My Beloved Uncle ( Baskerville #1)

My Beloved Uncle ( Baskerville #1)
(S3): Extra part 3 : Adelina & Edward


__ADS_3

"Aku tidak perduli, jangan kamu pedulikan itu."


Edward lalu merangkul pinggang Adelina dengan sebelah tangannya supaya tidak terjatuh ketika komedi putar itu mulai bergerak. Jantung Adelina semakin berlompatan tidak karuan. Baru kali ini dirinya merasa sedekat ini dengan Edward. Detak jantungnya mulai bertalu-talu.


Tiba-tiba Edward meraih tangan Adelina yang terbuka dan membuka sapu tangan yang membalut lukanya. Dia mengelus-elus luka itu, lalu dia menjilati luka itu. Adelina meringis kesakitan, karena rasa perih menjalari tubuhnya sekaligus geli. ’’Edward."


Edward terus aja menjilati luka itu. Rona merah dipipinya mulai menghiasi wajahnya kembali. Ia kembali menutup luka itu dengan sapu tangannya. Komedi putar akhirnya berhenti dan mereka turun. Hari sudah menjelang malam.


"Aku akan mengantarkanmu pulang, tapi sebelumnya aku ingin mengajakmu makan malam bersama."


Edward membawanya kesebuah restoran yang berada disekitar taman hiburan. Suasana di malam hari membuat taman hiburan itu menjadi indah. Adelina makan dengan lahap." Dari caramu makan seperti orang yang sedang kelaparan saja."


"Aku memang sangat lapar, karena aku sudah menemanimu jalan-jalan tentu saja aku sangat lapar."


Edward tersenyum.


Edward kembali menatap Adelina.’’Apakah dia merasa senang jalan-jalan denganku hari ini ya?Ini adalah kencanku dengannya untuk kesekian kalinya, tapi kencan kali ini terasa sangat berbeda dengan kencan-kencanku sebelumnya dengan ,’’bisiknya dalam hati. Menurutnnya Adelina kali ini lebih penurut dari sebelumnya.


"Adelina, apa kamu menyukai Kazumi?’’


"Eh...’’


Adelia langsung menghentikan makannya.’’Kenapa tanyakan itu?’’


"Aku hanya ingin tahu saja dan yang aku tahu dia itu sangat menyukaimu."


"Aku menyukainya,’’jawab Adelina.


Perasaan cemburu mulai membakar dirinya.’’Kalau begitu dia beruntung sekali bisa disukai olehmu,’’kata Edward dengan raut wajah sedih.


Adelina tidak mengerti ke arah mana pembicaraan Edward.


’’Anda jangan salah paham. Aku sama sekali tidak ada hubungan apa-apa dengannya. Kami berdua hanya berteman tidak lebih dari itu. Hubunganku dengan Kazumi tidak seperti yang kamu pikirkan. Aku memang menyukainya tapi hanya menyukai sebatas teman biasa saja,’’jelas Adelina.


Adelina juga tidak mengerti dirinya  kenapa dia harus menjelaskan semua ini pada Edward.


"Oh begitu. Syukurlah!’’Ada perasaan lega dihati Edward.


"Eh...apa yang telah kamu katakan tadi?’’


"Tidak ada apa-apa,’’jawab Edward gugup.


"Sekarang lanjutkan lagi makanmu."


Setelah selesai makan, Edward mengantarkan Adelina pulang ke apartemennya. Adelina merasakan dirinya tidak rela dan juga sedih, jika kencannya dengan Edward harus berakhir. Dia tidak tahu kapan lagi akan berkencan dengannya.


Edward juga merasakan hal yang sama apa yang dirasakan Adelina. Dia juga merasa dirinya tidak rela, jika acara kencannya dengan Adelina harus berakhir. Adelina keluar dari mobil begitu juga Edward.


"Masuk dan istirahatlah! Aku tidak ingin kamu sakit. Besok kamu harus latihan lagi bukan?’’


"Iya dan terima kasih untuk hari ini."


"Seharusnya aku yang berterima kasih padamu, karena kamu sudah menemaniku hari ini. Selamat malam!’’


"Selamat malam!"


Edward baru saja akan masuk ke dalam mobilnya, tiba-tiba Adelina menghentikannya.’’Ada apa lagi ?’’


"Aku lupa sesuatu." Adelia menjinjitkan kakinya.


Adelina mengecup bibir Edward  dan itu membuat Edward berdiri membeku di tempatnya. Adelina langsung masuk ke dalam apartemennya tanpa menengok ke belakang, karena malu telah mencium Edward. Wajahnya sudah terlihat merah padam. Dirinya tidak mengerti dari mana dia mendapatkan keberanian untuk menicumnya.


Sementara itu Edward masih berdiri ditempatnya tanpa bergerak sedikit pun. Ciuman Adelina tadi bagi Edward seperti sengatan listrik .Setelah kesadarannya kembali Edward memasuki mobilnya dan segera pergi dari sana.


"Aku pulang !’’


"Selamat datang ! Bagaimana latihanmu hari ini?’’tanya Jude.


"Semuanya berjalan lancar."


Adelina segera masuk ke dalam kamarnya dan merasakan jantungnya berdebar hebat terasa mau lepas.


’’Aku bodoh, kenapa aku tadi melakukan itu padanya. Bagaimana nanti aku akan bertemu lagi dengannya? Aku sudah tidak punya muka lagi kalau nanti bertemu dengannya lagi."


Adelia menutup wajah dengan tangannya menahan rasa malunya yang kini sedang melanda dirinya. Ia menghembuskan napas panjang. ‘’Apa pendapat dia nanti tentang diriku ya? Adelina , kamu memang bodoh...bodoh...’’


Tapi ada rasa senang dalam dirinya, karena dia dapat melakukan itu pada Edward.


"Seumur hidupku aku tidak akan pernah melupakan acara kencan kita hari ini. Biarlah ini akan menjadi kenangan terindah dalam hidupku’,"bisik hatinya.


🧸🧸🧸


Edward sejak dari tadi merasa tidak tenang setelah dia mendapatkan ciuman yang tiba-tiba dari Adelina . Dia berulang kali menyentuh bibirnya dan dia masih dapat merasakan kehangatan bibir Adelina di bibirnya.


"Adelina, perbuatanmu padaku tadi sudah membuatku gila. Kamu berani sekali mencuri ciuman dariku secara terang-terangan."

__ADS_1


Edward tersenyum senang. Tiba-tiba terlintas dipikirannya dan seperti  disadarkan oleh sesuatu. ‘’Apa itu artinya dia sudah tidak membencinya lagi?’’


Edward menjadi semakin penasaran dengan perasaan yang dimiliki Adelina terhadapnya. Dia ingin sekali mengetahuinya. Edward akhirnya tertidur dengan lelap dengan senyuman mengembang di wajahnya.


Keesokan paginya Edward kembali menemukan kaleng kue berisi kue jahe dan dia hanya menemukan pesan tertulis singkat. Edward merasa heran siapa yang telah memberikannya kue ini . Rasanya memang sangat enak dan dia menyukainya. Dia berharap suatu hari nanti akan dapat mengetahui siapa pengirimnya.


Adelina sedang istirahat siang di tempat latihannya. Tiba-tiba ada seseorang yang mengantarkan sebuket mawar putih kepadanya, Adelina terlihat senang dan segera mengambil bunga itu .


"Terima kasih, ‘’kata Adelina kepada pengirim bunganya. Ia lalu membaca pesannya.


Latihanlah dengan baik. Aku sudah tidak sabar ingin melihatmu bermain piano


Penggemar rahasiamu


"Siapa sebenarnya kamu. Aku ingin sekali memberitahumu kalau aku telah jatuh cinta pada seseorang.Tapi cintaku itu bertepuk sebelah tangan,’’bisiknya dalam hati.


Kazumi merasa cemburu dengan mawar ungu, karena Adelina begitu mengaguminya dan Kazumi merasa kalau Adelia telah jatuh cinta kepadanya.


Tidak terasa hari sudah menjelang sore. Adelina baru saja keluar dari ruang klub. Kazumi mengantarkannya pulang dan tidak jauh dari sana Edward memperhatikan mereka berdua dengan tatapan cemburu. Kazumi memarkirkan motornya dan Adelina turun.’’Kazumi, kamu mau masuk dulu?’’


"Tidak. Terima kasih. Sebaiknya kamu istirahat saja."


"Terima kasih sudah mengantarku."


Kazumi tersenyum dan kembali memakai helmnya.


"Hati-hati di jalan ! teriaknya.


Adelina memandangi kepergian Kazumi sampai menghilang dari pandangannya.


Edward telah datang ke rumahnya dan langsung memasuki ruang makan di mana Andres sudah duduk di sana sedang menikmati makan malamnya.


"Bagiamana pekerjaanmu di kantor hari ini?’’


"Semuanya baik."


"Kapan kamu akan mengumumkan hari pertunanganmu ?’’


‘’Tolong berikan aku sedikit waktu untuk mengumumkan pertunanganku dengan Naomi. Ada hal yang harus aku lakukan terlebih dahulu."


"Apa ini lebih penting dari pengumuman pertunangan kalian?’’


"Iya , ini lebih penting  karena ini menyangkut kebahagiaan hidupku."


Andres tidak begitu mengerti apa maksud perkataan Edward. Setelah selesai makan Edward kembali ke kamarnya. Dia membuka pintu dan angin malam yang dingin bertiup. Bintang malam di musim dingin hanya terlihat sedikit  dan tidak sengaja dia melihat sebuah bintang jatuh. Dia memejamkan matanya dan berharap keinginannya kali ini dapat terkabul. Dia  mengingatkan dirinya harus bergerak cepat untuk mengetahui perasaan Adelina kepadanya sebelum pertunangannya dengan Naomi dilaksanakan.


🧸🧸🧸


Edward yang tidak mengerti langsung mengambil koran itu dan membacanya.


‘’Ini....’’


Matanya terbelalak melihat dia dan Adelina yang sedang berkencan di taman hiburan.


"Ada hubungan apa kamu dan gadis itu?’’


"Kami tidak ada hubungan apa-apa."


Edward berusaha menenangkan dirinya.


"Bagaimana kamu akan menjelaskan ini semua pada Naomi dan pada keluarga Amamiya? Kamu jangan membuat masalah yang dapat merugikan kita nanti."


"Aku akan membereskan semua ini , jadi ayah tidak perlu cemas."


"Baik. Aku akan mempercayakan kamu untuk meluruskan masalah ini dan jika masalah ini tidak selesai aku yang akan melakukannya."


Edward makan pagi dengan tenang, seperti tidak terjadi masalah. Para wartawan berkumpul di depan apartemen Adelina. Jude sesekali melihat ke arah jendela.’’Sekarang bagaimana?’’


"Aku tidak tahu."


"Kalau begini keadaannya bukan hanya kamu saja yang tidak bisa keluar dari apartemen ini, tapi kami juga."


Adelia menundukkan kepalanya.’’Maaf."


"Aku tidak percaya kemarin kau dan Edward pergi berkencan,’’kata Ayaka.


"Edward yang duluan mengajakku dan aku tidak bisa menolaknya."


"Adelina, lihat aku! Sekarang katakan yang sejujurnya padaku. Apa kamu menyukai Edward?"tanya Jude.


Wajahnya menjadi pucat.’’Adeliaaaa."


‘’Itu...’’


Adelina mendesah panjang.’’Aku memang menyukainya."

__ADS_1


Jawaban Adelina sangat mengejutkan teman-temannya.’’Bukannya kamu membencinya?’’


"Pada awalnya aku membencinya, tapi entah kenapa aku jadi mencintainya, aku juga tidak mengerti dengan diriku sendiri."


"Tapi dia sudah mempunyai kekasih."


"Aku tahu itu. Kekasihnya sangat cantik dan anggun. Edward tidak mungkin mencintaiku."


Dua bulir air mata jatuh dari kedua pelupuk matanya.


"Adelina."


Jude memeluk Adelina. ’’Sudah jangan menangis."


"Apa aku salah telah mencintainya?’’


"Tidak Adelina, kamu sama sekali tidak salah. Kamu berhak mencintai siapa saja. Tapi kenapa kamu harus jatuh cinta pada Edward? Kenapa kamu tidak jatuh cinta pada Kazumi?Kalau kamu mencintai Kazumi mungkin keadaannya akan menjadi beda. Tapi aku tidak menyalahkanmu mencintai Edward, karena datangnya cinta tidak bisa ditebak."


"Sepertinya cintaku ini bertepuk sebelah tangan. Mulai sekarang aku akan mencoba melupakan cintaku padanya."


"Aku tidak setuju,’’kata Ayaka tiba-tiba dan kini mereka semua menatapnya.


"Apa maksudmu?’’tanya Minami.


"Adelina harus menghargai perasaan yang dia punya sekarang dan  dia harus mengatakan perasaannya pada Edward, meskipun pada akhirnya cintanya akan ditolak olehnya, setidaknya Adelina sudah mengatakan apa yang dia rasakan pada Edward."


Ayaka mendekati Adelina dan mencengkeram bahunya.’’Dengarkan aku , kamu harus mengatakan perasaanmu pada Edward kalau tidak mungkin kamu akan menyesalinya seumur hidupmu."


"Tapi....’’


"Tidak ada tapi-tapian, kamu harus segera mengatakannya pada Edward, karena aku mengerti apa yang kamu rasakan sekarang. Aku juga akan mengatakan perasaanku pada Masaharu, karena aku tidak ingin ada penyesalan dikemudian hari."


"Aku setuju dengan, ’’kata Megumi


"Baiklah. Aku akan mencoba mengatakannya, tapi aku harus mengumpulkan keberanianku untuk mengatakannya."


"Baiklah. Aku akan mendukungmu,’’kata Jude. Kelima sahabat itu pun saling berpelukan.


🧸🧸🧸


Sementara itu di kediaman Amamiya, Naomi terlihat marah membaca berita ini.Tidak hanya Naomi saja, tapi seluruh keluarga Amamiya ikut marah, bahkan kakeknya Naomi berencana untuk mendatangi rumah Edward.


"Naomi, kakek akan pergi ke rumah Edward untuk membicarakan semua ini. Kamu juga harus ikut dengan kakek ke sana."


"Aku mengerti."


"Sekarang bersiap-siaplah , kita akan pergi ke sana sekarang juga dan kakek akan memberitahu mereka kalau kita akan datang kesana."


Andres yang mendapat telepon dari kakeknya Naomi melarang Edward untuk pergi ke kantor. Edward akhirnya menuruti permintaan ayahnya. Satu jam kemudian Naomi , kakeknya, dan orang tuanya datang . Mereka disambut oleh Andres dan Edward. Terlihat wajah marah di raut wajah mereka.


"Andres, Edward pasti kalian tahu, apa maksud kedatangan kami ke sini."


"Saya tahu ini masalah berita yang beredar hari ini,’’kata Andres.


Naomi hanya tertunduk sedih di samping ayah dan ibunya. Edward pun terlihat sedih melihat situasi ini.


"Jadi Edward sekarang jelaskan pada kami semua tentang berita ini."


Edward memasang wajah tenang dan mulai bicara.


’’Saya tidak ada hubungan sama sekali dengan Adelia. Kemarin saya hanya mengajaknya jalan-jalan, tapi saya tidak menyangka kalau wartawan yang meliput kegiatan kami di taman hiburan mengira kami ada hubungan khusus."


"Kalau begitu kamu besok harus segera menjelaskan semua berita ini dan sekaligus mengumumkan pertunanganmu dengan Naomi."


"Saya mengerti, jadi bisakah saya pergi sekarang, karena saya sudah terlambat datang ke kantor."


Edward menganggukan kepalanya. Ia pergi dari ruang tamu dan Naomi berlari menyusulnya.’’Edward, tunggu!’’


"Ada apa?’’


"Edward, apa benar kamu sama sekali tidak ada hubungan apa-apa dengan gadis itu?’’


"Kamu tidak percaya padaku?’’


"Bukan begitu, tapi selama ini aku merasa kamu tidak mencintaiku. Kamu memang sangat baik dan bersikap lembut padaku, tapi selama kita menjadi sepasang kekasih kamu belum pernah menciumku."


"Ah itu, kalau hal itu aku belum bisa melakukannya denganmu. Maaf."


"Aku mengerti."


"Kalau tidak ada yang ingin kamu bicarakan lagi, aku akan pergi."


"Sekarang kamu boleh pergi."


Naomi memandangi kepergian Edward dengan wajah sedih. Edward melihat dari kaca spionnya.’’ Maafkan aku Naomi, aku tidak bermaksud untuk membuatmu sedih, tapi sungguh aku bimbang dengan perasaaku sekarang ini’,’bisiknya dalam hati.

__ADS_1


Edward telah tiba di kantornya, tapi pagi ini dia tidak menemukan kue jahe di atas mejanya, entah kenapa dirinya berharap akan ada kue jahe di mejanya. Dua kaleng kue jahenya telah habis dimakannya. [ ]


__ADS_2