
Raina berjalan- jalan di perkebunan keluarga Clemonte sambil menikmati udara di pagi hari. Ia melihat para pekerja sedang menanam dan panen sayuran. Ia juga melihat para pekerja lainnya memberi makan ayam dan sapi. Raina membantu para pekerja memanen sayuran, tapi dilarang oleh Owen.
" Nyonya apa yang Anda lakukan?"
" Aku sedang membantu mereka."
" Sebaiknya Anda tidak melakukannya. Saya tidak ingin tubuh Anda jadi kotor."
" Tidak apa-apa."
" Nanti Tuan Leonard marah."
" Leonard tidak akan marah."
Owen menghela napas panjang. " Baiklah nyonya. Saya tidak akan memaksa Anda lagi."
" Terima kasih Owen."
Raina tidak peduli, jika suaminya memarahinya. Ia dengan senang hati membantu para pekerja memanen bawang merah. Menjelang siang hari, Raina kembali berjalan-jalan mengitari perkebunan Clemonte sampai ia tiba diperbatasan lahan yang ditandai oleh pagar setinggi lutut. Di seberang berdiri sebuah mansion bercat putih yang merupakan tetangga keluarga Clemonte.
Suasana mansion terlihat sangat sepi sampai suara menyapanya.
" Selamat siang!"
Raina membalikan badannya. Seorang pria menggunakan topi koboi tersenyum di atas kudanya.
" Selamat siang!"
" Aku belum pernah melihatmu disekitar sini."
" Aku baru pindah ke sini kemarin sore."
" Pantas saja."
Pria itu turun dari kudanya.
" Aku belum memperkenalkan diri. Aku Leonel Baldwin."
Raina memperhatikan sesaat pria di depannya. Leonel pria yang tampan dan menurut tebakan Raina umurnya lebih tua dari suaminya, meskipun begitu Leonel terlihat sangat gagah dan memiliki tubuh kekar.
" Aku Raina Clemonte."
"Apa kamu salah satu anggota keluarga Clemonte?"
" Benar. Aku istri dari Leonard Clemonte."
"Ah jadi kamu adalah istrinya Leonard. Maaf aku tidak tahu." Ada kekecewaan dalam nada suaranya.
" Tidak apa-apa. Aku baru tinggal di sini jadi wajar belum banyak yang tahu siapa aku."
" Bagaimana kalau kita makan siang bersamaku di tempatku? Anggap saja ini sebagai undangan dari tetangga."
Raina terdiam mempertimbangkan undangan Leonel dan tidak ada salahnya kalau ia menerima undangannya.
"Baiklah."
Raina melangkah melewati pagar pembatas. Mereka berjalan menuju mansion Leonel.
Leonard yang baru tiba di mansionnya disambut senang oleh Leonie.
" Selamat datang kembali, Tuan Leonard!"
" Apa istriku datang ke sini?"
" Iya nyonya datang kemarin pagi."
Leonard merasa lega Raina tidak pulang ke rumah orangtuanya.
" Sekarang di mana dia?"
" Saya tidak tahu. Terakhir aku melihatnya nyonya sedang jalan-jalan diperkebunan."
" Baiklah. Aku akan mencarinya."
Leonard berjalan menuju perkebunanan dan menanyai beberapa pekerjanya tentang Raina. Salah seorang pekerja melihat Raina sedang bicara dengan Leonel dan Raina pergi menuju kekediaman Baldwin. Ia segera mengambil kuda dari istal dan memacu kudanya dengan cepat.
Leonard tidak suka istrinya dekat-dekat dengan Leonel, karena pria itu seorang playboy. Ia takut Leonel menggoda istrinya. Setibanya di kediaman keluarga Baldwin, Leonard segera mencari istrinya. Ia merasa kesal mendapati istrinya sedang makan siang bersama Leonel di halaman belakang mansion. Ia cemburu melihat keakraban mereka berdua dan Leonard tidak suka ketika melihat Leonel secara terang-terangan menaruh rasa suka kepada istrinya
" Raina," panggil Leonard.
Raina terkejut dengan kedatangan suaminya dengan wajah kesal.
" Kapan kamu pulang?"tanya Raina yang belum bisa menutupi rasa terkejutnya.
" Baru saja. Ayo kita pulang!"
Leonard menarik lengan istrinya, lalu menyeretnya pulang. Raina merasa tidak enak kepada Leonel.
" Terima kasih makan siangnya."
" Lain kali aku akan mengundangmu lagi."
Leonard terus menyeret Raina.
" Lepaskan tangannmu!"
Leonard tidak mendengarkan Raina dan terus mencengkeram pergelengan tangan istrinya dengan kuat.
" Aku tidak akan kabur."
" Seharusnya kamu tidak berada di sini."
" Aku hanya menyapa tetangga kita dan tetangga kita mengundangku makan siang."
" Cepat naik!"bentak Leonard.
Raina naik ke atas kuda. Leonard memacu kudanya dan ia langsung membawa Raina ke kamarnya begitu mereka tiba di mansion.
__ADS_1
" Sebenarnya ada apa dengan dirimu?"tanya Raina kesal.
" Jangan pernah dekat-dekat dengan Leonel," teriak Leonard marah.
" Memangnya kenapa?"
" Dia seorang playboy. Aku tidak ingin kamu menjadi salah satu korbannya."
Raina tertawa.
" Leonel pria baik."
" Jangan tertipu olehnya. Itu salah satu cara dia untuk menjerat wanita supaya jatuh dalam pesonanya."
"Apa kamu cemburu?"
" Tidak."
"Baiklah. Di Paris kamu mendiamku selama seminggu sekarang di sini kamu marah-marah tidak jelas. Kalau seperti ini terus aku lebih baik pulang ke rumah orangtuaku."
" Kalau kamu pergi, silahkan saja,"tantang Leonard.
" Aku akan pergi dari sini," teriak Raina.
Raina kali ini bersikukuh akan pergi dan meninggalkan Leonard dan pria itu menjadi panik melihat keseriusan Raina untuk pergi.
" Kamu tidak boleh seenaknya pergi begitu saja. Kamu adalah istriku," ujar Leonard berusaha menahan kepergian Leonard.
" Kamu tahu. Aku semakin tidak mengerti dirimu."
" Lalu kenapa kamu mau menikah denganku?"
" Aku sudah pernah mengatakannya, bukan, bahwa aku mecintaimu dengan tulus dan sepertinya kamu tidak bisa menghargai cintaku dan mungkin kamu tidak menganggapku sebagai istrimu lagi. Aku harap setelah kamu kembali, kamu akan bersikap baik kepadaku ternyata tidak, lebih baik aku pergi saja."
" Baiklah. Aku tidak akan marah-marah lagi padamu atau mendiamkanmu lagi. Apa kamu puas?"
" Entahlah. "
" Jika kamu pergi, apa kata orangtuanu nanti pasti mereka sedih."
" Kamu benar."
"Apa kamu akan tetap di sini?"
" Sepertinya begitu. Aku lakukan ini, karena orangtuaku. Aku tidak ingin membuat mereka cemas."
" Itu bagus."
Raina kemudian keluar kamar dan Leonie memperhatikannya keluar kamar. Pelayan wanita itu mengikuti Raina.
" Nyonya Raina tunggu!"
Raina menghentikan langkahnya.
" Leonie, ada apa?"
" Tentu saja."
Leonie mengajak Raina ke ruang musik.
" Apa yang ingin kamu bicarakan denganku?"tanya Raina.
" Ini mengenai Tuan Leonard."
" Ada apa dengannya?"
" Sebenarnya saya tahu kenapa Tuan Leonard mau menikahi Anda."
" Apa maksudmu?"
" Tuan Leonard ingin membalas dendam kepada Anda."
" Balas dendam?"
" Iya nyonya. Itu sebabnya Tuan Leonard mau menikahi Anda untuk membalas dendamkan Tuan Oliver, adiknya."
" Leonie, aku masih tidak mengerti."
" Begini pasti Anda tahu kalau Tuan Leonard punya adik laki- laki."
"Aku tahu dan adiknya meninggal karena kecelakaan."
" Tuan Leonard mengira Anda salah satu penyebab kematiannya."
" Aku?"
" Iya nyonya. Tuan Leonard mengira kalau Anda mantan kekasih adiknya dan sudah membuat Tuan Oliver sedih dan hancur, bahkan Anda sudah mengugurkan kandungan."
"Ini benar-benar gila."
"Itu sebabnya Tuan Leonard menikahi Anda untuk balas dendam kepada Anda bukan, karena mencintai Anda."
" Tapi aku bukan mantan kekasih adiknya dan aku sama sekali tidak mengenalnya."
"Tapi Tuan Leonard mengira begitu."
" Ini benar-benar sulit dipercaya."
"Saya tahu."
Sekarang Raina tahu kenapa suaminya bersikap dingin kepadanya. Ia juga sangat sedih ternyata Leonard tidak pernah mencintainya. Itu membuat hatinya terasa sangat sakit.
" Kenapa kamu bisa tahu semua ini?"
" Tidak sengaja aku mendengar Tuan Leonard bicara kepada foto adiknya. Dari sanalah aku tahu."
"Aku tidak mengerti kenapa Leonard bisa mengira aku mantan kekasih adiknya?"
__ADS_1
" Mungkin nama kalian sama."
" Iya itu mungkin saja "
" Sebaiknya Anda segera pisah saja dengannya."
"Eh."
Raina terkejut mendengar kata-kata itu keluar dari mulut Leonie.
" Pernikahan kalian tidak akan bahagia, karena kalian tidak saling mencintai, jadi itu percuma saja. Sebenarnya saya mencintai Tuan Leonard."
Pengakuan Leonie yang tidak terduga sangat mengejutkannya.
" Saya tidak suka Anda menikah dengan Tuan Leonard, karena Anda sudah merebutnya dariku. Andai saja Anda tidak pernah hadir dalah kehidupannya mungkin sekarang saya sudah berhasil merebut hatinya."
Secara terang-terangan Leonie memasang wajah permusuhan dengannya. Sekarang Raina tahu kenapa Leonie bersikap tidak suka kepadanya.
πππ
Raina berdiri di depan Castalia mansion dengan senyuman lebar dengan langkah gemulai ia menekan bel pintu gerbang yang menjulang tinggi, kemudian terdengar suara seorang pria.
" Selamat siang! Ada yang bisa dibantu?"
" Saya Raina Astor. Ingin bertemu dengan Miya Baskerville."
" Tunggu sebentar!"
Tidak sampai lima menit pintu gerbang terbuka. Raina masuk ke halaman mansion dengan mengendarai mobilnya. Kepala pelayan bernama Edgar mengantarkan Raina menemui Miya yang sedang merangkai bunga yang baru saja dipetiknya. Raina memperhatikan istri Fabian dengan tatapan tidak suka. Ia mengakui Miya yang memilki wajah Asia adalah wanita yang cantik tidak heran Fabian menikah dengannya.
"Selamat siang! Maaf jika kedatangan saya ke sini menganggu Anda."
Miya menghentikan kegiatannya, lalu tersenyum ramah kepada tamunya.
"Siang! Silahkan duduk!"
"Tidak perlu. Saya tidak akan berlama-lama di sini."
"Baiklah. Ada yang bisa kubantu."
" Saya Raina Astor dan saya adalah kekasih Fabian, suami Anda."
Miya sangat terkejut dengan pengakuan wanita asing di depannya.
"Anda jangan berbohong. Fabian tidak mungkin memiliki kekasih dan mengkhianatiku."
" Tapi kenyataannya seperti itu. Saya adalah kekasihnya dan kami sudah menjalin hubungan dengannya selama enam bulan."
"Anda pasti bohong dan aku percaya kepada suamiku."
"Terserah mau percaya atau tidak. Kami berdua saling mencintai. Saya ke sini untuk memberitahu hubungan kami kepada Anda supaya Anda tahu, karena saya sudah tidak tahan menyembunyikan hubungan kami. Fabian melarangku untuk memberitahu kepada semua orang termasuk Anda."
Mata Miya sudah berkaca-kaca dan pandangannya kabur, karena air mata yang menumpuk di matanya. Ia tidak ingin mempercayai apa yang dikatakan wanita itu, tapi setelah ia mengingat sikap Fabian selama satu minggu terakhir ini yang bersikap dingin kepadanya menggoyahkan keyakinannya.
Satu minggu yang lalu
Miya menunggu kepulangan Fabian dari kantornya seperti biasa yang selama ia lakukan sejak mereka nikah, tapi malam itu sikap Fabian tidak seperti biasanya. Ia tidak mencium Miya seperti yang selalu dilakukannya.
Saat Miya kembali ke kamar, Fabian telah tidur. Ia pun naik ke tempat tidur dan hanya melihat punggung suaminya. Ini pertama kalinya sejak mereka menikah selama 13 tahun suaminya tidak memeluknya saat mereka tidur dan tidak membisikkan kata-kata cinta seperti ritual di malam hari sebelum mereka tidur. Miya sudah tidak tahan dengan keanehan sikap suaminya ini, lalu ia bertanya.
"Apa kamu sudah tidur?"
"Belum."
"Hari ini kamu sangat aneh. Apa ada masalah?kalau ada kamu bisa menceritakannya padaku meskipun nantinya aku tidak dapat banyak membantu."
"Tidak ada masalah,ββ jawab Fabian sambil masih memunggungi Miya
"Aku cemas melihatmu yang seperti ini, karena tidak biasanya kamu bersikap aneh seperti ini kepadaku, bahkan malam ini kamu pun tidak memelukku seperti biasanya. Apa aku telah melakukan kesalahan sehingga nembuatmu marah?"
Fabian akhirnya membalikkan badan dan mendapati Miya sedang memandanginya dengan cemas dan sedih.
"Sebenarnya ada apa?ββtanya Miya sekali lagi sambil mengusap wajah suaminya. Fabian mengambil tangan Miya di wajahnya dan mengenggamnya dengan erat. Miya dapat merasakan kehangatan tangan suaminya.
" Aku tidak apa-apa hanya lelah saja. Hari ini pekerjaanku di kantor sangat banyak."
Miya merasa tidak puas dengan jawaban suaminya, lalu tiba-tiba dipikirannya melintas apakah Fabian sudah tidak mencintainya lagi atau dia sudah berselingkuh. Ia berusaha membuang pikiran itu, tapi tetap saja perasaan Miya gelisah. Miya takut, jika suaminya telah selingkuh. Ia tidak mau mempercayai semua yang dipikirkannya belum tentu yang dipkirkannya itu benar. Miya juga takut kalau suaminya sudah merasa bosan kepadanya. Berbagai macam pikiran buruk memasuki pikiran Miya.
Besok paginya Miya mendapati suaminya sudah tidak berada ditempat tidur lagi dan pelayan yang datang ke kamarnya untuk mengantarkan sarapan pagi mengatakan kalau Fabian sudah pergi pagi-pagi sekali ke kantornya. Perasaan Miya memang mengatakan kalau ada yang aneh dengan suaminya. Biasanya sebelum pergi Fabian selalu membangunkannya dan memberikan kecupan selamat pagi untuknya. Hari ini pertama kalinya suaminya tidak melakukannya.
Hal itu tidak berlangsung selama sehari saja, tapi selama seminggu. Sikap suaminya berubah menjadi dingin dan Fabian tidak mau mengatakan apa pun kepadanya.
Sekarang ada wanita yang mengaku sebagai kekasihnya. Miya tidak tahu lagi harus mempercayai siapa.
" Tidak ada bukti kalau Anda adalah kekasih suamiku."
Raina tersenyum. " Aku memang tidak memiliki bukti, tapi aku memang kekasih suami Anda."
Setelah Raina merasa puas mengatakan kebohongan kepada Miya, ia pun pergi tanpa berkata apa-apa lagi.
πππ
Setelah mendengar penjelasan Leonie, Raina baru mengerti mengapa sikap suaminya berubah menjadi dingin.
" Aku tidak menyangka Leonard menganggap aku sebagai orang yang bertanggung jawab atas kematian adiknya," gumam Raina.
Perasaan Raina menjadi campur aduk. Ia sangat marah kepada Leonard dan ia juga merasa menjadi wanita paling bodoh, karena mempercayai cinta tulus Leonard yang ternyata palsu. Tadinya, Raina akan berjuang mempertahankan cintanya, tapi melihat sikap suaminya, Raina menjadi marah. Ia memutuskan untuk pergi dengan meminta pertolongan kepada Leonel.
Raina naik kuda dan kecelakaan itu terjadi. Ia terjatuh dari kuda setelah hampir mendekati mansion milik Leonel, karena Raina yang sangat emosi sehingga ia tidak bisa mengendalikan kudanya. Raina terhempas jatuh dan terluka parah.
Leonard tahu Raina kabur dengan naik kudanya, tapi ia tidak berniat untuk mengejarnya dan setelah diberitahu oleh Leonie kalau Raina terjatuh dari kuda, ia mulai merasa cemas terlebih lagi sekarang istrinya berada bersama Leonel, karena para pekerjanya menemukan Raina dalam keadaan terluka parah. Hati Leonard mulai was-was dan cemburu istrinya bersama dengan pria lain. Ia tahu kalau Leonel sepertinya menyukai Raina.
" Dasar playboy kurang ajar," geram Leonard.
Leonard semakin memcemaskan istrinya setelah ia melihat Raina terbaring dalam keadaan terluka parah dan tidak sadarkan diri. Ia segera mendekati Raina dan mengenggam tangannya.
" Kenapa jadi bisa seperti ini?"
__ADS_1
Leonard tidak dapat menahan lagi kesedihannya. Ia menyesal sudah membuat Raina menjadi seperti ini. [ ]