My Beloved Uncle ( Baskerville #1)

My Beloved Uncle ( Baskerville #1)
45. Pernikahan


__ADS_3

Satu bulan kemudian Jeanette dengan perasaan takut datang ke Castalia mansion. Fabian telah membatalkan tuntutnya, sehingga Jeanette bebas dari penjara. Sekarang mereka duduk di ruang kerja. Disana hanya ada ayah, ibu dan adiknya Fabian. Adelina menatap tidak suka kepadanya.


''Fabian sudah menceritakan semuanya kepada kami tentang kamu dan Raina. Perbuatanmu ini sudah benar-benar di luar batas menyembunyikan Fabian dan memanfaatkannya seharusnya kamu berada di penjara lebih lama,''ujar Andrew.


"Maafkan aku. Aku melakukan ini karena mencintai Fabian.'' Jeanette melihat Fabian yang sedang berdiri menghadap jendela seperti tidak mempedulikan percakapannya dengan ayahnya. Adelina hanya memandanginya dengan rasa jijik.


"Kami sudah memutuskan Raina akan tetap tinggal disini. Selain itu Fabian sudah memutuskan untuk menikahimu secara resmi.''Mary Jane terkejut mendengarnya. Ia merasa tidak percaya Fabian benar-benar akan menikahinya. Sekali lagi ia menatap pria itu yang pikirannya entah kemana.


"Benarkah itu?''


"Iya. Kalian akan menikah sabtu nih.''


Wajah Jeanette langsung cerah dan ia tidak dapat menutupi rasa senangnya.


"Baiklah. Kami akan meninggalkan kalian berdua untuk berbicara.''


Sekarang hanya mereka berdua yang berada di ruangan itu. Jeanette menghampiri Fabian.''Kamu serius ingin menikahiku?''tanyanya dengan suara senang.


''Benar,''jawabnya dingin.''Aku menikahimu bukan, karena aku mencintaimu. Ini kulakukan demi Raina dan karena atas permintaan Miya. Kalau tidak aku tidak akan pernah mau menikah denganmu. Walaupun kita berdua sudah menikah, kamu jangan mengharapkan aku menjadi suamimu yang sebenarnya. Ini hanya pernikahan di atas kertas saja.''Setelah mengatakan itu Fabian langsung pergi. Jeanette hanya berdiri terpaku kedua tangannya terkepal dengan kuat menahan marah.


Adelina yang merasa tidak setuju dengan keputusan kakak dan orang tuanya memprotes keras .''Aku tidak akan pernah mengakui Jeanette sebagai kakak iparku. Aku benci dia. Kenapa juga kalian menyetujui pernikahan ini.''


"Ini demi kebaikan Raina dan ini sudah menjadi keputusan Fabian,''jawab ibunya dengan lembut.

__ADS_1


"Aku tidak rela melihat kakakku mengorbankan kebahagiaannya. Fabian pasti sedih dengan pernikahan ini dan aku juga yakin pernikahan ini tidak akan berjalan dengan baik pasti kakak akan hidup menderita.''


"Ini sudah keputusan Fabian dan kami hanya mendukungnya saja,''jawab ibunya lagi sambil melirik suaminya .


"Ah terserah kalian aja, tapi yang jelas aku tidak menerimanya.'' Adelina pergi dengan kesal . Rosalie memandang suaminya yang terlihat lelah dengan masalah Fabian. "Apa kita sudah benar mendukung keputusan Fabian? Karena ini menyangkut kehidupan anak kita nanti.''


"Fabian sudah memutuskan menikahi Jeanette, kita hanya bisa mendukungnya semoga saja keputusannya tidak salah dan mungkin dia sudah mempertimbangan hal ini dengan baik. Kita tunggu dan lihat apa yang terjadi nanti.''


"Aku merasa kasihan dengan Miya. Mereka berdua saling mencintai, tapi sepertinya takdir tidak mengizinkan mereka bersatu,''kata Rosalie.


Miya tengah disibukkan dengan mengepak pakaiannya. Ia sudah memutuskan untuk kembali ke Jepang sehari sebelum Fabian menikah. Miya tidak ingin menghadiri acara pernikahan pria itu karena baginya itu terlalu menyakitkan. Sebuah tangan besar, kuat dan maskulin menangkap tangan Miya .''Apa yang kau lakukan?Kau akan pergi?Kemana?''


Fabian sudah berdiri disamping Miya dengan tatapan tidak suka.''Aku akan pulang ke Jepang. Lagi pula urusanku disini sudah selesai.''


"Aku tidak bisa tinggal disini lagi. Tolong mengertilah!'' Fabian melepaskan tangan Miya. Dipandanginya pria yang ada dihadapannya dengan pandangan nanar.


"Fabian, aku mencintaimu dan aku tidak tahu sudah berapa lamu aku mencintaimu dan yang aku tahu perasaan ini tumbuh dengan kuat setiap harinya. Aku merindukanmu setiap kali aku memikirkanmu dan air mataku tidak mau berhenti ketika kau berada jauh dariku. Aku berharap , aku tidak pernah bertemu denganmu sehingga aku tidak tahu bagaimana rasanya jatuh cinta kepadamu.'' Miya kemudian mengembalikan cincin tunangannya.''Aku sudah tidak membutuhkan ini lagi, karena sekarang kamu bukan tunanganku lagi. Ambilah! Dan berjanjilah untuk hidup bahagia dengan istri barumu.'' Fabian mengambilnya dengan enggan dari tangan Miya.


"Aku juga mencintaimu dan selamanya akan seperti itu.'' Fabian menyentuh pipi Miya , dielusnya secara perlahan, Fabian pun pergi meninggalkan Miya sendirian. Miya duduk dilantai dan menangis dengan menutup mulutnya.''Maafkan aku Fabian. Inilah yang terbaik.''


Blinda segera menghampiri Miya ketika dilihatnya gadis itu menangis di lantai. Dipeluknya Miya.''Aku tahu ini sangat berat bagimu, tapi aku percaya cinta kalian tidak akan pernah terhapus oleh waktu. Seharusnya kamu tidak menyerahkan Fabian kepada wanita itu.''


"Jika aku bersama dengan Fabian sekarang, aku akan merasa bersalah kepada Raina, karena aku telah menjauhkan ibunya darinya dan juga ayahnya."

__ADS_1


Miya kembali menangis. Ia ingin mengeluarkan semua rasa sedih dihatinya. Hari berlalu begitu cepat tidak terasa besok adalah hari pernikahan Fabian dengan Jeanette beberapa ruangan telah di hias dan meja-meja telah di atur. Kue pengantin pun telah jadi. Seharusnya ia yang menikah dengan Fabian, tapi takdir berkata lain. Miya tidak bertemu lagi dengan Fabian sejak pria itu terakhir kali datang kemarnya dan Miya juga sebisa mungkin menghindar dari Jeanette.


Miya mendorong kopernya bersiap akan pergi.''Kamu sudah siap?'' tanya Joshua.


"Aku sudah siap.''


"Biarkan aku yang membawa kopermu.''Sebelum pergi sekali lagi Miya melihat kesekeliling mansion. Ada banyak kenangan indah dan manis disini bersama dengan Fabian. Ia tidak akan pernah melupakannya. Cukup hanya dikenangnya dalam hati. Miya akan menganggap semua yang terjadi kepadanya dan juga Fabian hanya sebagai sebuah mimpi yang sangat indah dan sudah saatnya mimpi indah itu diakhiri.


''Kamu sudah benar-benar tidak ingin menerimaku sebagai suamimu? Aku masih membuka lowongan itu untukmu sebelum aku berikan kepada wanita lain,''canda Joshua. Miya tersenyum.


"Tidak. Terima kasih. Kamu berikan saja pada wanita lain yang berhak untuk kamu jadikan istri.''


"Baiklah. Saatnya kita pergi. Sudah berpamitan dengan paman dan bibi?''


"Sudah. Aku sudah berpamitan dengan semua anggota keluarga disini.''Mereka berdua masuk ke dalam mobil meninggalkan Castalia mansion yang megah.


Fabian melihat kepergian Miya dengan tatapan sedih dari balik tirai jendela. Disalah satu tangannya tergenggam cincin pertunangan yang Miya berikan . Tanpa bisa dicegah Fabian menangis.''Selamat tinggal, Miya.''


Para tamu undangan yang hanya terdiri dari keluarga terdekat telah hadir keesokan siangnya dan telah menempati tempat duduk masing-masing sebelum upacara pernikahan di mulai. Pernikahan akan dilangsungkan di kebun belakang Castalia mansion dan akan diadakan pesta kebun untuk resepsi pernikahan.


Fabian berada di perpustakaan sambil menunggu upacara pernikahan segera di langsungkan. Seorang pelayan masuk dan memberitahukan kalau ada seorang pria ingin bertemu dengan Fabian."Suruh dia masuk!'' Pelayan itu menyuruh tamu tuannya masuk.


"Halo tuan Baskerville! Sebelum Anda menikah ada yang ingin saya beritahu kepada Anda.'' Fabian mengernyitkan dahinya nampak bingung dangan sang tamu yang tidak dikenalnya.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian suara musik pernikahan terdengar mengalun indah . Fabian telah menunggunya melihat Jeanette yang sedang mendekat kepadanya bersama dengan ayahnya. Wajahnya terlihat begitu senang. Fabian kini bersanding dengan Jeanette dalam satu upacara pernikahan. Angin musim semi berhembus dengan lembutnya menebarkan aroma bunga yang sangat wangi. [ ]


__ADS_2