My Mr. Virgin

My Mr. Virgin
Bab XL


__ADS_3

Sepanjang hari dia hanya uring-uringan, tak bersemangat menjalani hari, asyik mengeluh dan menghela napas. Dia masih belum menerima kenyataan bahwa Andreas orang pertama yang melihat tubuh polosnya, bahkan menyentuh dadanya.


Mengingat itu, segera dia menyilangkan tangan di depan dada. Tingkahnya mengundang perhatian pelanggannya yang datang berkunjung.


"Kenapa Mariana?" tanya Tanta Ida pelanggan setianya. Berdiri tepat di depan meja kerja Mariana.


"Ah ... eh ... ehem, tak ada apa-apa, Tanta."


"Muka kamu pucat." Sambil menyodorkan barang-barang yang telah dia pilih untuk dihitung harganya.


"Tak cukup tidur, Tanta." Lincah menghitung. "Sudah semua, Tanta?"


"Sudah." Hening. Tanta Ida diam-diam menelisik wajah Mariana. 'Cantik,' batinnya.


"Ana, kerja pun ... mesti jaga kesehatan."


"Iya, Tanta."


"Kau tu masih gadis, kalau asyik begadang ... nanti kau terlihat lebih tua dari usia sebenar." Tanta Ida tahu semua tentang Mariana dari Tari, karena mereka kawan baik. Satu grup ibu-ibu arisan.


"Si Jefri tu masih SMP, belum cukup umur, kalau tidak Tanta mau nikahkan kalian berdua." Mariana hanya tersenyum.


"Seratus lima puluh ribu, Tanta."


Tanta Ida mengeluarkan uang dari dompetnya. Uang berganti tangan. Cukup, tak kurang tak lebih. Mariana menyerahkan barang yang dibeli Tanta Ida, yang telah disimpan dalam kantong plastik.


"Terima kasih, Tanta."


"Sama-sama, Ana." Senyum. Mariana membalas senyum.


Ditengah kesibukannya pun, ingatan tentang kejadian semalam asyik bermain dalam mindanya. Mariana tak dapat menumpu perhatian pada pekerjaannya, sehingga hari itu ia menutup tokonya lebih awal dari biasanya.


Mariana berjalan gontai seperti seorang pesakit kronis saja tingkahnya. Bersembunyi dibalik tembok rumah tetangga saat melihat Andreas duduk termenung di bawah pohon mete depan halaman rumahnya.


Sesekali dia menjegulkan kepalanya, celingak-celinguk melihat Andreas. Entah apa yang lelaki itu khayalkan.


Dia mengetuk kepalanya pada dinding rumah tersebut. "Aiiisshh, aku tak ingin lihat muka dia!"


Ia memutar tubuh, mengatur langkah mengikuti jalur lain, melewati rumah tetangga lalu dia akan masuk melalui pintu belakang rumahnya. Tadi dia pergi ke toko berjalan kaki, jadi hari ini sepeda bututnya tak menjadi beban.

__ADS_1


Sejak hari itu Mariana mulai menghindari Andreas. Kalau mereka berada di rumah pun, Mariana akan bersembunyi dalam kamarnya seperti tikus. Ia hanya keluar dari kamar, apabila Andreas tidak ada di rumah.


...***...


Seminggu pun berlalu, mereka masih lagi saling menghindar. Seperti orang asing saja tingkah mereka. Andreas menyadari perubahan sikap Mariana, hanya saja ia mengabaikannya.


Seperti hari ini, Natan anak sulung Tari berulang tahun. Mariana begitu seronok melihat kegembiraan di wajah Natan, karena mendapat mainan baru, hadiah darinya.


Ada sepuluh anak patung yang dibuat Mariana mengikut watak hero terkenal dalam permainan Mobile Legends, yaitu Gusion - Assasin, Franco - Tank, Selena - Assasin, Fanny - Assasin, Esmeralda - Mage, Granger - Marksman, Chou - Tank/Fighter, Johnson - Tank, Kaja - Fighter, dan X.Borg - Fighter.


Semuanya dipasang baterai, jadi patung tersebut akan bergerak apabila ditekan tombol on. Natan mengajak Andreas bermain bersamanya dan Noel.


Ekor mata Andreas seringkali menangkap Mariana yang duduk di lantai, bersandar pada dinding memperhatikan mereka. Tetapi apabila Andreas melihat ke arahnya, Mariana akan melarikan pandangannya ke arah lain ataupun pura-pura menatap layar ponsel yang bertuliskan loading.


"Mama Besar!" panggil Natan. Ia berlari anak menghampiri Mariana.


"Terima gajih," katanya sambil menghempaskan tubuhnya di atas pangkuan Mariana.


"Terima gajih? Mana gaji Mama Besar?" sambil mengulurkan tangan.


"Plak!" Telapak tangan kecilnya menampar telapak tangan Mariana. Mereka bertos-ria.


"He-he-he! Terima kasih Mama Besar." Mengusap lembut kepala Natal.


Pandangan mereka bertemu. Namun hanya dalam hitungan detik, masing-masing berpaling wajah.


Andreas merasa lebih baik dengan perubahan sikap Mariana. Seperti yang dikatakan romo Wens 'ampunilah ... maafkan ... pulihkan.'


Memulihkan hubungannya dengan Mariana, mungkin sukar bagi Andreas, karena ia tidak memiliki keyakinan dalam menjalin hubungan dengan lawan jenis.


Saat bersama Rena dulu pun, Rena lah yang mengajaknya mencoba menjalin hubungan yang lebih serius.


Tapi tak apalah, begini lebih baik. Masing-masing menjalankan kehidupannya. Tak perlu lagi mereka bertengkar akan perkara yang remeh-temeh. Saling menjahili yang berujung pada balas dendam.


Sikap mereka yang terlihat canggung, akhirnya disadari oleh Tari.


"Tata Ana, kau kenapa?" tanya Tari saat mereka berada di dapur.


"Kenapa, apa?" Mariana balik bertanya.

__ADS_1


"Kau ada masalah dengan pa Ande?"


"Tak ada," jawab Mariana.


"Tapi kalian berdua seperti orang asing saja, biasanya tu seperti kucing dan anjing."


"Aku tak suka anjing."


"Berarti Tata Ana jadi kucing, pa Ande jadi anjing."


"Itulah yang aku maksud. Kakak tak suka anjingnya."


"Ha-ha-ha!" Tari tertawa terbahak-bahak.


"Jujurlah saja, Tata. Ada apa sebenarnya?" Mariana diam.


"Dari tadi aku lihat bibir ni sudah panjang dua belas depa." Tari menarik bibir Mariana. Gemas.


"Hmm!" Mariana menepis tangan Tari. "Kisahnya ...." Mariana mulai bercerita kronologi awal perenggangan mereka.


"Ha-ha-ha! Pa Ande beruntung, dapat bonus." Mariana memukul lengan Tari.


"Jadi sudah satu minggu kalian berdua perang dingin?" tanya Tari setelah tawanya mereda.


"Hmm!" Angguk. "Sudahlah, jangan dibahas lagi! Tata mau pergi kerja dulu, sudah terlambat ni."


Saat masuk ke dalam rumah, dia hampir menabrak Andreas yang hendak keluar.


"Maaf," katanya sambil berlalu tanpa melihat wajah Andreas. Lelaki itu terpaku di tempat, perasannya berbelah-bagi. Tak tahu apa artinya.


✨✨✨


NB :


seronok (dalam KBBI) :


se·ro·nok a menyenangkan hati; sedap dilihat (didengar dsb): dl dunia keronggengan ini suara pesinden itu sama-sama — dan menarik hati;


me·nye·ro·nok·kan v menimbulkan rasa seronok;

__ADS_1


ke·se·ro·nok·an n perihal (yg bersifat) seronok.


jadi jangan salah ya dengan kata 'seronok' ni 😁❤️


__ADS_2