor di sana bukan Raina Baskerville. Ia menutup mulutnya tak percaya. Jadi selama ini wanita yang menyebabkan kehancuran adiknya adalah Raina yang lain bukan Raina, istrinya
Seketika itu Leonard merasa benar-benar sangat menyesal sudah menuduh istrinya dan ia juga telah sasaran membalas dendam dan ia menjadi terasa mual mengingat telah menyakiti perasaan istrinya.
Leonard bergegas menuju rumah keluarga Raina untuk meminta maaf kepada istrinya dan membawa kembali pulang.
💔💔💔
Frank berpamitan kepada Fabian dan keluarganya. Ia merasa tidak enak dengan sikap istrinya yang sudah membuatnya malu.
" Sekali lagi aku minta maaf dan terima kasih sudah membantu kami. Aku tidak akan membiarkan Raina menganggu kalian lagi. Sampai jumpa!"
"Sampai jumpa!"
Frank menyeret istrinya untuk pulang, tapi Raina menolaknya.
" Aku ingin tetap di sini Aku ingin bersama Fabian, kekasihku, karena sebentar lagi kami akan menikah."
"Cukup Raina!"teriak Frank.
Frank menyeret paksa Raina dan wanita itu tiba-tiba menangis. Fabian dan Miya merasa lega, Raina telah pergi.
Di dalam perjalanan pulang, Frank melihat Raina yang sudah tenang dan tidak bicara sedikit pun. Ia sendiri merasa aneh dan terkejut dengan perubahan sikap istrinya secara drastis. Frank memutuskan untuk membawa Raina ke psikiater.
Frank memarkirkan mobilnya di depan klinik jiwa dan membawa istrinya untuk diperiksa. Setelah cukup lama menunggu, akhirnya Raina pun diperiksa dan melakukan serangkaian tes. Setelah selesai diperiksa, Raina divonis mengalami gangguan kejiwaan. Frank terkejut mendengarnya.
" Apa bisa disembuhkan?"
" Bisa dengan perawatan dan minum obat secara teratur. Sepertinya istri Anda sebelumnya pernah mengalami gangguan kejiwaan dan sekarang penyakitnya kembali kambuh. Sebaiknya istri Anda dibawa ke rumah sakit jiwa untuk mendapat perawatan yang lebih baik lagi."
" Baik."
Frank tidak tahu bagaimana kehidupan istrinnya dulu, bahkan ia tidak mengenal keluarganya, karena Raina tidak pernah bercerita tentang keluarganya. Ia membawa pulang Raina, berharap istrinya itu kembali normal.
Terlintas dipikiran Frank untuk membawanya ke rumah sakit jiwa untuk mendapatkan perawatan, tapi ia tidak tega membawa Raina ke sana. Ia memutuskan untuk merawat Raina dulu di rumah, jika keadaannya memburuk, ia akan membawanya ke rumah sakit jiwa.
💔💔💔
Leonard tiba di Castalia mansion di mana Raina dan keluarganya tinggal. Pintu gerbang terbuka dan Leonard masuk dengan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Setelah berada di depan mansion, ia buru-buru keluar dan langsung masuk ke dalam mencari Raina.
"Selamat datang Tuan Leonard!"sapa Edgar.
" Di mana Raina?"
" Ada di kamarnya."
Leonard langsung menuju kamarnya dan menaiki tangga dengan cepat.
" Raina," panggil Leonard saat tiba di kamar istrinya.
" Ada apa kamu datang menemuiku?"
" Aku ingin minta maaf kepadamu atas semua kesalahan yang sudah aku lakukan kepadamu. Maafkan aku."
Raina mengernyit." Kenapa kamu minta maaf kepadaku?"
__ADS_1
" Karena aku sudah salah menyakiti perasaanmu. Aku sangat menyesal. Sekarang aku tahu bukan kamu mantan kekasih adikku."
" Jadi sekarang kami sudah tahu kebenarannya?"
" Iya. Maafkan aku. Seharusnya aku tidak gegabah menuduhmu."
" Itu bagus kalau kami sudah tahu yang sebenarnya."
" Aku mohon beri aku kesempatan untuk menperbaiki semua kesalahanku kepadamu. Aku tidak ingin berpisah denganmu atau pun kehilanganmu. Raina, aku mencintaimu."
" Kamu mencintaiku?"
" Iya."
" Benar-benar mencintaiku?"
"Iya. Aku selama ini sudah jatuh cinta kepadamu hanya saja rasa cintaku terkalahkan oleh rasa benci, tapi sekarang tidak lagi. Aku tidak membencimu lagi. Aku mencintaimu, Raina."
Raina memandang Leonard untuk mencari kebenaran akan kata-katanya di mata suaminya. Ia juga ingin memberikan kesempatan kepada suaminya, tapi ia masih takut, jika Leonard kembali menyakiti hatinya. Raina masih sangat mencintai suaminya dan ia juga sangat merindukannya.
Raina menghembuskan napas panjang, lalu berkata," aku memaafkanmu."
" Benarkah?"seru Leonard senang.
Raina mengangguk. " Tapi kamu harus janji jangan pernah menyakiti perasaanku lagi."
"Aku janji, sayang."
Leonard menciumi tangan istrinya dengan tangisan bahagia, lalu ia menarik Raina ke dalam dekapannya.
" Terima kasih...terima kasih," ulang Leonard.
Leonard melepaskan pelukannya. " Apa kamu mau iku aku pulang?"
" Aku akan minta izin kepada orangtuaku dulu. Aku tidak mungkin tiba-tiba pergi tanpa memberitahu mereka dulu."
" Kamu benar."
💔💔💔
Satu minggu kemudian, Sara dan keluarganya telah tiba di New York. Mereka menempati sebuah apartemen kecil di tengah kota.
" Kita akan mencari kak Raina di mana? New York sangatlah luas," kata Alessandra.
" Besok Ibu akan ke kantor polisi untuk meminta bantuan. Semoga saja Raina akan segera ditemukan."
Keesokan harinya Sara beserta kedua anaknya pergi ke kantor polisi dan melaporkan kehilangan Raina. Sara juga memberikan foto Raina dan identitasnya. Setelah dari sana mereka juga mencoba mencarinya sendiri dengan bertanya kepada banyak orang dengan memperlihatkan foto Raina.
Hari demi hari berlalu, pencarian mereka masih belum membuahkan hasil. Nathanial sudah merasa kelelahan.
" Kita harus mencarinya kemana lagi,"serunya kesal.
"Bersabarlah! Raina pasti kita temukan," kata Sara.
Sara kemudian menyeduh teh dan memberikannya kepada Nathanial dan Alessandra.
" Apa mungkin kak Raina sudah meninggal?"ujar Alessandra.
" Jangan berkata seperti itu! Raina masih hidup. Ibu yakin itu."
" Kita lanjutkan saja pencarian kita besok " kata Nathanial.
" Kalian beristirahatlah!"
Mereka berdua masuk ke dalam kamar. Tadi pagi Sara juga sudah membuat iklan di koran dan juga majalah.
💔💔💔
Frank sedang memandang istrinya yang sedang duduk di pinggir jendela. Tatapannya kosong. Sudah 2 minggu, Raina tidak banyak mengalami perubahan. Ia selalu duduk sambil melamun dan kadang ia akan tersenyum dan bicara sendiri.
Keadaan istrinya membuat Frank cemas. Suatu hari Frank mendapat kabar dari salah satu pelayannya, bahwa Raina telah menghilang dari kamarnya. Mereka sudah mencarinya keseluruh mansion, tapi Raina masih belum ditemukan.
Frank juga mencarinya di luar mansion, karena kamera CCTV menunjukkan Raina telah keluar. Di dalam mobil, Frank mencoba menyusuri setiap jalan untuk mencari keberadaan istrinya. Sampai hari telah menjelang sore, Raina masih belum diketemukan. Ia pun kembali ke mansionnya.
Jam sudah menunjukkan pukul jam 9 malam. Hati Frank semakin gelisah takut sesuatu yang buruk menimpa Raina. Tiba-tiba pintu kamar terbuka. Raina muncul dibalik pintu. Frank terkejut melihat istrinya telah kembali. Frank segera mendekati istrinya.
" Kamu dari mana saja? Aku sudah mencarimu kemana-mana?"
Raina tersenyum. " Aku tadi jalan-jalan untuk menghirup udara segar dan aku juga pergi ke supermarket membeli bahan makanan untuk aku masak. Aku ingin masak lagi untukmu."
Frank tambah terkejut dengan perubahan istrinya secara tiba-tiba dan kembali seperti saat pertama kali ia bertemu dengannya. Ia meragukan apa istrinya sudah sembuh atau belum.
" Apa kamu baik-baik saja?"
" Aku baik-baik saja. Jangan memandangku seperti itu."
__ADS_1
"Maaf. Aku hanya terkejut bisa melihatmu seperti biasa lagi."
Raina mengecup pipi suaminya.
" Aku mau tidur dulu."
Raina berganti pakaian, lalu ia naik ke tempat tidur.
💔💔💔
Jam sudah menunjukkan pukul 11 malam, akhirnya Leonard mematikan komputernya dan membereskan beberapa dokumen di mejanya. Sewaktu masuk ke kamar, senyuman tersungging di bibir Leonard, saat melihat istrinya ketiduran di sofa. Sulamannya terjatuh ke lantai. Raina terlihat sangat rapuh saat sedang tidur. Leonard berjalan mendekati Raina yang sedang tertidur lelap, senyumannya kembali mengembang saat ia menatap istrinya lebih dekat lagi.
Leonard perlahan menyentuh wajah istrinya takut membangunkannya. Ia ingin mendekap Raina dalam pelukannya. Mata hijau Leonard berkabut oleh penyesalan saat ia kembali mengingat perbuatannya kepada istrinya. Jari-jari kurus Leonard mulai membelai rambut lurus Raina yang jatuh di sofa.
" Raina, sayang. Aku mencintaimu."
Leonard menunduk mencium bibir kemerahan Raina dan menyusupkan tangan ke bawah bahu dan bagian belakang lutut istrinya. Raina bergerak di gendongan Leonard. Matanya terbuka sedikit masih dalam keadaan mengantuk.
"Tenanglah! Aku akan membawamu ke tempat tidur."
Raina mengangguk. Raina menyandarkan kepalanya dibahu dan merapatkan wajah ke leher suaminya. Leonard membaringkan istrinya ditempat tidur, tersenyum saat Raina merapat ke balik selimut dan langsung kembali tertidur pulas.
Leonard tidak bisa memalingkan wajahnya dari Raina. Ia tidak akan pernah puas melihat wajah cantik istrinya ketika sedang tidur. Ia pun naik ke tempat tidur dan menarik tubuh istrinya mendekat. Leonard dapat merasakan kehangatan tubuh mereka dibalik selimut.
Raina akan selalu menunggunya di pintu saat Leonard pulang dari kantor dan kebiasaan itu sangat disukainya, karena selama ini tidak ada orang yang menunggunya saat pulang ke rumah. Ia juga menyukai rutinitas Raina setiap hari di rumah dan kesabaran istrinya mendengar keluh kesahnya tentang masalah di kantor.
Sambil memeluk Raina , Leonard menguburkan wajahnya di rambut istrinya yang wangi dan lembut. Ia begitu bahagia menjalani hari-harinya bersama Raina, bahkan Leonard sudah melupakan niat balas dendamnya kepada wanita yang sudah membuat adiknya jatuh dalam kesedihan.
Tangan Leonard bergerak posesif di tubuh Raina dan menemukan suatu kenyamanan dari tubuh istrinya.
Raina berguling dan merenggangkan seluruh ototnya dan ia tersenyum melihat suaminya yang masih terlelap tidur. Ia begitu bahagia menjalani hari-harinya sebagai seorang istri. Raina menyentuh hidung mancung suaminya dan memperhatikan bulu lentik mata suaminya. Dengan wajah merona, Raina berguling tertelengkup dan tersenyum di bantal, membayangkan semua hal yang sudah mereka lalui bersama. Ia ingin melakukan semuanya bersama Leonard.
" Pagi, sayang!"sapa Leonard penuh cinta.
" Pagi!"
Raina tersipu malu suaminya telah memergokinya.
" Sebaiknya kamu bangun kalau tidak ingin datang terlambat ke kantor."
" Aku akan bangun setelah kamu menciumku."
Leonard memasang senyuman jahil di di bibirnya. Dengan cepat Raina mengecup bibirnya.
" Ayo cepat bangun ! "
Leonard membungkam mulut Raina dengan bibirnya. Raina mengeluarkan suara lembut dan Leonard menciumnya semakin dalam. Tangan Leonard sibuk bergulat dengan rambut Raina dan desahan demi desahan puas terdengar dari tenggorokkan Leonard.
Leonard berdiri terhuyung berdiri setelah menyudahi ciuman mereka. Keduanya nampak tersipu dan merona merah.
" Aku harus segera bersiap-siap pergi ke kantor."
Raina tersenyum, lalu bangun dari tempat tidurnya.
"Pakaianmu sudah aku siapkan."
"Terima kasih."
Leonard pergi ke kamar mandi. Raina merapihkan penampilannya lagi sebelum keluar kamar menyiapkan sarapan pagi untuk suaminya. Di lorong mansion, Raina bertemu dengan Leonie yang menatapnya tidak suka seperti yang selalu pelayan itu lakukan kepadanya.
Raina mendesah. " Tunggu!"
" Nyonya memanggil saya?"
" Iya. Siapa lagi. Di sini kan tidak ada orang lain selain kita."
Dengan enggan Leonie menghampiri Raina.
" Ada yang saya bisa bantu, nyonya?"
" Aku tahu kamu tidak suka kepadaku. Tapi bisakah kita berteman?"
Leonie tertawa." Berteman? Apa tidak salah dengar?"
" Bagaimana?"
" Saya tidak bisa."
" Kenapa?"
" Pasti nyonya tahu alasannya."
" Kamu masih menganggapku sudah merebut Leonard darimu?"
" Benar. Sejak aku kecil aku sudah naksir Tuan Leonard, lalu nyonya datang dalam kehidupannya. Cita-cita saya untuk menikah dengannya gagal sudah. Permisi!"
__ADS_1
Leonie membalikkan badannya dengan kesal dan Raina hanya menggeleng-gelengkan kepalanya. [ ]