My Beloved Uncle ( Baskerville #1)

My Beloved Uncle ( Baskerville #1)
(S3): Jerome


__ADS_3

Pintu kamar Valentina terbuka dan seorang wanita membuka tirai jendela. Sinar matahari mulai menerangi kamar, lalu wanita itu menyingkap selimut Valentina. ’’Pemalas ayo bangun, mau tidur sampai kapan?’’


Valentina mulai membuka matanya .’’Biarkan aku tidur sebentar lagi."


"Tidak bisa. Apa kamu ingin terlambat datang ke sekolah?Ayo cepat bangun!’’


Valentina bangun dengan mata yang masih mengantuk. Samar-samar dia melihat wanita yang berada di depannya. ’’Ibuuuu...."


"Pagi Sayang! Sekarang pergilah ke kamar mandi!’’


"Baik."


Emily mengurus keperluan Valentina untuk pergi ke sekolah pagi ini. Putrinya telah keluar dari kamar mandi dan Emily membantunya berpakaian. ’’Kamu sudah siap pergi ke sekolah, sekarang kita makan pagi dulu."


Di meja makan sudah tersedia makanan kesukaan Valentina.


" Pagi!" sapa Jerome.


" Pagi, Ayah!'


Lalu mereka bertiga makan dengan tenang. Setelah makan Emily dan Valentina segera masuk ke dalam mobil. Mereka akhirnya tiba di sekolah ’’Belajar yang baik dan jangan nakal."


"Baik Bu."


Emily mengecup kening putrinya sebelum Valentina turun dari mobil. ’’Sekarang pergilah!’’


"Bye."


"Lincoln, jalan!’’


Emily yang baru saja tiba di rumah orangtuanya turun dari mobil dengan wajah lelah. ’’Selamat datang !’’ kata pelayan.


"Ayah."


"Bagaimana pesta ulang tahun cucuku?’’


"Berjalan dengan lancar dan Valentina sangat menyukai pestanya. Dia juga titip salam untukmu ayah."


"Sayang sekali ayah tidak bisa ikut kesana karena pekerjaan dikantor sangat banyak. Apa Valentina sudah menerima hadiah dariku?’’


"Iya dan dia menyukainya."


"Syukurlah. Sepertinya kamu sudah sangat lelah sebaiknya kamu istirahat dulu."


"Iya, aku akan beristirahat sebentar."


Emily naik ke lantai atas. Ia berbaring di tempat tidurnya setelah berganti pakaian. Dia menatap selembar foto.’’ Suamiku , apa yang harus aku lakukan sekarang? Apakah aku harus menceritakan semuanya padamu tentang siapa Valentina sebenarnya? Apa kamu akan memaafkanku, jika aku mengatakan yang sebenarnya?


Emily takut kalau suaminya akan membencinya. Ia memejamkan matanya dan air matanya mulai mengalir.


🧸🧸🧸


Erika berada di ruang klub drama sekolahnya dengan beberapa muridnya sedang berlatih drama Gina dan lima pot biru. Ayaka  yang mendapatkan peran sebagai Gina belum membuat Erika merasa puas.


"Ayaka, cara pengucapan dialogmu  tidak benar. Suaramu harus lebih dikeraskan sedikit lagi dan  kamu Nolan , gerakanmu tadi salah. Coba kalian berdua ulang dari awal lagi,’’teriak Erika.


"Baik,’’kata mereka bersamaan.


Erika kemudian berkeliling memperhatikan latihan mereka satu persatu. Tanpa di ketahui oleh Erika, Valentina menyelinap masuk ke ruang klub dan memperhatikan mereka berlatih.


"Waahh. Sepertinya klub ini sangat menyenangkan."


Valentina melihat Erika sedang berbicara pada salah satu murid pria dan ia segera berlari ke arahnya.’’Bu guru,’’panggilnya.


" Valentina, apa yang sedang kamu lakukan di sini?Seharusnya kamu sudah pulang."


"Aku ke sini untuk menemui Anda."


"Aku?"


" Iya." Valentina menganggukan kepalanya.


"Baiklah, apa keperluanmu denganku?’’


"Aku sudah memutuskan untuk bergabung dengan klub ini."


"Apaaa? Kamu ingin bergabung di sini?’’


"Benar, sepertinya klub ini sangat menyenangkan, jadi apa aku diterima?’’


Erika lebih mendekat pada Valentina, lalu mengacak-acak rambutnya.’’Tentu saja boleh, tapi sebelumnya kamu harus mengisi formulir pendaftaran. Kamu bisa mengisinya di rumah."


"Horeee. Terima kasih Bu guru."


Erija tersenyum, lalu dia mengambilkan formulir  untuk Valentina.


"Ini,’’kata Erika sambil menyerahkan formulir itu.’’Kamu harus megisinya dengan benar dan dikembalikan, jika kamu datang ke sini lagi."


Baik. Oh ya Bu guru, aku mau menanyakan sesuatu, tapi Bu guru jangan marah ya."


"Memangnya apa yang ingin kamu tanyakan?’’


"Kemarilah mendekat!’’


Erika mendekatkan wajahnya sehingga menjadi sejajar dengan Valentina, lalu ia berbicara di dekat telinga Erika.’’ Apa Bu guru menyukai Lincoln?’’


Erika terkejut mendapatkan pertanyaan dari Valentina.


"Ayolah katakan padaku, jangan malu-malu."


" Aku sudah punya suami dan anak, jadi tidak mungkin menyukai Lincoln."


" Jadi Bu guru sudah menikah?"


" Iya."


" Tadinya aku ingin menjodohkan kalian berdua."


" Sebaiknya kamu cari saja wanita lain untuk Lincoln."

__ADS_1


Valentina mengangguk.


‘’ Oh ya mereka sedang berlatih pertunjukkan apa?’’


"Kami akan mementaskan Gina dan lima pot biru."


"Ah aku tahu cerita itu. Sebelum tidur ibu selalu mendongengkan cerita itu padaku."


"Benarkah?’’


" Iya. Bahkan aku sampai hafal betul ceritanya."


"Sebaiknya kamu pulang sekarang,  ini sudah sore."


"Baik. Bu guru sampai jumpa besok."


Valentina berlari ke luar ruangan dan Erika menatap kepergiannya sampai menghilang dibalik pintu.


Plok...Plok...Plok...murid-murid berkumpul di dekat Erika.’’Latihan hari ini cukup dan kalian coba latihan sendiri di rumah. Besok kita latihan lagi seperti biasanya sebelum kalian pulang, aku ingin menunjukkan sesuatu pada kalian. Ini adalah video rekaman pertunjukkan Gina dan lima pot biru yang diperankan oleh sahabat saya. Murid-murid mulai duduk untuk menyaksikan isi video itu.


"Semoga tayangan ini akan berguna bagi kalian."


Mereka dengan serius menyaksikan tayangan itu selama hampir kurang lebih 2 jam dan tidak terasa tayangan itu berakhir.’’Jadi apa pendapat kalian tentang pertunjukkan tadi?’’


"Wanita itu sangat hebat . Aktingnya sangat bagus dan terlihat seperti nyata,’’kata murid perempuan yang berkaca mata.


"Tapi mengapa dia melakukan pertunjukkan hanya seorang diri? Tapi dia hebat dapat memerankannya dengan seorang diri,’’kata murid wanita berkepang dua.


"Dia memang hebat dan kemampuan aktingya tidak diragukan lagi."


"Kalau begitu dia sangat hebat. Sayang sekali aku belum pernah menonton pertunjukkannya secara langsung,’’kata murid pria yang hidungnya agak bengkok.


"Aku juga ingin sekali lagi melihatnya melakukan pertunjukkannya,’’kata Erika.’’Sebaiknya kita pulang ini sudah malam."


Para murid bersiap-siap untuk pulang dan Erika akhirnya pulang setelah membereskan beberapa barang di klub dengan ketua klub drama.


"Hati-hati di jalan!’’


"Bu guru juga."


Erika berjalan menuju rumahnya yang berada 4 blok dari sekolahnya. Dalam perjalanan pulang, Erika menatap langit malam. Ia melihat jam tangannya dan langsung berjalan cepat, karena ia dan Gilbert diundang makan malam oleh Fabian dan Miya.


🧸🧸🧸


Miya dan Fabian menyambut kedatangan Gilbert dan Erika, istrinya. Lima tahun lalu Gilbert menikah dengan Erika dan mereka sudah memiliki seorang anak laki-laki berusia 4 tahun. Fabian mengundang Gilbert, sekretarisnya untuk makan malam di mansionnya.


" Selamat datang, Gil, Erika!" Kata Fabian


" Bagaimana kabar kalian?"tanya Miya.


" Kami semua baik. Dan bagaimana kabar kalian juga?"


" Kami juga semuanya baik," jawab Fabian.


" Ayo masuk!"


" Anak kalian tidak dibawa?"tanya Miya.


Sebelum makan malam dimulai, mereka duduk di ruang tamu.


" Terima kasih sudah datang!"kata Fabian.


" Seharusnya kami yang berterima kasih, karena sudah mengundang kami makan,"kaya Gilbert.


Jonathan dan Clarie menuruni tangga. Mereka senang melihat Gilbert dan istrinya berada di sini.


" Hai Paman Gilbert dan Bibi Erika!"kata Jonathan dan Clarie.


" Ya ampun. Kalian sudah semakin besar saja," kata Gilbert.


" Paman Gilbert sudah jarang main ke sini," kata Clarie.


" Maaf. Paman sibuk."


Pelayan memberitahu kalau makan malam telah siap. Mereka kemudian pergi ke ruang makan. Setelah selesai makan, mereka kembali ke ruang tamu, sedangkan Clarie dan Jonathan kembali ke kamar masing-masing.


" Aku masih harus mengerjakan tugas sekolah. Selamat malam!" kata Jonathan.


" Aku juga. Selamat malam!" kata Clarie.


" Selamat malam!"seru mereka secara serempak.


Miya duduk di samping Erika dan pertanyaan Miya pada Erika membuat Fabian dan Gilbert terkejut.


" Apakah nenekmu bisa meramal keberadaan putriku yang hilang?"


" Kalau itu aku tidak tahu."


" Sayang, kenapa juga kamu meminta bantuan seorang dukun? Aku rasa dukun tidak akan tahu di mana putri kita."


" Tidak ada salahnya kan dicoba. Aku sudah memikirkan sudah lama sekali."


" Kenapa tidak dicoba saja?"kata Gilbert.


" Yang benar saja," kata Fabian tidak percaya.


" Kita coba saja ya," kata Miya.


" Baiklah. Terserah saja."


" Aku akan memanggil Nenek nanti ke sini,"kata Erika.


" Terima kasih," kata Miya.


" Sudah saatnya kami pulang," kata Gilbert. "Ini sudah hampir larut malam. Aku tidak ingin datang terlambat ke kantor besok."


" Baiklah. Hati-hati di jalan!"kata Fabian.


"Selamat malam!"

__ADS_1


" Selamat malam!"


Fabian dan Miya mengantarkan Gilbert sampai pintu depan.


🧸🧸🧸


Di dalam mobil Erika sedang memikirkan sesuatu dan itu tidqk luput dari perhatian Gilbert.


" Ada apa?"


" Ada yang belum aku ceritakan kepadamu tentang masa laluku kepadamu."


" Benarkah?"


" Iya. Aku pikir tadinya ini tidak penting, tapi aku memutuskan untuk menceritakannya kepadamu."


"Baiklah. Masa lalumu yang mana lagi?"


" Tentang keluarga Jerome. Selama 6 tahun ini aku memang tidak meneruskan cerita masa laluku kepadamu."


" Kamu bisa menceritakannya setelah kita sampai di rumah. Bagaimana?"


" Baiklah."


" Aku penasaran. Apa Nenekmu bisa membantu Miya dan Fabian menemukan Caliope?"


" Kalau itu aku tidak tahu hanya Nenek yang tahu."


" Aku rasa Miya sudah tidak tahu harus berbiat apa lagi untuk menemukan putrinya."


"Sepertinya begitu. Mudah-mudahan saja Nenek bisa membantu."


" Oh ya. Aku hampir lupa memberitahumu tentang tukang kebun kita yang baru. Aku sudah menemukan penggantinya dan akan mulai bekerja besok. Jadi kamu nanti tidak perlu mengurus kebun lagi."


" Baiklah. Terserah kamu saja."


Mereka akhirnya sampai di rumah.


🧸🧸🧸


" Baiklah. Sekarang ceritakan kepadaku ,"kata Gilbert yang sudah berbaring di tempat tidurnya.


Erika naik ke tempat tidur dan menyelimuti dirinya.


" Aku dulu bercerita padamu tentang kematian Ayahku dan kepergianku ke Los Angeles bersama dengan kakakku."


" Aku ingat."


" Sebelum kami pergi. Kakakku melakukan sesuatu yang mengerikan kepada keluarga Hunt."


Gilbert menegakkan tubuhnya. " Hal mengerikan apa?"


Beberapa tahun yang lalu


Erika menatap nanar api yang membakar ayahnya. Ibunya pingsan dan Fernando, kakaknya langsung membawanya pulang, sedangkan adiknya hanya menangis. Kini Erika telah kehilangan ayahnya. Fernando sangat sedih melihat keluarganya. Rasa benci dan marah telah hinggap dihatinya. Dia ingin balas dendam pada keluarga Hunt yang sudah membuat keluarganya menjadi sedih dan tercerai berai. Ia tidak akan pernah melupakan bagaimana Ayahnya meninggal selama hidupnya.


Erika masuk ke kamarnya untuk menyendiri dan menenangkan perasaannya. Peristiwa tadi sore masih melekat dalam kepalanya, kemudian di hatinya timbul kecemasan. Ada kemungkinan kalau mereka akan menyakiti keluarganya lagi, karena sekarang mereka sudah bermusuhan. Erika kemudian memasang jimat pelindung pada ibu, kakak dan adiknya agar mereka tidak terkena sihir jahat.Tanpa diketahui oleh banyak orang keluarga Erika adalah keluarga dukun. Erika dan keluarganya sepakat untuk merahasiakannya.


Keesokan siangnya Erika berjalan-jalan di luar hampir semua orang memandangnya. Tanpa disengaja, dia melihat Drogo Hunt bersama dengan  pria yang sudah membuatnya salah paham pada Jerome. Erika mengikuti mereka ke sebuah kedai minum. Mereka berdua duduk dan memesan minuman. Erika duduk di belakang mereka dan mendengarkan percakapan mereka.


"Kita rayakan kemenangan kita. Bersulang!’’kata Drogo.


"Anda benar-benar hebat. Kamu tidak hanya menjebak Cleo, tapi kamu juga sudah berhasil menjebak anak perempuannya. Sekarang wanita itu akan dibenci oleh Jerome."


"Ha..ha..ha..ha..kamu benar. Itu semua berkat sihir yang aku miliki. Wanita itu bodoh tidak tahu kalau aku sudah membuat kamu menjadi Jerome dan juga sudah membuatmu menjadi ayahnya."


Erika sangat marah mendengar perkataan mereka dan ingin sekali memukul kedua orang itu, tapi dia menahan keinginannya untuk melakukan itu. Ia cepat-cepat pergi dan langsung menemui kakaknya. Fernando begitu geram mendengar cerita Erika


"Aku tidak bisa memaafkan mereka."


Braakk!


Fernando memukul meja dengan keras.


"Mereka harus menerima balasannya."


"Apa yang akan kakak lakukan pada mereka?’’


"Aku akan mengutuk mereka selamanya dan kutukan itu akan selalu mengikuti kemana pun mereka pergi,’’kata Fernando dengan penuh kemarahan.


"Kutukan apa kak? Jangan menggunakan sihir hitam, kalau mereka tahu, kakak akan dihukum mati seperti ayah. Aku tidak mau."


Fernando mengusap-usap kepala Erika dan menatapnya lembut.


"Kamu tidak perlu cemas. Aku pasti baik-baik saja."


"Janji?"


"Kakak janji."


Erika dan kakaknya saling berpelukan. Sementara itu Fernando sibuk dengan pikirannya untuk melakukan balas dendam.


Satu bulan kemudian, Jerome melakukan pernikahan dengan Aine Kerr secara meriah dan mewah. Erika benar-benar shock dan sedih melihat Jetome menikahi wanita lain. Selama satu bulan juga Drogo berusaha untuk mencelakakan Erika dan keluarganya dengan menggunakan sihir, tapi usahanya sia-sia, karena sihirnya tidak mempan.


"Rupanya ada sihir kuat yang melindungi mereka. Apa mereka bisa menggunakan sihir?’’


Drogo keluar dari kamarnya untuk merayakan pesta pernikahan Jerome. Sementara itu Erika duduk melamun di dapur di depan tungku perapian yang sedang menyala, ketika mata Erika sudah mau terpenjam, karena mengantuk, Drogo datang dan menerobos masuk.


"Ada apa ini?’’tanya Erika bingung


"Apa kamu menggunakan sihir?’’


"Kenapa Anda tiba-tiba menanyakan itu? Oh, aku tahu, karena Anda mencoba mencelakakan kami dengan sihir Anda, tapi Anda tidak berhasil melakukannya, karena tidak mempan pada kami. Bukankah begitu?’’


"Jadi kamu bisa melakukannya?’’


"Tentu saja aku bisa. Apa Anda akan menangkapku dan membakarku seperti ayahku? Aku juga akan mengatakan kalau kamu mempraktekkan sihir hitam."


"Siapa yang akan percaya dengan kata-katamu? Aku yakin tidak ada seorang pun yang mempercayai kata-katamu. Ha...ha..ha..ha....’’

__ADS_1


"Sekarang pergi dari rumahku. Cepat pergi!’’teriak Erika.


Kemudian Erika mengunci pintunya rapat-rapat. Satu minggu kemudian, Erika jatuh sakit terkena wabah cacar yang saat ini sedang melanda desanya. [ ]


__ADS_2