
Terasa lega, dimana dirinya tidak lagi terbebani di masa lalu yang membuat diriny bisa maju dan lebih baik dari yang sebelumnya.
Hinaan yang tidak seberapa, menjadi motivasi dirinya untuk membuktikan. Bila dirinya mampu membuktikan dan mampu mensejajarkan dirinya pada orang yang pernah merendahkannya. Bukan ingin membalas dendam dengan kembali menghina balik, bukan.
Justru balas dendam yang baik adalah, bisa mengunggulinya lebih tinggi dari dia. balas dendam yang cantik tanpa harus menjatuhkan satu sama lain. Tanpa harus ikut menghina atau merendahkan balik. Cukup orang itu tau bagaimana dirinya yang sekarang bukan yang dulu, hanya memakai sandal jepit tanpa mau di pandang lama lagi.
Kerasnya hidup bisa membuat siapa saja berubah, berubah penampilan dan berubah sifat. Tapi Lisa masih sama, masih sama seperti dulu. Sifat yang ramah dan baik pada siapa saja, termasuk orang yang pernah menghinanya.
kesabaran sangat membuahkan hasil, dan Tuhan selalu memberikan kejutan yang lebih dari orang yang selalu bersabar dan berdoa tulus meminta kepadanya.
Lisa tidak akan pernah menyangka, hidupnya yang sekarang. Di tinggal ke dua orang tua tercintanya untuk selama-lamanya dan mendapatkan suami yang mencintai dirinya tanpa syarat dan apa adanya.
Ingin sukses demi ibunya, bekerja keras demi ibunya yang sakit agar bisa pulih dan bisa menikmati hasil jerih payahnya. Tapi sayang, Tuhan lebih sayang ibunya saat ibunya sudah membaik. Dan karna ibu tercintanya, ia bisa mendapatkan suami yang baik dan bisa melindungi dirinya.
Bila bukan karna ibu, mungkin dirinya dan Bima tidak akan bisa bertemu dan menikah. Bukan terpaksa Bima menikahi Lisa, tapi memang sudah mulai tertarik sejak pertama kali dia membentak Lisa.
Ya, Bima pernah membentaknya satu kali saat ia mengerjainya dengan menyembunyikan ponselnya dulu sebelum menjadi suaminya. Dan semenjak itu, Lisa menghindar dari Bima. Justru Bima merasa kehilangan dan memberanikan diri datang ke rumahnya di saat dirinya sedang berada di luar kota. Dan yang lebih mengejutkan Bima menyusulnya ke luar kota, karna permintaan ibunya yang memintanya untuk menjaganya.
Niat ingin melupakannya, justru ibunya merapatkan kembali dirinya dan Bima.
Pada kenyataannya dirinya mulai suka pada Bima dan mulai jatuh cinta pada Bima yang sudah membuatnya nyaman berada di sisinya.
Mempunyai suami kaya dan terkenal bukanlah keinginannya. Dalam hatinya hanya ingin mempunyai suami sabar, setia dan mau hidup bersama dalam keadaan apapun. Tapi jika mendapatkam bonus lebih dari itu, siapa yang bisa menolak. Karna hidup memang butuh uang, Apa lagi jika sudah berumah tangga. Akan banyak pengeluaran. Dan Lisa adalah wanita yang sangat beruntung mempunyai suami Bima.
Lisa juga beruntung di kelilingi orang yang benar-benar tulus menjadi temannya. Seperti Mawar dan juga Riski yang sudah di anggap saudara kandung sendiri.
Riski yang setia dan tidak meninggalkannya di kala hidupnya susah. Memulai bisnis dari bawah, berdua membuka toko, keliling mempromisikan brosur toko, membantunya jualan online, pernah makan bersama dalam satu bungkus nasi dan masih banyak lagi kenangan susahnya bersama Riski.
__ADS_1
Dan itulah kenapa, ia menganggap Riski sebagai adiknya sendiri dan mengistimewakan dia yang selalu setia bersamanya. Riski, orang yang tau bagaimana perjalanan dirinya dari masa susah hingga sekarang menjadi seperti ini.
Suster Santi, dia yang merawat ibunya dengan tulus. Menjaganya setiap waktu tanpa harus mengeluh tentang kondisi ibunya yang memprihatikan. tidak ada rasa jijik sama sepertinya yang merawat ibunya.
Suster Santi, bisa menjadi teman dan juga berbagi cerita di kala sedih maupun senang. Sama seperti Mawar, meskipun jauh. Mereka tidak akan putus persahabatan. Tetap menjalin komunikasi dan saling berbagi cerita lewat pesan mau vidio call.
" Sayang? Nglamunin apa?" Tegur Bima, menyentuh bahu istrinya yang sedang duduk termenung di balkon.
Menatap suaminya duduk di sampingnya, menyandarkan kepalanya di bahu Bima dan melingkarkan tangannya di tangan Bima.
" Mengingat awal pertemuan kita?" Jawab Lisa, membuat Bima tersenyum sambil mengusap pipi istrinya.
" Pertemuan yang mana. Hmm? " Beralih mengusap perut istrinya. Dan mendapatkan salam dari dalam perut Lisa, dengan Lisa yang sedikit meringis kesakitan.
" Mereka Menyapa?" Cicit Bima, bahagianya bisa merasakan tendangan calon-calon bayinya.
" Jangan nakal ya anak-anak ayah di dalam sana, kasihan ibu kalian." Peringatan lembut pada dua calon bayi kembarnya agar tidak menyusahkan Lisa, yang menahan sakit karna tendangam dua calon bayi kembarnya.
" Iya ayah?" Jawab Lisa, menirukan suara anak kecil, sambil terkekeh mengucapnya.
" Tadi sedang mikirin pertemuan kita yang mana?" Tanya Bima, memulai penasaran akan lamunan istrinya.
" Pertemuan yang gak ada manis-manisnya, Pria sombong, cuek dan-."
" Dan tampan." Saut cepat Bima, membuat Lisa mengerutkan kening dan menabok lengan suaminya. Yang kini membuat Bima tertawa.
" Ih.. PD!!" Seru Lisa. " Tapi memang tampan sih!" Gumamnya. Dan Bima semakin tertawa dengan ucapan istrinya.
__ADS_1
" Dulu aku pikir tidak akan ada wanita yang bisa membuat aku tertawa, tidak bisa membuat aku memikirkannya terus menerus selain dia. Ternyata aku salah." Ucapnya, menautkan jari jemarinya ke tangan sang istri. mencoba jujur di masa lalunya.
" Kamu, wanita yang bisa membuat aku memikirkan kamu terus, yang bisa membuat aku tertawa kembali dan bisa membuat aku selalu ingin dekat dengan kamu." Ujarnya lagi.
" Sayang mulai suka denganku ketika apa?" Tanya Lisa, sedikit melirik ke atas untuk melihat wajah Bima.
" Ketika kamu mulai menghindar dariku." Jawab Bima. Mengingatkan Lisa akan hal dimana dirinya pernah di bentak Bima.
" Merasa bersalah? Tanya Lisa, tatapan mulai sendu. Mencium telapak tangan Lisa, mengusapnya lembut dan menggenggam tangan Lisa dengan ke dua tangannya.
" Sebagian iya. aku merasa bersalah sudah membentak kamu cuma karna hal bodoh." Jawab Bima jujur. " Tapi sebagian lagi, aku merasa kehilangan kamu. Dan aku sadar, aku mulai jatuh cinta dengan Nona Lisa." Imbuhnya, ada seulas senyum di bibir Lisa bila Bima mengakui kesalahannya dan juga takut kehilangan dirinya.
" Jangan pernah tinggalkan aku sayang, jangan pernah. karna kamu, aku mulai bahagia." Kejujuran Bima, yang sangat takut kehilangan istrinya. Kehilangan wanita yang sudah membuatnya bangkit dari keterpurukan dan berhenti memikirkan wanita yang dulu pernah singgah di hatinya.
Lisa bagaikan cahaya hidupnya kembali ceria, kebahagian yang sempurna saat ia merasakan tidak sendiri lagi dalam kehidupan yang sepi.
" Love you." Ucap Lisa, mengangkat kepala untuk menatap suaminya lebih lekat.
" Love you too Sayang." Jawab Bima, mencium kening Lisa begitu lama dan membawanya dalam pelukan hangat di teras balkon malam hari.
.
.
.
.
__ADS_1
🍃🍃🍃🍃