My Mr. Virgin

My Mr. Virgin
Bab LXXXI


__ADS_3

🎶 Selamat pengantin baru


Selamat berbahagia


Selamat ke anak cucu


Selamat sejahtera


Semoga berpanjangan


Semoga berkekalan


Semoga satu tujuan


Semoga aman 🎶


Tiba-tiba, Fitri yang sedang melayan Mariana dan Andreas makan siang, menyanyikan lagu almarhum P. Ramlee. Suara merdunya menggema dalam tenda. Kebetulan saat itu, DJ mematikan musiknya, sehingga suaranya terdengar lantang.


🎶Hidup mestilah rukun


Sabar paling perlu


Cinta setiap hari


Senyum mesti selalu


Oh, oh 🎶


Sambil menyodorkan minuman, Leni menyambung lagu 'Selamat Pengantin Baru'. Mendengar itu, Abang Budi yang sedang duduk bersantai di dekat DJ, langsung menyetel musik, membiarkan teman-teman Mariana berkaraoke.

__ADS_1


Ratu sehari yang duduk di atas panggung pelamin, turut berdiri, bergabung bersama mereka, meninggalkan rajanya keseorangan.


🎶Selamat pengantin baru


Selamat berbahagia


Selamat ke anak cucu


Selamat sejahtera


Hidup mestilah rukun


Sabar paling perlu


Cinta setiap hari


Senyum mesti selalu


Oh, oh


Selamat berbahagia


Selamat ke anak cucu


Selamat sejahtera


Selamat sejahtera 🎶


Semua teman-temannya yang dari kelab malam serentak mendendangkan lagu tersebut sambil berjoget. Mariana mengajak Andreas bergabung, tetapi, lelaki itu menolak. Malu, katanya.

__ADS_1


Dapat dilihat hubungan mereka begitu akrab, seperti keluarga sendiri saja. Beruntung Mariana memiliki orang yang menyayanginya. Andreas tersenyum, saat pandangan mereka bertemu. Dia juga turut merasa bahagia.


Pada saat mereka sedang keasyikan menari, Ibu Dita, Novi, dan Om Lukas muncul bersama Angela, anak Novi. Mariana dan Andreas langsung mara menyambut kedatangan mereka. Cipika-cipiki sebentar dengan Ibu Dita dan Novi, lalu mengajak mereka duduk di kursi yang sudah disediakan untuk para tetamu undangan. Mariana dan Andreas juga duduk bersama mereka berbincang-bincang santai.


Melihat tak ada Daniel, Andreas pun bertanya, "Dokter Dan tidak datang?"


"Dia sudah pulang ke Lembata," jawab Novi. Ibu Dita melirik sekilas pada Mariana, ingin menduga isi hatinya. Mengharapkan jika Mariana masih menyimpan sedikit perasaan cinta untuk Daniel. Namun, riak wajah gadis itu biasa saja.


Ibu Dita merasa sedikit kecewa. Kasihan pada anak lelakinya yang masih mencintai Mariana. Ia menyesali perbuatannya memisahkan kedua insan tersebut. Namun, semuanya sudah terlambat. Mungkin juga tiada takdir antara mereka. Ia berharap, Daniel bisa menerima jalan takdirnya untuk melepaskan, merelakannya bahagia.


Kemudian Mariana mengajak mereka untuk bersantap makanan yang sudah disediakan di atas meja. Setelah itu Mariana dan Andreas meninggalkan mereka untuk menyambut kedatangan tetamu undangan lain.


Sambil menyuap Angela, sesekali ekor matanya melirik Mariana yang asyik bergelak-tawa dengan Fitri dan lainnya. Hati Novi merasa nyeri melihat kehangatan dan kemesraan mereka. Dulu, ia juga berteman rapat dengan Mariana. Mungkin lebih rapat dari seorang sahabat. Sudah dianggap sebagai saudara sendiri, tetapi, karena kesalahannya benang persahabatan terputus sebelum merajut menjadi sehelai kain keluarga.


Sekarang, mereka sudah berbaik lagi, tetapi, keadaan sudah tidak lagi sama karena nasi sudah menjadi bubur.


***


Pesta pun berlanjut hingga malam. Pada waktu malam para tetamu undangan yang datang adalah muda-mudi. Tak kira dari dalam kampung maupun dari luar. Para gadis dan pemuda yang seharian mengurus pesta, menjadi pelayan dan sebagainya, kembali ke rumah untuk mandi dan berdandan karena waktu malam adalah puncak acara. Siap sedia goyang tenda.


Kewatek dan senuji yang dipakai siang tadi, sudah berganti dengan jelana jeans panjang dan koas lebar kesukaannya. Begitu pun dengan Andreas. Lelaki itu memakai celana panjang santai berbahan katun jumbo berwarna kelabu dan baju longgar berlengan panjang coklat. Duduk santai di atas panggung pengantin.


Tenda biru dihiasi jalur warna-warni, di belakang kursi pengantin tertulis motto pernikahan mereka, 'Yang Dipersatukan Allah Tidak Dapat Diceraikan Oleh Manusia'.


Dekorasi tersebut dibuat kemarin malam oleh pemuda-pemuda kampung. Mereka sudah bekerja keras membantu tuan pesta menyiapkan acara tersebut. Itu sebabnya, waktu malam adalah puncak hiburan untuk mereka.


Beberapa sepeda motor sudah terparkir di tepi jalan. Mereka datang dari luar kampung Mariana. Satu motor bonceng tiga orang. Untung tidak ditilang oleh polisi lalu lintas. Saat mereka masuk ke dalam tenda untuk mengucapkan selamat kepada para pengantin, satu barisan panjang, karena lima orang menggunakan satu amplop yang berisi lima belas ribu.


Kalau dulu zaman Mariana SMP, acara pesta begini, sembilan orang amplop isi lima ribu. Namun, sekarang sudah naik harga, lima orang amplop isi lima belas ribu. Itu sudah lebih baik. Bagi mereka, yang penting tuak edar, arak edar. Makan minum dapat gratis.

__ADS_1


__ADS_2