
Celana jeans panjang warna putih dipadankan dengan atasan blouse lengan panjang berwarna merah muda. Dia berdiri di depan cermin sambil menyisir rambut keritingnya yang panjang terurai. Dia membelah rambutnya, kemudian kepang bagian atas dengan model kendur dan sedikit messy sedangkan bagian bawahnya dibiarkan terurai. Dia menata rambutnya dengan model loose braid.
"Cantik," pujinya pada diri sendiri.
Sejenak dia termenung, mengingat kembali perjanjian antara dia dan Andreas tadi sore. Ia menatap jari kelingkingnya yang digunakan untuk mengikrar janji.
Senyuman di bibir kembali mengembang. "Om Alo, takkan kulepaskan dia dari genggamanku. Langkah pertama sudah kumulai. Aku janji akan selalu ada bersamanya."
Tok tok tok
Lamunan Mariana terhenti, saat mendengar pintu diketuk dari luar.
"Sudah siap, belum?" tanya Andreas dari luar kamar.
"Sudah," jawabnya. Tangan pantas diulur meraih tas selempang yang diletakkannya di atas ranjang.
Pintu dibuka. Diperlihatkannya senyuman menawan pada Andreas. Lelaki itu terkesima melihat penampilan Mariana.
'Cantik,' pujinya dalam hati. Dia membalas senyum.
"Ayo!" ajak Andreas.
Sampai di ruang tamu Andreas meraih kunci mobil yang terletak di atas meja kayu jati. Mereka berpamitan sebentar pada Om Alo dan Nenek Esi yang sedang menonton televisi.
"Hati-hati di jalan!" pesan Nenek Esi.
"Iya, Nenek," jawab mereka serentak. Mariana meraih tangan Nenek Esi, mencium punggung tangan tua itu sebelum mereka beredar dari situ. Hal yang sama dia lakukan pada Om Alo. Lelaki separuh baya itu mengelus kepalanya, sambil berpesan untuk berhati-hati.
...***...
__ADS_1
Mobil Toyota hitam yang beberapa hari lalu mereka tumpangi, kini kembali membelah kepadatan malam jalan raya kota Maumere. Perjalanan dari rumah Andreas yang terletak di desa Nelle Urang menuju ke pusat kota Maumere memakan waktu kurang lebih sepuluh menit karena jaraknya yang hanya 9 kilo meter jauhnya.
Tak ada yang berbicara hanya suara DJ dari corong radio yang asyik mengoceh tentang ini dan itu. Tak tahu apa yang dia ocehkan.
Mariana menurunkan kaca jendela mobil, membiarkan bayu malam menampar wajahnya, membisikan kata-kata rahasia yang tak mungkin dimengerti, tetapi dapat dirasakannya lewat bahasa kalbu. Tentang cinta, tentang rindu, tentang dia yang masih memperjuangkan kebahagiaan.
Dia menoleh menatap Andreas yang sedang serius mengemudi mobil. 'Hari itu akan datang saat kamu menjadi milikku. Namun aku hanya akan menunggunya hingga waktu itu tiba. Jikalau memang aku harus menunggu selamanya, izinkan aku tuk melakukannya karena aku telah berjanji akan selalu ada bersamamu.'
...***...
Andreas memberhentikan mobilnya di depan sebuah bangunan yang dihiasi kelap-kelip lampu hias dan di atas tertulis di papan nama 'BINTANG KARAOKE DAN DISCOTHEQUE.'
Dahi Mariana berkerut seribu. Tidak paham maksud Andreas mengajaknya ke situ. Dia membuka mulut hendak bertanya, tetapi lelaki itu sudah lebih dulu turun dari mobil.
Dia mengenal pemilik tempat tersebut. Abang Alexander Gao, namanya. Bukan pemilik Bintang Karaoke dan Discotheque saja yang dia kenal, tetapi semua pemilik kelab malam yang ada di Maumere, Ende, Labuanbajo karena mereka sering melakukan kerja sama dengan Abang Budi, pemilik kelab Mawar Merah.
Berita terbaru yang dia dengar mengenai pemilik kelab tersebut bahwa Alexander Gao ditahan atas tuduhan melakukan transaksi jual beli narkotika dan mempekerjakan anak-anak dibawah umur. Anak-anak tersebut semuanya berasal dari pulau Jawa.
Abang Budi juga diajak bekerja sama oleh salah seorang pemilik kelab di Maumere, dengan iming-iming keuntungan yang melangit, tetapi Abang Budi menolak tawaran tersebut.
Bagi Abang Budi, *d*ia tidak ingin pisang berbuah dua kali. Kejadian pada masa lalu telah membuka matanya. Sesuatu yang paling berharga yang dia miliki direnggut paksa darinya. Adik kesayangan satu-satunya, mengakhiri hidupnya sendiri karena dipaksa sang ayah menjadi pelacur demi membayar utangnya pada lintah darat.
Abang Budi yang saat itu sedang bekerja di luar kota, tak dapat menyelamatkan sang adik dari kekejian ayah kandung mereka.
Perasaan bersalah dan marah itu membuat dia gelap mata. Dia terpaksa mendekam dalam penjara karena melakukan percobaan pembunuhan pada sang ayah. Walaupun pada akhirnya, lelaki itu mendapat balasan yang setimpal dengan perbuatannya, mendapat hukuman penjara seumur hidup karena melakukan kesalahan menjudi, pemerkosaan, dan menjadi pengedar narkoba. Namun, hingga kini Abang Budi masih belum memaafkan kesalahan ayahnya atas kematian sang adik.
Tok tok tok
Ketukan di jendela mobil membuyarkan lamunannya. Andreas menggamit memanggilnya turun. Gadis itu pun akhirnya keluar dari mobil.
__ADS_1
"Apa yang kau buat di dalam?" tanya Andreas.
"Tak ada. Mengelamun sebentar," jawabnya.
Andreas tidak bertanya lagi. Dia membawa Mariana menghampiri seorang pria yang kemudian memperkenalkan dirinya dengan nama Ruben. Mereka bersalaman.
"Senang bertemu dengan kamu ... Mariana?"
Mariana mengangguk. "Iya, senang bertemu dengan kamu juga saudara ...."
"Ruben."
"Senang bertemu dengan kamu juga, Saudara Ruben."
"Kenapa mesti kumpul di sini?" tanya Andreas mengakhiri perkenalkan antara Mariana dan Ruben.
"Sesekali, 'kan?" Dia mengedipkan mata. "Ayo, masuk, yang lain sedang menunggu!" ajak Ruben.
Mereka kemudian mengatur langkah memasuki kelab Bintang Karaoke dan Discotheque. Suasana ingar-bingar menyambut kedatangan mereka. Mariana mulai goyang kepala. Langkah kakinya seirama dengan gerakan pinggul, mengikuti rentak musik yang dimainkan oleh DJ kelab tersebut.
Andreas merengus melihat cara jalan Mariana yang seperti orang pincang saja.
"Tidak bisakah kau jalan baik sedikit?" tegurnya.
Mariana hanya tersengih seperti kerang busuk. Pada saat itu seorang lelaki menarik lengan Mariana, mengajaknya joget bersama. Andreas dengan segera menarik lengan Mariana sebelah kiri, maka terjadilah tarik-menarik pada dua belah tangan Mariana. Lelaki yang menarik Mariana, melepaskan genggamannya saat melihat wajah Andreas yang tak bersahabat.
Ruben yang melihat hanya menggelengkan kepala. Dia kemudian meminta maaf pada lelaki tersebut, dan menjelaskan bahwa Mariana merupakan tunangan Andreas. Lelaki itu mengerti dan tidak ingin memperpanjangkan masalah tersebut.
Ruben kemudian membawa mereka ke sebuah ruangan khusus untuk perjumpaan mereka pada malam itu.
__ADS_1
🐁🐁
NB: Dia tidak ingin pisang berbuah dua kali artinya: Dia tidak mau mengalami kerugian yang sama untuk kedua kalinya.