My Mr. Virgin

My Mr. Virgin
Bab LXVII


__ADS_3

'Jangan pernah mengucapkan selamat tinggal kepada teman, karena kamu pasti akan bertemu mereka lagi.' Ayat ini Mariana kutip dalam google, m.bola.com, saat ia melihat Nenek Esi dan Nenek Barek berpelukan, menangis penuh haru, setelah berpuluh tahun tidak berjumpa.


Ia tersenyum saat melihat mereka duduk berdua, sambil bergelak tawa, mengingat masa-masa muda mereka dulu. Ia tak menyangka, dua orang tua yang sudah senja itu ternyata sahabat lama. Mereka berpisah setelah masing-masing menikah dan memiliki kehidupan sendiri.


Tuhan masih memberikan kesempatan pada mereka untuk bertemu lagi. Sesuatu yang membuat Mariana begitu tersentuh dengan kekuasaan Tuhan. Rasa hatinya tiba-tiba dipagut rindu pada tiga sahabatnya, Hendra, Gina dan almarhum Dewi. Akankah persahabatan mereka bisa terjaga dan kekal lama? Dewi, sudah bahagia bersama penghuni surga. Hendra sedang merintis bahagia bersama keluarga barunya, sedangkan Gina ... ia tak tahu di mana gadis itu berada.


Ada rasa terkilan pada gadis itu. Hilang entah di mana, pergi tak kembali, pun tak pernah mengirim kabar. Namun, rindu tetap seringkali menyapa, bila mengenangkan kebersamaan mereka dulu.


Teti belang lewo tolok


Tobo doan ata lewo


Tobo doanek ata lewo


Lohuk teti goka lodo


(Pantun Lamaholot yang isinya tentang perasaan seorang perantau yang memgenangkan kampung halaman)


Tiba-tiba Nenek Barek menyanyikan pantun lama membuat Mariana terkejut dari lamunannya. Senyumannya terukir di bibir, saat Nenek Esi menyanyikan pantun balasan.


Niku lau tonga gere

__ADS_1


Louk teti goka lodo


Hukut ema peten ama


Perae lewo tobo


Kedua orang tua itu asyik berbalas pantun, hingga lupa akan keadaan sekitar mereka. Mariana tidak menyangka neneknya itu sangat pandai berpantun. Bunyi tepukan tangannya menggema dalam dapur mereka, setelah kedua orang tua tersebut selesai menyanyikan pantun.


"Wah, tak sangka Nenek pandai berpantun!" puji Mariana.


"Aduh, Ana! Engko te tau, nenek korang ni ratu pantun waktu torang muda dulo po (Aduh, Ana! Kau tak tahu, Nenek kalian ini ratu pantun waktu kami muda dulu)," jawab Nenek Esi dengan dialeg bahasa nagi Larantuka yang kental.


"Betokah, Nenek? (Betulkah, nenek)."


Memang orang Flores Lamaholot terkenal dengan lagu Dolo-dolo.


"Nenek korang ni, kawe mo Kopong te gegara pantun. Dorang belempar pantun besinde ampe jatuh cinta. (Nenek kalian ini, kawin dengan Kopong gara-gara pantun. Mereka saling melempar pantun, saling menyindir sampai jatuh cinta)." Nenek Esi terkekeh, sambil menyenggol pundak sahabatnya.


Mariana dan Tari turut tertawa. Tari berdiri, kemudian berlari keluar dari dalam dapur. Ia kembali lagi membawa serta ember plastik kosong dan dua batang kayu kering pendek sebesar jari telunjuknya. Bunyi ketukan ember menghasilkan nada dan rentak yang rancak.


Melihat itu Nenek Barek menyuruh Mariana mengambil giring-giring kaki miliknya. Peluang tersebut, Mariana gunakan untuk sekaligus mengambil gitar di dalam kamarnya, lalu menyerahkan pada mama. Tak lama kemudian, mulailah terdengar bunyi ketukan dan gitar mendendangkan lagu dolo-dolo terbaru.

__ADS_1


Mariana, Nenek Barek, Nenek Esi dan istri Om Mias mulai berdiri membentuk lingkaran, sambil mengaitkan jari kelingking. Langkah kaki mengikuti rentak lagu dan alat musik pada ketukan dan musik yang berirama 2/4 menghasilkan syncope saat langkah kaki digerakkan dengan cepat, apalagi diiringi dengan bunyi giring-giring yang dipasang pada kaki Nenek Barek dan Nenek Esi.


Ruangan dapur seketika riuh-rendah, seolah-olah mereka sedang berpesta. Dalam ruangan tamu pun tak kalah riuh dengan gelak-tawa bapak-bapak. Macam-macam topik yang mereka bahas, seputar gosip terbaru, pertandingan sepak bola sampai politik.


Ruangan dapur semakin meriah, saat para tetangga dan sanak saudara mulai berdatangan. Semakin sempit apabila para bapak-bapak di ruangan tamu juga ikut terlibat, sehingga, mereka terpaksa berpindah di bawah pohon mangga. Saling berbalas pantun sampai tak terasa sang raja siang hampir kembali ke peraduannya.


Mariana tersentak saat mama menggamit lengannya, mengajaknya membantu Tari menyediakan minuman petang untuk para tetamu, tetangga dan sanak saudara. Ia tersenyum saat menyadari gitar dan ember plastik sudah diambil alih oleh anak tetangga mereka.


Malam pun tiba. Setelah makan malam, Om Alo dan rombongannya pamit pulang. Nenek Esi menyerahkan sisir, cermin, buah-buahan berupa pisang dan pepaya, serta sarung adat Sikka sebagai tahap tung urut linong, yang berarti Mariana sudah resmi dipinang.


Nenek Barek juga menyerahkan sehelai sarung tenun adat perempuan Lamaholot yang disebut kewatek, dan sarung tenun adat laki-laki yang disebut nowing. Kalau mengikuti tradisi perkawinan Sikka-Krowe, pihak perempuan memberikan lipa (sarung tenun laki-laki) dan lensu nujing (sapu tangan jahitan sendiri dengan sulaman khusus di bagian pinggirnya).


Namun, Nenek Barek tidak memiliki lensu nujing, sehingga sarung kewatek dijadikan sebagai pengganti. Maka, pada pertemuan pertama hari itu, Mariana sudah melakukan empat tahap menurut perkawinan Sikka-Krowe dan dua tahap menurut tradisi perkawinan Lamaholot.


♥️ NB ♥️


Tarian dolo-dolo merupakan tarian tradisional Lamaholot yang selalu ditampilkan dengan nyanyian dolo, dikategorikan sebagai tarian massal yang dapat diikuti oleh semua kalangan termasuk muda-mudi baik perempuan atau laki-laki, bahkan keduanya. Pertunjukan tari dolo ditampilkan dalam acara syukuran atas panen dan acara lainnya, tergantung situasi.


Cukup populer di Flores Timur, Lamaholot, Adonara, Solor dan Alor. Tari dolo menjadi sebuah tempat perjumpaan untuk membangun persahabatan, termasuk untuk menemukan jodoh terutama pada kalangan anak muda.


Tarian dolo dimainkan secara bersama-sama melibatkan banyak orang dengan membentuk sebuah lingkaran dan masing-masing orang saling menautkan jari kelingking. Para peserta tari dolo akan saling mengeluarkan pantun atau syair yang saling berbalasan.

__ADS_1


Permainan tarian dolo ini akan selesai, jika sudah tidak ada peserta yang mampu membalas pantun yang dinyanyikan oleh peserta lainnya. Namun, jika masih bisa berbalas pantun, maka pertunjukan tarian ini belum berakhir.


Kalau mau tahu lebih lanjut bagaimana tarian dolo-dolo, bisa cari di YouTube. Ketik saja, 'Dolo-dolo Flores Timur' atau 'Dolo-dolo Lamaholot.' Nah, nanti baaaaaaannnnyyykk muncul di layar hp kamu 😁


__ADS_2